Kronologi | ASEAN

Peran ASEAN Mengawal Asia Tenggara

Sejak berdiri pada 8 Agustus 1967 peran ASEAN terus berkembang. Organisasi ini didorong menjadi wadah untuk meningkatkan kerja sama dalam menangani berbagai persoalan di kawasan Asia Tenggara.

KOMPAS/ALIF ICHWAN

KTT ASEAN ke-25 di Nay Pyi Taw, Myanmar, resmi dibuka (12/11/2014). Presiden Myanmar U Thein Sein sebagai tuan rumah sekaligus ketua ASEAN. Hadir dalam pertemuan seluruh pemimpin negara ASEAN. Dari kiri ke kanan: Presiden Filipina Benigno Simeon Cojuangco, PM Singapura Lee Hsien Loong,PM Thailand Prayut Chan-O-Cha, PM Vietnam Nguyen Tan Dong, Presiden Thein Sein (Myanmar), PM Najib Razak (Malaysia), Sultan Hasanah Bolkiah (Brunei Darussalam), PM Samdech Akka Moha Sena (Kamboja), Presiden Jokowi (Indonesia) dan PM Thongsing Thammavong (Laos).

 
 

1976

24 Februari 1976
Muncul Perjanjian Amity yang disahkan di Denpasar, Bali. Perjanjian tersebut mengacu pada perlunya kerja sama dengan semua negara yang cinta damai, baik di dalam maupun di luar Asia Tenggara, dalam kemajuan perdamaian dunia, stabilitas dan harmoni.

1992

28 Januari 1992
ASEAN berupaya membangun pertumbuhan ekonomi kawasan dengan mempercepat liberalisasi perdagangan dan investasi intra-ASEAN dengan tujuan menciptakan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (AFTA) menggunakan Skema Tarif Preferensial Efektif Bersama (CEPT).

1995

14-15 Desember 1995
ASEAN mendeklarasikan upaya resolusi damai dari sengketa Laut China Selatan dengan ketentuan TAC (Treaty of Amity and Cooperation). Deklarasi ASEAN ini masuk ke dalam hukum internasional termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut. Selain itu, ASEAN menegaskan kembali komitmennya terhadap Zona Perdamaian, Kebebasan dan Netralitas (ZOPFAN), seperti dalam “Program Aksi ZOPFAN” tahun 1993.

1998

15-16 Desember 1998
Pemimpin ASEAN mengumumkan realisasi AFTA. Untuk mempercepat realisasi, disepakati Skema CEPT mencapai minimum 90% dari total garis tarif pada tahun 2000.

1999

28 November 1999
Para pemimpin ASEAN memberikan dukungan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Republik Indonesia. Mereka menyatakan dukungan atas upaya Presiden Abdurrahman Wahid menyelesaikan secara damai konflik di Aceh.

2000

25 November 2000
Peluncuran Initiative for ASEAN Integration (IAI) yang bertujuan mempersempit kesenjangan dan meningkatkan daya saing ASEAN sebagai suatu wilayah. IAI berfokus pada pendidikan, pengembangan keterampilan dan pelatihan pekerja.

2001

6 November 2001
Secara terpisah ASEAN menjalin kerja sama dengan 3 negara, yakni China, Jepang, dan Korea. Salah satu kerja sama terkait Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-China.

2002

3 November 2002
Deklarasi bersama ASEAN dan China tentang kerja sama di bidang masalah keamanan nontradisional untuk menyetujui Perjanjian Amity dan kolaborasi yang mendorong aksesi awal ke Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANFWZ).

4 November 2002
Perjanjian Pariwisata ASEAN terkait arus bebas layanan pariwisata sebagai tujuan wisata tunggal dengan cara memfasilitasi perjalanan intra-ASEAN.

2004

29 November 2004
ASEAN berfokus mencegah dan memberantas perdagangan orang, khususnya perempuan dan anak-anak dengan cara melindungi dari penipuan integritas paspor, dokumen perjalanan resmi, identitas dan dokumen perjalanan resmi lainnya.

