Kronologi | Hari Satelit Palapa

Peluncuran Satelit Palapa

Proyek satelit Palapa dibangun pemerintah Indonesia pada era Orde Baru. Pemerintah menyadari pentingnya distribusi komunikasi di wilayah kepulauan Indonesia sehingga perlu memiliki satelit domestik sendiri.

KOMPAS/DUDY SUDIBYO

Pesawat ulang-alik Challenger yang diawaki 5 astronot, pukul 07.33 waktu setempat (pukul 18.33 WIB) diluncurkan dari Pusat Peluncuran, Tanjung Kennedy, Florida, Amerika Serikat. Challenger (kiri) antara lain membawa dua satelit komunikasi, “Anik” milik Kanada dan “Palapa B-1” milik indonesia. Para petugas Pusat Pengendali Utama Cibinong (kanan) yang menyaksikan peluncuran itu lewat layar teve, bertepuk tangan begitu Challenger berpisah dari roket pendorongnya.

Satelit Palapa diluncurkan pada 8 Juli 1976 dari Cape Canaveral Kennedy Space, Amerika Serikat, pada pukul 19.30 waktu setempat, atau 9 Juli 1976 pukul 06.30 WIB. Hari peluncuran satelit Palapa pada 9 Juli diperingati sebagai Hari Satelit Palapa. Proyek ini menghabiskan biaya kurang lebih 561 miliar rupiah.

Peluncuran satelit Palapa menggunakan roket NASA “Delta 2941”, terbagi atas tiga tingkatan dan didorong oleh satu roket utama dan 9 roket tambahan. Proses peluncuran merupakan tanggung jawab NASA dan diawasi stasiun pengendali di Glenwood, New York, Amerika Serikat.

Nama “Palapa” dipilih oleh Presiden Soeharto untuk mengenang kebesaran tanah air dari Sumpah Palapa Patih Gajah Mada pada zaman Majapahit tahun 1334 yang berisi, “Tidak akan memakan Palapa sebelum seluruh wilayah Nusantara bersatu.” Harapannya Indonesia bisa mengulang kejayaan Nusantara melalui nama ini.

Sistem satelit Palapa memberikan layanan telepon dan faksimile antarkota di Indonesia dan infrastruktur utama dalam pendistribusian program televisi. Satelit yang dirancang oleh Hughes Aircraft Company ini mampu menjangkau sepertiga belahan bumi meliputi negara-negara ASEAN, berdaya kerja aktif untuk 7 tahun, serta tahan terhadap goncangan dan perubahan suhu. Seiring waktu satelit Palapa mengalami sejumlah pergantian karena setiap satelit memiliki jangka waktu terbatas.

Satelit Palapa merupakan Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD) dengan satelit Geo Stasionery Orbit (GSO) atau orbit geosynchronous. GSO adalah orbit suatu benda yang berpatokan pada bumi sebagai pusatnya dan mempunyai periode sama dengan rotasi bumi, yakni 1 hari = 23,9344 jam/24 jam. Indonesia menjadi negara keempat di dunia setelah Rusia, Kanada, dan Amerika Serikat yang mengoperasikan SKSD dengan GSO.

KOMPAS/DUDY SUDIBYO

Presiden Soeharto menyaksikan peluncuran yang disiarkan TVRI langsung dari Cape Canaveral. Ia tampak di pagi itu masih mengenakan sarung dan surjan.

1966

PN Postel yang diwakili oleh Dirdjen Postel Brigdjen. Soehardjono dengan ITT World Communications Inc. yang diwakili oleh Derrick W. Samuelson, dan William K. Short, mendiskusikan kemungkinan Indonesia turut serta dalam pemakaian sistem hubungan komunikasi melalui satelit.

1975

Nama “Palapa” dicetuskan Presiden Soeharto sebagai nama satelit yang akan diluncurkan oleh Indonesia. Satelit Palapa direncanakan ditempatkan di ketinggian 35.680 kilometer agar berputar sama dengan kecepatan bumi, dengan antena membentuk sudut 17 derajat agar dapat terus-menerus selama 24 jam “menatap” ke arah Indonesia.

Desember 1975

Satelit Palapa mulai diuji

Januari 1976

Gedung stasiun utama pengendali satelit domestik Indonesia di Cibinong dalam pemasangan instalasi telekomunikasi. Gedung ini berfungsi untuk mengawasi SKSD Palapa.

