Foto

Dahulu dan Sekarang: Cerita Blok M yang Makin Redup

Pada masa jayanya kawasan perbelanjaan Blok M merupakan tempat yang ramai. Sejak akhir 1990, lambat laun kawasan yang pernah menjadi tongkrongan kawula muda di selatan Jakarta itu sepi dan tak gemerlap lagi.

Kompas/Johnny TG 

Aldiron Plaza di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pusat perbelanjaan yang tergolong mewah pada masanya itu pernah ramai pengunjung dan menjadi ikon kawasan tersebut. Foto di atas Aldiron Plaza tahun 2000, yang suasananya sudah tampak mulai sepi.

Eristo Subyandono

Di Lokasi bekas berdirinya Aldiron Plaza kini berdiri Blok M Square, (11/12/2022). Pusat Perbelanjaan yang lebih besar dan diharapkan mampu menarik pengunjung itu pun sepi.

Tahun 1980 sampai 1990-an Blok M merupakan kawasan terpadu yang  bergairah. Ramainya penumpang yang naik turun di sekitar terminal bus, yang lokasinya berdekatan dengan  pertokoan dan pusat perbelanjaan Blok M, membuat kawasan itu selalu ramai sejak pagi hingga tengah malam. Belum lagi keberadaan taman kota dengan kolam bundar dan air mancur yang mengucur deras, menjadikan Blok M sebagai tempat alternatif  yang strategis  bagi warga  yang ingin melepas penat.

Ketika sore hari kawasan Blok M semakin ramai dengan pekerja dan pelajar dari berbagai penjuru yang turun dan berganti bus di sana. Banyak dari mereka yang belanja, mengisi perut atau sekedar keliling cuci mata sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.

Keramaian di Blok M sebenarnya sudah dimulai awal dekade 70-an dan makin terasa sejak dibangunnya Aldiron Plaza pada tahun 1977, Pasaraya tahun 1981  dan Melawai Plaza tahun 1982. Pusat perbelanjaan yang tergolong mewah ukuran waktu itu menjadi magnet bagi kalangan menegah atas. Restoran-restoran cepat saji dan kafe pun bermunculan di sekitar pusat perbelanjaan tersebut.

Dalam perkembangannya, Jalan Melawai Raya yang masih berada di kawasan Blok M kemudian menjadi lokasi tongkrongan anak-anak muda. Tidak sekedar belanja atau makan di restoran-restoran yang ada di sana. Melawai juga menjadi tempat pergaulan. Mereka tampil dengan busana-busana trendi yang menjadi mode waktu itu. Setiap minggu sore, Jalan Melawai menjadi lintasan mobil para muda-mudi yang ngeceng dengan mobil-mobil kinclong.

***

Sejak akhir 1990 wajah Blok M mulai berubah. Menjamurnya pedagang kaki lima yang tak terkendali, munculnya pusat-pusat perbelajaan baru yang lebih modern di sekitar selatan Jakarta, dan penggunaan transportasi alternatif diduga menjadi penyebab kawasan Blok M lambat laun menjadi redup.

Terminal bus yang dahulu selalu ramai sekarang sepi. Hanya bus Transjakarta  dan beberapa angkot saja yang masuk ke sana. Tidak ada lagi penumpang yang tergesa-gesa atau berebut masuk pintu bus.

Aldiron yang dahulu menjadi ikon Blok M pun sudah tidak ada lagi bentuknya. Hanya prasasti berupa cetakan telapak kaki Gubernur DKI Ali Sadikin saat peresmian pusat perbelanjaan tersebut yang masih ada. Itu pun letaknya sudah dipindah. Di samping berdirinya Aldiron Plaza, berdiri juga Blok M Square, pusat perbelanjaan ini kelihatannya juga hidup segan mati tak mau.

Taman Martha Tiahahu yang dikenal dengan air mancurnya yang deras, di mana tempat orang bersantai menikmati sore, kini pun kondisinya memprihatinkan. Sekelilingnya dipagari dengan seng. Entah karena sepi atau karena akan direnovasi.

Demikian pula dengan Jalan Melawai Raya yang dahulu populer dengan lintas melawai. Kini tak ubahnya seperti jalan lintas biasa. Toko-toko dan restoran di pinggir jalan yang kala itu selalu ramai dan menjadi arena ngeceng anak-anak muda, kini sebagian sudah berubah fungsi dan sebagian lagi tutup.

KOMPAS/Julian Sihombing

Deretan bus Metromini menunggu penumpang di terminal bus Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tahun 1988

Muhammad Rofiq

Terminal bus Blok M kini Sepi (11/12/2021). Hampir tidak ada lagi bus yang melewati  jalur di tempat mengangkut dan menurunkan penumpang.

KOMPAS/Hasanuddin Assegaff

Suasana Terminal Blok M di Jakarta Selatan, (5/10/1992) meskipun sudah direnovasi agar lebih teratur, tetapi masih banyak bus kota yang menaik-turunkan penumpang di pelataran belakang dan depan terminal, bukan di trotoar penurunan dan pengangkutan penumpang yang tersedia di dalam terminal.

Muhammad Rofiq

Suasana terminal bus Blok M yang dahulu ramai kini lengang . Hanya bus Transjakrta dan beberapa angkot saja yang masuk terminal tersebut. Foto diambil pada akhir Desember 2021.

KOMPAS/Kartono Ryadi

Suasana Taman Christina Martha Tiahahu pada tahun 1973. Taman dengan air mancur yang mengucur deras, sumbangan Pertamina itu lokasinya berdekatan dengan Terminal bus Blok M.

Muhammad Rofiq

Taman Christina Martha Tiahahu di kawasan Blok M kini kondisinya memprihatinkan, dan sekelilingnya sudah ditutupi dengan pagar seng.

KOMPAS/Dudy Sudibyo

Jalan Panglima Polim tahun 1977. Jalan tersebut merupakan jalur bus yang masuk ke terminal Blok M dari arah CSW. Sisi kanan adalah Taman Christina Martha Tiahahu. Di kejauahan tampak gedung Kejaksaan Agung RI.

Muhammad Rofiq

Beton jalur MRT sekarang membentang di atas jalan Panglima Polim, Blok M. Jakarta Selatan.

KOMPAS/JB Suratno

Suasana kawasan Jalan Melawai Raya, Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta, akhir Maret 1976.

Muhammad Rofiq

Suasana Jalan Melawai Raya, Kebayoran Baru sekarang ini.

KOMPAS/Julian Sihombing

Pada tahun tahun 1980-an, sebagai pusat perdagangan teramai di Jakarta Selatan, pertokoan Blok M hampir tidak menyisakan tempat lagi. Semua sudut dan emperan toko nyaris penuh barang dagangan kaki lima. Pedagang topi yang kehabisan tempat, terpaksa menggelar jualannya di atas kap sedan yang di parkir.

Muhammad Rofiq

Suasana pertokoan kawasan Blok M sekarang sepi. Toko-toko yang dulu berada di sekitar situ sekarang sudah berganti usaha bahkan sebagian sudah tutup.

Foto lainnya dapat diakses melalui /https://www.kompasdata.id/
Klik foto untuk melihat sumber.