Foto

Pendidikan Santri Menjawab Tantangan Zaman

Guna menjawab tantangan zaman berbagai pendidikan dan keterampilan diberikan kepada para santri dan santriwati di berbagai pesantren.

KOMPAS/Agus Susanto

Para santri mengikuti pelatihan jurnalistik Kompas-IPNU di Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah Babakan, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah,(5/9/2017).

Peran santri dalam perjuangan dan mengisi kemerdekaan tidak diragukan lagi. Bahkan Presiden Joko Widodo tahun 2015 menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Tanggal tersebut mengacu pada peristiwa yang terjadi tahun 1945. Ketika itu, Hasyim Asy’ari yang menjabat sebagai Rais Akbar PBNU menetapkan Resolusi Jihad melawan pasukan kolonial di Surabaya. Setelah kemerdekaan pun banyak terlahir tokoh-tokoh besar yang berasal dari kaum pelajar sarungan ini.

Berbicara soal santri, pasti melekat dengan dunia pesantren. Pada masa lalu pesantren sangat sederhana. Fasilitas pendidikan jauh dari memadai. Sering kali, pesantren tidak memiliki ruang kelas khusus. Mereka belajar di masjid, mushola bahkan di rumah sang guru. Selain belajar agama, para santri juga dilatih untuk mandiri dengan disiplin ketat.

Saat ini, ketika modernitas menggebu dengan teknologi informasi yang kian canggih, pesantren dituntut menjadi lebih fleksibel dan responsif terhadap perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan. Berbagai pengetahuan dan keterampilan di luar agama kini banyak diajarkan kepada para santri dan santriwati di pesantren. Hal tersebut bertujuan agar santri tidak hanya menjadi pribadi yang agamis dan nasionalis tetapi juga agar dapat menjawab tantangan zaman ke depan.

KOMPAS/Bahana Patria Gupta

Alin dari Lembaga Kewirausahaan IPNU Trenggalek, Jawa Timur, membuat hiasan kayu saat berlangsung Pameran One Pesantren One Product (OPOP) di JX International, Surabaya, 29 November 2019. Kegiatan ini memamerkan sekitar 150 produk usaha santri pondok pesantren, koperasi pesantren, dan alumni pesantren.

KOMPAS/Angger Putranto 

Kakak beradik kembar Mohammad Zakaria Ishaq (kanan) dan Mohammad Yahya Muzaki lulusan pesantren yang kini menebar virus agar para santri mau terjun ke dunia wirausaha. Keduanya merintis Santri Desain Community yang rutin menggelar pelatihan bertajuk madrasah desain hingga sejumlah pesantren dan peserta pelatihan memiliki usaha percetakan. 

KOMPAS/Nawa Tunggal

Pameran Kartun Santri Nusantara di Galeri Nasional, Jakarta, 24-30 November 2015. Pengunjung pameran, Ayesha Nuramalia (19) dan Lulu Maknuni (19), berpose dengan latar salah satu karya yang dipamerkan.

KOMPAS/Agus Susanto

Aktivitas santri mengikuti pelatihan jurnalistik Kompas – IPNU di Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah Babakan, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa (5/9/2017). Ponpes yang didirikan tahun 1916 oleh KH Mufti bin Salim bin Abdur Rahman ini kini mempunyai sekitar 2000 santri.

KOMPAS/Lasti Kurnia

Para santriwati seusai pelajaran di kelas di Pondok Pesantren Darunnajah, Ulujami, Jakarta, Kamis (19/7/2018).  

KOMPAS/Ilham Khoiri

Para santriwati madrasah tsanawiyah tengah belajar di Laboratorium Biologi, Pondok Pesantren Darunnajah di Kelurahan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, (18/10/2016).

KOMPAS/Siwi Nurbiajanti

Tejo Asmoro (48), pawang dan pembudidaya lebah di Kelurahan Sumur Panggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah, mengajari para santri dari Pondok Pesantren Al Munawaroh, Kecamatan Margadana, mengenai tata cara budidaya lebah, Rabu (21/10/2015). Kegiatan ini dilakukan di Rumah Lebah, yaitu tempat budidaya lebah milik Tejo.

KOMPAS/Dwi Bayu Radius 

Koordinator Majelis Pembimbing Santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Nurul Huda Maarif (keempat dari kiri), berdiskusi mengenai toleransi bersama beberapa santri di Kabupaten Lebak, Banten, Senin (20/6/2016). Kerukunan beragama menjadi ajaran penting di pondok pesantren yang terletak di Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Lebak, itu. Santri terbiasa berdialog dengan pemeluk agama lain.

KOMPAS/Bahana Patria Gupta

Pendekar dari perguruan silat Pagar Nusa memperlihatkan keahlian dalam pencak silat pada Upacara Peringatan Hari Santri Nasional di Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (22/10/2019). Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri merujuk pada peristiwa bersejarah, yakni seruan yang dibacakan Pahlawan Nasional KH Hasyim Asyari pada 22 Oktober 1945. Seruan itu berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah RI pasca-proklamasi kemerdekaan.

KOMPAS/Susi Ivvaty

Para santri dan siswa madrasah di Sarang, Rembang, menghibur para ulama dan tamu-tamu yang hadir dalam acara Silaturahim Ulama Nusantara yang digelar PBNU di Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah, Kamis (16/3/2017).

Foto lainnya dapat diakses melalui http://www.kompasdata.id/
Klik foto untuk melihat sumber.

error: Content is protected !!