Kronologi

Prestasi Olahraga Indonesia di Kancah Dunia

Melalui berbagai cabang olahraga, nama Indonesia harum di kancah internasional. Arsip Kompas merangkum berbagai prestasi bulu tangkis, sepak bola, tinju, dan tenis sejak tahun 1965.

Berikut merupakan prestasi-prestasi Indonesia dari berbagai cabang olahraga.

Sepak Bola

KOMPAS/Yuniadhi Agung

Pemain Indonesia merayakan kemenangan setelah mengalahkan Vietnam dalam adu penalti pada final Kejuaraan Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) U-19 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (22/9/2013). Indonesia menang adu penalti 7-6.

Di lapangan hijau sepak bola, pemain-pemain Indonesia menggapai sejumlah prestasi. Dalam Arsip Kompas tercatat bahwa Indonesia pernah menjadi juara sepak bola di arena SEA Games XIV tahun 1987 dan SEA Games XVI tahun 1991. Tahun 1987 dalam pertandingan final melawan Malaysia, berkat satu-satunya gol yang diciptakan pemain Ribut Waidi, lagu “Indonesia Raya” bisa berkumandang di arena SEA Games. Sedangkan pada tahun 1991, saat bertanding melawan Thailand, Indonesia memperoleh skor 4-3 sehingga dapat mempersembahkan medali emas.

Ajang yang tak kalah bergengsi lainnya yaitu Piala AFF, di mana Garuda Muda bisa unjuk gigi di kawasan Asia. Pada tahun 2013, Garuda Muda U-19 mempersembahkan Piala AFF saat unggul dari Vietnam. Tahun 2018 untuk Piala AFF U-16, Garuda Muda juga dapat mengungguli Thailand dan momen tersebut berulang pada tahun 2019, di saat Garuda Muda U-22 juga mengalahkan Thailand dan mempersembahkan kembali Piala AFF untuk Indonesia. Tentu hal itu membanggakan terutama bagi senior-senior sepak bola seperti Sotjipto Soentoro, Ronny Pattinasarani, Kurniawan Dwi Yulianto, Bambang Pamungkas, dan Evan Dimas yang juga pernah mengharumkan nama Indonesia.

Daftar prestasi sepak bola Indonesia:

Sea Games

Daftar Prestasi Sepak Bola Indonesia di Sea Games

No. Ajang Tanggal Lawan Skor Tempat Arsip Kompas
1 Sea Games ke-XIV 20/9/1987 Malaysia 1-0 Stadion Gelora Bung Karno, Indonesia “Ribut Tentukan Kemenangan dan Indonesia Juara Sejati” (Kompas, 21 September 1987 halaman 1)
2 Sea Games ke-XVI 4/12/1991 Thailand 4-3 (pen.) Stadion Rizal Memorial, Filipina “Sepak Bola Lengkapi Kejayaan” (Kompas, 5 Desember 1991 halaman 1)

Sumber: Arsip Kompas/JNU

AFF (Berbagai Kelas Usia)

Daftar Prestasi Sepak Bola Indonesia di Piala AFF

No. Ajang Tanggal Lawan Skor Tempat Arsip Kompas
1 AFF U-19 22/9/2013 Vietnam 7-6 (pen.) Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Indonesia “Garuda Muda Luar Biasa” (Kompas, 23 September 2013 halaman 1)
2 AFF U-16 11/8/2018 Thailand 4-2 (pen.) Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Indonesia “Inspirasi ‘Garuda’ di Asia” (Kompas, 12 Agustus 2018 halaman 8)
3 AFF U-22 26/2/2019 Thailand 2-1 Stadion Nasional Olimpiade Phnom Penh, Kamboja “Oase ‘Garuda Muda’” (Kompas, 27 Februari 2019 halaman 1)

Sumber: Arsip Kompas/JNU

Bulu Tangkis

KOMPAS/Arbain Rambey

Pebulu tangkis Taufik Hidayat menyelamatkan wajah Indonesia dengan merebut medali emas nomor tunggal putra di Goudi Complex, Athena. Di babak final, Taufik menjungkalkan pebulu tangkis Korea Selatan, Shon Sheung-mo, dua set langsung 15-8, 15-7. Sukses Taufik sekaligus mempertahankan tradisi emas kontingen Indonesia yang dimulai di Olimpiade Barcelona 1992.

Indonesia sudah mengenal olahraga bulu tangkis (badminton) sejak tahun 1928. Sejak saat itu, banyak upaya untuk terus memperkenalkan dan memajukan cabang olahraga tersebut di Tanah Air. Pada 5 Mei 1951, terbentuklah Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Kejuaraan nasional, baik beregu maupun perorangan mulai diselenggarakan. Indonesia juga aktif berpartisipasi dalam kejuaraan-kejuaraan berskala internasional seperti Piala Thomas, Piala Uber, All England, Kejuaraan Dunia IBF, Piala Sudirman, SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.

Pada tahun 1958, Indonesia mempersembahkan Piala Thomas untuk pertama kalinya dan tercatat sudah 13 kali pemain-pemain bulu tangkis kita mempertahankan prestasi itu. Atlet bulu tangkis mulai dari Rudy Hartono, Liem Swie King, Icuk Sugiarto, Ardy B Wiranata, Ricky Subagja, Rexy Mainaky, hingga Taufik Hidayat berjuang keras untuk memperebutkan piala bergengsi tersebut. Sedangkan untuk Piala Uber, Indonesia baru tiga kali meraih piala tersebut dengan pemain-pemain seperti Imelda Wiguna, Verawaty, Susy Susanti, Lili Tampi, Finarsih, dan Mia Audina. Puncak prestasi yang begitu membanggakan adalah ketika Susy Susanti dan Alan Budikusuma mempersembahkan medali emas di Olimpiade Barcelona tahun 1992.

Regenerasi juga selalu dilakukan untuk tetap mengharumkan nama Indonesia. Muncullah nama-nama Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Jonatan Christie, Tontowi Admad, Liliyana Natsir, Markis Kido, Hendra Setiawan, Anthony Ginting, Greysia Polii, dan Mohammad Ahsan. Tidak kalah dari senior-seniornya, pundi-pundi medali Indonesia selalu mereka tambah dari arena SEA Games, Asian Games, maupun gelar juara dunia.

