Tokoh

Wali Kota Depok Mohammad Idris

Mohammad Idris adalah sosok berlatar belakang dosen yang menjabat Wali Kota Depok dua periode. Sebelumnya, sosok yang dekat dengan Partai Keadilan Sejahtera ini menjabat Wakil Wali Kota Depok dan pernah mengajar di sejumlah kampus.

PEMKOT DEPOK

Fakta Singkat

Nama Lengkap
Mohammad Idris

Lahir
Jakarta, 25 Juli 1961

Almamater
Universitas Imam Muhammad Ibnu Daud Gassim, Arab Saudi

Jabatan Terkini
Wali Kota Depok 2021–2024

Mohammad Idris resmi dilantik sebagai Wali Kota Depok periode 2021-2024 pada 26 Februari 2021 oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Gedung Merdeka, Bandung. Ia dilantik bersama empat kepala daerah terpilih lain di Jawa Barat, yakni dari Kabupaten Karawang, Pangandaran, Sukabumi, dan Indramayu.

Setelah pelantikan, Idris bakal mewujudkan visinya yakni “Depok yang Maju, Berbudaya, dan Sejahtera”. Visi itu akan diwujudkannya dalam lima misi. Pertama, meningkatkan pembangunan infrastruktur berbasis teknologi dan berwawasan lingkungan. Kedua, meningkatkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang modern dan partisipatif. Ketiga, mewujudkan masyarakat yang religius dan berbudaya berbasis kebhinekaan dan ketahanan keluarga. Keempat, mewujudkan masyarakat yang sejahtera mandiri dan berdaya saing. Kelima, mewujudkan kota yang sehat aman, tertib, dan nyaman.

Selain itu, Mohammad Idris bakal mewujudkan janji-janjinya selama kampanye pilkada yakni memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD),  membuat sistem pengaduan digital, pembangunan infrastruktur,  dan Kartu Depok Sejahtera.

Putra Beji

Pria yang lahir di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta pada 25 Juli 1961 ini merupakan anak dari dari pasangan Abdul Shomad asal Beji dan Yumani binti Sholeh asal Cilodong, Depok. Sang ayah berprofesi sebagai pedagang dan ibunya sebagai ibu rumah tangga. Mohammad Idris bersama delapan saudara kandungnya lahir dan besar di Jakarta dalam lingkungan keluarga religius. Sementara sang kakek dari ayah merupakan ulama terkenal di Beji, yaitu KH. Hasbi dan Nyai Siqot.

Idris menamatkan pendidikan dasarnya di SD Matraman Wadas, Jakarta pada tahun 1974. Ia lantas dikirim orang tuanya ke Pondok Pesantren Modern di Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Ia menyelesaikan pendidikan setara SMP di pondok pesantren itu tahun 1977, kemudian melanjutkan pendidikan menengahnya di pondok pesantren tersebut dan lulus tahun 1980.

Setahun kemudian, ia mendapat beasiswa untuk belajar di Arab Saudi. Ia mengambil pendidikan S1 di Ushuluddin Dakwah, Universitas Imam Muhammad Ibnu Daud Gassimdi Arab Saudi dan lulus tahun 1986. Ia kemudian melanjutkan pendidikan masternya di kampus yang sama. Ia mengambil jurusan Dakwah Komunikasi dan menyandang gelar master pada 1990.

Tak berapa lama kemudian, ia melanjutkan pendidikan doktornya di Fakultas Syari’ah jurusan Tsaqofah Islamiyyah Universitas Imam Muhammad Ibnu Daud Gassim di Riyadh, Arab Saudi. Setelah menyandang gelar doktor dari kampus tersebut pada 1997, ia pun pulang ke Indonesia dan mengajar di sejumlah kampus di Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Karier

Setelah menyandang gelar doktor Tsaqofah Islamiyyah dari Universitas Imam Muhammad Ibnu Daud Gassim di Riyadh, Arab Saudi, Idris kembali ke Indonesia dan aktif di Lembaga Pelayanan Pesantren dan Studi Islam (LP2SI) Al Haramain di Jakarta sejak 1997.

