Kronologi | Hari TNI

Produksi Alutsista Dalam Negeri Makin Bisa Diandalkan

Pertahanan sebuah negara tak dapat dilepaskan dari seberapa kokohnya Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) yang dimiliki. Indonesia mencatat pergerakan positif produksi alutsista oleh produsen dalam negeri.

 

Tank medium yang dibuat PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, ikut ditampilkan saat defile peringatan HUT ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten (5/10/2017). Sejumlah alat utama sistem persenjataan produksi dalam negeri menyemarakkan acara.

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO

Berdasarkan Undang Undang Nomor 16 tahun 2012, Industri pertahanan menitikberatkan pada prioritas pengadaan alutsista yang berasal dari produsen dalam negeri, seperti PT PAL, PT Pindad, dan PT Dirgantara Indonesia.

Pada awal 2019, Global Fire Power menempatkan posisi militer Indonesia di peringkat ke-12 dari 137 negara, tetapi pada akhir tahun turun menjadi peringkat ke-16. Lebih dari 55 indikator digunakan sebagai bahan penilaian, antara lain, jumlah senjata, kekuatan personel, geografis, dan keuangan. Meskipun ada penurunan peringkat pada level dunia, militer Indonesia masih paling unggul di kawasan ASEAN.

Kementerian Pertahanan memiliki anggaran Rp 127,4 triliun untuk dialokasikan pada 2020. Jumlah ini lebih banyak hampir Rp 20 triliun dari tahun sebelumnya dan merupakan anggaran terbesar di antara kementerian lain dalam Kabinet Indonesia Maju.

Arsip Kompas merekam perkembangan produksi alutsista oleh anak-anak bangsa dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Meskipun persentase impor alutsista masih tinggi dan diandalkan, kemandirian produksi mulai menunjukkan titik cerah.

Melalui metode transfer of technology yang dijunjung tinggi dalam UU Industri Pertahanan, kerja sama Indonesia dengan negara lain terkait pengadaan alutsista kini tak hanya sebatas pengadaan langsung, namun memungkinkan Indonesia untuk secara mandiri memproduksi bagian-bagian tertentu. Meskipun memang, teknologinya masih berasal dari negara lain.

22 Januari 2015
Pemotongan pelat pertama kapal perang strategic sealift vessel (SSV) pesanan Kementerian Pertahanan Filipina. Kapal berukuran panjang 123 meter dan lebar 21,8 meter ini berkapasitas 10.300 ton, berdaya angkut empat tank, satu ambulans, dua mobil jip, dan dua helikopter. Sebanyak 121 kru kapal dan 500 pasukan juga dapat diangkut. Kapal ini mampu melaju selama 30 hari dengan jarak tempuh 9.360 mil laut, dan berkecepatan maksimal 16 knot. Sejumlah 2 kapal alat utama sistem persenjataan (alutsista) ini merupakan kapal pertama Indonesia yang diekspor.

22 Juli 2015
KRI-592 Banjarmasin buatan PT PAL kembali pulang setelah menuntaskan Ekspedisi Kartika Jala Krida dengan rute sejauh 17.000 nautical mil atau 30.600 kilometer ke Milan, Italia. Ekspedisi ini merupakan salah satu bentuk uji coba kapal perang buatan dalam negeri, sekaligus misi diplomasi.

20 Agustus 2015
Konsorsium Roket Nasional sukses meluncurkan enam roket R-Han 122B hasil penyempurnaan di Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Roket itu dibuat bersama oleh Kementerian Pertahanan; Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi; Lapan; PT Dirgantara Indonesia; PT Pindad; PT Dahana; PT Krakatau Steel; Institut Teknologi Bandung; serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Sistem peluncur ini juga dipasangkan di truk Perkasa buatan dalam negeri. Program Roket R-Han 122B dimulai tahun 2014 dengan biaya APBN.

