Tokoh

Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo

John Wempi Wetipo dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri pada 15 Juni 2022. Putra Papua ini sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sejak 2019. Mantan Bupati Jayawijaya dua periode ini diharapkan dapat membantu Mendagri Tito Karnavian untuk mempersiapkan beberapa agenda penting terkait pembangunan dan pemekaran Papua.

KOMPAS TV

Fakta Singkat

Nama Lengkap
John Wempi Wetipo, S.H, M.H

Lahir
Hulekaima, Maina, Jayawijaya, Papua, 15 September 1972

Almamaterr
Universitas Cendrawasih, Papua

Jabatan Terkini
Wakil Menteri Dalam Negeri 2022–2024

John Wempi Wetipo bukan orang baru di kabinet Indonesia Maju. Wempi hanya bergeser posisi dari Wakil Menteri PUPR menjadi Wakil Menteri Dalam Negeri. Wempi yang menjadi Wakil Menteri PUPR sejak 2019 ini kemudian digeser menjadi Wakil Menteri Dalam Negeri dalam reshuffle kabinet oleh Presiden Joko Widodo pada 15 Juni 2022.

Wempi adalah putra asli Papua kelahiran 15 September 1972 mengawali karier sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Jayawijaya. Bergelar master hukum dari Universitas Cenderawasih, Wempi kemudian berkarier politik bersama PDI-P. Pernah menjadi Bupati Jayawjaya selama dua periode (2008-2013 dan 2013-2018), namun gagal menjadi Gubernur Papua dalam Pilgub 2018 karena kalah suara dari gubernur petahana Lukas Enembe.

Kekalahan dalam pilgub Papua bukan akhir karier politiknya, justru kariernya kian melejit ketika pada 2019 Presiden Joko Widodo menunjuk dirinya menjadi Wakil Menteri PUPR. Presiden Jokowi memintanya untuk memperketat pengawasan pembangunan yang dilaksanakan Kementerian PUPR. Ia juga diminta untuk memacu pertumbuhan infrastruktur di kawasan timur Indonesia. Jabatan Wamen PUPR diembannya selama tiga tahun.

Kini tugasnya bergeser dari Wamen PUPR ke posisi Wamendagri. Posisi Wamendagri merupakan jabatan yang baru ditambahkan Presiden Joko Widodo melalui Perpres Nomor 114 Tahun 2021 tentang Kementerian Dalam Negeri yang ditandatangani pada 30 Desember 2021. Sebelum perpres ini diterbitkan, posisi Wakil Menteri Dalam Negeri terakhir dijabat oleh Abdul Madjid Djojohadiningrat pada 1947. Dengan demikian John Wempi Wetipo menjadi Wamendagri pertama setelah posisi tersebut kosong selama 75 tahun.

Kehadiran Wempi di Kemendagri diyakini akan memperkuat kinerja pemerintah dalam membangun dan menyejahterakan masyarakat Papua, khususnya di wilayah-wilayah yang tertinggal pembangunannya.

Putra Papua

John Wempi Wetipo lahir di sebuah desa kecil di bagian selatan Kota Wamena, yaitu kampung Hulekaima, di distrik Maina, Jayawijaya, Papua pada 15 September 1972. Putra asli Papua ini berasal dari Suku Dani, dan merupakan putra tunggal pasangan Habel Wetipo (ayah) dan Hokolue Asso (ibu). Bagi Suku Dani memiliki anak tunggal mempunyai alasan tersendiri, karena pada masa itu masih terjadi perang suku sehingga memudahkan mereka berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Agar tidak kesepian kedua orang tuganya kemudian mengangkat dua adik bagi John Wempi Wetipo, yaitu Bertus Asso dan Thomas Asso.