Daftar prestasi bulu tangkis Indonesia:

Olimpiade

Daftar Prestasi Atlet Bulu Tangkis Indonesia di Olimpiade

No. Ajang Tanggal Nomor* Pebulu Tangkis Indonesia Pebulu Tangkis Lawan (Asal Negara) Skor Arsip Kompas
1. Olimpiade Muenchen 4/9/1972 GP Rudy Hartono/Ade Chandra Ng Boon Bee/Punch Gunalan (MYS) 15-4, 2-15, 15-11 “‘All England’ Kedua 1972 di Muenchen * Pemain2 Indonesia Unggul”; “Sepatu Sudah Tua dan Pakaian Kelihatan Sudah Lusuh” (Kompas, 11 September 1972 halaman 1)
2. Olimpiade Barcelona 4/8/1992 TPi Susi Susanti Bang Soo-Hyun (KOR) 5-11, 11-5, 11-3 “RI Rebut 2 Emas” (Kompas, 5 Agustus 1992 halaman 1)
3. Olimpiade Barcelona 4/8/1992 TP Alan Budikusuma Ardy B. Wiranata (INA) 15-12, 18-13 “RI Rebut 2 Emas” (Kompas, 5 Agustus 1992 halaman 1)
4. Olimpiade Atlanta 31/7/1996 GP Ricky A Subagja/Rexy Mainaky Cheah Soon Kit/Yap Kim Hock (MYS) 5-15,15-13,15-12 “Ricky/Rexy Persembahkan Emas” (Kompas, 1 Agustus 1996 halaman 1)
5. Olimpiade Sydney 21/9/2000 GP Candra Wijaya/Tony Gunawan Lee Dong-soo/Yoo Yong-sung (KOR) 15-10,9-15,15-7 “Emas Pertama di Tangan: Candra dan Tony Perkasa” (Kompas, 22 September 2000 halaman 1)
6. Olimpiade Athena 21/8/2004 TP Taufik Hidayat Shon Sheung-mo (KOR) 15-8,15-7 “Taufik Rebut Emas” (Kompas, 22 Agustus 2004 halaman 1)
7. Olimpiade Beijing 16/8/2008 GP Markis Kido/Hendra Setiawan Cai Yun/Fu Haifeng (CHN) 12-21,21-11,21-16 “Indonesia Raih Satu Emas Bulu Tangkis” (Kompas, 18 Agustus 2008 halaman 1)
8. Olimpiade Rio de Janeiro 17/8/2016 GC Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (MYS) 21-14,21-12 “Emas Kado kemerdekaan: Tontowi/Liliyana Tampil Gemilang Tundukkan Chan/Goh di Final” (Kompas, 19 Agustus 2016 halaman 1)

Sumber: Arsip Kompas/JNU

*TP = Tunggal Putra; TPi = Tunggal Putri; GP = Ganda Putra; GPi = Ganda Putri; GC = Ganda Campuran

Piala Thomas

Daftar Prestasi Atlet Bulu Tangkis Indonesia di Piala Thomas

No. Tahun Lawan Pertandingan yang Dimenangkan Skor Tempat Arsip Kompas
1. 1958 Malaysia
  • Ferry Sonneville Vs Eddy Chong (15-12, 15-4)
  • Ferry Sonnevile Vs Teh Kew san (13-15, 15-13, 18-16)
  • Tan Joe Hok Vs Teh Kew san (18-14, 15-4)
  • Tan Joe Hok Vs Eddy Chong (15-11, 15-6)
  • Eddy Jusuf Vs Abdullah Piruz (6-15, 15-10, 15-8)
  • Kiem Bie/King Gwan Vs Johny Heah/Lim Say Hup, (7-15, 15-5, 18-15)
6-3 Singapura “Indonesia dan Thomas Cup (1): Era Sonneville 1958-1967, lemah dalam permainan ganda” (Kompas, 20 Mei 1979 halaman 11)
2. 1961 Thailand
  • Tan Joe Hok vs Channarong Ratanaseangsuang (15-9, 15-5)
  • Tan Joe Hok vs Somsook Boonyasukanond, (15-2, 15-5)
  • Ferry Sonneville vs Somsook Boonyasukanond (15-3, 15-11)
  • Ferry Sonneville vs Channarong Ratanaseangsuang (15-9, 15-4)
  • Eddy Jusuf vs Narong Bhornchima (18-14, 15-7)
  • Tan Joe Hok/Lie Po Djian vs Chavalert Chumkum/Chuchart Vatanatham (15-5, 13-15, 18-17)
6-3 Jakarta, Indonesia “Indonesia dan Thomas Cup (1): Era Sonneville 1958-1967, lemah dalam permainan ganda” (Kompas, 20 Mei 1979 halaman 11)
3. 1964 Denmark
  • Tan Joe Hok vs E Kops (5-15, 15-1, 15-9)
  • Ferry Sonneville vs Knud Nielsen (12-15, 15-6, 15-6)
  • Ferry Sonneville vs E Kops (13-18, 17-14, 17-14)
  • Ang Tjin Siang (Mulyadi) vs Henning Borch (15-10, 15-5)
  • King Gwan/Unang Abdul Patah vs E Kops/Henning Borch (12-15, 15-12, 15-6)
5-4 Tokyo, Jepang “Indonesia dan Thomas Cup (1): Era Sonneville 1958-1967, lemah dalam permainan ganda” (Kompas, 20 Mei 1979 halaman 11)
4. 1970 Malaysia
  • Muljadi vs Punch Gunalan (15-9, 15-5)
  • Rudy Hartono vs Abdulrachman (15-12, 15-2)
  • Rudy Hartono/Indra Gunawan vs Tan Aik Huang/Ng tat Wai (15-9, 15-11)
  • Rudy Hartono vs Punch Gunalan (16-17, 15-12, 15-3)
  • Muljadi vs Abdulrachman (15-5, 15-5)
  • Indratno/Mintarja vs Tan Aik Huang/Ng tat Wai (10-15, 18-16, 15-10)
  • Rudi Hartono/Indra Gunawan vs Ng Boon Bee/Punch Gunalan (10-15, 17-16, 15-6)
7-2 Kuala Lumpur, Malaysia “Indonesia Pimpin 3-1 dalam perebutan Piala Thomas” (Kompas, 6 Juni 1970 halaman 1)

“Indonesia Rebut Piala Thomas” (Kompas, 8 Juni 1970 halaman 1)

5. 1973 Denmark
  • Rudy Hartono vs Svend Pri (11-15, 15-5, 15-17)
  • Mulyadi vs Elo Hansen (15-6, 10-15, 15-10)
  • Ade Chandra/Christian vs Tom Bacher/Poul Petersen (15-3, 15-6)
  • Mulyadi vs Svend Pri, (15-11, 15-1)
  • Rudy Hartono/Tjuntjun vs Henning Borch/svend Pri (15-7, 15-6)
  • Amril Nurman vs Flemming Delfs 11-(15, 15-4, 15-4)
  • Rudy Hartono vs Elo Hansen, (Menang WO)
  • Ade Chandra/Christian vs Svend Pri/Henning Borch (15-2, 15-8)
8-1 Jakarta, Indonesia “Team Indonesia Pertahankan Thomas Cup” (Kompas, 4 Juni 1973 halaman 1)

“Final ‘Thomas Cup’ Hari Pertama: Indonesia Leading 3-1” (Kompas, 4 Juni 1973 halaman 10)