Selain itu, ia juga menjadi dosen dan mengajar di sejumlah kampus, antara lain, di Universitas Indonesia, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Islam Nasional Syarif Hidayatullah, dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) At Taqwa Bekasi.

Sejumlah mata kuliah yang  Idris pegang saat menjadi dosen, antara lain, Ilmu Dakwah dan Komunikasi di UIN Syarif Hidayatullah, Pemikiran Peradaban Islam di Universitas Muhamadiyah Surakarta, Pengantar Hukum dan Ilmu Syariah, serta Etika Bisnis Syariah di Universitas Indonesia.

Selain mengajar, Idris juga menjadi konsultan syariah di Sharia Consulting Jakarta dari 2005 hingga 2010. Setelah itu, ia terjun ke politik praktis dengan menjadi calon wakil wali kota mendampingi petahana Nur Mahmudi Ismail yang maju kembali dalam Pilkada Kota Depok 2010.

Dalam pemilihan yang digelar pada 16 Oktober 2010, pasangan Nur Mahmudi-Mohammad Idris memenangi pilkada dengan meraih suara 61,87 persen, mengalahkan tiga pasangan lainnya. Tiga pasangan itu, yakni Badrul Kamal-Agus Supriyanto dengan perolehan suara 26,31 persen, Yuyun Wirasaputra-Pradi Supriatna dengan perolehan suara 22,41 persen, dan Gagah Sunu Sumantri-Derry Drajat dengan perolehan suara 9,75 persen.

Lima tahun kemudian, Idris sebagai petahana wakil wali kota mencalonkan diri sebagai wali kota dalam pilkada Depok 2016. Ia maju sebagai wali kota karena Nur Mahmudi tidak bisa mencalon kembali karena sudah dua periode memimpin kota tersebut.

Dalam pemilihan yang dilaksanakan 9 Desember 2015 atau Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok secara langsung, Mohammad Idris yang mengandeng Pradi Supriyatna memenangi pilkada dengan meraiah 411.367 suara atau 61,9 persen, mengungguli pasangan Dimas Oki Nugroho-Babay Suheimi yang diusung PDIP, Golkar, PKB, dan Nasdem yang meraih 252.885 suara atau 38.1 persen.

KPU Kota Depok kemudian secara resmi menetapkan pasangan Mohammad Idris-Pradi Supriatna sebagai pemenang Pilkada Depok 2015 dan menjadi Wali dan Wakil Wali Kota Depok terpilih periode 2016–2021 pada 22 Desember 2015. Pasangan itu kemudian dilantik Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan Gedung Merdeka, di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, pada 17 Februari 2016.

Berselang lima tahun kemudian, Idris kembali mencalonkan diri sebagai wali kota dalam Pilkada Kota Depok 2020. Dalam pilkada yang digelar pada 9 Desember 2020, Idris yang menggadeng Imam Budi Hartono sebagai wakilnya diusung PKS, Demokrat, dan PPP. Pasangan itu bersaing dengan pasangan Pradi Supriatna-Afifah Alia yang diusung Gerindra, PDI-P, PKB, PAN, Golkar, dan PSI.

Idris-Imam berhasil meraih suara terbanyak dengan meraup 415.657 atau 55,54 persen suara, Sementara Pradi-Alifah meriah 332.689 atau sekitar 44,46 persen suara.  Idris dan pasangannya kemudian ditetapkan KPU Depok sebagai pemenang pilkada.

Pasangan itu dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok periode 2021–2024 oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat pada 26 Februari 2021. Ia dilantik bersama empat kepala daerah terpilih lain di Jawa Barat, yakni dari Kabupaten Karawang, Pangandaran, Sukabumi, dan Indramayu.

Perjalanan karier Idris hingga menjabat wali kota Depok dua periode tak bisa lepas dari pengalaman organisasi sejak masih muda. Saat di pondok pesantren modern Gontor, Idris sudah aktif dalam Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM). Kemudian ketika kuliah di Arab Saudi, Idris pun aktif dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dan Perhimpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI).

Sekembalinya ke Indonesia, pada tahun 2002 bersama-sama dengan Hidayat Nur Wahid mendirikan Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) dan ia didapuk menjadi Sekjen di IKADI dari 1998 hingga 2010, sebelum ia terpilih sebagai wakil wali kota mendampingi Nur Mahmudi Ismail. Ia juga aktif di MUI Kota Depok sebagai sekretaris umum.

