Kronologi | Kemerdekaan RI

Menelusuri Arsip Jejak Kemeriahan Perayaan HUT RI Sejak 1965

Beragam rupa perayaan HUT RI tersimpan dalam Arsip "Kompas" sejak tahun 1965. Upacara di bawah laut, pawai di lingkungan istana negara, pesta rakyat di sejumlah daerah, hingga acara yang terselenggara sederhana di tingkat rukun warga tersaji.

KOMPAS/PRIYOMBODO

Ribuan Masyarakat menyaksikan ratusan kendaraan hias berpawai dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-60 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (20/8/2005) di Kota Solo. Pawai bertema “Kirab Budaya 2005” itu disaksikan warga Solo dan sekitarnya, yang menunggu sejak siang hari di pinggir Jalan Protokol Slamet Riyadi, Solo.

Semarak perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di seantero negeri tiap tahunnya. Dari berbagai artikel yang pernah terbit di harian Kompas, Arsip Kompas menyusun dokumentasi dalam bentuk rangkaian foto dan indeks artikel ragam rupa perayaan HUT RI, mulai dari upacara di bawah laut, pawai di lingkungan istana negara, pesta rakyat di sejumlah daerah, hingga acara yang terselenggara sederhana di tingkat rukun warga.

Beberapa perayaan tidak terlepas dari dinamika politik, ekonomi, sosial, dan budaya di Indonesia dari masa pemerintahan Presiden Soekarno hingga Joko Widodo. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto contohnya, sebuah pawai raksasa (Pawai Repelita) terselenggara di tahun pertama penyelenggaraan Repelita yang menggambarkan semangat pelaksanaan program tersebut.

Seni dan kebudayaan kerap kali mewarnai sukacita perayaan. Menurut Presiden Joko Widodo dalam penyelenggaraan Karnaval Kemerdekaan yang terselenggara di Soposurung, Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, karnaval yang menampilkan atraksi kebudayaan Indonesia menunjukkan kebhinekaan dan keragaman budaya Indonesia yang harus dilanjutkan tiap tahunnya (“Karnaval Kemerdekaan: Kebhinekaan Satukan Indonesia (Kompas, 22 Agustus 2016, halaman 4). 

Rangkaian Foto Kemeriahan Perayaan HUT RI

KOMPAS/Piet Warbung

Mobil Hias Departemen Perkebunan memeriahkan parade pada peringatan Hari Kemerdekaan RI tahun 1965 di depan Istana Merdeka Jakarta.

KOMPAS/Piet Warbung

Parade pada peringatan Hari Kemerdekaan RI tahun 1965 di depan Istana Merdeka, Jakarta.

KOMPAS/JB Kristanto

Drumben Gita Wibawa Bakti menampilkan gadis-gadis cilik sebagai gadis ”pom-pom”, pada pembukaan pameran pembangunan di Taman Monas. Dengan baju warna merah muda, dan rumbai warna putih serta merah muda di tangan, gadis-gadis cilik itu menyita perhatian pengunjung.

KOMPAS/Dudy Sudibyo

Warga menyaksikan Pameran Poster Permbangunan dan Perjuangan dalam rangka HUT ke-36 Hari Kemerdekaan RI di Taman Silang Monas, Jakarta.

KOMPAS/Hasanuddin Assegaff

Tarian Gema Cipta Jaya dari Dinas Kebudayaan DKI Jakarta bersama Gendang Rampak Polri Jakarta, Sabtu sore (15/8) turut memeriahkan pembukaan Pameran Pembangunan tahun 1992 di Taman Silang Monas Jakarta. Pameran yang dibuka resmi oleh Menpen Harmoko didampingi Gubernur DKI Jakarta Wijogo Atmodarminto, diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke-47 dan kota Jakarta ke-465, akan berlangsung selama satu minggu.

KOMPAS/Johnny TG

Lomba karaoke anak-anak, menjadi salah satu mata lomba pada Perayaan Hari Kemerdekaan ke-54 RI di Jatibening Estate, Bekasi.

KOMPAS/Johnny TG

Sekumpulan anak-anak bergembira dengan cara menyeburkan diri ke dalam sungai untuk merayakan HUT Kemerdekaan ke-53 RI di Kabupaten Pontianak, Kalbar (17/8). Kegembiraan lebih mencolok terjadi di pedesaan.

KOMPAS/Johnny TG

Lomba panjat pinang dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan RI tahun 1998 di Kalimalang, Jakarta.

KOMPAS/JB Suratno

Pertunjukan paduan suara pada acara pembukaan Pekan Budaya dan Pameran Persatuan Nasional di Istora Senayan, Jakarta (19/8/2000). Acara tersebut terselenggara dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan ke-55 RI.

KOMPAS/Dahono Fitrianto

Kemeriahan Karnaval HUT Kemerdekaan ke-56 RI yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Jakarta Barat.

KOMPAS/Totok Wijayanto

Warga antusias mengikuti lomba panjat pinang massal di Pantai Karnaval, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (17/8/2019). Beragam kegiatan dan perlombaan digelar di lingkungan warga untuk menyemarakan dan merayakan Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia.