Wempi demikian panggilan akrabnya menghabiskan masa kecilnya di lingkungan misionaris. Kedua orang tua Wempi bekerja sebagai petani kebun di rumah misionaris Dr. Myron, sehingga  teman dan keluarga menganggap Wempi sebagai cucu dari Dr. Myron. Besar di kalangan misionaris, membuat Wempi menempuh pendidikan dasar di sekolah misionaris. Ia menyelesaikan pendidikan SD YPPGI Hitigima, Wamena pada 1985. Kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Wamena pada 1988. Lulus SMP ia pindah ke Jayapura untuk melanjutkan pendidikan tingkat atas di SMA YPPK Taruna Dharma pada 1991. Selain bersekolah Wempi juga aktif dalam kegiatan pelayanan GKII Jemaat Bethesda Abepura. Ia dikenal sebagai kader Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII).

Wempi kemudian melanjutkan pendidikan di Manado, ia belajar selama 3 tahun di Akademi Pariwisata Manado mengambil jurusan perhotelan. Alasannya memilih bidang pariwisata karena ia melihat Wamena penuh dengan ragam kebudayaan dan pesona alam yang dapat menjadi obyek wisata dunia. Kemudian ia menempuh pendidikan sarjana strata satu (S1) di Fakultas Hukum Universitas Cendrawasih hingga meraih gelar sarjana hukum pada 2011. Ia juga melanjutkan studinya dengan mengambil program pascasarjana (S2) hingga meraih gelar master dari Fakultas Hukum Universitas Cendrawasih pada tahun 2013.

Perhatian dan kecintaannya pada tanah kelahiran tampak dari karya tulis Wempi dalam buku “Gunung versus Pantai dalam Perspektif Nilai Hidup Bersama”. Buku ini menceritakan kehidupan masyarakat di Bumi Cenderawasih. Wempi juga memiliki hobi menyelam. Baginya menyelam memiliki nilai seni yang tinggi, tidak semua orang dapat menyelam hingga dasar laut dan menikmatinya. Selain merekam keindahan bawah laut, panorama bawah laut tidak ada duanya. Sebagian besar pesisir Pulau Papua sudah ia selami, mulai dari Teluk Youtefa, Pulau Liki di Sarmi, Raja Ampat dan, Pulau Owi di Kabupaten Biak Numfor.

Karier

Wempi telah berkiprah di dunia pemerintahan sebagai birokrat selama 23 tahun. Memulai kariernya sebagai aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua pada 1996-1998. Kemudian diangkat sebagai Kepala Seksi Promosi dan Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Jayawijaya, Papua pada 1998-2006. Selama dua tahun berikutnya ia menjadi Kepala Bagian Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya Papua (2006-2008).

Bergabung dengan PDI-P karier politik Wempi terus menanjak. Ikut dalam pemilihan kepala daerah Jayawijaya tahun 2008, dirinya berpasangan dengan John Richard Banua dari Partai Demokrat. Wempi terpilih sebagai Bupati Jayawijaya 2008-2013. Dalam kepemimpinannya, ia memprakarsai Festival Budaya Lembah Baliem untuk menarik wisatawan. Selain itu, ia juga mendapat penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait tata kelola keuangan. Dengan prestasi tersebut, Wempi kembali terpilih sebagai Bupati Jayawijaya dengan perolehan suara 91 persen, untuk masa jabatan periode 2013-2018.

Wempi dikenal sebagai pelopor pembangunan infrastruktur di wilayah pegunungan tengah Papua. Saat menjabat sebagai Bupati Jayawijaya dua periode, ia dikenal membangunan Kota Wamena dengan pesat. Usai menjabat Bupati Jayawijaya, tinggal dua distrik yang belum dapat ditembus dengan jalan darat. Sebanyak 40 distrik sudah bisa ditembus dengan motor dan mobil.

Saat Pilgub Papua 2018 Wempi yang diusung PDIP dan Gerindra mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Papua. Namun ia dikalahkan oleh kandidat petahana, Lukas Enembe yang berpasangan dengan Klemen Tinal. Wempi yang berpasangan dengan Habel Meluas Suwae meraih 32,46 suara, sementara Lukas Enembe meraih 67,54 suara.

