Kronologi | Vaksinasi Covid-19

Vaksin Covid-19 untuk Indonesia

Berbagai upaya ditempuh dalam mengatasi pandemi Covid-19. Pencegahan dalam bentuk berbagai kebijakan sudah diterapkan, mulai dari PSBB yang kemudian menjadi PPKM, gerakan 3M, lalu 3T, dan social distancing. Namun penularan masih terus terjadi, dan korban meninggal terus bertambah. Vaksin akhirnya muncul menjadi harapan, awal dari akhir pandemi, semoga saja.

Pandemi virus korona membuat perubahan besar di berbagai negara di dunia. Virus Covid-19 yang ditemukan di akhir tahun 2019 masih terus memakan korban di berbagai belahan dunia. Selain pengobatan, saat ini yang menjadi harapan warga dunia adalah vaksin, harapan untuk mencapai situasi kekebalan komunitas (herd immunity) untuk menghentian penularan Covid-19 yang belum terlihat kapan akan berakhir.

Penelitian untuk vaksin Covid-19 dikebut di pusat riset berbagai negara. Namun produksi dan penyediaan vaksin tidak sebanding dengan jumlah warga dunia yang membutuhkan. Yang terjadi adalah semua negara terlibat perburuan vaksin dari berbagai produsen. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan beberapa negara Uni Eropa, langsung memborong vaksin berkali-kali lipat populasinya. Sementara negara miskin seperti Bangladesh dan Peru, baru bisa mendapat jatah vaksin pada tahun 2024 karena suplai terbatas.

Iklan layanan masyarakat mengenai pemulihan kesehatan dari Covid-19 melalui vaksinasi dan upaya membangkitkan ekonomi disiarkan melalui videotron di jalan protokol Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2020).

Vaksin Covid-19 untuk Indonesia

  • Vaksin Sinovac
  • Vaksin Sinopharm
  • Vaksin Novavax
  • Vaksin AstraZeneca, University of Oxford & Serum Institute of India
  • Vaksin Moderna
  • Vaksin Pfizer dan BioNTech
  • Vaksin Merah Putih

Sementara di Indonesia dari hasil penghitungan Kementerian Kesehatan, jumlah penduduk yang bisa divaksinasi diperkirakan 181,5 juta jiwa agar tercipta kekebalan komunitas (herd immunity). Angka ini didapatkan dari 70 persen total jumlah penduduk Indonesia yang berkisar 269 juta jiwa, dikurangi jumlah mereka yang belum bisa divaksinasi karena berusia di bawah 18 tahun, hamil, menyusui, pernah terpapar Covid-19, dan berkomorbid.

Berikut beberapa vaksin berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/12758/2020 tentang penetapan Jenis Vaksin. Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 menyebut tujuh jenis vaksin yang akan dipakai di Indonesia, yaitu vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero), vaksin AstraZeneca, vaksin dari National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), vaksin Moderna, vaksin Pfizer Inc and BioNTech, vaksin Novavax Inc dan vaksin Sinovac.

Vaksin Sinovac

Vaksin CoronaVac yang diproduksi oleh Sinovac Biotec Ltd berbasis di Beijing China. Vaksin ini berasal dari virus yang dirusak atau dimatikan (inactivated virus) secara genetik dengan bahan kimia, suhu panas atau radiasi. Teknologi ini telah digunakan sebelumnya untuk membuat vaksin virus hepatitis A, flu, rabies dan polio. Sinovac bekerja sama dengan PT Bio Farma (persero) dalam transfer teknologi, uji klinis tahap ke-3 dan produksi vaksin di Indonesia. Uji klinis tahap ke-3 telah dilakukan di China, Turki, Banglades, Brasil dan Indonesia. Emergency Use Authorization (EUA) dari pemerintah China telah diperoleh pada bulan Juli 2020.

Hasil uji coba fase 3 di Indonesia dengan melibatkan 1.620 sukarelawan dengan rentang usia 18-59 tahun, menghasilkan tingkat efikasi 65,3%, sedangkan laporan hasil uji coba fase 3 yang sudah dilaporkan, hasil efikasi di Brasil 78% dan di Turki 91,25%. Ini sudah melebihi dari rekomendasi WHO yang mensyaratkan tingkat efikasi minimal 50%.

Fatwa MUI Nomor: 02 Tahun 2021 Tentang Produk Vaksin Covid-19 dari Sinovac dan Bio Farma, MUI menyatakan bahwa vaksin tersebut hukumnya suci dan halal. Fatwa ini dikeluarkan menyusul diterbitkannya EUA oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Senin (11/1/2021).

