Foto

Proyek Senen Blok III : Bang Ali Ingin seperti di Mexico City

Bang Ali ingin agar di lingkungan Blok III Pasar Senen juga dibangun tempat-tempat khusus untuk nongkrong, seperti kafe dengan kolam air mancur.

KOMPAS/Kartono Ryadi

Gubernur DKI Ali Sadikin didampingi Wali Kota Jakarta Pusat Eddy Djadjang Djajaatmadja pada acara peresmian pembangunan Proyek Senen Blok III.

Pada era Gubernur Ali Sadikin beberapa pasar di Jakarta diremajakan menjadi lebih modern, termasuk Pasar Senen yang keberadaannya sudah ada sejak zaman kolonial, sekitar tahun 1735.

Jumat pagi, 16 Juni 1972 Bang Ali meresmikan dimulainya pembangunan Blok III Pasar Senen. Sebuah proyek peremajaan untuk lebih memperluas pasar tersebut. Sebagai informasi  Blok I dan II dibangun tahun 1965 dan 1969.

Ditandai dengan peletakan batu pertama dan menanam kepala kerbau, pembangunan Blok III dimaksudkan untuk menampung pedagang-pedagang Senen lama, Kramat Bundar, Medan Kramat dan Pasar Poncol.

Dalam kesempatan itu, Bang Ali menyerukan kepada para pedagang agar mulai menyimpan uang untuk mendapatkan tempat di Blok yang akan dibangun.  Meskipun pemerintah daerah akan selalu menolong pedagang-pedagang kecil tetapi Ali Sadikin tegas-tegas memperingatkan pedagang lemah juga jangan bersikap mau enaknya saja.

Dalam kesempatan itu, gubernur juga meminta agar lingkungan Blok III Proyek Senen bisa seperti yang pernah dilihatnya di Mexico City, yaitu menyediakan tempat-tempat khusus untuk nongkrong, tempat bersantai yang nyaman sambil makan dan minum dengan pemandangan kolam air mancur

Bangunan berlantai tiga ini memiliki pelataran parkir mobil di atapnya, dengan jalan melingkar untuk naik ke atas. Pelataran seluas 8250 meter persegi itu bisa menampung 300 sampai 400 mobil. Meskipun belum menyerupai car park di Singapura dan kota-kota besar lainnya di dunia, pelataran parkir di Blok III Proyek Senen merupakan yang pertama di Indonesia.

Dalam waktu yang bersamaan, Bang Ali juga meresmikan Lonceng Jali atau menara jam (tower clock) di depan Proyek Senen. Penunjuk waktu yang dahulu setiap jam mengumandangkan lagu Jali-Jali ini adalah sumbangan dari Bank Dagang Negara dan Pabrik Enicar.

KOMPAS/Kartono Ryadi

Gubernur DKI Ali Sadikin menyimak dengan serius penjelasan yang diberikan oleh pengusaha Ciputra tentang rencana pembangunan Blok III Proyek Senen.

KOMPAS/Kartono Ryadi

Bang Ali Sadikin saat menanam kepala kerbau ketika acara peletakan batu pertama pembangunan Blok III Proyek Senen. 

KOMPAS/Kartono Ryadi

Gedung Blok III Proyek Pasar Senen ketika baru selesai dibangun (3/2/1974). Blok ini mempunyai pelataran parkir mobil di atas atap bangunannya yang berlantai tiga. Walaupun belum menyerupai Car Park di Singapura atau kota besar lainnya di dunia, pelataran parkir ini merupakan yang pertama di Indonesia,

KOMPAS/Chris Kelana

Meskipun belum diresmikan pemakaiannya Blok III Proyek Senen sudah ramai dihuni penjual ataupun pembeli (29/1/1974). Blok ini pada mulanya direncanakan diresmikan tanggal 21 Januari, tetapi karena adanya kerusuhan diundur sampai waktu yang tidak ditentukan.

Muhammad Husein Yordan

Pasar Senen Blok III saat ini (15/6/2022).

Nasib Lonceng Jali di Pasar Senen

KOMPAS/Kartono Ryadi

Menara jam di depan Proyek Pasar Senen saat diresmikan oleh Gubernur Ali Sadikin (16/6/1972.) Pada awalnya penunjuk waktu tersebut setiap jam  selalu mengumandangkan lagu “Jali-jali”. Sebuah lagu Betawi asli.

KOMPAS/Riza Fathoni

Kondisi Lonceng Jali tahun  pada Oktober 2006. Entah siapa yang menutup kertas sehingga jarumnya tak tampak. Mungkin ada warga yang kesal melihat jam itu tak berfungsi semestinya.

Muhammad Husein Yordan

Keberadaan Lonceng Jali saat ini. Fungsinya untuk mempercantik kota sudah tak tampak lagi. (15/6/2022).

Referensi

KOMPAS, 17 Juni 1972 hal 2. April Tahun 1973 Pasar Tanah Abang Mulai Diremajakan

KOMPAS, 17 Juni 1972 hal 1. Lontjeng Djali

KOMPAS, 4 Februari 1974 hal 1. Yang Pertama di Indonesia

KOMPAS, 30 Januari 1974 hal 2. Blok III Proyek Senen Sudah Ramai

Foto lainnya dapat diakses melalui https://www.kompasdata.id/
Klik foto untuk melihat sumber.

error: Content is protected !!