Kronologi | Hari AIDS Sedunia

Jejak Kasus HIV dan AIDS

Kasus AIDS terdeteksi pertama kali pada lima pria homoseksual di Los Angeles, Amerika Serikat, tahun 1981. Hingga akhir tahun 2019, virus HIV yang menjadi penyebab AIDS telah menjangkiti lebih dari 38 juta jiwa di seluruh dunia.

 

S, balita berusia dua tahun yang tertular virus HIV, disuapi makan siang oleh ibunya di ruang rawat inap Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta (13/1/2010). Berdasarkan data Komnas Perlindungan Anak Indonesia, jumlah anak Indonesia di bawah usia 10 tahun yang tertular virus HIV tahun lalu berjumlah 72 kasus. Salah satu penyebab antara lain faktor genetika.

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA

Awalnya AIDS terdeteksi sebagai turunan langka dari penyakit pneumonia (Pneumocystis Carinii Pneumonia/PCP) dan kanker (Kaposi’s Sarcoma). Sejak kasus AIDS yang menimpa para pria homoseksual dipublikasikan, banyak kasus serupa dilaporkan oleh negara-negara bagian di Amerika Serikat, Eropa, hingga Afrika Selatan.

Pada akhir tahun 1985, tercatat 85 negara di dunia melaporkan kasus AIDS. Awalnya penyakit ini dipercaya hanya dapat menjangkiti pria homoseksual. Ternyata wanita yang berhubungan seksual dengan pria terjangkit AIDS bisa tertular, dan transmisi penyakit ini juga menurun dari ibu ke anak.

Pada tanggal 1 Mei 1986, The International Committee on the Taxonomy of Viruses mengumumkan secara resmi bahwa virus yang menyebabkan AIDS bernama HIV (Human Immunodeficiency Virus). Dengan diumumkannya hal ini, menjadi jelas dipahami bahwa AIDS adalah kondisi terparah ketika sesorang telah tertular virus HIV.

Tahun 2030 ditargetkan menjadi akhir dari epidemi HIV/AIDS. Sepuluh tahun menjelang akhir target tersebut, muncul pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap sulitnya penanganan kasus HIV/AIDS. UNAIDS bahkan secara jelas memaparkan target di tahun 2020, yaitu 30 juta orang mendapatkan pengobatan antiretroviral, meleset. Pada akhir 2020 target tak tercapai karena tercatat hanya 26 juta orang yang mendapatkan akses pengobatan antiretroviral secara global.

Perjalanan mengakhiri epidemi HIV/AIDS masih panjang. Selaras dengan tema Hari AIDS Sedunia tahun 2020 “Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Solidaritas: 10 Tahun Menuju Akhir AIDS 2030″, seluruh bangsa diharapkan dapat bahu membahu meningkatkan solidaritas, berkolaborasi mengendalikan HIV/AIDS. Para penderita HIV/AIDS perlu dukungan untuk memeriksakan dirinya, sehingga mendapatkan penanganan tepat.

5 Juni 1981
U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dalam laporan mingguannya, Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR) melaporkan kasus pneumonia langka Pneumocystis Carinii Pneumonia (PCP) pada lima pria homoseksual di Los Angeles, Amerika Serikat. Kelima pria dilaporkan mengalami infeksi yang tak biasa disertai indikasi tidak bekerjanya sistem imun. MMWR tertanggal 5 Juni 1981 ini menjadi laporan resmi pertama kemunculan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Pada hari yang sama, Dr. Alvin Friedman-Kien, seorang dermatologist di New York, Amerika Serikat menghubungi CDC untuk melaporkan kasus kanker yang langka dan agresif (Kaposi’s Sarcoma/ KS) pada sekelompok pria homoseksual di New York dan California, Amerika Serikat.

3 Juli 1981
The New York Times pertama kali menerbitkan artikel terkait penyakit langka dengan judul “Rare Cancer Seen in 41 Homosexuals”, memunculkan kosakata baru, yaitu “kanker homoseksual”.

31 Desember 1981
Tercatat 337 kasus PCP dan KS di Amerika. Sebanyak 180 orang di antaranya dilaporkan meninggal.

1982
Kasus AIDS pertama dilaporkan di Afrika Selatan. Kasus ini terjadi pada dua laki-laki homoseksual yang merupakan pramugara yang baru saja bepergian dari California, Amerika Serikat.

24 September 1982
CDC menggunakan istilah AIDS untuk pertama kalinya dalam laporan mingguannya (MMWR).

7 Januari 1983
CDC melaporkan kasus pertama AIDS pada perempuan. CDC menyebutkan perempuan rentan tertular AIDS apabila memiliki pasangan seksual laki-laki yang mengidap AIDS.