6. 1976 Malaysia
  • Liem Swie King vs Phua Ah Hua (15-12, 15-1)
  • Rudy Hartono vs Saw Swee Leong (15-7, 15-5)
  • Christian/Ade Chandra vs James Selvaraj/Moo Foot Lian (15-4, 15-1)
  • Tjuntjun/Johan Wahyudi vs Dominic Soong/Cheah Hong Chong (13-15, 15-6, 15-6)
  • Tjuntjun vs James Selvaraj (15-1, 15-7)
  • Liem Swie King vs Saw Swee Leong (18-13, 15-3)
  • Rudy Hartono vs Phua Ah Hua (15-5, 15-1)
  • Tjuntjun/Johan Wahyudi vs James Selvaraj/Moo Foot Lian (15-6, 15-2)
  • Christian/Ade Chandra vs Phua Ah Hua/Cheah Hong Chong (15-6, 15-11)
9-0 Bangkok, Thailand “Thomas Cup Tetap di Tangan Indonesia” (Kompas, 7 Juni 1976 halaman 1)
7. 1979 Denmark
  • Lie Sumirat vs Svend Pri (11-15, 15-7, 15-10)
  • Liem Swie King vs Morten Frost Hansen (15-3, 15-6)
  • Tjuntjun/Johan Wahyudi vs Flemming Delfs/Steen Skovgaard (15-2, 15-3)
  • Christian/Liem Swie King vs Morten Frost Hansen/Steen Fladberg (15-8, 15-2)
  • Rudy Hartono vs Flemming Delfs (15-10, 15-2)
  • Lim Swie King vs Svend Pri (15-8, 15-1)
  • Iie Sumirat vs Morten Frost Hansen (12-15, 15-9, 15-8)
  • Christian/Liem Swie King vs Steen Skovgaard/Flemming Delfs (17-16, 15-4)
  • Tjuntjun/Iie Sumirat vs Morten Frost Hansen/Steen Fladberg, skor (15-3, 15-5)
9-0 Jakarta, Indonesia “’Superpower’ Bulutangkis pertahankan Piala Thomas” (Kompas, 3 Juni 1979 halaman 1)
8. 1984 China
  • Liem Swie King vs Luan Jin (15-7, 11-15, 10-15)
  • Hastomo Arbi vs Han Jian (14-17, 15-6, 15-8)
  • Kartono/Liem Swie King vs Sun Zhian/Tian Bingyi (18-14, 15-12)
3-2 Kuala Lumpur, Malaysia “Piala Thomas Kembali Milik Kita” (Kompas, 19 Mei 1984, halaman 1)
9. 1994 Malaysia
  • Ardy B Wiranata vs  Ong Ewe Hock (15-11, 15-5)
  • Haryanto Arbi vs Rashid Sidek (15-6, 15-11)
  • Bambang Supriyanto/Gunawan vs Cheah Soon Keat/Soo Beng Kiang (15-10, 6-15, 15-8)
3-0 Jakarta, Indonesia “Indonesia Berjaya!: Thomas-Uber Bersanding Lagi” (Kompas, 22 Mei 1994 halaman 1)
10. 1996 Denmark
  • Joko Suprianto vs Poul Erik Hoyer Larsen (18-14, 15-8)
  • Ricky A Subagja/Rexy Mainaky vs Jon Holst Christensen/Jim Laugesen (15-5, 15-7)
  • Hariyanto Arbi vs Thomas Stuer-Lauridsen (15-8, 15-8)
  • Bambang Suprianto/Gunawan vs Henrik Svarrer/Michael Soogard (15-7, 14-18, 15-9)
  • Alan Budikusuma vs Peter Rasmussen (15-9, 15-6)
5-0 Hong Kong “Indonesia Terkuat” (Kompas, 27 Mei 1996 halaman 1)
11. 1998 Malaysia
  • Ricky Subagdja/Rexy Mainaky vs Cheah Soon Kit/Yap Kim Hock  (15-3, 18-15)
  • Hendrawan vs Yong Hock Kin (18-14, 10-15, 15-5)
  • Candra Wijaya/Budiarto Sigit vs Lee Wan Wah/Choong Tan Fook (15-11, 15-12)
3-2 Hong Kong “Rebut Piala Thomas: Republik Indonesia Masih Ada” (Kompas, 25 Mei 1998 halaman 1)
12. 2000 China
  • Hendrawan vs Xia Xuanze 11-15, 15-7, 15-9
  • Rexy Mainaky/Tony Gunawan vs Yu Jinhao/Chen Qiqiu 15-9, 15-2
  • Taufik Hidayat vs Ji Xinpeng 15-9 17-14
3-0 Kuala Lumpur, Malaysia “Taufik Genapi Kemenangan Indonesia” (Kompas, 22 Mei 2000 halaman 1)
13. 2002 Malaysia
  • Sigit Budiarto/Candra Wijaya vs Chew Choon Eng/Chan Chong Ming (7-3, 7-4, 7-2)
  • Trikus Harjanto/Halim Haryanto vs Lee Wan Wah/Choong Tan Fook (8-7, 7-8, 7-1, 7-3)
  • Hendrawan vs Muhammad Roslin Hashim (8-7, 7-2, 7-1)
3-2 Guangzhou, China “Untung Saja Masih Ada Hendrawan” (Kompas, 20 Mei 2002 halaman 1)

“Pertandingan Itu Terlalu Berat untuk Semua” (Kompas, 20 Mei 2002 halaman 1)

Foto: Menangis (Kompas, 20 Mei 2002 halaman 23)

Sumber: Arsip Kompas/AAN

Piala Uber

Daftar Prestasi Atlet Bulu Tangkis Indonesia di Piala Uber

No. Tahun Lawan Pertandingan yang Dimenangkan Skor Tempat Arsip Kompas
1. 1975 Jepang
  • Taty Sumirah vs Atasuko Tokuda (11-5, 11-2)
  • Minarni/Regina vs Takenaka/Aizawa (15-6, 6-15, 15-9)
  • Widiastuty/Imelda vs Yuki/Ikeda, skor (15-4, 15-11)
  • Minarni/Regina vs Yuki/Ikeda (15-8, 15-11)
  • Widiastuty/Imelda vs Takenaka/Aizawa (17-14, 15-0)
5-2 Jakarta, Indonesia “Indonesia Berhasil Rebut Uber Cup” (Kompas, 7 Juni 1975 halaman 1)
2. 1994 China
  • Susi Susanti vs Ye Zhaoying (11-4, 12-10)
  • Lili Tampi/Finarsih vs Chen Ying/Wu Yuhong (15-13, 17-16)
  • Mia Audina vs Zhang Ning (11-7, 10-12, 11-4)
3-2 Jakarta, Indonesia “Piala Uber Kembali ke Pangkuan Pertiwi” (Kompas, 22 Mei 1994 halaman 4)
3. 1996 China
  • Mia Audina vs Wang Chen (11-4, 11-6)
  • Meiluawati vs Zhang Ning (11-6, 11-2)
  • Zelin Resiana/Elysa vs Ge Fei/Gu Jun (15-7, 8-15, 12-15)
  • Lily Tampi/Finarsih vs Qin Yiyuan/Tang Yongshu (15-9, 15-10)
4-1 Hong Kong “Putri Indonesia Juara” (Kompas, 26 Mei 1996 halaman 1)

Sumber: Arsip Kompas/AAN

Asian Games

Daftar Prestasi Atlet Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games

No. Ajang Tanggal Nomor (Medali Emas) * Tempat Arsip Kompas
1. Asian Games V 19/12/1966 Individu