13 September 2015
PT Pindad mengukuhkan kerja sama dengan industri pertahanan Uni Emirat Arab (UEA), Continental Aviation Services (CAS). Penandatanganan nota kesepahaman (MOU) tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim dan Chief Executive Officer CAS Juergen Fiebig. Kerja sama mencakup rencana transfer teknologi dan lisensi dari senapan serbu SS2 dan distribusi, serta pemasaran berbagai produk amunisi buatan Pindad ke negara-negara Timur Tengah.

28 Desember 2015
Kontrak antara Kementerian Pertahanan Korsel dan Korea Aerospace Industries (KAI) ditandatangani. Kerja sama ini meliputi penyertaan modal antara Kementerian Pertahanan RI dan KAI, serta kontrak kerja antara PT DI dan KAI. Kontrak ini terkait pengembangan proyek jet tempur Korea Fighter Experimental (KF-X) oleh Pemerintah Indonesia dan Republik Korea. Total pembiayaan proyek sampai 2026 ini direncanakan sekitar 8 miliar dollar Amerika Serikat dan dibagi antara Korsel (80 persen) dan Indonesia (20 persen).

18 Januari 2016
PT PAL meluncurkan kapal perang jenis strategic sealift vessel (SSV) pesanan Kementerian Pertahanan Filipina di Surabaya, Jawa Timur. Kapal tersebut didoakan dan diberi nama ”Tarlac”. Hadir dalam kesempatan ini Menteri Pertahanan Filipina Voltaire T Gazmin dan Kepala Staf Angkatan Laut Filipina Laksamana Madya Caesar Taccad. Kapal perang ini mulai menjalani serangkaian pengujian sebelum diserahkan kepada Filipina.

Selain meluncurkan kapal SSV pesanan Filipina, PT PAL Indonesia juga meluncurkan kapal perusak kawal rudal (PKR) pesanan Kementerian Pertahanan. Kapal tersebut juga menjadi kebanggaan PT PAL Indonesia karena merupakan kapal canggih jenis fregat hasil kerja sama dengan perusahaan perkapalan asal Belanda, Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS). Kapal PKR yang memiliki panjang 105 meter itu dibangun dengan pendekatan modular karena lebih fleksibel dan efisien. Dari 6 modul, sebanyak 4 modul dikerjakan di PT PAL dan sebanyak 2 modul dibangun di Belanda.

Perwira Angkatan Laut Filipina berfoto bersama di depan Kapal Perang Strategic Sealift Vessel (SSV)-1 yang baru diresmikan di Galangan Kapal PT PAL Indonesia, Tanjung Perak, Surabaya (18/1/2016). Kapal SSV tersebut merupakan satu dari dua kapal pesanan Filipina dan menjadi kapal perang perdana yang diekspor Indonesia. (KOMPAS/Bahana Patria Gupta)

24 Maret 2016
Kapal Selam DSME 209/1400 diluncurkan di Okpo, Korea Selatan sebelum selanjutnya melakukan uji fungsi. Kapal selam model ini adalah pesanan Indonesia dari Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Co Ltd, Korea Selatan, dan baru bisa dimanfaatkan akhir 2017. Kontrak pengadaan kapal selam dengan DSME ini dilakukan untuk tiga kapal selam dengan nilai sekitar 1,1 miliar dollar AS. Sebagai bagian dari alih teknologi (transfer of Technology/TOT), pemasangan bagian-bagian kapal selam ketiga akan dilakukan PT PAL, Surabaya.

26 April 2016
Sertifikat Tipe dari Indonesian Military Airworthiness Authority (IMAA) pesawat nirawak drone diserahterimakan oleh Kepala Pusat Kelaikan Badan Sarana Pertahanan Kemenhan Laksamana Pertama (Laksma) TNI M Sofyan kepada Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI Andi Alisjahbana.