  • Asal Negara: China
  • Nama Vaksin: CoronaVac/Cov2Bio
  • Tipe Vaksin: Inactivated virus
  • Harga per dosis: Rp 200.000.
  • Jumlah Dosis: 2 dosis, jarak 14 hari (2 minggu)
  • Suhu penyimpanan: 2-8o C
  • Jumlah komitmen dosis Indonesia: 125 juta dosis hingga akhir 2021, dan opsi tambahan pembelian 100 juta dosis.
  • Hasil uji: Efikasi 65,3% di Indonesia, 78% di Brasil, dan 91,25% di Turki
  • Lokasi Uji: Cile, Brasil, Indonesia, Turki dan China.
  • Jumlah peserta uji fase 3: Total 31.020 orang
  • Izin guna terbatas: China, Indonesia, Brasil, Turki dan Cile

KOMPAS/PRIYOMBODO

Petugas memperlihatkan vaksin Covid-19 produksi Sinovac yang telah dijamin aman dan halal untuk digunakan di Puskesmas Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (15/1/2021). Melihat materi dan cara kerja vaksin buatan Sinovac serta kesiapan petugas kesehatan, kiranya masyarakat tidak perlu meragukan vaksin itu.

Vaksin Sinopharm

Vaksin BBIBP-CorV merupakan vaksin yang dikembangkan oleh Beijing Institute of Biological Product bersama China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) dan Wuhan Institutute of Biological Products. Vaksin Sinopharm ini memanfaatkan virus korona yang sudah dilemahkan (inactived vaccine) sama seperti vaksin Sinovac.

Uji klinis Sinopharm tahap ke-3 dilakukan di Uni Emirat Arab, Peru, Bahrain, Mesir, Jordania dan Argentina, dengan melibatkan 69.000 sukarelawan dengan usia 18-59 tahun. Hasil efikasi yang dilaporkan 86% di Uni Emirat Arab dan 79% di China.

  • Asal Negara: China
  • Nama Vaksin: BBIBP-CorV
  • Tipe Vaksin: Inactivated virus
  • Harga per dosis: Rp 1.022.250.
  • Jumlah Dosis: 2 dosis, jarak 21 hari (3 minggu)
  • Suhu penyimpanan: 2-8o C.
  • Jumlah komitmen dosis Indonesia: Belum ada.
  • Hasil uji: Efikasi 86% di Uni Emirat Arab, 79% di China.
  • Lokasi uji: Uni Emirat Arab, China, Argentina, Peru, Bahrain, Mesir dan Jordania.
  • Jumlah peserta uji fase 3: 69.000 orang
  • Izin guna terbatas: China, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir, Irak, Jordania, Pakistan dan Seychelles.

Vaksin Novavax

Vaksin NVX-CoV2373 yang diproduksi oleh Novavax.Inc berbasis di Maryland, Amerika Serikat. Vaksin ini berbasis protein yang direkayasa dari urutan genetic SARS-CoV-2, virus penyebab penyakit Covid-19. Diolah menggunakan teknologi nanopartikel protein rekombinan Novavax untuk menghasilkan antigen dari protein lonjakan virus corona dan dikombinasikan dengan Matrix-M berbasis saponin untuk meningkatkan respon kekebalan dan merangsang antibodi. Teknologi ini sudah digunakan untuk menghasilkan vaksin hepatitis B, pertusis (batuk rejan) dan human papillomavirus (HPV).

  • Asal Negara: Amerika Serikat dan Kanada
  • Nama Vaksin: NVX-CoV2373
  • Tipe Vaksin: Protein subunit
  • Harga per dosis: Rp 225.000.
  • Jumlah Dosis: 2 dosis, jarak 21 hari (3 minggu).
  • Suhu penyimpanan: 2-8o C
  • Jumlah komitmen dosis Indonesia: 50 juta dosis Juni 2021-Maret 2022, opsi pembelian lanjutan sebesar 80 juta dosis.
  • Hasil uji: Efikasi 89% (Inggris), 60% (Afrika Selatan).
  • Lokasi uji coba: Inggris, Afrika Selatan Amerika Serikat, Meksiko dan Puerto Rico.
  • Jumlah peserta uji fase 3: 49.400 orang
  • Izin guna terbatas: Belum ada

KOMPAS/KRISTI DWI UTAMI

Petugas meletakkan vaksin Covid-19 di lemari pendingin di Dinas Kesehatan Kota Tegal, Jawa Tengah, Minggu (24/1/2021). Hingga Minggu malam, 4.000 dosis vaksin Covid-19 tiba di Kota Tegal. Kota ini berencana memulai vaksinasi pada Senin (25/1) dengan jumlah sasaran 2.967 tenaga kesehatan dan 10 tokoh publik. Vaksinasi ditargetkan selesai dalam empat hari.