Ang Tjin Siang (TP), Minarni/Retno Kustijah (GPi)

Beregu

Thailand “Ang Tjin Siang dan Minarni/Retno rebut Medali Emas” (Kompas, 21 Desember 1966 halaman 3)
2. Asian Games VI 14/12/1970 Individu

Beregu

Putra

Thailand “Achir dari Suatu Awal” (Kompas, 29 Desember 1970 halaman 5)
3. Asian Games VII 16/9/1974 Individu

Tjun Tjun/Johan Wahyudi (GP), Christian Hadinata/Regina Masli (GC)

Beregu

India “ASIAN Games VII: Indonesia Akhirnya Rebut 3 emas, 4 Perak, dan 4 Perunggu” (Kompas, 16 September 1974)
4. Asian Games VIII 19/12/1978 Individu

Liem Swie King (TP), Christian Hadinata/Ade Chandra (GP), Verawaty Fajrin/Imelda Wiguna (GPi)

Beregu

Putra

Thailand “Berkat Bonanza dari Bulutangkis dan Tennis”: Penampilan Indonesia Berakhir dengan 8 emas, 7 perak, 18 perunggu (Kompas, 20 Desember 1978 halaman 1)
5. Asian Games IX 3/12/1982 Individu

Christian Hadinata/Icuk Sugiarto (GP), Ivana Lie/Christian Hadinata (GC)

Beregu

India “Han Jian Lumpuhkan Lagi King, Icuk dan Christian Cemerlang” (Kompas, 4 Desember 1982 halaman 1)
6. Asian Games XII 15/10/1994 Individu

Hariyanto Arbi (TP),  Ricky Subagja/Rexy Mainaky (GP)

Beregu

Putra

Jepang “Indonesia Rebut Dua Emas Bulu Tangkis” (Kompas, 16 Oktober 1994 halaman 4)
7. Asian Games XIII 18/12/1998 Individu

Ricky Subagja/Rexy Mainaky (GP)

Beregu

Putra

Thailand “Ricky/Rexy Pertahankan Gelar: Empat Tahun Bukan Waktu Sebentar” (Kompas, 18 Desember 1998 halaman 14)
8. Asian Games XIV 14/10/2002 Individu

Taufik Hidayat (TP)

Beregu

Korea Selatan “Emas Taufik untuk Korban Bom di Bali” (Kompas, 15 Oktober 2002 halaman 22)
9. Asian Games XV 9/12/2006 Individu

Taufik Hidayat (TP)

Beregu

Qatar “Asian Games: Bulu Tangkis Menambah Satu Emas” (Kompas, 10 Desember 2006 halaman 1)
10. Asian Games XVI 20/11/2010 Individu

Markis Kido/Hendra Setiawan (GP)

Beregu

China “ASIAN Games 2010: Markis/Hendra Raih Medali Emas” (Kompas, 21 November 2010 halaman 1)
11. Asian Games XVII 28/9/2014 Individu

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (GP), Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari (GPi)

Beregu

Korea Selatan “Asian Games: hendra/Ahsan di Podium Tertinggi” (Kompas, 29 September 2014 halaman 1)
12. Asian Games XVIII 28/8/2018 Individu

Jonatan Christie (TP), Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (GP)

Beregu

Indonesia “Berharap Pada Konsistensi” (Kompas, 29 Agustus 2018 halaman 1)

Sumber: Arsip Kompas/JNU

* TP = Tunggal Putra; TPi = Tunggal Putri; GP = Ganda Putra; GPi = Ganda Putri; GC = Ganda Campuran

Sea Games

Daftar Prestasi Atlet Bulu Tangkis Indonesia di Sea Games

No. Ajang Tahun Nomor (Medali Emas) * Tempat Arsip Kompas
1. Sea Games IX 1977 Individu (4)

Liem Swie King (TP), Tjun Tjun/Johan (GP), Theresia Widiastuty/Regina Masli (GPi), dan Christian Hadinata/Regina (GC)

Beregu (2)

Putra dan Putri

Kuala Lumpur “Regu Bulu Tangkis Putra dan Putri Rebut Emas” (Kompas, 22 November 1977 halaman 14)
2. Sea Games X 1979 Individu (4)

Ivanna Lie (TPi), Verawaty/Imelda Wiguna (GPi), Christian Hadinata/Imelda Wiguna(GC) dan Hastomo Arbi (TP)

Beregu (2)

Putra dan Putri

Indonesia “Christian/Ade Kalah Lagi: Indonesia Gagal Menyapu Bersih Medali Emas Bulu Tangkis” (Kompas, 29 September 1979 halaman 3)
3. Sea Games XI 1981 Individu (5)

Liem Swie King (TP), Verawaty Fajrin (TPi), Hariamanto Kartono/Rudy Heryanto (GP), Verawaty Fajrin/Ruth Damayanti (GPi), Rudy Heryanto/Imelda Gunawan (GC)

Beregu (2)

Putra dan Putri

Filipina “Liem Swie King dkk Sapu Bersih Emas” (Kompas, 15 Desember 1981 halaman 3)
4. Sea Games XII 1983 Individu (4)

Ivana Lie (TPi), Christian Hadinata/Bobby Ertanto (GP), Maria Francisca/Ruth Damayanti (GPi), Christian Hadinata/Ivana Lie (GC)

Beregu (2)

Putra dan Putri

Singapura “Gelar Paling Terhormat Lepas” (Kompas, 6 Juni 1983 halaman 3)
5. Sea Games XIII 1985 Individu (4) 

Icuk Sugiarto (TP), Elizabeth Latief (TPi), Rosiana Tendean/Imelda Wiguna (GPi), Christian Hadinata/Imelda Wiguna (GC)

Beregu (2)

Putra dan Putri

Thailand “King/Kartono Kalah, Gagal Sapu Bersih” (Kompas, 16 Desember 1985 halaman 10)
6. Sea Games XIV 1987 Individu (5)

Icuk Sugiarto (TP), Elizabeth Latief (TPi), Liem Swie King/Eddy Hartono (GP), Verawaty Fajrin/Rosiana Tendean (GPi), Eddy Hartono/Verawaty Fajrin (GC)

Beregu (2)

Putra dan Putri

Indonesia “Sapu Bersih Emas Bulu Tangkis” (Kompas, 17 September 1987 halaman 10)
7. Sea Games XV 1989 Individu (5)

Icuk Sugiarto (TP), Susi Susanti (TPi), Eddy Hartono/Gunawan (GP), Rosiana Tendean/Erma Sulistyaningsih (GPi), Eddy Hartono/Verawaty Fajrin (GC)

Beregu (2)

Putra

Malaysia “Razif/Jalani Tumbang: Indonesia Sapu Emas Perseorangan” (Kompas, 31 Agustus 1989 halaman 1)
8. Sea Games XVI 1991 Individu (5)

Ardy Wiranata (TP), Susi Susanti (TPi), Eddy Hartono/Gunawan (GP), Rosiana Tendean/Erma Sulistyaningsih (GPi), Ricky Subagja/Rosiana Tendean (GC)

