Foto | Pencemaran

Jejak Pencemaran di Indonesia

Pencemaran di Indonesia semakin beragam. Mulai dari pencemaran sampah plastik, pencemaran air bersih, pencemaran tanah dan polusi udara. Perlu komitmen akademisi, pemerintah, pengusaha dan warga untuk saling menjaga lingkungan hidup di bumi, agar tetap layak menjadi tempat tinggal makhluk hidup di atasnya.

KOMPAS/ISMAIL ZAKARIA

Sebanyak 400 ton ikan jenis nila dan mas kembali mati di kawasan Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (11/8/2014). Kejadian sebagai dampak dari kian tercemarnya danau terbesar kedua di Sumatera Barat ini merupakan yang kelima kalinya sepanjang 2014. Akibatnya, petani Keramba Jaring Apung merugi hingga sekitar Rp8 miliar.

Masalah klasik lingkungan hidup Indonesia adalah pencemaran lingkungan. Mulai dari pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran udara atau polusi udara.

Pemerintah terus memberikan peringatan terhadap perusahaan-perusahaan yang mencemari lingkungan hidup. Mulai dari peringatan keras, penghentian perizinan pertambangan, penutupan perusahaan, denda dan ancaman penjara kepada para penanggung jawab kegiatan yang mencemari lingkungan hidup.

Namun, masalah pencemaran lingkungan selalu ada di berbagai daerah Indonesia. Mulai dari kelayakan air bersih, kelayakan tanah untuk bercocok tanam, hingga tingkat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang fluktuatif dan mengancam bumi dan makhluk di atasnya.

Pencemaran sampah plastik di sungai-sungai, hingga berujung ke lautan. Kandungan merkuri di sungai atau perairan bekas tambang ilegal. Polusi udara berupa asap yang merupakan hasil pembakaran lahan dan asap kendaraan bermotor. Itu merupakan sebagian dari masalah lingkungan hidup di Indonesia.

Warga Jakarta yang tercatat sebanyak 10,6 juta jiwa pada tahun 2021. Bila dalam sehari tiap orang menghasilkan 2 liter sampah rumah tangga, sampah yang dihasilkan dalam sehari mencapai 21 juta liter. Dalam satu bulan (31 hari) sampah yang menumpuk dapat mencapai 657 juta liter, atau setara dengan 3/4 volume monas 844.800 meter kubik dengan ketinggian 99 meter, dan menghasilkan sekitar 38.000 liter air lindi. Bila tidak dikelola dengan baik, sampah ini akan mencemari Jakarta di berbagai sudut kota. Ini baru ibu kota, bagaimana dengan daerah-daerah lain di Indonesia.

Tanggung jawab untuk menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, instansinya, dan industri, kita juga seharusnya ikut menjaga, dengan berusaha tidak mencemari lingkungan kita, baik air, tanah, maupun udaranya.

Berikut foto-foto berbagai pencemaran di Indonesia yang terekam dalam Arsip Kompas.

KOMPAS/AHMAD ARIF

Deretan mesin penambang emas yang memenuhi badan Sungai Batang Hari.

KOMPAS/PRIYOMBODO

Pencemaran tailing dari PT Freeport Indonesia yang mengalir di Sungai Ajwa, Mimika, Papua, awal Mei 2006.

KOMPAS/LAKSANA AGUNG SAPUTRA

Salah satu lokasi penambangan bauksit di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, saat dipotret dari udara, Minggu (1/5/2011). Maraknya penambangan bauksit di Pulau Bintan menimbulkan kerusakan lingkungan. Di antaranya, pembabatan hutan dan bakau, sedimentasi di kawasan pantai, dan pencemaran lingkungan akibat limbah pencucian bauksit.

KOMPAS/LASTI KURNIA

Air laut menjadi coklat di sekitar karamba tengah laut di perairan pesisir Latou, Sulawesi Tenggara, Jumat (11/5/2012). Ini merupakan dampak penambangan nikel di pesisir pantai dengan mengalirkan sisa tanah hasil tambah langsung ke laut tanpa pengolahan lagi.

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Sejumlah aktivis Greenpeace menggelar aksi terkait pencemaran limbah berbahaya Sungai Citarum yang melintas sekitar Curug Jompong, Desa Jelegong, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/9/2012). Greenpeace telah melakukan uji sampel air pada bulan Juli lalu dan hasilnya mencatat adanya kandungan limbah bersifat racun yaitu Phthalate yang merupakan bahan kimia yang sering digunakan untuk melunakkan PVC (plastic polyvinyl chloride). Selain Phthalate, limbah di Citarum juga mengandung beberapa kandungan racun yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan, seperti Hg (air raksa), Cd (kadmium), Pb (timbal), Zn (seng), dan Cu (tembaga).