9 Juli 1976

Satelit Palapa diluncurkan dari Cape Kennedy, AS, disiarkan oleh TVRI.

16 Agustus 1976

Sistem Komunikasi Satelit Domestik diresmikan oleh Presiden Soeharto. Pada peresmiannya, Soeharto pertama kali menghubungi Gubernur Aceh Muzakir Walad di Aceh, melalui telepon di ruang masuk utama gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta.

11 Maret 1977

Satelit domestik Indonesia Palapa II (A-2) diluncurkan dengan roket yang sama yakni roket Delta 2914 yang bergambar garuda dan menduduki posisi 77 derajat Bujur Timur. Satelit ini diharapkan bisa menjaga stabilitas hubungan komunikasi dan merupakan satelit cadangan yang dioperasikan apabila satelit A-1 mengalami kegagalan.

18 Juni 1983

Palapa B-1 diluncurkan menggunakan pesawat angkasa ulang-alik Challenger dari pangkalan NASA yang mengorbit di Kepulauan Maluku. Dibuat oleh perusahaan yang sama dengan satelit palapa A, satelit ini dioperasikan oleh stasiun pengendali di Elsegundo California, yakni Pusat Pengendali Operasi dan SPU (Stasiun Pengendali Utama) Cibinong dan Fillmore di Ventura City. Pemerintah berharap proyek ini dapat menampung kebutuhan negara-negara di ASEAN.

KOMPAS/PAT HENDRANTO

Presiden Soeharto (duduk tengah) didampingi Menhub Emil Salim (kanan) sedang mendengar penjelasan sekitar jalannya satelit “Palapa” dari pimpinan stasiun pengendali Cibinong Ir Saleh Gunawan (berdiri kiri).

3 Februari 1984

Pesawat ulang-alik STS-11 Challenger dan Westar IV yang membawa satelit komunikasi domestik Palapa B-2 dari Pusat Ruang Angkasa Kennedy di Tanjung Canaveral, Florida, dianggap gagal karena motor perigee tidak dapat berfungsi maksimal.

19 Maret 1987

Satelit komunikasi Indonesia Palapa B2-P (P dari Pengganti) diluncurkan ke orbit secara konvensional menggunakan Roket Delta 3920. Perjanjian kerja sama peluncurannya ditandatangani oleh Dirjen Postel dengan pihak NASA Amerika Serikat. Proyek satelit ini memakan biaya sebesar 53 juta dollar AS.

13 April 1990

Satelit yang diberi nama Palapa B2-R (R berarti recovered) mundur satu hari dari rencana semula, karena penundaan peluncuran pesawat ulang-alik Discovery. Satelit ini diluncurkan melalui Delta 6925. Satelit B2-R merupakan pematangan dari satelit Palapa-B sebelumnya. Dalam proyek ini Sattel Technologies ditunjuk sebagai pelaksana.

1991

Perusahaan telekomunikasi satelit swasta pertama di Indonesia PT Pasifik Satelit Nusantara berdiri.

14 Mei 1992

Satelit Palapa B-4 dalam masa peluncuran, berlangsung selama empat hari. Lamanya peluncuran dilakukan guna menguji peralatan dan komunikasi dengan melakukan pengecekan fungsi transponder dan pengaruhnya setelah diluncurkan. Satelit B-4 digunakan untuk cadangan satelit Palapa B2P. Total biaya yang dikeluarkan dalam proyek ini tercatat sekitar 122 ribu dollar AS.

KOMPAS/DUDY SUDIBYO

Para ahli dari Hughes yang mengamati peluncuran Palapa dari Cibinong menyatakan bahwa peluncuran berjalan dengan sempurna. Para ahli ini kemarin pagi menerima Menteri Emil Salim di Stasiun Utama Pengendali Cibinong.

31 Januari 1996

Peluncuran satelit Palapa C-1 di di Kennedy Space Center, Tanjung Canaveral, AS, pada tanggal 31 Januari petang waktu setempat (1 Februari pagi waktu Indonesia), menjadi tonggak sejarah awal swastanisasi pengoperasian satelit di Indonesia yang menelan biaya sekitar 200 juta dollar AS. Satelit Palapa C1 merupakan satelit komunikasi pertama yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT. Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) menggantikan satelit Palapa B-4. Palapa C-1 bertipe HS-601 mengorbit di 113º BT dengan jangka waktu operasional selama 7 tahun.