DISKOMINFO KOTA DEPOK

Mohammad Idris bersama istri tiba di Gedung Merdeka untuk mengikuti pelantikkannya sebagai Wali Kota Depok periode 2021-2024 oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Merdeka Bandung pada Jumat (27/02/2021)

Daftar penghargaan

  • Earth Hour Leader dari Gubernur Ridwan Kamil (2019)
  • Lencana Panca Warsa dalam Peringatan Hari Pramuka tingkat Provinsi Jawa Barat (2021)

Penghargaan

Wali Kota Depok Mohammad Idris mendapatkan penghargaan Lencana Panca Warsa dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam Peringatan Hari Pramuka tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Kota Bandung pada 20 Agustus 2021. Sebelumnya, Idris juga pernah mendapat penghargaan Earth Hour Leader dari Gubernur Ridwan Kamil atas kepeduliannya pada lingkungan dan bijak dalam menggunakan energi pada 1 April 2019.

Penghargaan itu melengkapi penghargaan yang diterima Kota Depok 2021 selama dipimpin Idris, antara lain, Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2021 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, BKN Award 2021 dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) kategori Implementasi Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) dan Pemanfaatan Computer Assisted Test (CAT). Kemudian Kota Depok kembali mendapatkan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Barat, dan Kampung KB Award dari BKKBN.

DISKOMINFO KOTA DEPOK

Wali Kota Depok, Mohammad Idris menyerahkan secara simbolis kartu ATM bantuan sosial (bansos) Kartu Depok Sejahtera (KDS) ke masyarakat di aula Kantor Kecamatan Cimanggis, Rabu (02/02/22). Sebanyak 162 warga Cimanggis mendapatkan bansos KDS setelah melewati proses verifikasi yang dilakukan oleh koordinator di masing-masing kelurahan.

Kartu Depok Sejahtera

Saat kampanye menjelang Pilkada Depok, Mohammad Idris menyampaikan sejumlah rencana kebijakan jika kembali terpilih pada Pilkada Depok 2020, antara lain, memaksimalkan potensi PAD, membuat sistem pengaduan digital, pembangunan infrastruktur, dan Kartu Depok Sejahtera.

Salah satu janji kampanyenya, yakni program Kartu Depok Sejahtera sudah diluncurkan pada September 2021 atau tujuh bulan setelah pelantikannya. Kartu itu diluncurkan guna membantu warga Depok yang kurang mampu secara ekonomi, yang juga terimbas pandemi.

KDS akan menjadi kartu pertama yang mampu mengintegrasikan beragam layanan bantuan bagi warga Depok yang kurang mampu secara ekonomi, khususnya bagi warga miskin yang telah tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kota Depok.

Menurut Idris, KDS akan mengintegrasikan 7 layanan manfaat, di antaranya Pelayanan Kesehatan Gratis melalui PBI-APBD Depok, Bantuan Pendidikan bagi siswa dan mahasiswa berprestasi, Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dan Bantuan Santunan Kematian (Sankem). Juga ada Bantuan Ketersediaan Pangan bagi lansia dan disabilitas, Pelatihan Keterampilan, Bantuan Usaha dan Penyaluran Kerja.

Dengan terintegrasinya berbagai layanan bagi warga kurang mampu di Kota Depok melalui KDS, maka penerima manfaat tidak perlu lagi memiliki banyak kartu untuk dapat mengakses berbagai bantuan yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kota Depok. Selain itu, Kartu KDS juga  berfungsi sebagai kartu ATM yang dapat digunakan untuk menerima berbagai bantuan. Pada tahap awal, Pemkot Depok akan menyalurkan 3.000 KDS.

PEMKOT DEPOK

Harta kekayaan

Harta kekayaan Wali Kota Depok, Mohammad Idris yang dilaporkan dalam ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp3,1 miliar. Harta itu terdiri dari tanah dan bangunan sebesar Rp2,1 miliar di Kota Depok yang merupakan hasil sendiri, alat transportasi dan mesin sebesar Rp588,5 juta, harta bergerak lainnya Rp1,5 juta dan kas atau setara kas sebesar Rp395 juta. Dalam laporan itu Idris tercatat tidak memiliki surat berharga dan hutang.