KOMPAS/ADI SUCIPTO

Warga dan petugas dari Laboratorium Lingkungan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu (6/3/13), mengambil sampel limbah cair yang keluar dari pipa paralon sebuah pabrik di wilayah Romo Kalisari, Kota Surabaya, Jatim, yang berbatasan dengan Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Bau limbah menyengat, berwarna hitam, dan berbusa itu mencemari Kali Lamong dan dikeluhkan oleh nelayan.

KOMPAS/FABIO M LOPES COSTA

Salah satu usaha keramba ikan mujair di Danau Sentani yang telah tercemar limbah merkuri akibat pertambangan emas liar di Kawasan Bumi Perkemahan Waena, Jayapura, Papua, 11 April 2015. Terdapat puluhan usaha keramba ikan di pinggir Danau Sentani. Hasil keramba didistribusikan ke Jayapura.

KOMPAS/GREGORIUS MAGNUS FINESSO

Warga dan nelayan, Senin (25/5/2015), mengumpulkan ceceran minyak mentah yang mencemari kawasan wisata Pantai Teluk Penyu di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Ceceran minyak berasal dari kebocoran pipa fasilitas bongkar muat minyak mentah (Single Point Mooring) milik PT Pertamina Refinery Unit IV Cilacap yang rusak pada Rabu (20/5/2015) malam. Sebanyak 14.000 liter minyak keluar dari pipa, namun sebagian besar telah disedot dan dilokalisasi oleh Pertamina.

KOMPAS/MEGANDIKA WICAKSONO

Vanesa Tiara, bayi berusia 24 hari, anak Ayu Lestari (20), menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) diperiksa di Poliklinik Anak RSUD Doris Sylvanus, Palangkaraya, Rabu (7/10/2015). Vanesa batuk, pilek, dan napasnya sesak sejak seminggu terakhir akibat paparan kabut asap. Di rumah sakit itu, sejak Juli hingga 6 Oktober terdata ada 64 pasien ISPA rawat inap dan 366 pasien rawat jalan. Secara menyeluruh di Kalimantan Tengah, jumlah pasien ISPA dalam tiga bulan terakhir mencapai 43.701 pasien.

KOMPAS/FRANSISKUS PATI HERIN

Ratusan hektar pohon sagu di kawasan Anahoni sekitar lokasi bekas tambang emas ilegal Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku, yang menjadi tempat pengolahan emas, mati akibat tercemar merkuri dan sianida, Senin (12/9/2016).

KOMPAS/IRMA TAMBUNAN

Aktivitas tambang emas liar marak di sepanjang sungai-sungai di Kabupaten Bungo, Jambi, seperti tampak dari udara, Minggu (27/8/2017). Penegakan hukum mendesak dilakukan demi mengatasi pencemaran lingkungan dan kerusakan sungai dari praktik liar tersebut.

KOMPAS/ISMAIL ZAKARIA

Tumpahan minyak kelapa sawit mentah (CPO) mencemari kawasan perairan Teluk Bayur, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (28/9/2017) pagi. Tumpahan CPO yang diperkirakan mencapai 50 ton itu berasal dari kebocoran pipa milik PT Wira Inno Mas yang beroperasi di kawasan pelabuhan tersebut.

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA

Sampah yang didominasi bahan plastik mencemari pesisir pantai di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Rabu (21/3/2018). Selain merusak keindahan pesisir, sampah tersebut juga berpotensi mencemari lautan serta mendatangkan penyakit bagi warga sekitar.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Petugas dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu membersihkan sampah di pantai di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakata, Jumat (30/11/2018). Sampah yang hanyut sampai ke pantai tersebut sebagian besar berlumur limbah minyak.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Petugas berusaha mendorong sampah ke pinggir sungai untuk selanjutnya diangkut ke darat menggunakan alat berat di Kanal Barat, Tanah Abang, Jakarta, Selasa (4/12/2018). Sebagian sampah yang tersangkut merupakan sampah rumah tangga, seperti plastik dan styrofoam.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO

Warga memancing di pintu air Situ Parigi, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, yang dipenuhi busa limbah, Senin (6/5/2019). Timbulnya busa itu merupakan salah satu indikasi sungai tercemar polutan.

KOMPAS/YOLA SASTRA

Cerobong PLTU Ombilin di Desa Sijantang Koto, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, mengeluarkan asap tebal, Jumat (28/6/2019) malam. Warga Desa Sijantang Tuo, Desa Salak, dan Desa Talawi Hilir resah karena setiap hari abu hitam turun ke permukiman. Hal itu memicu batuk dan mata perih.