Presiden Megawati Soekarnoputri dan Taufik Kiemas berfoto bersama para Menlu ASEAN pada pembukaan Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN yang dibuka oleh Presiden Megawati Soekarnoputri di Istana Negara (30/6/2004). (KOMPAS/JULIAN SIHOMBING)

2007

13 Januari 2007
Negara-negara anggota ASEAN sepakat melindungi dan mempromosikan hak-hak pekerja migran, termasuk yang terperangkap dalam situasi konflik atau krisis di luar ASEAN.

2009

1 Maret 2009
Terbentuknya kawasan perdagangan bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru

23-25 Oktober 2009
Deklarasi Cha-am Hua Hin tentang Peresmian Komisi HAM antarpemerintah ASEAN dan Penguatan Kerja Sama Pendidikan untuk mencapai Komunitas ASEAN.

2012

3-4 April 2012
Deklarasi Agenda Phnom Penh soal Pengembangan Komunitas ASEAN untuk memperkuat mekanisme yang menjamin stabilitas keuangan di wilayah Asia Tenggara.

8 November 2012
Deklarasi HAM ASEAN yang mengadopsi instrumen HAM untuk memantau praktik HAM, perlindungan HAM, serta memajukan penegakan HAM di ASEAN.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sesaat sebelum Asean Plus Three Commemorative Summit dimulai di Phnom Penh, Kamboja (19/11/2012). Pertemuan antara ASEAN dan tiga negara mitra, yakni Korea, Jepang, dan China tersebut, merupakan rangkaian dari Konferensi Tingkat Tinggi Asean ke-21 di Phnom Penh 15-20 November 2012. Dalam kesempatan itu, presiden didampingi Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Hatta Rajasa, dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. (KOMPAS/LAKSANA AGUNG SAPUTRA)

2013

24-25 April 2013
ASEAN meminta China memulai pembahasan pakta nonagresi berbentuk Kode Tata Berperilaku (COC), yang bertujuan menghindari benturan antarpihak bersengketa di lapangan.

2014

11-13 November 2014
Pembahasan isu Laut China Selatan mendorong munculnya deklarasi tata berperilaku (DOC) dan mempercepat penyusunan kode tata berperilaku. Deklarasi tersebut tertuju pada negara- negara yang bersengketa, antara lain China, Vietnam, dan Filipina.

2015

27 April 2015
Para pemimpin ASEAN memperingatkan Beijing terkait proyek besar-besaran China yang melakukan reklamasi, perluasan pulau, dan pembangunan landasan pesawat di pulau karang di perairan sengketa Laut China Selatan. Upaya China berisiko merusak perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan itu.

22 November 2015
Pemimpin negara ASEAN mendeklarasikan berdirinya Masyarakat ASEAN 2015. Deklarasi ditandai penandatanganan Deklarasi Kuala Lumpur 2015 tentang Berdirinya Masyarakat ASEAN dan Deklarasi Kuala Lumpur untuk ASEAN 2025: Maju Bersama-sama. Cetak biru Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 meliputi empat aspek, yakni pasar tunggal dan basis produksi tunggal, kawasan ekonomi yang berdaya saing, pembangunan ekonomi yang merata, dan integrasi ke dalam ekonomi global.

2016

6-8 September 2016
Prinsip-prinsip yang dikenal dengan ”The ASEAN Way” atau cara ASEAN berhasil meredam ketegangan Laut China Selatan dalam KTT ASEAN di Vientiane, Laos. Prinsip ini menekankan pentingnya kedaulatan nasional, komitmen untuk tidak mencampuri urusan negara lain, dan konsensus di seluruh pertemuan-pertemuan ASEAN. 

2017

13 November 2017
ASEAN menandatangani perjanjian kerja sama perdagangan bebas ASEAN-Hong Kong, China Free Trade Agreement dan ASEAN-Hong Kong, China Investment Agreement. Dua kesepakatan itu bagian dari upaya mendorong kerja sama eksternal ASEAN.