Setahun berselang, Idris melaporkan harta kekayaan pada 31 Desember 2020 bertambah Rp567 juta menjadi total Rp3,68 miliar. Tambahan harta itu berasal dari pembelian satu unit mobil Honda CR-V Turbo hasil sendiri seharga Rp519 juta  dan uang kas atau setara kasnya bertambah Rp41,8 juta.

Referensi

Situs web

https://www.depok.go.id/

Profil

https://megapolitan.kompas.com/read/2021/02/26/12061801/idris-imam-dilantik-ridwan-kamil-resmi-pimpin-depok-hingga-2026?page=al

lhttps://megapolitan.kompas.com/read/2021/02/16/14302641/pelantikan-idris-imam-jadi-wali-kota-dan-wakil-wali-kota-depok-ditunda?page=all

https://megapolitan.kompas.com/read/2021/02/26/07102581/wali-kota-dan-wakil-wali-kota-depok-dilantik-terpisah-idris-di-bandung

https://megapolitan.kompas.com/read/2020/12/16/07404801/idris-imam-menang-pilkada-kini-depok-menuju-20-tahun-milik-pks?page=all

https://megapolitan.kompas.com/read/2020/12/15/16261341/sah-idris-imam-menangi-pilkada-depok-dengan-perolehan-5554-persen-suara

Biodata

Nama

Dr. KH Mohammad Idris

Lahir

Jakarta, 25 Juli 1961

Jabatan

Wali Kota Depok 2021–2024

Pendidikan

  • SD Matraman Wadas, Jakarta (1974)
  • SMP Pondok Modern Gontor, Ponorogo (1977)
  • SMA Pondok Modern Gontor, Ponorogo (1980)
  • S1 Ushuluddin Dakwah, Universitas Imam Muhammad Ibnu Daud Gassimdi Arab Saudi (1986)
  • S2 Dakwah Komunikasi, Universitas Imam Muhammad Ibnu Daud Gassim di Arab Saudi (1990)
  • S3 Fakultas Syari’ah jurusan Tsaqofah Islamiyyah Universitas Imam Muhammad Ibnu Daud Gassim di Arab Saudi (1997)

Karier

  • Dosen STAI At-Taqwa, Bekasi (2000–2005)
  • Lembaga Pelayanan Pesantren dan Studi Islam (LP2SI) Al Haramain (1997)
  • Dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1998–2010)
  • Dosen UMS Surakarta (2002–2006)
  • Dosen di Universitas Indonesia (2002–2006)
  • Konsultan Syariah pada Sharia Consulting Jakarta (2005–2010)
  • Kepala Badan Narkotika Kota Depok (2010–2015)
  • Wakil Wali Kota Depok (2010–2015)
  • Wali Kota Depok (2016–2021)
  • Wali Kota Depok (2021–2024)

Organisasi

  • Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) Gontor Ponorogo
  • Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Arab Saudi
  • Perhimpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) di Arab Saudi.
  • Sekjen Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) (1998–2010)
  • MUI Kota Depok (1998–2010)

Penghargaan

  • Lencana Panca Warsa dalam Peringatan Hari Pramuka tingkat Provinsi Jawa Barat (2021)
  • Earth Hour Leader dari Gubernur Ridwan Kamil (2019)

Karya

Buku

  • Kepemimpinan dan Tanggung Jawab Sosial; Perspektif Islam, IKADI
  • Seri Membina Rumah Tangga Bahagia; Suami Istri Bahagia, IKADI
  • Seri Membina Rumah Tangga Bahagia; Kiat-Kiat Mendidik Anak, IKADI
  • Mengasah SQ dan Dzikrullah, MQ Publishing
  • Dengan Semangat Fitrah Membangun Negeri Baldatun Thayyiban wa Rabbun Ghaffur, IKADI

Keluarga

Istri

Elly Farida

Anak

3 putra dan 3 putri

Sumber
Litbang Kompas

error: Content is protected !!