KOMPAS/Ferganata Indra Riatmoko

Warga melaksanakan upacara bendera bawah air di mata air Ponggok, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (15/8/2019). Upacara menyambut HUT Ke-74 RI itu diikuti petugas SAR, personel TNI, mahasiswa, dan warga difabel.

(Geser untuk melihat foto lain)

Indeks Artikel Kemeriahan Perayaan HUT RI

Masa Presiden Soekarno
KOMPAS/PIET WARBUNG

Tamu asing yang hadir pada peringatan Hari Kemerdekaan yang ke-20 di halaman Istana Merdeka. Pada peringatan tersebut selain disi dengan pidato Presiden Soekarno juga diadakan pawai kemerdekaan.

  • 8 Agustus 1965

Festival Kesenian Tavip 1965 yang diikuti oleh 1080 seniman dari 5 kabupaten dibuka dengan upacara kesundaan yang disambung dengan tata cara kemiliteran. Festival bercorak progresif-revolusioner berlangsung sampai 14 Agustus dengan tujuan untuk menyongsong perayaan 20 tahun Kemerdekaan Indonesia dan pelaksanaan Tri Sakti-Tavip.

Festival Kesenian Tavip 1965 Dibuka (Kompas, 12 Agustus 1965 halaman 3)

  • 16 Agustus 1965

Hotel Indonesia memeriahkan ulang tahun Kemerdekaan Indonesia dengan mengadakan “Sabang Merauke Gala Night”. Pertunjukan kesenian dan musik berbagai daerah serta pakaian adat nasional tampil dalam acara ini. Acara ini juga melambangkan pencapaian konsep Berdikari bagi Indonesia dalam hal penyelenggaraan sebuah acara. 

HI Sukses dengan “Sabang Marauke” Gala Night (Kompas, 16 Agustus 1965 halaman 2)

  • 17 Agustus 1965

Pawai raksasa ditampilkan berbagai organisasi masyarakat, partai politik, dan golongan masyarakat lainnya untuk memperingati Dwi Dasawarsa Kemerdekaan Republik Indonesia. Pawai yang dilaksanakan di sepanjang Jl. Merdeka Utara, disaksikan Presiden Soekarno dan Presiden Rumania Chivu Stoica dari panggung kehormatan di depan Istana Merdeka.

Pawai Raksasa Menderap Dimuka Presiden (Kompas, 19 Agustus 1965 halaman 1)

  • 17 Agustus 1965

52 seniman Republik Demokrasi Vietnam tampil dalam acara kesenian pada peringatan 20 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Seniman2 RDV Meriahkan 17 Agustus (Kompas, 18 Agustus 1965 halaman 2)

Masa Presiden Soeharto
KOMPAS/Jimmy S Harianto

Perayaan Hari Proklamasi Kemerdekaan ke-31 RI praktis dirayakan oleh masyarakat di seluruh pelosok wilayah DKI Jakarta. Bermacam-macam hiburan dipentaskan, termasuk kesenian barongsai.

  • 14 Agustus 1969

Pawai megah dan meriah dengan nama Pawai Pelita terselenggara untuk menyongsong Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Dinamakan Pawai Pelita karena tema utama dari pawai itu menunjukkan hasrat dan upaya untuk menyukseskan Pembangunan Lima Tahun (Pelita). Dari panggung kehormatan di Istana Merdeka, terlihat presiden Soeharto dan Ibu Negara hadir.

Gema Hari Proklamasi Di Ibukota: Pawai Bertemakan Pembangunan Berlangsung Secara Megah

  • 14 Agustus 1976

Lomba Gerak Jalan 45 yang diselenggarakan dalam rangka Peringatan 17 Agustus 1945 akan berlangsung malam hari dengan start dan finish di Stadion Utama Senayan. 17 km untuk kelompok putri dewasa, 8 km untuk kelompok remaja, dan 45 km untuk kelompok dewasa putra.

Route Gerak Jalan 45 yang Akan Dilaksanakan Sabtu Nanti (Kompas, 14 Agustus 1976, halaman 10)

  • 16–17 Agustus 1976

Hiburan semalam suntuk dengan berbagai pertunjukan kesenian diadakan senin malam (16/8) di atas panggung-panggung yang khusus didirikan di kelima wilayah DKI Jakarta serta sekitar Monas, semuanya dalam rangka memeriahkan Hari Proklamasi.

Perayaan 17 Agustus yang Diadakan oleh Masyarakat Ibukota (Kompas, 18 Agustus 1976, halaman 3)

  • 17 Agustus 1976

Lomba perahu layar “Yacht Race Darwin-Ambon” diselenggarakan tanggal 8 hingga 12 Agustus 1976, start dari Darwin Barat hingga finish di dermaga Ferry Halong Ambon. Lomba ini untuk ikut memeriahkan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI di kota Ambon.

6 Perahu Layar “Yacht Race” Darwin-Ambon Meriahkan HUT Proklamasi (Kompas, 18 Agustus 1976, halaman 14)

  • 18 Agustus 1976

Pawai Orde Baru dengan rute Lapangan Banteng–Bundaran HI, diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT RI di Jakarta. Sebanyak 358 kendaraan berhias, 479 motor, 500 angkutan helicak dan sejenis, 15 drumben dan 4704 orang berbaris memeriahkan pawai Orde Baru itu.