Kalah dalam pemilihan Gubernur Papua tidak menyurutkan kariernya. Justru karier di pemerintahan kian menjulang ketika pada 25 Oktober 2019 ia ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendampingi Menteri Basuki Hadimuljono pada tahun 2019. Lelaki yang menyetujui pengesahan usulan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) ini diminta Presiden Joko Widodo untuk membantu tugas Menteri PUPR dengan tugas spesifiknya memastikan penyelesaian pembangunan infrastruktur di kawasan Indonesia timur, termasuk Papua. Banyak tantangan dalam membangun infrastruktur di Indonesia Timur. Kondisi geografis yang didominasi oleh pegunungan sehingga distribusi bahan baku pembangunan sulit dikirim.

Tiga tahun menjabat sebagai Wakil Menteri PUPR, namanya masuk dalam jajaran nama menteri yang reshuffle di Kabinet Indonesia Maju pada 15 Juni 2022. Wempi dirotasi untuk menjabat sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri mendampingi Mendagri Tito Karnavian. Tujuannya agar pembangunan di Papua yang wilayahnya sangat luas itu bisa lebih cepat lagi penanganannya.

KOMPAS/ALIF ICHWAN

Bakal calon gubernur Papua John Wempi Wetipo (kedua dari kanan) mengangkat tangan bersama bakal calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat (tengah), bakal calon gubernur NTB Tuan Guru Haji Ahyar Abduh (kiri), bakal calon gubernur Lampung Herman Hasan Nusi (kedua dari kiri), dan bakal calon gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba (kanan) seusai acara pengumuman bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PDI-P di Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Daftar penghargaan

  • Penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (2016).
  • Penghargaan Penilaian Tertinggi Pengelolaan Keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan pada (2017).

Penghargaan

Saat menjadi Bupati Jayawijaya, Wempi mendapat penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk tingkat kepatuhan pengelolaan laporan harga dan kekayaan pejabat negara (LHKPN) pada 2016. Penghargaan dari KPK tersebut terkait manajemen keuangan yang diterapkan Wempi di Kabupaten Jayawijaya. Selain itu ia juga mendapat penghargaan Penilaian Tertinggi Pengelolaan Keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan pada 2017.

Kemendagri

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong percepatan penyelesaian penetapan dan penegasan batas desa. Hal itu ditegaskan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wetipo dalam Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penyelesaian Peta Batas Desa di Hotel Discovery, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (29/6/2022).

KOMPAS.COM

Pembangunan Papua

Pemerintah tengah menyusun Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPP) sebagai amanat UU No.2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas UU No.21 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua dan PP No. 107 Tahun 2021 tentang Penerimaan, Pengelolaan, Pengawasan dan Rencana Induk Percepatan Pembangunan dalam rangka Pelaksanaan Otonomi Khusus Provinsi Papua yang ditetapkan pada 15 Oktober 2021.

Dokumen RIPP memuat proyeksi kondisi Papua dua puluh tahun yang akan datang hingga 2041. Dalam dokumen RIPP tersebut rancangan visi dan misi pembangunan Papua tahun 2022-2041 adalah “Papua yang Mandiri, Adil, dan Sejahtera.”

Pemerintah RI ingin mewujudkan percepatan pembangunan Papua. Harapannya, Papua yang meliputi Provinsi Papua dan Papua Barat dapat semakin sejahtera. Untuk mewujudkan pembangunan di Papua, ada lima hal yang menjadi kerangkanya, yaitu: 1) Menghormati kearifan lokal, transformasi ekonomi berbasis wilayah adat. 2) Kualitas lingkungan hidup dan ketahanan bencana. 2) Kualitas lingkungan hidup dan ketahanan bencana. 3) Mewujudkan SDM unggul, inovatif, berkarakter, dan kontekstual. 4) Pembangunan infrastruktur, khususnya infrastruktur dasar dan persoalan ekonomi. 5) Tata kelola pemerintahan dan keamanan yang menghormati hak.