Beregu (1)

Putri

Malaysia “Indonesia Hampir Pasti Menjadi Juara Umum Lagi” (Kompas, 5 Desember 1991 halaman 1)
9. Sea Games XVII 1993 Individu (4)

Joko Suprianto (TP), Sarwendah Kusumawardhani (TPi), Lili Tampi/Finarsih (GPi), Gunawan/Eliza Nathanael (GC)

Beregu (2)

Putra dan Putri

Singapura “Empat Medali Emas di Tangan” (Kompas, 19 Juni 1993 halaman 15)
10. Sea Games XVIII 1995 Individu (4)

Joko Suprianto (TP), Susi Susanti (TPi), Lili Tampi/Finarsih (GPi), Tri Kusharjanto/Minarti Timur (GC)

Beregu

Putra dan Putri

Thailand “Bulu Tangkis Mulai Tangguk Medali Emas” (Kompas, 13 Desember 1995 halaman 12)
11. Sea Games XIX 1997 Individu (5)

Hariyanto Arbi (TP), Mia Audina (TPi), Candra Wijaya/Sigit Budiarto (GP), Eliza Nathanael/Resiana Zelin (GPi), Candra Wijaya/Eliza Nathanael (GC)

Beregu (2)

Putra dan Putri

Indonesia “Haryanto Menang Mudah, Indonesia Sapu Bersih” (Kompas, 19 Oktober 1997 halaman 6)
12. Sea Games XX 1999 Individu (3)

Taufik Hidayat (TP), Cindana Hartono Kusuma (TPi), Cynthia Tuanakota/Etty Tantri (GPi) 

Beregu (2)

Putra dan Putri

Brunei Darussalam “Christian: Yang Lepas di Luar Dugaan * Sea Games XX” (Kompas, 15 Agustus 1999 halaman 13)
13. Sea Games XXI 2001 Individu (3)

Candra Wijaya/Sigit Budiarto (GP), Deyana S. Lomban/Vita Marissa (GPi), Nova Widianto/Vita Marissa (GC)

Beregu (1)

Putri

Malaysia “Bulu Tangkis Tambah Tiga Keping Emas: SEA Games XXI” (Kompas, 16 September 2001)
14. Sea Games XXII 2003 Individu (3)

Sony Dwi Kuncoro (TP), Jo Novita/Lita Nurlita (GPi)

Beregu (1)

Putra

Vietnam “Sony Raih Emas Tunggal Putra” (Kompas, 13 Desember 2003 halaman 1)
15. Sea Games XXIII 2005 Individu (4)

Sony Dwi Kuncoro (TP), Adrianti Firdasari (TPi), Markis Kido/Hendra Setiawan (GP), Nova Widianto/Lilyana Natsir (GC)

Beregu (0)

Filipina “Empat Emas dari Bulu Tangkis * Hanya Pasangan Jo Novita/Greysia Polii yang Gagal” (Kompas, 4 Desember halaman 6)
16. Sea Games XXIV 2007 Individu (5)

Taufik Hidayat (TP), Maria Kristin Yulianti (TPi), Markis Kido/Hendra Setiawan (GP), Lilyana Natsir/Vita Marissa (GPi), Flandy Limpele/Vita Marissa (GC)

Beregu (2)

Putra dan Putri

Thailand “Sapu Bersih Emas * Taufik Hidayat Fokus ke Olimpiade” (Kompas, 15 Desember 2007 halaman 28)
17. Sea Games XXV 2009 Individu (3)

Simon Santoso (TP), Markis Kido/Hendra Setiawan (GP), Nova Widianto/Lilyana Natsir (GC)

Beregu (1)

Putra

Laos “Bulu Tangkis: Indonesia Cuma Meraih Empat Emas” (Kompas, 19 Desember 2009 halaman 29)
18. Sea Games XXVI 2011 Individu (4)

Simon Santoso (TP), Mohammad Ahsan/Bona Septano (GP), Nitya Krishinda Maheswari/Anneke Feinya Agustine (GPi), Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir (GC)

Beregu (1)

Putra

Indonesia “Indonesia Gagal Sapu Bersih” (Kompas, 20 November 2011 halaman 6)
19. Sea Games XXVII 2013 Individu (3)

Bellaetrix Manuputty (TPi), Angga Pratama/Rian Agung Saputro (GP), Muhammad Rijal/Debby Susanto (GC)

Beregu

Tidak Dipertandingkan

Myanmar “Bellaetrix Siap Jika Dipercaya” (Kompas, 15 Desember 2013 halaman 7)
20. Sea Games XXVIII 2015 Individu (2)

Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi (GP), Praveen Jordan/Debby Susanto (GC)

Beregu (1)

Putra

Singapura “SEA Games Singapura: Dua Keping Emas pada Hari Terakhir”
21. Sea Games XXIX 2017 Individu (1)

Jonatan Christie (TP)

Beregu (1)

Putra

Malaysia “Bulu Tangkis: Bersiap untuk Level Lebih Tinggi dari SEA Games” (Kompas, 30 Agustus 2017 halaman 30)

Sumber: Arsip Kompas/JNU

* TP = Tunggal Putra; TPi = Tunggal Putri; GP = Ganda Putra; GPi = Ganda Putri; GC = Ganda Campuran

Tinju

KOMPAS/Riza Fathoni

Chris John dan sabuk gelar WBA.

Di arena ring tinju, Indonesia memiliki nama-nama seperti Wim Gomies, Frans von Bronchorst, Ferry Moniaga, Pino Bahari, Wongsosuseno, Ellyas Pical, Nico Thomas, Suwito Lagola, Chris John, Daud Yordan, dan Ongen Saknosiwi. Mereka berprestasi, baik di laga tinju amatir maupun profesional. Tahun 2003, Chris John menjadi juara dunia WBA melawan Oscar Leon, sedangkan Daud Yordan dan Ongen Saknosiwi dianggap sebagai petinju yang menorehkan sejarah olahraga tinju di Indonesia. Tahun 2019, Daud adalah petinju Indonesia pertama yang meraih gelar juara di tiga kelas berbeda, yakni bulu (featherweight), super bulu (super featherweight), dan kelas ringan (lightweight). Ongen adalah petinju Indonesia tercepat yang menjadi juara dunia kelas bulu IBA di bawah 10 pertarungan saat mengalahkan Marco Demencillo asal Filipina.