Pawai Orde Baru 1976 Berlangsung Meriah (Kompas, 19 Agustus 1976, halaman 1)

  • 27 Agustus 1977

Sebanyak 190 pasangan pengemudi becak di Semarang, hari Sabtu (27/8) mengikuti rally becak sejauh 15,9 km keliling kota Semarang yang diselenggarakan untuk memeriahkan ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan RI ke-32 di Semarang.

190 Pengemudi Becak di Semarang Ikut Rally (Kompas, 31 Agustus 1977, halaman 6)

  • 30 Juli 1978

Sebanyak 1629 orang mengikuti lomba lari Proklamasi dengan jarak 17, 8 dam 45 km dengan start dan finish di jalan silang Monas. Lomba lari 45 km, yang diberi nama Proklamaton (Singkatan dari Proklamasi dan marathon) ini, dimenangkan oleh Jance Imang dari klub Maesa dengan waktu 3 jam 3 menit.

Jance Imang Juara Proklamathon (Kompas, 31 Juli 1978)

  • 22 Juli 1979

Ian Imang kembali menjuarai lomba lari jarak jauh dalam Proklamathon II dengan jarak 45 km, dengan catatan waktu 2 jam 49 menit 53 detik.

Ian Imang juara Proklamathon II (Kompas, 23 Juli 1979, halaman 14)

  • 17-19 Agustus 1979

Pementasan Teater Mandiri dengan Lakon “Blong” karya Putu Wijaya di Teater Terbuka Taman Ismail Marzuki.

Blong: Kucing binal nabrak kuwe baskom – Pementasan Teater Mandiri (Kompas, 27 Agustus 1979, halaman 4)

  • 17 Agustus 1980

Dalam rangka HUT Kemerdekaan, diselenggarakan acara tradisional lomba bidar di perairan Musi Palembang, Sumsel.

Tradisi “Mengarak Bidar” di Sungai Musi (Kompas, 21 Agustus 1980, halaman 8)

  • 31 Agustus 1980

Ian Imang pelari jarak jauh dari kub Indonesia Muda, untuk ketiga kalinya merebut gelar juara dalam lomba lari Proklamathon sejauh 45 km diselenggarakan di jalan-jalan utama Jakarta dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Ian Imang Juara Proklamathon Ketiga Kalinya (Kompas, 1 September 1980, halaman 10)

  • 15-19 Agustus 1981

Pameran poster pembangunan dalam dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-36, di Silang Monas, Jakarta.

Foto: Pameran pembangunan (Kompas, 15 Agustus 1981, halaman 3)

  • 28 Agustus 1981

Dalam rangka memperingati HUT RI ke-36, Pemda DKI Jakarta mengadakan Parade dan Display Drum Band, di sekitar Monas dan Jl. Merdeka Selatan.

Seputar Jakarta (Kompas, 27 Agustus 1981, halaman 3)

Rangkaian upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-36 (Kompas, 18 Agustus 1981, halaman 1)

  • 30 Agustus 1981

Tjia Tjeng Wi, pelari dari Tegal yang juga dikenal dengan nama Sutrisno, muncul sebagai juara lomba lari Proklamathon IV di Jakarta dengan waktu 2 jam 42 menit 31 detik, ini sekaligus memecahkan rekor waktu terbaik sebelumnya 2:44:40 atas nama Ian Imang.

Sutrisno juara dan pecahkan rekor proklamathon IV (Kompas, 31 Agustus 1981, halaman 10)

  • 17 Agustus 1982

Permainan tradisional masih mewarnai perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-37. Masyarakat ibu kota, khususnya di kampung-kampung menampilkan sejumlah kegiatan menarik hingga peringatan itu cukup meriah.

Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-37: Meriah dengan permainan tradisional (Kompas, 18 Agustus 1982, halaman 3)

  • 29 Agustus 1982

Lomba lari Proklamathon yang berlangsung di jalan bebas hambatan Jagorawi diikuti sekitar 7500 peserta dari seluruh Indonesia. Lomba itu terbagi atas nomor lari dengan jarak 17 km, 8 km, 45 km dan 42,195 km.

Ratusan Peserta Ikuti Proklamathon (Kompas, 20 Agustus 1982, halaman 10); Ali Sofyan Juara (Kompas, 30 Agustus 1982, halaman 1)

  • 14 Agustus 1983

Lomba lari Proklamaton ke-6 diadakan dalam rangka menyambut HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-38. Lomba lari yang diselenggarakan di jalan tol Jagorawi ini, diikuti oleh 14.282 orang peserta, dengan nomor 17 km, 8 km, 45 km dan 42.195 km.

Pelari Asing Kuasai Proklamaton (Kompas, 15 Agustus 1983, halaman 1)

  • 17 Agustus 1983

Walau panggung-panggung hiburan agak berkurang dibanding tahun lalu, suasana peringatan 38 tahun Proklamasi Kemerdekaan RI hari Rabu kemarin di Jakarta jauh lebih meriah. Perayaan peringatan hari proklamasi di kampung-kampung dan di jalan raya, telah menjadi pesta rakyat.