Dengan sertifikat itu, PT Dirgantara segera memproduksi drone secara massal. Untuk produksi massal pesawat nirawak Wulung dengan kode registrasi NW01 yang dimulai Mei 2016, PTDI telah mendapatkan pesanan dari Kemenhan sebanyak tiga drone. Wulung dirancang sebagai sebuah pesawat tanpa awak dengan kemampuan autopilot, yang menggunakan konsep modular composite structure, ruang akses yang luas dan perakitan yang cepat dan mudah. Pesawat tersebut memiliki bobot maksimal 125 kilogram (kg), kapasitas tangki bahan bakar 35 liter, serta menggunakan single piston engine tipe pusher bertenaga 22 Horsepower (Hp).

Petugas dari PT Dirgantara Indonesia sedang mengawasi proses operasi atau demonstrasi pesawat nirawak atau drone Wulung di komplek PT Dirgantara Indonesia, Kota Bandung, Jawa Barat (26/4/2016). PT Dirgantara Indonesia telah menerima Sertifikat Tipe (Type Certificate) Pesawat Nirawak Wulung tersebut dari Indonesian Military Airworthiness Authority (IMAA). Direncanakan drone itu mulai diproduksi secara massal pada Mei 2016. (KOMPAS/Samuel Oktora)

8 Mei 2016
PT PAL Indonesia selesai menguji sebuah kapal jenis SSV buatannya dan mengekspornya ke Filipina. Kapal pertama mulai dibangun 13 Mei 2014 dan ditargetkan tiba di 13 Mei 2016 atau tepat dua tahun sesuai perjanjian. Kapal pesanan kedua diharapkan sudah selesai dan diterima pihak Filipina pada 13 Mei 2017. Kapal SSV pesanan Filipina yang dinamai BRP Tarlac 601 ini memiliki panjang 123 meter dan mampu mengangkut sebanyak 621 orang. Bagian belakang dijadikan landasan untuk dua helikopter dan di bagian dalam dapat mengangkut lima kendaraan besar, seperti truk atau tank.

24 Juni 2016
Pesawat NC212i pesanan Filipina dan Vietnam memasuki proses tahap akhir pembuatan di PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat. Pesawat yang sebelumnya diproduksi perusahaan Airbus Defence and Space ini kini sepenuhnya pembuatannya dilakukan oleh PT DI. Saat ini PT DI sedang menyelesaikan tahap akhir 2 pesawat pesanan Filipina dan 3 unit pesanan Vietnam.

2 Februari 2017
PT Pal melakukan pemotongan pelat baja pertama sebagai penanda dimulainya produksi kapal cepat rudal sepanjang 60 meter dan bobot 500 ton pesanan TNI AL.

2 Agustus 2017
Kapal selam KRI Nagapasa 403 diserahterimakan dari pembuatnya, yaitu Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Co Ltd, di dermaga Okpo, Korea Selatan. KRI Nagapasa 403 adalah kapal selam pertama yang diterima Indonesia dari tiga kapal selam yang dipesan. Menurut rencana, dua kapal dibuat di pabrik DSME, sedangkan satu kapal terakhir dibuat di Indonesia (PT PAL) sehingga diharapkan terjadi transfer teknologi.

5 Oktober 2017
Prototipe pertama tank tempur medium buatan PT Pindad bekerja sama dengan FNSS Turki akan menjalani uji ledak. Prototipe kedua akan dikerjakan di Bandung dan ditargetkan dapat diproduksi massal tahun 2018. Tank tempur medium cocok digunakan di Indonesia, terutama untuk medan Sumatera dan Jawa. Rata-rata jembatan di Indonesia bisa menopang berat 40 ton, padahal bobot tank tempur umumnya lebih dari 60 ton.

9 Oktober 2017
Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose melakukan peletakan batu pertama perluasan pabrik amunisi dan peresmian produk baru di area PT Pindad, Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dengan perluasan pabrik serta penyertaan modal negara sebesar Rp 700 miliar, PT Pindad (Persero) akan meningkatkan kapasitas produksi amunisi kaliber kecil (munisi kaliber kecil/MKK) dari 165 juta butir menjadi 275 juta butir per tahun.