16 Mei 1996

Peluncuran satelit Palapa C-2 milik PT Satelindo, berhasil dilakukan di Kourou, Guyana Perancis, Amerika Selatan. Palapa C-2 diluncurkan bersama satelit telekomunikasi Amos milik industri pesawat terbang Israel, dengan menggunakan kendaraan angkasa Ariane 44L.  Biaya untuk satelit generasi ketiga ini sekitar 180 juta dollar AS (atau sekitar Rp 414 miliar) dan asuransi peluncuran satelit 30 juta dollar (sekitar Rp 69 miliar).

24 November 1998

Palapa C1 dinyatakan tidak layak beroperasi lagi dan digantikan oleh palapa C2 karena terjadi kegagalan pengisian baterai.

31 Agustus 2009

Palapa D dipesan 29 Juni 2007 oleh perusahaan Indonesia PT. Indosat Tbk, kepada Thales Alenia Space dan diluncurkan pada tanggal 31 Agustus 2009. Satelit Palapa-D menggantikan satelit Palapa-C2 yang habis masa berlakunya pada tahun 2011. Satelit Palapa-D mencakupan wilayah Nusantara, yakni negara-negara ASEAN, negara-negara Asia, Timur Tengah, dan Australia.

21 Februari 2019

Pasifik Satelit Nusantara (PSN) meluncurkan satelit keenam, yakni Satelit Nusantara Satu, dengan investasi 230 juta dollar AS. Dengan satelit ini, layanan internet di seluruh Indonesia ditargetkan dapat dipenuhi dalam kurun 1-2 tahun.

14 Oktober 2019

Proyek infrastruktur internet Palapa Ring diresmikan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjelaskan, pembangunan infrastruktur internet Palapa Ring dirancang sejak 2005, tetapi baru tahun 2015 dikerjakan. Pada 2018, Palapa Ring Barat selesai dikerjakan, sementara Palapa Ring Tengah rampung awal 2019. Adapun Palapa Ring Timur selesai Agustus 2019.

KOMPAS, 15 Oktober 2019

9 April 2020

Satelit Nusantara Dua diluncurkan dari Xichang Satellite Launch Center (XLSC), Tiongkok menggunakan Roket Long March 3B. Namun, ada kendala pada roket peluncur beberapa menit sebelum masuk ke orbit menyebabkan satelit tersebut gagal atau hilang kontak.

10 April 2020

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan ada dua rencana antisipasi yang diambil oleh Kementerian Kominfo dan operator satelit atas kegagalan Satelit Nusantara Dua menempati orbit. Pertama, antisipasi terhadap kelanjutan layanan satelit Palapa-D. Kedua terkait regulasi satelit internasional yang harus dipenuhi dalam penggunaan filing satelit agar Indonesia dapat mempertahankan hak penggunaan satelit di slot orbit 113BT.