Pesta Rakyat Mewarnai Peringatan Hari Proklamasi di Jakarta (Kompas, 18 Agustus 1983, halaman 3)

  • 17 Agustus 1983

Karnaval 17 Agustus dengan peserta dan penontonnya adalah penderita kusta, perawat dan keluarga mereka, dilakukan dengan mengelilingi kompleks Rumah Sakit Kusta Sitanala Tangerang.

17 Agustus di RSK Sitanala: Sederhana, Prihatin tapi Penuh Canda Ria (Kompas, 18 Agustus 1983, halaman 3)

  • 17 Agustus 1983

Lomba Bidar tradisional hari kemerdekaan diselenggarakan di Sungai Musi Palembang disaksikan puluhan ribu penonton di sepanjang satu mil sisi sungai dan di Jembatan Ampera.

Pelambang (Kompas, 19 Agustus 1983, halaman 8)

  • 28 Agustus 1983

Pawai kendaraan hias dalam rangka HUT RI ke-38 dan HUT Jakarta ke-456, dengan rute dari Silang Monas sebelah tenggara hingga Jl Merdeka Selatan di depan Balai Kota. Ratusan kendaraan terdiri dari sepeda, motor, sado, mobil, orang-orang yang berjalan kaki, kuda dari pramuka, orangutan, kuda kerdil dan puluhan ekor ular dari Kebun Binatang Ragunan meramaikan pawai ini.

Pawai HUT RI dan Jakarta Meriah (Kompas, 29 Agustus 1983, halaman 3)

  • 17 Agustus 1988

Dua tim pendaki gunung Indonesia Jayagiri dan Pataga merayakan HUT Kemerdekaan RI di Gunung Eiger, Swiss. Cuaca buruk menghambat semua tim yang melakukan pendakian. Dua pendaki Jepang meninggal dunia, dan seorang pendaki Korsel terjatuh.

Pendaki Jayagiri Dan Pataga Rayakan 17 Agustus Di Eiger (Kompas, 18 Agustus 1988, halaman 10)

  • 19 Agustus 1984

Lomba Lari Maraton “Proklamathon” VII dengan start dan finish di Stadion Utama Senayan ini diikuti oleh 15.482 orang peserta, dengan empat kategori, yaitu nomor 17 km, 8 km, 42.195 km (maraton), dan 45 km (Proklamaton).

Solihin dan Sarmiati Juara Proklamaton (Kompas, 20 Agustus 1984, halaman 1)

  • 19 Agustus 1984

Tiga puluh lima perahu layar milik nelayan tradisional di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Pontianak (Kalbar), Minggu 19 Agustus mengikuti lomba ketangkasan mengemudi perahu layar, yang diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-39.

Lomba perahu layar memperebutkan hadiah ternak (Kompas, 24 Agustus 1984, halaman 9)

  • 11 Agustus 1985

Muslich, pelari dari tim Polri yang dikeluarkan dari pelatnas dua bulan lalu, muncul sebagai juara pertama Proklamaton VIII Minggu pagi. Diberangkatkan Wakil Presiden Umar Wirahadikusuma di Senayan, waktu yang dicatat Muslich, 25 tahun, adalah 2 jam 33 menit 12 detik.

Muslich juara proklamaton VIII (Kompas, 12 Agustus 1985, halaman 10)

  • 10 Agustus 1986

Solichin, dari klub Indonesia Muda, menjuarai lomba lari Proklamathon untuk jarak 42,195 km, Minggu pagi dengan start dan finis di Stadion Madya, Jakarta Pusat. Jarak tersebut dilalui karyawan Bank Bumi Daya ini dengan waktu 2 jam 31 menit 45 detik.

Solichin juara Proklamathon (Kompas, 11 Agustus 1986, halaman 10)

  • 17 Agustus 1986

Di tengah-tengah Samudera Pasifik 11 awak perahu layar motor Phinisi Nusantara hari Minggu memperingati hari ulang tahun ke- 41 Proklamasi Kemerdekaan RI. Upacara diadakan tepat pukul 10.00 waktu setempat tatkala kapal itu berada pada posisi 160 derajat Bujur Barat. Phinisi Nusantara dalam perjalanan menuju Vancouver Kanada, untuk mengikuti Expo 1986.

Detik-detik Proklamasi RI di Tengah Samudera Pasifik (Kompas, 19 Agustus 1986, halaman 1)

  • 24 Agustus 1986

Pawai Kendaraan Hias 1986 yang diadakan untuk memeriahkan HUT ke-41 Kemerdekaan RI dan HUT ke-459 kota Jakarta dilepas Gubernur DKI Jakarta R Soeprapto di Balai Kota DKI.

Foto: Pawai Kendaraan Hias (Kompas, 25 Agustus 1986, halaman 3)

  • 9 Agustus 1987

Sersan Dua Pol, Naek Sagala menjuarai lomba lari Proklamasi berjarak 42,195 km Minggu pagi di Jakarta. Sagala tidak sekadar merebut kedudukan pertama, ia juga mempertajam waktu terbaik lomba tersebut dengan mencatat waktu 2 jam 26 menit 43,1 detik. Ini empat menit 14,9 detik lebih tajam disbanding catatan terbaik sebelumnya yang dicapai Mike Pinocci, empat tahun lalu.