Asisten Perencanaan Umum Panglima TNI Laksamana Muda TNI Siwi Sukma Adji tengah melihat melalui lubang bidik senapan baru buatan PT Pindad, yakni sinper SPR 4 pada acara peletakan batu pertama perluasan pabrik Amunisi dan peresmian produk baru di area PT Pindad, Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur (9/10/2017). Saat ini Pindad berupaya meningkatkan kapasitas produksi amunisi kaliber kecil menjadi 275 juta butir per tahun pada akhir 2018-awal 2019 dari sebelumnya 165 juta butir.
(KOMPAS/Defri Werdiono)

30 Oktober 2017
Kapal perusak kawal rudal (PKR) yang diberi nama KRI I Gusti Ngurah Rai-332 diserahterimakan dan diresmikan penggunaannya. Kapal PKR I Gusti Ngurah Rai-332 merupakan kapal kedua setelah KRI RE Martadinata-331 yang diterima TNI AL pada April 2017. Kedua kapal itu diproduksi perusahaan perkapalan asal Belanda, DSNS, bekerja sama dengan PT PAL.

Awak KRI I Gusti Ngurah Rai menuju kapal di Dermaga PT PAL, Surabaya (30/10/2017). KRI I Gusti Ngurah Rai-332 sebagai kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) baru diserahterimakan oleh PT PAL Indonesia kepada Menteri Pertahanan Ryamizard Ryaccudu dan resmi masuk dalam jajaran kapal Perang resmi TNI AL. (KOMPAS/Bahana Patria Gupta)

9 Januari 2018
PT Dirgantara Indonesia menyerahkan produk-produk terbarunya kepada TNI. Produk-produk tersebut meliputi satu pesawat CN 235-220 Maritime Patrol Aircraft dan dua helikopter AS565 Mbe Panther antikapal selam diserahkan kepada TNI AL, sedangkan helikopter serang AS555AP Fennec diserahkan kepada TNI AD.

25 Januari 2018
PT PAL Indonesia (Persero) merambah bisnis perawatan kapal selam. KRI Cakra 401 akan menjadi kapal selam pertama yang melakukan perawatan di PT PAL. Perawatan KRI Cakra 401 di PT PAL dilakukan mulai Maret 2018 dan berlangsung selama 28 bulan. Adapun perawatan rutin kapal selam biasanya dilakukan setiap satu tahun atau lima tahun sekali.

27 Februari 2018
Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi meresmikan peluncuran TNI Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 M yang diberi nama Kerambit di Shiplift Divisi Kapal Perang PT PAL Indonesia, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.

25 April 2018
Kementerian Pertahanan meresmikan kapal selam KRI Ardadedali-404 di dermaga galangan kapal Daewoo, Gyeongsang Selatan, Korea Selatan. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meresmikan kapal selam kelas Chang Bogo yang kontrak pengadaannya ditandatangi pada Desember 2011 tersebut. Indonesia memesan tiga kapal selam. Dua yang pertama, KRI Nagapasa-403 dan KRI Ardadedali-404, dibuat di Korea. Sementara kapal selam yang ketiga saat ini sedang dibuat di PT PAL, Surabaya, sebagai bagian dari transfer teknologi.

27 Agustus 2018
Purwarupa kedua tank medium karya PT Pindad (Persero) menjalani uji daya gempur di Pusat Pendidikan Infanteri TNI Angkatan Darat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Hasil empat sesi uji tembak dinilai memuaskan sehingga semakin dekat menuju produksi massal.

21 Januari 2019
KRI Semarang-594 yang dibangun oleh PT PAL Indonesia diresmikan pengoperasiannya. Peresmian KRI Semarang-594 ini dilaksanakan di di Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya. KRI Semarang-594 merupakan salah satu dari tiga kapal LPD yang dipesan TNI Angkatan Laut, dari dua unit kapal sebelumnya yaitu KRI Banjarmasin-592 dan KRI Banda Aceh-593. Kapal tersebut memiliki fungsi untuk membantu distribusi militer baik logistik, peralatan dan perlengkapan militer, serta difungsikan sebagai Kapal Rumah Sakit untuk bantuan bencana alam.

