Tokoh

Achmad Yurianto

Jika ada seorang tokoh yang selalu ditunggu keterangannya setiap hari dalam dua bulan terakhir maka dialah Achmad Yurianto, juru bicara resmi Pemerintah untuk penanganan pandemi Covid-19.

Fakta Singkat

Nama Lengkap
Kolonel Ckm. dr. Achmad Yurianto

Lahir
Malang, 11 Maret 1962

Almamater
Fakultas Kedokteran Umum
Universitas Airlangga (1990)

Jabatan Terkini
Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit,
Kementerian Kesehatan
(sejak Maret 2020)

Sejak pemerintah resmi mengumumkan virus korona sebagai pandemi di Indonesia, wajah Achmad Yurianto, setiap hari muncul di media masa. Laporannya tentang perkembangan mutakhir terkait pandemi virus korona tipe baru atau Covid-19 sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia.

Karier pria berpangkat kolonel ini terbilang cemerlang di bidang yang menangani kesehatan militer.  Diawali dengan menjadi dokter militer di Komando Daerah Militer V Brawijaya di Jawa Timur, kemudian malang melintang mengabdi sebagai dokter tentara di sejumlah daerah di Indonesia.

Karier dokter militernya terus bersinar hingga Yuri menduduki beberapa jabatan di sejumlah rumah sakit tentara dan Kepala Dinas Kesehatan di sejumlah Kodam. Di penghujung karier militernya, Yuri selanjutnya berkiprah di Kementerian Kesehatan.

Di kementerian itu, Yuri pun dipercaya menduduki sejumlah jabatan oleh dua Menteri Kesehatan pilihan Presiden Joko Widodo. Di masa Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Yuri diberi tanggung jawab sebagai Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes 2015-2019. Sementara di masa Menteri Terawan Agus Putranto, ia dipercaya sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan  dan Pengendalian Penyakit (P2P) dan kemudian dipromosikan menjadi dirjen di direktorat tersebut.

Dokter Tentara

Merujuk pada laman resmi Universitas Airlaangga, Achmad Yurianto  adalah alumni kedokteran  Universitas Airlangga tahun 1990. Kedekatannya pada dunia semi militer dimulai sejak mahasiswa dia menjadi Komandan Resimen Mahasiswa 1986-1988, setelah lulus menjadi dokter Yuri langsung bergabung dalam akademi militer.

Karir sebagai dokter militer dimulai sebagai  Perwira Utama Kesehatan Daerah Militer V Brawijaya. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 1991 Achmad Yurianto kemudian berpindah ke Kesehatan Daerah Militer IX Udayana Bali tetapi tidak lama, pada tahun yang sama dia berangkat ke Dili dan mengabdi sebagai dokter di ibukota Provinsi Timor Timur itu.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO (WAK)

Juru Bicara Penanganan Korona Achmad Yurianto memberikan keterangan terkait perkembangan kasus korona di Indonesia dan dunia kepada para jurnalis di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Karier

Karirnya mulai meningkat sejak dia ditempatkan sebagai Wakil Kepala Rumah Sakit tingkat II Dustira, Cimahi, Jawa Barat, setelah itu dengan cepat dia berpindah pindah lokasi bertugas. Setelah satu tahun bertugas di Kesehatan Daerah Militer IV Diponegoro Semarang, Yuri pindah ke Maluku sebagai Kepala Daerah Kesehatan Militer XI Pattimura.

Achmad Yurianto kemudian bertugas sebagai Kepala Dinas Dukungan Kesehatan Operasi Pusat TNI tahun 2011, dan membawanya mendapat kepercayaan dari Menteri Kesehatan Nila Moeloek sebagai Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes 2015-2019.

Dari sana Yuri kemudian ditugaskan sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan  dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementrian Kesehatan hingga akhirnya dia bersentuhan dengan WNI yang harus menjalani karantina di Natuna. Pemerintah pun kemudian menunjuk Yuri sebagai juru bicara penanganan Covid-19.

Pria kelahiran Malang ini kemudian dipercaya oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk menjadi Direktur Jenderal P2P Kemenkes. Ia dilantik menjadi dirjen pada 9 Maret 2020.