Daftar prestasi tinju Indonesia:

Tinju Amatir

Daftar Prestasi Petinju Indonesia di Kelas Tinju Amatir

No. Ajang Tanggal Petinju Indonesia Petinju Lawan (Asal Negara) Tempat Arsip Kompas
1. Asian Games VI 14/12/1970 Wim Gomies Arif Malik (PAK) Thailand “Apa Jang Sesungguhnya Terdjadi di Asian Games VI Bangkok? Prestasi Tjemerlang Sipetindju Bertampang ‘Mohammad Ali’” (Kompas, 31 Desember 1970 halaman 1)
2. Kejuaraan Tinju Amatir Asia ke-VI (Kelas Welter) 8/5/1973 Frans Von Bronchorst Lee Chang Woo (KOR) Thailand “Frans VB Juara Tinju Asia Kelas Welter” (Kompas, 10 Mei 1973 halaman 3)
3. Tinju Amatir Asia Kelas Batam 24/2/1980 Ferry Moniaga Hwang Chul Soon (KOR) Korea Selatan “Ferry Moniaga Juara Tinju Kelas Bantam Asia” (Kompas, 26 Februari 1980 halaman 1)
4. Asian Games XI – Kelas Menengah 3/10/1990 Pino Bahari Altangerel Bandin (MNG) China “Pino Bahari Kumandangkan Indonesia Raya di Beijing” (Kompas, 4 Oktober 1990 halaman 1)

Sumber: Arsip Kompas/JNU

Tinju Profesional

Daftar Prestasi Petinju Indonesia di Kelas Tinju Profesional

No. Ajang Tanggal Petinju Indonesia Petinju Lawan (Asal Negara) Tempat Arsip Kompas
1. Orient Boxing Federation – Kelas Welter 28/7/1975 Wongsosuseno Lee Chang Kil (KOR) Indonesia “Wongso Juara Baru OBF Klas Welter Ringan * Menang Mutlak Atas Lee Chang Kil” (Kompas, 29 Juli 1975 halaman 1)
2. Orient and Pacific Boxing Federation – Kelas Super Terbang 19/5/1984 Ellyas Pical Hee Yun Chun (KOR) Korea Selatan “Elly Pical dan Berakhirnya Sebuah Mitos” (Kompas, 23 Mei 1984 halaman 10)
3. World Boxing Federation – Kelas Terbang Mini 17/6/1989 Nico Thomas Samuth Sithnareupol (THA) Indonesia “Nico Juara Dunia” (Kompas, 18 Juni 1989 halaman 1)
4. World Boxing Federation – Kelas Welter 21/10/1995 Suwito Lagola William Magahien (PHL) Indonesia “Suwito Juara Baru WBF * Nico Toriri Gagal”(Kompas, 22 Oktober 1995 halaman 1)
5. World Boxing Federation – Kelas Welter 30/9/1996 Suwito Lagola Jaime Lerma (USA) Indonesia Suwito Juara Dunia Lagi (Kompas, 1 Oktober 1996 halaman 1)
6. World Boxing Association – Kelas Bulu 28/9/2003 Chris John Oscar Leon (COL) Indonesia “Chrisjon, Juara WBA” (Kompas, 7 November 2003 halaman 11)
7. International Boxing Organization – Kelas Bulu 5/5/2012 Daud Yordan Lorenzo Villanueva (PHL) Singapura “Tinju Pro: Daud: Persembahan buat Negara” (Kompas, 7 Mei 2012)
8. International Boxing Association dan World Boxing Association 17/11/2019 Daud Yordan Michael Mokoena (ZFL) Indonesia “Tinju: Daud Yordan dan Ongen Saknosiwi Menorehkan Sejarah” (Kompas, 18 November 2019 halaman 22)
9. International Boxing Association – Kelas Bulu 17/11/2019 Ongen Saknosiwi Marco Demencillo (FLP) Indonesia “Tinju: Daud Yordan dan Ongen Saknosiwi Menorehkan Sejarah” (Kompas, 18 November 2019 halaman 22)

Sumber: Arsip Kompas/JNU

Tenis

KOMPAS/Kartono Ryadi

Medali emas pertama Indonesia di Asian Games X Seoul, Korsel (01/10/1986) direbut oleh pasangan ganda tenis putri Yayuk Basuki (kiri) dan Suzana Anggarkusuma setelah di final menundukkan pasangan Korsel Kim Il-soon/Lee Jun-soon (kiri) 6-3,6-7 (4-7),6-4.

Prestasi petenis Indonesia juga pernah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Sebut saja, Lanny Kaligis, Lita Sugiarto, Yustedjo Tarik, Tintus Aribowo, Hadiman, Suharyadi, Atet Wiyono, Suzanna Anggarkusuma, Yayuk Basuki, Wynne Prakusya, Angelique Widjaja, Wukirasih Sawondari, Liza Andriyani, Christopher Benjamin Rungkat, dan Aldila Sutjiadimampu. Berkat pukulan bola-bola mereka, Indonesia pernah berjaya di arena Asian Games dan SEA Games.

Daftar prestasi tenis Indonesia:

Asian Games

Daftar Prestasi Atlet Tenis Indonesia di Asian Games

No. Ajang Tahun Pertandingan yang Dimenangkan* Tempat Arsip Kompas
1. Asian Games V 1966
  • TPi – Lanny Kaligis Vs Kazuko Kuromatsu (JPN) – skor: 6-2, 6-3
  • Tim Putri – Indonesia Vs Jepang – skor: 2-1
Thailand
“Medali Emas Pertama untuk Indonesia” (Kompas, 15 Desember 1966 halaman 3)
 
“Laporan dari AG V Bangkok, Lanny Kaligis Menang Gemilang & Gondol Emas” (Kompas, 21 Desember 1966 halaman 2)
2. Asian Games VII 1974
  • TPi – Lita Sugiarto Vs Pauline Pasahova (ISR) – skor: 7-6, 6-4
India “Asian Games VII: Emas untuk Lita, Perunggu untuk Lany” (Kompas, 14 September 1974 halaman 1)
3. Asian Games VIII 1978
  • GP – Yustedjo Tarik/Hadiman Vs Hsu Mei Lin/Ku Ming Hua (CHN) – skor: 6-3, 6-4
  • TP – Atet Wiyono Vs Shigeyuki Nishio (JPN) – skor: 7-6, 6-2
  • Tim Putra – Indonesia Vs Pakistan – skor: –
Thailand
“Yustedjo/Hadiman Rebut Emas” (Kompas, 19 Desember 1978 halaman 10)
 
“Atet Wiyono Rebut Emas” (Kompas, 20 Desember 1978 halaman 10)
4. Asian Games IX 1982
  • TP – Yustedjo Tarik Vs Kim Choon Ho (KOR) – skor: 6-3, 6-7, 6-3
  • Tim Putra – Indonesia Vs India – skor: 2-1
India
“Yustedjo, Tintus dan Hadiman Hasilkan Emas” (Kompas, 25 November 2020 halaman 10)
 
“Indonesia Raya untuk Kedua Kalinya Berkumandang di Stadion Tenis” * Yustedjo Tundukkan Juara Asia 1981 (Kompas, 2 Desember 1982 halaman 1)
5. Asian Games X 1986
  • GPi – Suzanna Anggarkusuma/Yayuk Basuki Vs Kim Il-soon/Lee Jung-soon (KOR) – skor: 6-3, 6-7(4-7), 6-4
Korea Selatan “Ketika Indonesia Raya Berkumandang Pertama Kali di Asian Games Seoul” (Kompas, 2 Oktober 1986 halaman 10)
6. Asian Games XI 1990
  • GPi – Suzanna Anggarkusuma/Yayuk Basuki Vs Lee Jeong-myung/Kim IL-soon (KOR) – skor: 6-2, 6-1
  • GC – Suharyadi/Yayuk Vs Kim Il Soon/Yoo Jin Sun (KOR) – skor: 6-3, 3-6, 6-3
China
“Yayuk dan Suzanna Meraih Emas Kedua” (Kompas. 5 Oktober 1990 halaman 1)
 