24 Januari 2019
Satu pesawat udara CN 235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) dan lima helikopter antikapal selam (AKS) buatan PT Dirgantara Indonesia diserahterimakan di Bandung kepada TNI AL. Serahterima dihadiri Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Madya Wuspo Lukito, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno dan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Elfien Guntoro.

28 Januari 2019
Anggota Skuadron 400 Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut Mayor Sensa berdoa di depan helikopter yang akan diawakinya saat menyambut 5 helikopter Phanter AS 565 MBe antikapal selam  di Base Ops Lanudal Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur. Helikopter itu melengkapi 11 helikopter sejenis yang dipesan dari PT Dirgantara Indonesia.

30 Desember 2019
Pembuatan PUNA (Pesawat Udara Nirawak) jenis medium altitude long endurance (MALE) bernama Elang Hitam yang diinisiasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) pada 2015 akhirnya diperkenalkan (roll out) pertama kali pada 30 Desember 2019. PUNA bernama Elang Hitam itu dikerjakan konsorsium yang terdiri atas tujuh lembaga. BPPT bertugas merancang dan menguji pesawatnya, sedangkan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memproduksi dan mengintegrasikan berbagai sistem yang ada.

20 Januari 2020
Kapal selam karya anak bangsa Alugoro menjalani tahapan Nominal Diving Depth (NDD) di Perairan Utara Pulau Bali. NDD merupakan bagian dari 53 item Sea Acceptance Test (SAT) Kapal Selam Alugoro. Tahapan NDD dinyatakan berhasil, Kapal Selam Alugoro berhasil menyelam hingga kedalaman 250 meter. Kapal Selam Alugoro merupakan kapal selam ketiga dari Batch Pertama kerjasama pembangunan kapal selam antara PT PAL Indonesia (Persero) dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME). Keberhasilan pembangunan Kapal Selam Alugoro menjadikan Indonesia menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam. Kapal selam tersebut memiliki spesifikasi panjang 61,3 meter; kecepatan maksimal saat menyelam 21 knot dan kecepatan maksimal di permukaan 12 knot.

30 Juli 2020
Kapal Selam (Kasel) Alugoro menyelesaikan pengerjaan drydocking di Graving Dock Irian PT PAL Indonesia (Persero). Selanjutnya setelah proses suplai logistik di Dermaga Kapal Selam PT PAL Indonesia (Persero), Kasel Alugoro akan bertolak menyusuri Selat Madura, Laut Jawa, dan kemudian menuju perairan Banyuwangi untuk menjalani fase lanjutan Sea Acceptance Test (SAT). Kapal Selam Alugoro mendapatkan predikat zero defect pengelasan alias tanpa cacat. Tidak main-main, predikat zero defect diakui langsung oleh timdari DSME Korea Selatan.

2 Oktober 2020
Kementerian Pertahanan secara resmi melaksanakan penyerahan operasional KRI Malahayati-362 kepada TNI AL di PT PAL Indonesia (Persero). KRI Malahayati-362 telah rampung menjalani Program Mid Life Modernization (MLM) yang dilaksanakan oleh PT PAL Indonesia (Persero). Modernisasi mencakup peremajaan ship platform, modernisasi CPP & Sensor-Senjata, penggantian propulsi CODOG menjadi CODAD, diesel generator, dan pembaharuan CMS, serta training kepada pengawak kapal TNI Angkatan Laut dalam pengoperasian dan pemeliharaan tingkat organik. Setelah melaksanakan program MLM, KRI Malahayati-362 mampu melaksanakan fungsi peperangan laut modern dan estimasi operasional selama 15 tahun ke depan.