Sagala, Suryati, juara proklamaton (Kompas, 10 Agustus 1987, halaman 10)

  • 22 Agustus 1987

Pawai Pembangunan 1987 dalam rangka peringatan ke-42 Hari Proklamasi Kemerdekaan RI dan sekaligus peringatan HUT Kota Jakarta ke-460, berlangsung meriah hari Sabtu (22/8).

Pawai pembangunan 1987: Gambarkan remaja dan persoalannya (Kompas, 23 Agustus 1987, halaman 1)

  • 7 Agustus 1988

Sersan Dua (Pol) Naek Sagala untuk kedua kalinya menjuarai lomba lari Proklamator menempuh jarak 42,195 km di Jakarta, pada Minggu pagi.

Sagala dan Maria Lawalata Juarai Lari Proklamaton (Kompas, 8 Agustus 1988, halaman 1)

  • 17 Agustus 1988

Ully Sigar Rusady, penyanyi sekaligus pencipta lagi tentang alam, bersama 100 pendaki gunung merayakan HUT ke-43 Kemerdekaan RI di Puncak Mahameru, Pegunungan Semeru, Jawa Timur.

Ully Sigar Rayakan 17 Agustus di Puncak Mahameru (Kompas, 20 Agustus 1988, halaman 6)

  • 17 Agustus 1988

Dua tim pendaki gunung Indonesia Jayagiri dan Pataga merayakan HUT Kemerdekaan RI di Gunung Eiger, Swiss. Cuaca buruk menghambat semua tim yang melakukan pendakian. Dua pendaki Jepang meninggal dunia, dan seorang pendaki Korsel terjatuh.

Pendaki Jayagiri Dan Pataga Rayakan 17 Agustus Di Eiger (Kompas, 18 Agustus 1988, halaman 10)

  • 21 Agustus 1988

Pawai Pembangunan dalam rangka HUT ke-43 Proklamasi dan HUT ke-461 Kota Jakarta dilepas oleh Presiden Soeharto di Monas. Peserta pawai terdiri dari instansi pemerintah dan swasta, dibagi menjadi 168 kendaraan hias, kelompok kesenian dan barisan karnaval.

Pameran Pembangunan Semarak * Ular Pun Ikut Dilibatkan (Kompas, 22 Agustus 1988, halaman 3)

  • 21 Agustus 1988

Pawai Pembangunan dalam rangka HUT ke-43 Proklamasi dan HUT ke-461 Kota Jakarta dilepas oleh Presiden Soeharto di Monas. Peserta pawai terdiri dari instansi pemerintah dan swasta, dibagi menjadi 168 kendaraan hias, kelompok kesenian dan barisan karnaval.

Pameran Pembangunan Semarak * Ular Pun Ikut Dilibatkan (Kompas, 22 Agustus 1988, halaman 3)

  • 6 Agustus 1989

Walau menempati urutan ketiga saat finis, Supriyanto asal Banyuwangi berhasil sebagai pemenang dalam nomor maraton putra Proklamaton XII di Jakarta. Dua pelari nasional yang masuk finis lebih dulu dinyatakan diskualifikasi, karena sebelumnya sudah ada larangan bagi atlet yang termasuk 10 besar nasional, untuk ikut lomba ini. Lomba lari ini terbagi dalam 2 kategori maraton 42,195 km dan nomor lari 10 km. Presiden Soeharto menghadiahkan 15.000 bibit pohon untuk dibagikan ke semua peserta lomba Proklamaton XII.

Presiden Hadiahkan 15.000 Bibit Pohon untuk Peserta Proklamaton XII (Kompas, 2 Agustus 1989); Supriyanto dan Maryati Juarai Proklamaton XII (Kompas, 7 Agustus 1989, halaman 1)

  • 5 Agustus 1990

Hendro Suwarno bersama rekan satu klubnya di Dragon Salatiga, Maryati Sukotjo, keluar sebagai juara lomba lari Proklamathon XIII yang berlangsung di Jakarta.

Hendro dan Maryati Juara Proklamaton XIII (Kompas, 6 Agustus 1990, halaman 10)

  • 15-28 Agustus 1990

Pertunjukan gratis film nasional yang mengangkat tema perjuangan diputar di sejumlah bioskop Jakarta diselenggarakan oleh Departemen Penerangan bersama Panitia Tetap Festival Film Indonesia untuk memperingati HUT RI ke-45. Film yan diputar antara lain Doea Tanda Mata, Operasi Trisula, Serangan Fajar, Kereta Api Terakhir, RS Kartini, November 1928, Pejuang, Kawat Berduri, Lewat Jam Malam, dan Penyeberangan.

Film Gratis (Kompas, 15 Agustus 1990, halaman 12)

  • 17 Agustus 1991

Di Pantai Losari Ujungpandang, perahu pinisi Ammana Gappa memulai pelayaran menuju Madagaskar menapak tilas sejarah pelaut-pelaut Bugis Makassar. Selain itu, juga diberangkatkan 17 perahu layar motor (PLM) yang ikut lomba Ujung Pandang–Jakarta Pelra Race.