Daftar Penghargaan

  • Public Relation of The Year, Iconomics Research and Consulting (2020)

Penghargaan

Intensitasnya bertemu dengan awak media  membuatnya populer di mata insan pers yang selalu menunggu perkembangan berita dari Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19. Merujuk pada Kompas.com, Achmad Yurianto akhirnya mendapat penghargaan Public Relation of The Year 2020 yang diberikan oleh Iconomics Research and Consulting. Peran Yurianto dinilai penting dalam menciptakan berita positif untuk mengimbangi berita negatif pada saat dihadapkan pada kondisi saat wabah melanda.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO (KUM)

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyampaikan penjelasan mengenai perkembangan penanganan Covid-19 di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (9/3/2020). Sebelumnya, Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin juga menjelaskan mengenani penanganan Covid-19 di bandara yang dikelola Angkasa Pura II.

Jubir Virus Korona

Keterlibatannya dalam penanganan wabah Covid-19 diawali dengan penugasan mengatur observasi WNI yang pulang dari Wuhan, China di Pulau Natuna. Keberhasilan karantina dan warga yang pulang dari Natuna membuat Yuri mendapat kepercayaan dari Presiden Joko Widodo untuk menjadi juru bicara yang melaporkan progress dan semua perkembangan yang terkait dengan Covid-19.

Menjadi juru bicara itu resmi disandangnya pada tanggal 3 Maret 2020, sehari setelah Presiden Joko Widodo mengumuman munculnya kasus Covid-19 yang pertama di Indonesia.  Penunjukan itu diumumkan oleh Deputi Bidang Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin di Istana Presiden.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO (KUM)

Juru bicara penanganan penyebaran Covid-19, Achmad Yurianto menyampaikan perkembangan terkini kasus Covid-19 di Indonesia dan dunia kepada wartawan di Pusat Informasi Terpadu COVID-19, Kantor Staf Presiden, Jakarta, Kamis (5/3/2020). Penyampaian keterangan seperti ini akan dilakukan dua kali, siang dan sore hari, setiap harinya. Pada kesempatan tersebut Achmad Yurianto menyampaikan bahwa kasus 01 dan kasus 02 Covid-19 di Indonesia kondisinya mulai membaik.

Sejak itulah, setiap hari dokter militer ini kerap muncul di media untuk mengumumkan perkembangan dan kondisi wabah yang sedang melanda negeri ini.

“ Kasus positif dan terkonfirmasi Covid-19 masih meningkat. Kabupaten dan kota yang terdampak semakin melebar dan meluas. “

Achmad Yurianto (Kompas, 16/5/2020)

Sepenggal pernyataan yang disampaikannya saat jumpa pers pertengahan Mei lalu. Yang juga berarti, masih ada penularan yang terjadi di masyarakat. Perkataan ini berulang terus disampaikan pada berbagai kesempatan jumpa pers selanjutnya untuk menekankan bahwa wabah masih melanda.

Penulis
Kendar Umi Kulsum

Editor
Ignatius Kristanto

Biodata

Nama

Kolonel Ckm. dr. Achmad Yurianto

Lahir

Malang, 11 Maret 1962

Pendidikan Terakhir

Fakultas Kedokteran Umum Universitas Airlangga (1990)

Pangkat Terakhir

Kolonel Ckm (corps kesehatan militer)

Jabatan Terakhir

Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan (sejak Maret 2020)

Karier

  • Perwira utama Kesehatan Daerah Militer V Brawijaya, Jawa Timur (1987)
  • Perwira utama Kesehatan Daerah Militer IX Udayana, Bali (1991)
  • Dokter Batalyon Infanteri 745/Sampada Yudha Bakti, Dili Timor Timur (1991)
  • Wakil Kepala Rumah Sakit tingkat II Dustira, Cimahi, Jawa Barat 2006
  • Wakil Kepala Kesehatan Daerah Militer IV Diponegoro, Semarang 2008
  • Kepala Daerah Kesehatan Militer XI Pattimura Ambon, Maluku 2009
  • Kepala Dinas Dukungan Kesehatan Operasi Pusat Kesehatan TNI 2011
  • Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes 2015 – 2019
  • Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementrian Kesehatan
  • Direktur Jenderal P2P Kemenkes (sejak Maret 2020)

Organisasi

  • Komandan Resimen Mahasiswa 1986-1988

Penghargaan

  • Public Relation of The Year 2020 dari Iconomics Research and Consulting (15/5/2020)

Keluarga

Istri

Dwiretno Yuliarti

Sumber
Litbang Kompas

Butuh Informasi Terkini tentang Tokoh Ternama?

Butuh Informasi Terkini tentang Tokoh Ternama?

Daftarkan email Anda sekarang untuk mendapatkan informasi terkini tentang tokoh ternama.

close