Sejumlah pekerja mengerjakan perbaikan KRI Malahayati (362) di Dok Irian, PT PAL Surabaya, Jawa Timur (25/1/2018). PT PAL mampu memproduksi dan melakukan perawatan kapal niaga serta kapal perang.
(KOMPAS/Iqbal Basyari)

Referensi

Arsip Kompas

“Melongok Alat Alat Utama Sistem Persenjataan Baru TNI”. Kompas, 2 April 2020.

“Pertahanan Keamanan: Ekspor, Bukti Keberhasilan UU Industri Pertahanan”. Kompas, 11 Mei 2016.

“Perkapalan: PT PAL Membuat Kapal Perang Filipina”. Kompas, 14 Januari 2015.

“Industri: Filipina Pesan Kapal dari PT PAL”. Kompas, 23 Januari 2015.

“Industri: Ekspedisi KRI untuk Dorong Wisata”. Kompas, 23 Juli 2015.

“Roket Sukses Meluncur”. Kompas, 21 Agustus 2015.

“Industri Persenjataan: Pindad Kian Solid Memodernisasi Alutsista”. Kompas, 7 Oktober 2015.

“Alutsista: Kapal Selam DSME 209/1400 Menuju Uji Fungsi”. Kompas, 26 Maret 2016.

“Alutsista: KF-X/IF-X dan Mimpi Jet Tempur Indonesia”. Kompas, 14 April 2016.

“Industri Strategis: PT PAL Luncurkan Kapal Perang Filipina”. Kompas, 19 Januari 2016.

“Kilas politik & Hukum: Foto – Penyerahan Sertifikat IMAA”. Kompas, 27 April 2016.

“Industri Pertahanan: PTDI Mulai Produksi Massal Pesawat Nirawak”. Kompas, 27 April 2016.

“PT PAL Ekspor Kapal”. Kompas, 9 Mei 2016.

“Pesawat Pesanan Luar Negeri”. Kompas, 25 Juni 2016.

“Kapal Cepat Rudal: Industri Lokal Dipercaya Kembali Produksi”. Kompas, 3 Februari 2017.

“Pertahanan: Kapal Selam Diserahterimakan”. Kompas, 3 Agustus 2017.

“Kilas Politik & Hukum: Tank Tempur Medium Diproduksi 2018”. Kompas, 19 September 2017.

“PT Pindad: Produksi Amunisi Akan Ditingkatkan”. Kompas, 10 Oktober 2017.

“Kapal Baru: Fregat Siluman Tingkatkan Kemampuan Perang TNI AL”. Kompas, 31 Oktober 2017.

“Produksi PT Dirgantara Indonesia Bertambah”. Kompas, 10 Januari 2018.

“Industri Pertahanan: PT PAL Akan Merawat Kapal Selam”. Kompas, 26 Januari 2018.

“Kilas Politik & Hukum: Kapal Cepat Rudal Kerambit Diluncurkan”. Kompas, 28 Februari 2018.

“Kilas Politik & Hukum: Kapal Selam Keempat Diresmikan”. Kompas, 26 April 2018.

“Kilas Politik & Hukum: Tank Medium Akan Diproduksi Massal”. Kompas, 28 Agustus 2018.

“Pertahanan: Indonesia Butuh Tiga KRI Rumah Sakit Bantu”. Kompas, 22 Januari 2019.

“TNI AL Pesan Kapal Bantu RS ke PT PAL”. Kompas, 10 Juli 2019.

“Pengawasan dari Udara Jadi Komponen Penting”. Kompas, 25 Januari 2019.

“Penyambutan Helikopter Baru”. Kompas, 29 Januari 2019.

“Elang Hitam Penjaga Negara”. Kompas, 30 Maret 2020.

Penulis
Agustina Rizky Lupitasari
Editor
Rendra Sanjaya

Ikuti Kronologi Peristiwa dari Awal hingga Akhir

Ikuti Kronologi Peristiwa dari Awal hingga Akhir

Daftarkan email Anda dan ikuti kronologi peristiwa terkini secara lengkap di Kompaspedia.

close