Pinisi Ke Madagaskar (Kompas, 18 Agustus 1991, halaman 1)

  • 12 Agustus 1995

Untuk menyambut peringatan HUT Hari Kemerdekaan RI, diadakan Pesta Rakyat di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Pesta Rakyat diwarnai dengan pesta kembang api dan hiburan dengan panggung spektakuler, berukuran panjang 80 meter dan lebar sekitar 50 meter, serta dari muka tanah sekitar tiga sampai lima meter, yang merupakan panggung terbesar yang pernah dibangun di Indonesia.

Jakarta Mandi Cahaya * Pesta Rakyat (Kompas, 13 Aug 1995, halaman 1)

  • 14 Agustus 1995

Kemah Seni menyambut setengah abad Kemerdekaan RI digelar di Taman Budaya Jawa Tengah Solo, dibuka tanpa upacara seremonial kecuali atraksi musik Hadrah dari Pemda Sragen, kemudian dirangkai acara pembacaan puisi. Panitia menjadwalkan 217 penyair akan membacakan puisi mereka. Perkemahan seni ini juga melibatkan sekitar 800 seniman, yang sebagian berasal dari luar Jawa.

Kemah Seni Merayakan Setengah Abad Usia RI (Kompas, 15 Agustus 1995 halaman 9)

  • 17 Agustus 1995

Upacara bendera memperingati detik-detik proklamasi dilakukan dengan cara unik oleh para seniman yang tengah mengikuti Kemah Seni Setengah Abad Kemerdekaan di Solo. Keunikan itu tampil dari prosesi yang dikemas di dalam tari dan musik bernuansa tradisi, dan ditutup dengan orasi kebudayaan oleh budayawan Prof. Dr. Umar Kayam.

Upacara Bendera Gaya Seniman (Kompas, 18 Agustus 1995 halaman 9)

Masa Presiden BJ Habibie
KOMPAS/Johnny TG

Pawai alegoris anak-anak (17/8) di jalan Arteri Jakarta Selatan merayakan Hari Kemerdekaan ke-53 RI. Kemeriahan tidak luntur meski negara sedang mengalami krisis moneter.

  • 11 Agustus 1998

Enam hari menjelang puncak peringatan HUT Kemerdekaan ke-53 RI Selasa (11/8/1998), sambutan warga Jakarta cenderung sepi dan belum terlihat antusiasme untuk merayakan pesta tersebut. Suasana tersebut diperkirakan tercipta karena krisis ekonomi yang mencekik warga sehingga menyulitkan mereka menghimpun dana untuk memeriahkan HUT RI.

Masih Sepi, Sambutan Warga Rayakan “Agustus-an” (Kompas, 12 Agustus 1998, halaman 9)

  • 17 Agustus 1998

Peringatan 17 Agustus 1998 di Istana Negara terasa lebih cair, setelah upacara bendera selesai, wartawan diizinkan masuk acara ramah tamah. Presiden BJ Habibie dengan gaya khasnya yang sering tersenyum, tanpa diduga, dalam perjalanan ke Istana Negara yang berada di belakang Istana Merdeka itu, langsung menggabungkan diri dan bermanortor atau menari Tor-tor, tarian khas Batak.

Detik-detik Proklamasi tanpa Soeharto (Kompas, 18 Agustus 1998, halaman 1)

Masa Presiden Abdurrahman Wahid
KOMPAS/Johnny TG

Para pemulung yang menghuni lokasi di pojok perempatan Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, memperingati HUT ke-55 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kamis (17/8/2000) dengan hiburan musik dangdut dan menyelenggarakan berbagai jenis lomba khas Agustusan. Acara ini terselenggara berkat kerja sama masyarakat sekitar kawasan itu dengan para pemulung.

  • 11 Agustus 2000

Kendati suhu politik di dalam negeri, terutama DKI Jakarta, terus memanas dan elite politik konsisten bertikai, antusiasme warga menyambut hari ulang tahun RI ke-55 tampak tinggi. Di wilayah DKI dan sekitarnya, persiapan acara yang populer disebut perayaan Agustusan itu terlihat di berbagai pelosok.

Sambut Perayaan Agustusan: Masyarakat Antusias (Kompas, 12 Agustus 2000, halaman 17)

  • 16 Agustus 2000

Sekitar 43 orang camat dari seluruh DKI Jakarta hari Kamis pagi (17/8) akan mengerahkan sekitar 5.000 orang warganya masuk ke halaman Istana Merdeka, Jakarta. Kehadiran 5.000 “orang kecil” tersebut akan membuat upacara mengenang detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-55 RI menjadi lain dari tahun-tahun sebelumnya.

Upacara Kenegaraan HUT Ke-55 Kemerdekaan R: Dihadiri 5.000 Orang Kecil dari 43 Kecamatan (Kompas, 17 Agustus 2000, halaman 2)

Masa Presiden Megawati Soekarnoputri
KOMPAS/Agus Susanto

Bertempat di depan Gedung Angkasa Pura, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (8/8/2001) berkumpul para pengayuh becak dan keluarganya. Hari itu digelar lomba balap becak yang digelar oleh Urban Poor Consortium (UPC) atau Konsorsium Masyarakat Miskin Kota dengan koordinator Wardah Hafidz.