4 Maret 1983
Laporan mingguan CDC merilis terkait penanggulangan AIDS meliputi, rekomendasi antarlembaga menyatakan bahwa kasus AIDS ditemukan kebanyakan pada lelaki homoseksual yang mempunyai lebih dari satu pasangan, orang yang menggunakan obat-obatan dengan cara injeksi, orang-orang yang berasal dari Haiti, dan orang-orang dengan hemofilia.

25 Mei 1983
The New York Times pertama kali memuat artikel mengenai AIDS pada halaman pertamanya yang berjudul, “Health Chief Calls AIDS Battle ‘No. 1 Priority’. Pada hari artikel diterbitkan, di Amerika Serikat, tercatat 1.450 kasus AIDS, 558 di antaranya meninggal dunia.

22–25 November 1983
The World Health Organization (WHO) menyelenggarakan pertemuan untuk pertama kali terkait berkembangnya kasus AIDS.

31 Desember 1984
Tercatat 7.699 kasus AIDS di Amerika Serikat dan 762 kasus di Eropa.

Petugas kesehatan Puskesmas Menteng mengambil sampel darah warga untuk tes HIV pada acara peringatan hari AIDS Sedunia 2015 di Taman Suropati, Menteng (29/11/2015). Pengujian HIV gratis tersebut bertujuan agar warga mengetahui status HIV nya dan upaya mengurangi penularan HIV.
(KOMPAS/PRIYOMBODO)

2 Maret 1985
The U.S Food and Drug Administration (FDA) mematenkan tes darah komersial pertama untuk mendeteksi HIV bernama ELISA.

13 Desember 1985
Seorang balita dari Pennsylvania bernama Dwight Burk menjadi balita pertama yang lahir dengan AIDS. Dwight yang juga mengidap hemofilia meninggal pada umur 20 bulan karena penyakit ini. Hal ini menjadi bukti adanya transmisi AIDS dari ibu ke anak.

19 Desember 1985
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa sekurang-kurangnya 1 kasus telah dilaporkan dari masing-masing wilayah di seantero dunia.

1986
Kasus pertama AIDS dilaporkan di Rusia dan India.

1 Mei 1986
The International Committee on the Taxonomy of Viruses mengumumkan secara resmi bahwa virus yang menyebabkan AIDS bernama HIV (Human Immunodeficiency Virus).

31 Desember 1986
85 negara melaporkan 38.401 kasus AIDS kepada WHO. Sebaran berdasar wilayah, Afrika 2.323 kasus, Amerika 31.741 kasus, Asia 84 kasus, Eropa 3.858, dan Oceania 395 kasus.

19 Maret 1987
The U.S. Food and Drug Administration (FDA) menyetujui pengobatan pertama untuk AIDS, yaitu AZT (Zidovudine), obat yang awalnya digunakan untuk mengobati kanker.

5 April 1987
Indonesia Menjadi negara ke-13 yang melaporkan adanya kasus AIDS. Kasus pertama AIDS Indonesia bukan berasal dari Warga Negara Indonesia (WNI), melainkan dari turis Belanda yang meninggal di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali. Ini adalah awal mula kasus AIDS di Indonesia.

23 Juni 1988
Kasus AIDS pertama di Indonesia menewaskan seorang pria WNI di Denpasar, Bali.

Puluhan remaja yang tergabung dalam Yayasan Aids Indonesia memeringai Hari Aids Internasional pada 1 Desember dengan pawai di area bebas kendaraan bermotor Jalan MH Thamrin, Jakarta (1/12/2019). Mereka, antara lain, mengkampanyekan untuk menjauhi perilaku seks bebas, menjauhi narkoba, dan meminta masyarakat untuk tidak menjauhi para penderita Aids.
(KOMPAS/HERU SRI KUMORO)

1 Desember 1988
Hari AIDS Sedunia (World’s AIDS Day) ditetapkan oleh WHO dan PBB.

September 2020
Jumlah kumulatif kasus di Indonesia tercatat HIV 409.857, AIDS 127.873, dan meninggal 17.646 orang.

1 Desember 2020
Hari AIDS Sedunia bertepatan dengan 10 tahun menuju akhir proyeksi epidemi HIV/AIDS pada 2030.

Referensi

Penulis
Agustina Rizky Lupitasari
Editor
Inggra Parandaru

Ikuti Kronologi Peristiwa dari Awal hingga Akhir

Ikuti Kronologi Peristiwa dari Awal hingga Akhir

Daftarkan email Anda dan ikuti kronologi peristiwa terkini secara lengkap di Kompaspedia.

close