“Emas lagi dari Tenis” (Kompas, 6 Oktober 1990 halaman 1)
7. Asian Games XIII 1998
  • TPi – Yayuk Basuki Vs Tamarine Tanasugarn – skor: 6-4,6-2
Thailand “Yayuk Menang” (Kompas, 18 Desember 1998 halaman 13)
8. Asian Games XIV 2002
  • Tim Putri – Indonesia Vs Jepang – skor: –
Korea Selatan “Putri-putri Indonesia Pun Menari *Asian Games XIV” (Kompas, 6 Oktober 2002 halaman 6)
9. Asian Games XVIII 2018
  • GC – Christopher Benjamin Rungkat/Aldila Sutjiadimampu Vs Luksika Kumkhum/Sonchat Ratiwatana (THA) – skor: 6-4, 5-7, super tie break 10-7
Indonesia “Sosok: Christopher Benjamin Rungkat/Aldila Sutjiadi – Pasangan Muda yang Gemparkan Asia” (Kompas, 1 September 2018 halaman 16)

Sumber: Arsip Kompas/YRM

*TP = Tunggal Putra; TPi = Tunggal Putri; GP = Ganda Putra; GPi = Ganda Putri; GC = Ganda Campuran

Sea Games

Daftar Prestasi Atlet Tenis Indonesia di Sea Games

No. Ajang Tahun Pertandingan yang Dimenangkan* Tempat Arsip Kompas
1. Sea Games IX 1977
  • TP – Atet Wiyono Vs Justedjo Tarik (INA) -skor: 6-0, 6-1, 6-2
  • GP – Gondo/Atet Vs Hadiman/justedjo (INA) – skor: WO
  • TPi – Yolanda Sumarno Vs Marissa Sanchez (PHL) – skor: 6-2, 4-6, 6-2
  • GC – Gondo/Lita Vs Hadiman/Ayi – skor: 6-2, 4-6, 6-2
Malaysia “Lagi 4 Emas Indonesia dari Tenis” (Kompas, 26 November 1977 halaman 14)
2. Sea Games X 1979
  • TPi – Lita Sugiarto Vs Chaladda Chanmarong (THA) – skor: 6-2, 6-1
  • GC – Lita Sugiarto/Gondowidjojo Vs Yolanda/Hadiman (INA) – skor: 7-5, 5-7, 6-3
  • TP – Yustedjo Tarik Vs Manuel Valleramos (MYS) – skor: 1-6, 6-3, 6-1
  • GP – Gondowidjojo/Atet Wiyono Vs Yustedjo Tarik/Hadiman (INA) – skor: 6-7, 6-4, 6-1
Indonesia
“Lita Juara Tunggal Putri, Atet Wiyono Gugur di Semifinal” (Kompas, 29 September 1979 halaman 3)
 
“Yustredjo Tarik JuaraTunggal Putra” (Kompas, 30 September 1979 halaman 11)
 
“Gondo/Atet Pertahankan Gelar Juara Ganda Putra” (Kompas, 1 Oktober 1979 halaman 3)
3. Sea Games XII 1983
  • GC – Hadiman/Utaminingsih Vs Tintus/Suzanna (INA) – skor: 7-6 (10-8), 4-6, 7-5
  • Tim Putra – Indonesia Vs Malaysia – skor: 2-1
  • Tim Putri – Indonesia Vs Thailand – skor: 2-1
Singapura
“Putra-Putri Raih Emas” (Kompas, 1 Juni 1983 halaman 3)
 
“Yustedjo/Tintus Kandas” (Kompas, 5 Juni 1983 halaman 11)
4. Sea Games XIII 1985
  • TP – Tintus Arianto Wibowo Vs Panonmkorn Pladehurnil (THA) – skor: 6-3, 6-4
  • TPi – Suzanna Anggarkusuma Vs Sakolwan Kacharoen (THA) – skor: –
  • GC – Tintus Arianto Wibowo/Suzanna Anggarkusuma Vs Rod Rafael/Jennifer Soberon (PHL) – skor: 6-3, 10-8
  • Tim Putri – Indonesia Vs Filipina – skor: 3-0
  • Tim Putra – Indonesia Vs Filipina – skor: 3-0
Thailand
“Tradisi Emas Beregu Berlanjut” (Kompas, 12 Desember 1985 halaman 10)
 
“Tintus dan Susanna Persembahkan 5 Emas” (Kompas. 17 Desember 1985 halaman 10)
5. Sea Games XIV 1987
  • TP – Tintus Arianto Wibowo Vs Andres Battad (PHL) – skor: –
  • GP – Wailan/Suharyadi Vs – (THA) – skor: –
  • TPi – Yayuk Basuki Vs Suzanna Anggarkusuma (INA) – skor: –
  • GPi – Yayuk/Suzanna Vs Dyan Castillejo/Nina Castillejo (PHL) – skor: –
  • GC – Suharyadi/Agustina Vs Rod Rafael/Jennifer Saberon (PHL) – skor: –
  • Tim Putra – Indonesia Vs Filipina
  • Tim Putri – Indonesia Vs Thailand
Indonesia “Emas… Emas… dan Tujuh Emas” (Kompas, 28 September 1987 halaman 10)
6. Sea Games XV 1989
  • TPi – Yayuk Basuki Vs Suzanna Anggarkusuma (INA) – skor: 6-2, WO
  • GPi – Waya Walalangi/Lukky Tedjamukti Vs Suzanna Anggarkusuma/Yayuk Basuki (INA) – skor: 7-6, 7-4
  • GP – Tintus Arianto Wibowo/Daniel Heryanto Vs Suharyadi/Donald Wailan-Walalangi (INA) – skor: –
  • Tim Putri – Indonesia Vs Thailand – skor: 3-0
Malaysia
“Emas Pertama Tenis” (Kompas, 24 Agustus 1989 halaman 10)
 
“Tenis Raih Sukses Besar” (Kompas, 27 Agustus 1989 halaman 14)
7. Sea Games XVI 1991
  • GPi – Lukky Tedjamukti/Irawati Moerid Vs Joice Riana Sutedja/Tanya Soemarno (INA) – skor: 4-6, 6-2, 7-6 (7-3)
  • Tim Putri – Indonesia Vs Thailand – skor: 2-1
Filipina
“Indonesia Kembali Memimpin” (Kompas, 3 Desember 1991 halaman 1)
 