  • 8 Agustus 2001

Para pengayuh becak datang menyemarakkan “Lomba dan Atraksi Becak 2001”, sebagai tanda dimulainya pesta wong cilik, peringatan Hari Kemerdekaan RI dengan cara masyarakat miskin kota. Pengayuh becak adalah bagian dari masyarakat miskin kota.

Pesta Merdeka “Wong Cilik” di Jakarta (Kompas, 9 Agustus 2001, halaman 17)

  • 15 Agustus 2001

Persiapan menyambut HUT ke-56 Kemerdekaan RI tahun 2001 di Irian Jaya tampak meriah. Semangat masyarakat merayakan HUT RI tahun ini cukup tinggi. Di rumah-rumah, kantor pemerintah dan swasta, masyarakat memasang bendera Merah Putih. Anak-anak sekolah melakukan berbagai aktraksi menyongsong HUT tersebut.

Warga Jayapura Sambut Meriah HUT RI (Kompas, 16 Agustus 2001, halaman 26).

  • 17 Agustus 2001

Pada saat Istana Merdeka menggelar upacara peringatan kemerdekaan, berlangsung Ruwatan Kemerdekaan di halaman rumput Kompleks “Istana Rakyat” Ciganjur, kediaman Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid. Oleh Ngatawi Al-Zastrouw, pembawa acara ruwatan tersebut, KH Abdurrahman Wahid disebut sebagai “Presiden Rakyat” dan “Presiden Demokrasi”.

Ruwatan Kemerdekaan di “Istana” Ciganjur (Kompas, 18 Agustus 2001, halaman 6)

  • 17 Agustus 2001

Peringatan HUT Kemerdekaan ke-56 Republik Indonesia di daerah-daerah berlangsung semarak. Hanya di Aceh peringatan terganggu dengan ledakan bom yang meruntuhkan sejumlah gedung sekolah dan perkantoran. Di Irian Jaya dan Riau, dua daerah yang selama ini disebut-sebut ingin memisahkan diri dari Indonesia, peringatan HUT RI ternyata lancar dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

HUT RI di Daerah Semarak (Kompas, 18 Agustus 2001, halaman 20)

  • 18 Agustus 2001

Perhimpunan Indonesia Baru (PIB) pimpinan Dr Syahrir menggelar pesta rakyat di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta, Sabtu (18/8). Salah satu acara yang ditampilkan, mengusung 56 batang pohon pinang di tempat itu.

Lomba Panjat 56 Pohon Pinang (Kompas, 20 Agustus 2001, halaman 26)

  • 18 Agustus 2001

Sekitar 1.400 lebih peserta Borobudur Bike Week 2001 saling unjuk atraksi di area Candi Borobudur (Jateng) untuk memperingati Kemerdekaan ke-56 Indonesia, hari Sabtu (18/8) siang.

Varia Olahraga: Borobudur Bike Week 2001 (Kompas, 22 Agustus 2001, halaman 23)

  • 17 Agustus 2002

Pertandingan tinju air Kalimalang Boxing Competition Agustusan di Kalimalang, Jakarta Timur, Sabtu (17/8), menjadi salah satu rangkaian acara untuk memeriahkan HUT ke-57 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain tinju air, beragam acara meriah digelar di antaranya panjat pinang, berenang mengejar bebek, dan titian bambu. Permainan untuk anak-anak juga digelar, seperti balap karung, memasukkan pensil ke dalam botol, pukul kendi, atau kelereng.

Pesta Agustusan Tetap Memberi Pesona (Kompas, 18 Agustus 2002, halaman 2)

  • 17 Agustus 2002

Peringatan hari ulang tahun Kemerdekaan RI di berbagai daerah tetap meriah, meski dilakukan sederhana. Bahkan, di Surabaya sekitar dua ratus warga korban penggusuran rumah di bantaran Kali Jagir, Surabaya, mengadakan upacara kemerdekaan di bekas lokasi rumah mereka yang digusur.

Peringatan HUT Kemerdekaan RI di Berbagai Daerah: Korban Penggusuran Mengadakan Upacara di Bantaran Sungai (Kompas, 19 Agustus 2002, halaman 19)

  • 18 Agustus 2002

Dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-57 Kemerdekaan RI, Pemerintah Kota Semarang mengadakan pawai pembangunan pada hari Minggu (18/8). Sekitar 100 peserta akan terlibat, antara lain instansi Pemerintah Kota Semarang, sekolah di Kota Semarang, serta instansi swasta. 

Campur Sari: Pawai Pembangunan HUT RI (Kompas, 19 Agustus 2002, halaman 26)

  • 22 Agustus 2002

Setelah Presiden Megawati Soekarnoputri menyerahkan sebuah wayang kulit berupa tokoh Kresna kepada dalang Ki H Manteb Sudarsono di panggung halaman rumput depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/8) malam, dimulailah pergelaran dengan mengetengahkan Lakon Kresna Duta. 