Vaksin AstraZeneca, University of Oxford & Serum Institute of India

Vaksin AZD1222 (ChAdOx1) hasil produksi AstraZeneca yang berbasis di Inggris bekerja sama dengan University of Oxford dan Serum Institute of India. Vaksin ini dibuat didasarkan pada adenovirus simpanse, yang dimodifikasi untuk menghasilkan protein di dalam sel manusia yang juga diproduksi oleh Covid-19. Vaksin vector virus dibuat dari versi yang dilemahkan dari virus flu biasa yang menyebabkan infeksi pada simpanse. Virus flu ini secara genetik telah modifikasi dan membawa sebagian dari virus korona yang di sebut protein spike, bagian menonjol seperti paku yang ada di permukaan virus korona SARS-CoV-2. Pengembangan vaksin vektor adenovirus juga dikembangkan dalam riset penyakit malaria, HIV, rabies dan Ebola.

  • Asal Negara: Inggris
  • Nama Vaksin: AZD1222 (ChAdOx1)
  • Tipe Vaksin: Adenovirus (Viral vector)
  • Harga per dosis: Rp 70.000
  • Jumlah Dosis: 1 dosis atau 2 dosis (jarak 28 hari/4 minggu)
  • Suhu penyimpanan: 2-8o C
  • Jumlah komitmen dosis Indonesia: 50 juta dosis vaksin Triwulan II 2021-Triwulan I 2022, opsi pembelian lanjutan 50 juta dosis vaksin
  • Hasil uji: Efikasi 62% untuk 1 dosis, 90% untuk 2 dosis
  • Uji coba fase 3: Efikasi rata-rata 70%
  • Jumlah peserta uji fase 3: Total 64.450 orang
  • Izin guna terbatas: Inggris, Argentina, Brasil, Republik Dominika, El Savador, India, Irak, Meksiko, Mongolia, Maroko, dan Pakistan.

KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Suasana vaksinasi bagi para tenaga medis yang bertugas di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2021). Vaksin Covid-19 diberikan secara bergiliran kepada 2.653 petugas dengan pembagian 180 orang per hari. Penyuntikan pertama vaksin mulai dilakukan pada Selasa (19/1/2021) sehingga diperkirakan akan selesai dalam waktu dua pekan mendatang. Pemberian vaksin diharapkan dapat membentengi para tenaga medis yang berinteraksi langsung dengan para pasien Covid-19.

Vaksin Moderna

Vaksin mRNA-1273 Moderna perlu disimpan pada suhu yang lebih dingin karena keduanya didasarkan pada teknologi mRNA (messenger ribonucleid acid/asam ribonukleat). DNA (deoxyribonucleic acid/asam deoksiribonukleat) menyimpan kumpulan instruksi genetis yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan setiap sel hidup, termasuk virus. m-RNA ini menggunakan membran lemak untuk mengirim instruksi yang tersimpan di intinya, dalam hal ini instruksi untuk melonjakkan produksi protein pada spikevirus SARS-CoV-2 pada sel tubuh manusia (duplikat SARS-CoV-2, hanya kakinya saja yang muncul di sel manusia).

Hingga akhir Januari 2021, belum ada hasil kesepakatan kerja sama antara Indonesia dengan Moderna.

  • Asal Negara: Amerika Serikat
  • Nama Vaksin: Mrna-1273
  • Tipe Vaksin: mRNA
  • Harga per dosis: 25-37 dollar AS atau senilai Rp 350.000-Rp 526.000
  • Jumlah Dosis: 2 dosis, jarak 28 hari (4 minggu)
  • Suhu penyimpanan: – 20o C agar bertahan selama 6 bulan, dapat stabil hingga 30 hari (1 bulan) dalam lemari es (2-8o C).
  • Jumlah komitmen dosis Indonesia: Belum ada.
  • Hasil uji: Uji coba fase 3 di lakukan di Eropa, Inggris dan Amerika Serikat
  • Uji coba fase 3: Efikasi rata-rata 94,5%
  • Jumlah peserta uji fase 3: 30.000 orang di AS
  • Izin guna terbatas: Di 37 Negara termasuk Amerika Serikat, Australia, Inggris dan Uni Eropa.

KOMPAS/MACHRADIN WAHYUDI RITONGA

Musisi Nazril Irham atau Ariel saat menerima vaksin Covid-19 perdana di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Kota Bandung, Kamis (14/1).

Pfizer dan BioNTech

Vaksin BNT162b2 (comirnaty/tozinametan) yang dibuat oleh Pfizer (AS) dan BioNTech (Jerman) menggunakan teknologi baru yakni metode messenger RNA atau mRNA yang bekerja merespons kekebalan tubuh terhadap virus, sama dengan metode vaksin Moderna.