Kehadiran John Wempi Wetipo sebagai Wamendagri akan memperkuat kinerja pemerintah untuk menjalankan visi pembangunan kesejahteraan di Papua. Khususnya dalam memberikan perhatian pada wilayah-wilayah yang mengalami ketertinggalan pembangunan. Putra Papua ini diharapkan dapat memberikan dukungan kepada Mendagri Tito Karnavian untuk mempersiapkan beberapa agenda penting terkait pembangunan Papua. Di antaranya, pembentukan badan khusus pengelolaan Otsus Papua atau BP3OKP, dan merampungkan rencana induk percepatan pembangunan Papua, serta mendukung percepatan pembangunan melalui pembentukan daerah otonomi baru (DOB) di Papua.

Sebagai mantan kepala daerah, Wempi Wetipo sangat memahami kondisi lapangan dan memiliki jaringan komunikasi yang baik di daerah. Bermodalkan kemampuannya tersebut diharapkan cita-cita untuk pembangunan Papua sejahtera dapat berjalan lebih cepat.

KOMPAS.COM

Harta kekayaan

Total kekayaan John Wempi Wetipo tahun 2020 sebesar Rp 65,3 miliar. Jumlah kekayaan yang dilaporkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 19 Maret 2021 terdiri dari harta tanah dan bangunan senilai Rp 7,31 miliar yang tersebar pada 13 bidang di Kota Jayawijaya dan Makassar.

Dalam laporan itu Wempi juga tercatat memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp 4,01 miliar yang terdiri dari tujuh mobil dan satu motor, harta bergerak lainnya Rp 563 juta, kas dan setara kas Rp 513,9 juta, serta harta lainnya sebesar Rp 52,9 miliar. Dalam laporan itu Wempi tidak memiliki hutang, sehingga total harta kekayaan tahun 2020 tercatat sebesar Rp 65,3 miliar. Total kekayaannya ini meningkat tajam dibandingkan saat ia menjadi Bupati Jayawijaya selama dua periode dan awal mencalonkan diri sebagai Gubernur Papua pada 2018.

Wempi tercatat telah menyampaikan laporan kekayaannya sebanyak empat kali.  Laporan berdasarkan jabatannya itu sejak menjadi Bupati Jayawijaya periode 2016, calon Gubernur Papua 2019; Wakil Menteri PUPR 2019 dan 2020, sebagai berikut:

Bupati Jayawijaya periode 2013-2018

  • Laporan 25 Oktober 2016, harta kekayaan sebesar Rp. 11.176.140.850

Calon Gubernur Papua

  • Laporan 19 Januari 2019, harta kekayaan sebesar Rp. 7.033.760.044

Wakil Menteri PUPR

  • Laporan 13 November 2019, harta kekayaan sebesar Rp. 64.207.620.208
  • Laporan 31 Desember 2020, harta kekayaan sebesar Rp 65.332.291.000

Referensi

Biodata

Nama

John Wempi Wetipo

Lahir

Hulekaima, Maina, Jayawijaya, Papua, 15 September 1972

Jabatan

Wakil Menteri Dalam Negeri 2022-2024

Pendidikan

  • SD YPPGI Hitigima, Wamena (1985).
  • SMP Negeri 2, Wamena (1988).
  • SMA YPPK Taruna Dharma, Jayapura (1991).
  • Jurusan Perhotelan, Akademi Pariwisata Manado (1991–1994).
  • Sarjana (S1) Fakultas Hukum Universitas Cendrawasih (1997–2011).
  • Sarjana (S2) Fakultas Hukum Universitas Cendrawasih (2013).

Karier

Pekerjaan:

  • Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Jayawijaya, Papua (1996–1998).
  • Kepala Seksi Promosi dan Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Jayawijaya, Papua (1998–2006).
  • Kepala Bagian Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya, papua (2006–2008).

Pemerintahan

  • Bupati Jayawija, Papua (2008–2013; 2013–2018).
  • Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) (2019–2021).
  • Wakil Menteri Dalam Negeri (2022-2024).

Organisasi

  • Ketua DPD PDI-P Jayawijaya.
  • Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI) (2014–2018).

Penghargaan

  • Penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (2016).
  • Penghargaan Penilaian Tertinggi Pengelolaan Keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan pada (2017).

Karya

Buku

Keluarga

Istri

Indra Lestari Sumbung

Anak

Sumber
Litbang Kompas

error: Content is protected !!