Wayang Kulit di Istana: Perang Saudara Itu Harus Terjadi (Kompas, 22 Agustus 2002, halaman 9)

Masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
KOMPAS/Lasti Kurnia

Bendera Merah Putih dinaikkan saat upacara peringatan Kemerdekaan RI di bawah permukaan laut di perairan Pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, Senin (17/8/2009). Penyelaman dimulai pukul 10.00 dan berlangsung selama 20 menit di kedalaman 10-20 meter. Upacara di bawah permukaan laut itu menciptakan rekor dunia baru versi Guinness Book of Records. Sehari sebelumnya, Indonesia juga memecahkan rekor dunia dalam hal penyelaman massal dengan melibatkan sebanyak 2.465 orang

  • 15 Agustus 2007

Untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-62 RI, para pencinta olahraga selam akan mengadakan upacara dengan mengibarkan bendera merah putih di bawah permukaan laut Pulau Lanjukang, Makassar, Sulsel.

HUT RI ke-62: 100 Penyelam Akan Kibarkan Merah-Putih di Bawah Laut (Kompas, 16 Agustus 2007 halaman 24)

  • 17 Agustus 2007

Ratusan orang berkumpul di Pasar Bubar untuk melakukan pendakian Gunung Merapi. Pascaerupsi tahun 2006 dan Status Waspada Gunung Merapi tak menyurutkan pendaki untuk merayakan Hari Kemerdekaan RI di puncak gunung.

Pendakian Merapi: Antara Nasionalisme dan Kepuasan Diri (Kompas, 18 Agustus 2007 halaman 22)

  • 16 & 17 Agustus 2009

Indonesia memecahkan rekor dunia penyelaman massal di pesisir Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara, dalam rangkaian kegiatan Sail Bunaken 2009 dan menyambut Hari Kemerdekaan Ke-64 RI. Upacara proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 2009 di bawah air selama 20 menit berupa pengibaran bendera, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan penghormatan bendera juga memecahkan rekor dunia baru versi Guinness Book of Records.

Dua Rekor Dunia Terpecahkan * Penyelam Terbanyak dan Upacara di Bawah Air (Kompas, 18 Agustus 2009 halaman 1)

  • 17 Agustus 2010

Peringatan HUT kemerdekaan RI diwarnai pembentangan bendera Merah Putih raksasa di Wutung, perbatasan Papua, Papua Niugini. Sementara di Lapangan Borarsi Manokwari, Papua Barat, pasukan pengibar bendera  mengibarkan bendera Merah Putih dalam kondisi terbalik.

Bendera Raksasa Hiasi Perbatasan * Di Sentani Ditemukan Bendera Bintang Kejora (Kompas, 18 Agustus 2010, halaman 24)

Masa Presiden Jokowi
ARISP KOMPAS/DOKUMENTASI WASI/MICHAEL WALELENG

Sebagian anggota Wanita Selam Indonesia (Wasi) berada di kedalaman Teluk Manado, Sulawesi Utara, untuk melakukan pemecahan rekor dunia, yang tercatat di Guinness World Records, Sabtu (3/8/2019). Tiga rekor dunia yang dipecahkan itu adalah rantai manusia terpanjang di bawah air, pembentangan bendera terbesar di bawah air, dan penyelaman massal yang diikuti peserta terbanyak. Kegiatan itu untuk merayakan hari ulang tahun kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia.

  • 21 Agustus 2016

Karnaval Kemerdekaan diselenggarakan di Soposurung, Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Presiden Joko Widodo mengatakan karnaval yang menampilkan pawai dan atraksi kebudayaan menunjukkan kebinekaan rakyat Indonesia harus dilanjutkan setiap tahun karena menunjukkan keberagaman budaya Indonesia.

Karnaval Kemerdekaan: Kebinekaan Satukan Indonesia (Kompas, 22 Agustus 2016 halaman 4)

  • 18 Agustus 2018

Peringatan HUT kemerdekaan RI terasa berbeda karena bersamaan dengan penyelenggaraan Asian Games 2018 di mana Indonesia sebagai tuan rumah. Pertunjukan kolosal yang megah dan spektakuler menampilkan kekayaan alam, budaya, dan keramahan warga Indonesia hadir dalam pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Energi Asia Pukau Dunia * Asian Games Kita (Kompas, 19 Agustus 2018 halaman 1)

  • 1 & 3 Agustus 2019

Srikandi Bahari yang tergabung dalam Wanita Selam Indonesia (Wasi) memprakarsai pemecahan rekor dunia rantai manusia terpanjang di bawah air, pembentangan bendera terbesar di bawah air, dan penyelaman massal yang diikuti peserta terbanyak  di Teluk Manado, Sulawesi Utara. Kegiatan itu merupakan persembahan dari perempuan penyelam untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI. 

Srikandi Bahari Persembahkan 3 Rekor Dunia bagi Indonesia… * Wasi (Kompas, 16 Agustus 2019 halaman 24)

Ikuti Kronologi Peristiwa dari Awal hingga Akhir

Ikuti Kronologi Peristiwa dari Awal hingga Akhir

Daftarkan email Anda dan ikuti kronologi peristiwa terkini secara lengkap di Kompaspedia.

close