  • Asal Negara: Amerika Serikat dan Jerman
  • Nama Vaksin: BNT162b2
  • Tipe Vaksin: mRNA
  • Harga per dosis: Rp 283.000
  • Jumlah Dosis: 2 dosis, jarak 28 hari (4 minggu)
  • Suhu penyimpanan: – 70o C, dalam lemari es (2-8o C) dapat bertahan selama 5 hari
  • Jumlah komitmen dosis Indonesia: 50 juta dosis vaksin Triwulan II 2021-Triwulan I 2022, dan opsi pembelian lanjutan 50 juta dosis vaksin.
  • Lokasi uji coba: Argentina, Brasil, Jerman, Afrika Selatan, Turki dan Amerika Serikat.
  • Uji coba fase 3: Efikasi rata-rata 95%
  • Jumlah peserta uji fase 3: 43.998 orang
  • Izin guna terbatas: Di 55 negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, Australia, Uni Eropa dan Uni Emirat Arab.

KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Kartu vaksinasi bagi para tenaga medis yang bertugas di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2021). Vaksin Covid-19 diberikan kepada 2.653 petugas dengan pembagian 180 orang per hari. Penyuntikan pertama dilakukan pada Selasa (19/1).

Vaksin Merah Putih

Vaksin Merah Putih adalah vaksin yang sedang dikembangkan di dalam negeri oleh Kemenristek/BRIN dan 6 lembaga lainnya, yaitu Lembaga Biologi Molekular Eijkman (LBM Eijkman), Universitas Indonesia (UI), Institute Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga (Unair), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pengembangan vaksin memakai isolat virus yang bertransmisi di Indonesia. Masing-masing institusi mengembangkan prototipe vaksin Covid-19 dengan platform yang berbeda. LBM Eijkman mengembangkan vaksin Covid-19 dengan platform protein rekombinan seperti yang dilakukan produsen vaksin Novavax, UI melakukan pengembangan vaksin dari platform DNA dan RNA virus, ITB menggunakan platform adenovirus dan inactivated virus, Unair dengan teknologi platform adenovirus, LIPI dengan protein rekombinian dan UGM menggunakan protein subunit spikevirus.

LBM Eijkman, Unair dan UI diperkirakan menghasilkan pengembangan tercepat karena telah dan sedang uji praklinis, kuartal III tahun ini targetnya dapat diproduksi, dan selesai uji klinis pada kuartal II tahun 2022. Pemerintah optimis vaksin Merah Putih ini dapat disertakan dalam program vaksinasi lanjutan di tahun 2022.

Referensi

Artikel Kompas
  • Pandemi Covid-19: LIPI dan Universitas Indonesia Terlibat Riset Vaksin, Kompas, 4 Desember 2020, hlm 8.
  • Senasib (Tak) Sepenanggungan, Kompas, 6 Desember 2020, hlm 3.
  • Vaksin Covid-19: Penyediaan Vaksin Sesuai Standar WHO, Kompas, 8 Desember 2020, hlm 1.
  • Pandemi Covid-19: Bio Farma Siap Mengolah Bahan Baku Vaksin, Kompas, 9 Desember 2020, hlm 1.
  • Sinovac dan Urgensi Vaksin Alternatif, Kompas, 12 Desember 2020, hlm E.
  • Vaksin Dinanti, Protokol Kesehatan Tetap Dipatuhi, Kompas, 14 Desember 2020, hlm 16.
  • Optimisme Menyambut Vaksin, Kompas, 26 Desember 2020, hlm 6.
  • 100 Juta Dosis Vaksin Disiapkan, Kompas, 31 Desember 2020, hlm 15.
  • Diplomasi Vaksin di Tengah Pandemi, Kompas, 7 Januari 2021, hlm 6.
  • Atasi Kendala Distribusi Vaksin, Kompas, 13 Januari 2021, hlm 1.
  • Resistansi Vaksinasi dan Pasokan Vaksin * Satu Meja, Kompas, 15 Januari 2021, hlm 3.
  • Menjegal Aral Distribusi Vaksin Covid-19 * Edisi Khusus Vaksinasi, Kompas, 18 Januari 2021, hlm 5.
  • Lega, tapi Jangan Terlena * Edisi Khusus Vaksinasi, Kompas, 18 Januari 2021, hlm 10.
  • Vaksinasi Covid-19: Memastikan Efektivitas Vaksin di Masyarakat * Edisi Khusus Vaksinasi, Kompas, 18 Januari 2021, hlm 5.
  • Bio Farma, Ujung Tombak Vaksinasi di Indonesia, Kompas, 27 Januari 2021, hlm E.
  • Mengkaji Penerimaan Vaksin Sinovac, Kompas, 28 Januari 2021, hlm E.
  • Vaksinasi Cepat Kejar Kekebalan, Kompas, 31 Januari 2021, hlm 1.
Ikuti Kronologi Peristiwa dari Awal hingga Akhir

Ikuti Kronologi Peristiwa dari Awal hingga Akhir

Daftarkan email Anda dan ikuti kronologi peristiwa terkini secara lengkap di Kompaspedia.

close