“Tenis Putri Berjaya” (Kompas, 30 November 1991 halaman 15)
8. Sea Games XVII 1993
  • TP – Suwandi Vs Roland So (PHL) – skor: 6-3, 7-5
  • TPi – Romana Tedjakusuma Vs Evangelina Olivarez (PHL) – skor: 6-2, 6-2
Singapura “Sistem Penghargaan Atlet Berprestasi” (Kompas, 5 Juli 1993 halaman 15)
9. Sea Games XVIII 1995
  • GPi – Yayuk Basuki/Romana Tejakusuma Vs Tamarrine Tanasugarn/Suvimol Duangchan (THA) – skor: 6-2
  • GC – Yayuk Basuki/Sulistyo Wibowo Vs Romana/Bonit (INA) – skor: 6-3, 7-5
  • Tim Putri – Indonesia Vs Filipina – skor: –
Thailand
“Yayuk, Romana Rebut Medali Emas Kedua” (Kompas, 16 Desember 1995 halaman 12)
 
“Yayuk/Sulistyo Raih Emas” (Kompas. 17 Desember 1995)
10. Sea Games XIX 1997
  • TPi – Wukirasih Sawondari Vs Tamarine Tanasugarn (THA) – skor: –
  • GPi – Liza Andriyani/Wynne Prakusya Vs Tamarine Tanasugarn/Benjamas Seangaram (THA) – skor: 2-6, 6-1, 6-4
  • GP – Bonit Wiryawan/Sulistyo Wibowo Vs Narathorn Srichaphan/Paradorn Srichaphan (THA) – skor: 6-3, 6-3
  • Tim Putra – Indonesia Vs Thailand – skor: 2-1
  • Tim Putri – Indonesia Vs Thailand – skor: –
Indonesia
“Tim Tenis Putra Indonesia Melengkapi Medali Emas” (Kompas, 15 Oktober 1997 halaman 27)
 
“Liza/Wynne Lengkapi Kejayaan Tenis” (Kompas, 18 Oktober 1997 halaman 16)
 
“Bonit/Sulistyo Lengkapi Dominasi Emas Tenis * SEA Games XIX Jakarta” (Kompas, 19 Oktober 1997 halaman 27)
11. Sea Games XX 1999
  • GPi – Wynne Prakusya/Romana Tejakusuma Vs Liza Andriyani/ Wukirasih Sawondari (INA) – skor: –
  • Tim Putri – Indonesia Vs Filipina – skor: 2-1
Brunei Darussalam
“Wynne DKK Sukses, Febi DKK Gagal” (Kompas. 11 Agustus 1999 halaman 13)
 
“Final Sesama Indonesia di Ganda Putri” (Kompas, 14 Agustus 1999 halaman 14)
12. Sea Games XXI 2001
  • TPi – Romana Tedjakusuma Vs Wynne Prakusya (INA) – skor: 7-5, 6-2
  • GC – Yayuk Basuki/Suwandi Vs Angelique Widjaja/Bonit Wiryawan (INA) – skor: –
  • Tim Putra – Indonesia Vs Thailand – skor: –
  • Tim Putri – Indonesia Vs Malaysia – skor: –
Vietnam “Peraih Emas Tenis Panen Bonus Uang *SEA Games XXII” (Kompas, 12 Desember 2002 halaman 22)
13. Sea Games XXII 2003
  • GPi – Wynne Prakusya/Maya Rosa Vs Suchanun Viratprasert/Napaporn Tongsalee (THA) – skor: 6- 4, 4-6, 6-1
  • GC – Suwandi/Wynne Prakusya Vs Hendri Susilo Pramono/Maya Rosa (INA) – skor: 7-5, 6-2
  • Tim Putra – Indonesia Vs Thailand – skor: –
Vietnam “Peraih Emas Tenis Panen Bonus Uang *SEA Games XXII” (Kompas, 12 Desember 2002 halaman 22)
14. Sea Games XXIII 2005
  • TPi – Wynne Prakusya Vs Romana Tedjakusuma (INA) – skor: 6-0, 6-3
  • GPi – Wynne Prakusya/Romana Tedjakusama Vs Ayu-Fani Damayanti/Septi Mende (INA) – skor: –
  • Tim Putri – Indonesia Vs Thailand – skor: –
Filipina “Tenis: Wynne Prakusya Rebut Emas Kedua” (Kompas, 4 Desember 2005 halaman 7)
15. Sea Games XXIV 2007
  • TP – Sandy Gumulya Vs Nudnida Luangnam (THA) – skor: 6-1, 7-6
Thailand “Emas dari Sandy di Tunggal Putri” (Kompas, 15 Desember 2007 halaman 35)
16. Sea Games XXV 2009
  • TPi – Lavinia Tananta Vs Ayu Fani Damayanti (INA) – skor: WO
Vietnam “Bulu Tangkis: Indonesia Cuma Meraih Empat Emas” (Kompas, 19 Desember 2009 halaman 29)
17. Sea Games XXVI 2011
  • TP – Christopher Rungkat Vs Danai Udomchoke (THA) – skor: 6-2, 6-2
  • TPi – Ayu Fani Damayanti Vs Noppawan Lertcheewakarn (THA) – skor: 6-4, 6-1
  • GP – Christopher Rungkat/Elbert Sie Vs Cecil Mamiit/Treat Conrad Huey (PHL) – skor: 2-6, 6-2, 10-7
  • Tim Putra – Indonesia Vs Filipina – skor: 2-1
Indonesia
“Emas Setelah Delapan Tahun * Tim Putri Indonesia Kalah Mental” (Kompas, 16 November 2011 halaman 30)
 
“Emas Putra Setelah 18 Tahun * Ayu Sandingkan Emas di Nomor Tunggal” (Kompas, 21 November 2011 halaman 30)
 
“Elbert/Christo Elegan * Medali Emas Terakhir Direbut Filipina” (Kompas, 22 November 2011 halaman 30)
18. Sea Games XXIX 2017
  • TP – Christopher Rungkat Vs Jirat Navasirisomboon (THA) – skor: 6-4, 6-4
Malaysia “Belajar dari Dilema Christo * Tambahan 9 Emas Belum Angkat Indonesia” (Kompas, 27 Agustus 2017 halaman 1)
19. Sea Games XXX 2019
  • TPi – Aldila Vs Nguyen Savanna Ly (VNM) – skor: 6-0, 7-5
  • GPi – Beatrice Gumulya/Jessy Rompies Vs Tamarine Tanasugarn/Peangtarn Plipuech (THA) – skor: –
  • GC – Aldila Sutjiadi/Christopher Rungkat Vs Tamarine Tanasugarn/Sanchai Ratiwatana (THA) – skor: –
Filipina
“Tenis: Mental Bertanding Menjadi Penentu” (Kompas, 7 Desember 2019 halaman 23)
 
“Tenis: Mental Bertanding Menjadi Penentu” (Kompas, 7 Desember 2019 halaman 23)

Sumber: Arsip Kompas/YRM

*TP = Tunggal Putra; TPi = Tunggal Putri; GP = Ganda Putra; GPi = Ganda Putri; GC = Ganda Campuran

(JNU/AAN/YRM). Riset foto: JNU

Editor: Dwi Rustiono

Ikuti Kronologi Peristiwa dari Awal hingga Akhir

Ikuti Kronologi Peristiwa dari Awal hingga Akhir

Daftarkan email Anda dan ikuti kronologi peristiwa terkini secara lengkap di Kompaspedia.

close