Referensi

Arsip Kompas
  • “Indonesia akan turut gunakan satelit”, KOMPAS, 19 Desember 1966, hal. 3.
  • “”Menatap” Indonesia & Asean”, KOMPAS, 29 Mei 1975, hal. 4.
  • “Satelit Palapa Perlukan 3000 Tenaga Terlatih untuk Merawatnya”, KOMPAS, 11 Desember 1975, hal. 12.
  • “Satelit Domestik Palapa Diuji Desember Ini”, KOMPAS, 15 November 1975, hal. 1.
  • “Satelit Domestik Indonesia Bernama Palapa”, KOMPAS, 1 Agustus  1975, hal. 1.
  • “SKSD di berbagai daerah, 16 Agustus 1976: Sebagian baik, sebagian dalam penantian”, KOMPAS, 18 Agustus 1976, hal. 1.
  • “Satelit Domestik Palapa Diuji Desember Ini”, KOMPAS, 15 November 1976 , hal. 1.
  • “Peluncuran Palapa Berjalan Sempurna *40 Menit Setelah Mengangkasa Stasiun Cibinong Berhasil Melacakinya”, KOMPAS, 10 Juli 1976, hal. 1.
  • “Masyarakat Akan Dapat Memanfaatkan “Palapa” Sepuluh Hari Setelah Peluncuran”, KOMPAS, 9 Juli 1976, hal. 1.
  • “Satelit Domestik “Palapa” Diluncurkan Besok Pagi”, KOMPAS, 8 Juli 1976, hal. 1.
  • “Peluncuran “Palapa” Bisa Disaksikan Lewat TVRI”, KOMPAS, 22  Juni 1976, hal. 1.
  • “Sedang dijajagi: Siaran langsung peluncuran “Palapa” 8 Juli”, KOMPAS, 15 Maret 1976 , hal. 2.
  • “Setasiun Utama Pengendali Satelit Mendekati Penyelesaian”, KOMPAS, 27 Januari1976, hal. 2.
  • “SKSD di berbagai daerah, 16 Agustus 1976: Sebagian baik, sebagian dalam penantian”, KOMPAS, 15 November 1975, hal. 1.
  • “Satelit Domestik Indonesia Bernama Palapa”, KOMPAS, 18 Agustus  1976, hal. 1.
  • “Presiden resmikan pemakaian SKSD: Halo saudara Gubernur “, KOMPAS, 18 Agustus 1976, hal. 1.
  • “Palapa II 11 Maret 1977”, KOMPAS, 31 Desember 1976, hal. 2.
  • “Tuduhan penyuapan dalam proyek SKSD “Palapa”: Diteliti dan tidak akan ditutup-tutupil”, KOMPAS, 1 Februari 1977, hal. 1.
  • “Satelit Palapa A tetap dimanfaatkan walaupun tugas berakhir”, KOMPAS, 6 Mei 1982, hal. 2.
  • “Challenger Membawa Palapa B-1 Mengangkasa dengan Mulus
    “, KOMPAS, 19  Juni 1983, hal. 1.
  • “Palapa B-1 Diluncurkan Sabtu oleh Awak “Challenger””, KOMPAS, 15 Juni 1983 , hal. 1.
  • “Persiapan Peluncuran Satelit Palapa B-2 Lancar”, KOMPAS, 2 Februari 1984, hal. 1.
  • “Challenger Meluncur Mulus”, KOMPAS, 4 Februari 1984, hal. 1.
  • “Peluncuran Palapa B-2 Ditangguhkan -Westar IV Hilang
    ”, KOMPAS, 5 Februari 1984, hal. 1.
  • “Palapa B-2P diluncurkan 19 Maret 1987”, KOMPAS, 24 September  1986, hal. 1.
  • “NASA akan Orbitkan Palapa B2-P 19 Maret“, KOMPAS, 2 Januari 1987, hal. 1.
  • “Peluncuran palapa B-2R tertunda satu hari”, KOMPAS, 12 April 1990, hal. 1.
  • “Indonesia akan turut gunakan satelit”, KOMPAS, 19 Desember 1966, hal. 3.
  • “Peluncuran Satelit Palapa B-4: Suatu Kali, Perang Bintang pun Mengalah”, KOMPAS, 14 Mei 1992, hal. 1.
  • “Dipercepat, Peluncuran Satelit Palapa B-4”, KOMPAS, 23 April 1992 , hal. 2.
  • “Pagi Ini Palapa C1 Diluncurkan * Swastanisasi Satelit, Pemerintah Buat Tarifnya”, KOMPAS, 1 Fevruari 1996, hal. 3.
  • “Palapa C1 Telan Biaya Rp 200 Juta Dollar”, KOMPAS, 10 Januari 1996, hal. 3.
  • “Indonesia akan turut gunakan satelit”, KOMPAS, 19 Desember 1966, hal. 3.
  • “Telekomunikasi: Satelit Palapa-D Diluncurkan dari China”, KOMPAS, 2 September 2009, hal. 12.
  • “Satelit Palapa-D Pekan Depan Tiba di Orbit * Sempat Tak Terpantau Beberapa Jam”, KOMPAS, 4 September 2009 , hal. 12.
  • “50 Tahun Kompas Memberi Makna: Peluncuran Palapa Berjalan Sempurna”, KOMPAS, 23 Juni 2015.
  • “Arsip: Peluncuran Palapa Sempurna”, KOMPAS, 23 Juli 2015, hal.1.
  • “Internet untuk Pelosok”, KOMPAS, 11 Maret 2019, hal. 14.
  • “Manfaatkan Palapa Ring”, KOMPAS, 15 Oktober 2019, hal. 1.
Ikuti Kronologi Peristiwa dari Awal hingga Akhir

Ikuti Kronologi Peristiwa dari Awal hingga Akhir

Daftarkan email Anda dan ikuti kronologi peristiwa terkini secara lengkap di Kompaspedia.

close