Presiden Joko widodo (baju batik), Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi (ketujuh kiri), Sekretaris Jendral ASEAN Le Luong Minh (keenam kiri) serta perwakilan negara anggota ASEAN berfoto bersama dalam acara Peringatan Hari Jadi ASEAN Ke-50 di Kantor sekretariat ASEAN, Jakarta (11/8/2018). Dalam acara itu Presiden ingin ASEAN tetap menjaga kesatuan dan sentralitas. (KOMPAS/WISNU WIDIANTORO)

2018

13 November 2018
ASEAN dan China menyepakati dokumen tunggal untuk negosiasi penyusunan kode tata perilaku di Laut China Selatan. Kesepakatan itu dilakukan agar mempermudah proses negosiasi lanjutan tentang kode tata perilaku di perairan yang diklaim China dan sejumlah negara ASEAN.

15 November 2018
Para pemimpin ASEAN mendukung proses pemulangan kembali warga etnis Rohingya dari pengungsian mereka di Bangladesh kembali ke Myanmar (repatriasi).

2020

14 April 2020
Dalam pertemuan virtual, para pemimpin ASEAN merilis 7 keputusan utama dalam memerangi pandemi Covid-19. Isi keputusan tersebut antara lain saling tukar informasi, pengembangan penelitian, dan pengembangan epidemiologi. Keputusan tersebut memastikan tersambungnya rantai pasokan agar perdagangan di kawasan terus berjalan, dan realokasi trust fund ASEAN.

Referensi

Arsip Kompas
  • Masyarakat Ekonomi ASEAN Hampir Final, 19 November 2012, Hal. 19.
  • ASEAN Dorong Pertumbuhan, 19 November 2012, Hal.10.
  • Optimistis Pencapaian Target Komunitas 2015, 26 April 2013, Hal. 08.
  • Myanmar Pimpin ASEAN * Sultan Brunei: Banyak Kemajuan Penting Menuju Komunitas ASEAN, 11 Oktober 2013, Hal. 10.
  • Langkah Berat 2015, 10 Oktober 2013, Hal. 10.
  • Isu Sengketa Dominasi KTT *Vietnam Sambut Baik Inisiatif Indonesia untuk Menjadi Penghubung, 2 Mei 2014, Hal. 09.
  • Menlu ASEAN Sepakat *KTT 2014 Penting untuk Implementasikan Tiga Pilar ASEAN, 11 Mei 2014.
  • Dunia Tertarik Poros Maritim *Jepang Ingin Ikut Bangun Infrastruktur, 14 November 2014, Hal. 08
  • Semua Pihak Menahan Diri * Isu Laut Tiongkok Selatan Jadi Fokus Negara Asia Tenggara, 13 November 2014, Hal. 09.
  • ASEAN Peringatkan Tiongkok, 27 April 2015, KOMPAS WEB.
  • Damai di Laut Tiongkok Selatan * Indonesia Ajukan Prakarsa Perluasan Kerja Sama Maritim, 23 November 2015, Hal. 10.
  • Masyarakat ASEAN 2015 Dideklarasikan, 23 November 2015. Hal. 01.
  • ”Cara ASEAN” Menyelamatkan Naga, 11 September 2016. Hal. 04.
  • Asean-China Bahas COC * Amerika Serikat dan Filipina Kembali Menjalin Hubungan Hangat, 14 November 2017. Hal. 10.
  • Stabilitas Keamanan Jadi Isu Utama, 14 November 2017. Hal. 01, 15.
  • ASEAN Khawatirkan Ketegangan di Korea, 29 April 2017, Hal. 01, 15.
  • Perang Dagang Bikin Cemas, 29 April 2018, Hal. 01, 15.
  • ASEAN Minta Myanmar Patuh, 16 November 2018, Hal. 08.
  • China Targetkan Tiga Tahun, 14 November 2018, Hal. 05.
  • Inisiatif RI Jadi Panduan, 24 Juni 2019, Hal. 05.
  • ASEAN Kebut Negosiasi RCEP, 22 Juni 2019, Hal. 04.
  • Asia Menentukan Nasibnya, 06 November 2019, Hal. 05.
  • 15 Negara Sepakati RCEP, 05 November 2019, Hal. 11.
  • Para Pemimpin Terus Upayakan Stabilitas, 04 November 2019, Hal. 01, 11.
Ikuti Kronologi Peristiwa dari Awal hingga Akhir

Ikuti Kronologi Peristiwa dari Awal hingga Akhir

Daftarkan email Anda dan ikuti kronologi peristiwa terkini secara lengkap di Kompaspedia.

close