KOMPAS/AGUS SUSANTO

Warga membersihkan tumpahan minyak yang berceceran di sepanjang Pantai Cemarajaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/8/2019). Pembersihan kebocoran minyak anjungan lepas pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java di perairan dan pantai Karawang terus dilakukan.

KOMPAS/SYAHNAN RANGKUTI

Kondisi kabut asap di Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (15/9/2019) pukul 13.56. Kabut asap pekat membuat angka Indeks Standar Pencemaran Udara dalam kondisi berbahaya.

KOMPAS/AGUIDO ADRI

Sungai Cisadane berwarna hitam dan berbau karena tercemar sampah. Dampaknya, warga yang tinggal di Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, tidak bisa menggunakan air Sungai Cisadane, Senin (28/10/2019).

KOMPAS/PANDU WIYOGA

Beberapa ekor burung camar bertengger di kayu kering yang tertancap di Pantai Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (4/1/2020). Kawasan pesisir itu tengah tercemar limbah minyak yang diduga dari bangkai kapal yang tenggelam di perairan Johor, Malaysia.

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Hamparan sampah buangan warga dan sampah yang terbawa gelombang air laut menumpuk di sekitar kawasan muara di Tambakharjo, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (26/3/2021). Sampah plastik yang dibuang ke laut saat ini menjadi ancaman kelestarian perairan.

KOMPAS/SEKAR GANDHAWANGI

Burung blekok sawah (Ardeola speciosa) di Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara, Sabtu (8/5/2021). Satwa Indonesia menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya kerusakan habitat akibat sampah yang dibuang manusia. Sampah mencemari lingkungan dan menghilangkan pangan asli satwa. Yayasan Kehati melaporkan, pada tahun 2019, tampak sejumlah satwa mengonsumsi makanan sisa manusia dari sampah yang terbawa ke habitat mereka.

KOMPAS/AGUS SUSANTO

Warga mencucui pakaian di aliran Kali Cilemahabang yang airnya berwarna hitam pekat di Desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (6/9/2021). Pencemaran aliran sungai yang airnya berwarna hitam pekat tersebut diduga dari pembuangan limbah industri. Masyarakat sekitar aliran kali masih menggunakan air kehitaman tersebut untuk mandi, mencuci pakaian hingga beras. Pemerintah Kabupaten Bekasi sedang menelusuri dugaan pencemaran aliran Kali Cilemahabang yang diperkirakan dari dua kawasan industri di daerah Cikarang.

KOMPAS/IRMA TAMBUNAN

Asap pekat dari kebakaran sumur tambang minyak ilegal di Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi telah menghanguskan ribuan tanaman dalam kawasan hutan negara, Selasa (21/9/2021). Perlu langkah cepat dan terpadu untuk mengendalikan kerusakan lingkungan.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, membersihkan dan mengangkut sampah yang bertebaran di kawasan Pelabuhan Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (6/10/2021). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memanggil perusahaan farmasi yang ada di Jakarta untuk menindaklanjuti temuan pencemaran parasetamol di Teluk Jakarta oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional serta Universitas Brighton, Inggris, pada 2017–2018.

KOMPAS/IRMA TAMBUNAN

Anak-anak bermain di Sungai Radin, yang berada di seberang area tambang batu bara di Koto Boyo, Kecamatan Batin XXIV, Batanghari, Jambi, Senin (18/10/2021). Hasil uji kualitas air oleh tim Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batanghari menunjukkan air di bawah baku mutu alias asam karena tercemar. Warga disarankan tidak mengonsumsi ataupun memanfaatkan air dari sungai itu.

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Sampah yang menumpuk di Sungai Cikarti yang melintasi Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/11/2021). Data dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, rata-rata jumlah sampah rumah tangga mencapai 2.741 ton per hari. Sebagian dari sampah itu dibuang sembarangan dan mencemari lingkungan. Perlu penegakan aturan agar semua pihak tertib mengurangi produksi sampah dan membuangnya di tempat yang tepat.

KOMPAS/AGUS SUSANTO

Warga memancing ikan di antara busa berwarna putih di pintu air Kanal Timur di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (28/1/2022). Busa akibat pencemaran limbah rumah tangga dan industri hampir tiap hari terlihat di sekitar pintu air tersebut.

Referensi

Arsip Kompas
  • “Pencemaran Air Masih Jadi Masalah”, Kompas, 8 Oktober 2019, hlm 11.
  • “Efek Merkuri Hantui Sumbar”, Kompas, 29 November 2019, hlm 12.
  • “Menimbun yang Lama Hilang”, Kompas, 4 Mei 2020, hlm F.
Buku
  • Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. 2020. Status Lingkungan Hidup Indonesia 2020. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
error: Content is protected !!