Tokoh

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara

I Gusti Ngurah Jaya Negara adalah Wali Kota Denpasar periode 2021-2024 yang terpilih pada Pilkada Denpasar 2020. Mantan Ketua DPC PDIP Denpasar ini sebelumnya menjabat Wakil Wali Kota selama dua periode mendampingi Wali Kota Rai Mantra.

PEMKOT DENPASAR

Fakta Singkat

Nama Lengkap
I Gusti Ngurah Jaya Negara, S.E

Lahir
Denpasar, 4 Juli 1966

Almamater
Universitas Pendidikan Nasional

Jabatan Terkini
Wali Kota Denpasar 2021-2024

I Gusti Ngurah Jaya Negara merupakan politisi dari PDIP yang merintis karier politiknya dari bawah. Ia sudah terlibat aktif dalam organasasi politik itu sejak muda, mulai dari ketua anak ranting, kemudian meningkat sebagai Ketua PAC PDIP dan berlanjut menjadi Ketua DPC PDIP Kota Denpasar.

Ketekunan dan kegigihannya membesarkan PDIP di Denpasar membawanya duduk sebagai anggota DPRD kota tersebut selama dua periode, bahkan di periode keduanya dipercaya menjadi Ketua Komisi C DPRD. Menjelang berakhir masa tugasnya sebagai anggota dewan, ia didaulat menjadi wakil wali kota yang posisinya lowong karena wakil sebelumnya Rai Mantra naik jabatan sebagai wali kota.

Dalam pilkada langsung 2010, Jaya Negara yang dicalonkan sebagai wakil wali kota mendamping Rai Mantra meraih 72,5 persen suara dan terpilih sebagai pemimpin Kota Denpasar periode 2010-2015. Lima tahun berselang, pasangan petahana itu kembali  memimpin Denpasar dengan meraih suara terbanyak yakni 82,14 persen pada Pilkada 2015.  Pasangan petahana itu kembali memimpin Denpasar untuk periode kedua yakni 2016-2021.

Lima tahun kemudian, Jaya Negara mencalonkan diri sebagai wali kota dan terpilih menjadi Wali Kota Denpasar pada pemilihan kepala daerah Denpasar tahun 2020 lalu. Kakak dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati ini dilantik pada 26 Februari 2021 di Gedung Wiswa Sabha Utama oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai Wali Kota Denpasar periode 2021-2024.

Anak Penatih

I Gusti Ngurah Jaya Negara yang lahir di Denpasar pada 4 Juli 1966 merupakan anak dari pasangan Gusti Ngurah Gde Sutedja dan Ni Jero Samiata yang berasal dari Puri Penatih. Sang ayah berprofesi sebagai seorang guru dan ibunya sebagai ibu rumah tangga.

Jaya Negara muda menempuh pendidikan Sekolah Dasar di SD Nomor 1 Penatih dan lulus tahun 1979. Lalu ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dwijendra Denpasar dan lulus tahun 1982.

Sejak SD,  Gung Jaya begitu pangilan akrabnya sudah berjualan es lilin di sekolahnya bersama adiknya Gusti Ayu Bintang Darmawati. Sang adik kini menjabat Menteri PPPA di Kabinet Indonesia Maju. Saat memasuki SMP Dwijendra pada 1980-an, ia juga sempat membantu ayahnya menjadi kernet bemo.

Setelah lulus SMP tahun 1982, ia melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Denpasar dan lulus pada tahun 1985. Saat bersekolah di SMANSA, Gung Jaya sempat menjadi tukang catat meteran listrik PLN dengan berkeliling dari satu rumah ke rumah di Kota Denpasar untuk menambah uang saku dan membayar SPP.

Kemudian ia menempuh pendidikan di perguruan tinggi Strata 1 Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Keuangan Universitas Pendidikan Nasional. Ia menyelesaikan pendidikan dan menggondol gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1991 dan langsung bekerja sebagai bankir di sebuah bank swasta di Denpasar.

Karier

Setelah menyandang gelar sarjana ekonomi dari Universitas Pendidikan Nasional, Jaya Negara muda bekerja sebagai karyawan Bank Utama selama 7 tahun dari 1991 hingga 1998.  Jaya Negara mengakhiri kariernya sebagai bankir karena bank tempatnya bekerja bangkrut imbas dari krisis ekonomi yang melanda Indonesia.

Ia kemudian aktif di organisasi politik PDI yang memang sejak muda era tahun 80-an, Gung Jaya telah sering dilibatkan oleh ayahnya dalam dunia kepartaian yakni di Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Ia lantas dicalonkan sebagai Calon Anggota DPRD Kota Denpasar dari PDI Perjuangan dan terpilih duduk di kursi dewan periode 1999-2004.

Lima tahun berselang, ia kembali terpilih sebagai anggota dewan dan Karier Jaya Negara terus melejit hingga kemudian ia menjadi Ketua Komisi C DPRD Kota Denpasar selama lima tahun yakni tahun 2004―2009.

Menjelang berakhir masa tugasnya sebagai Ketua Komisi C DPRD, ia lantas dipercaya menjadi wakil wali kota mendampingi Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra yang naik kelas dari wakil wali kota ke posisi Wali Kota Kota Denpasar menggantikan AAGN Puspayoga terpilih sebagai Wagub Bali di Pilgub 2008.

Pasangan petahana itu lantas maju dalam Pilkada Kota Denpasar 2010. Pasangan Rai Mantra dan Jaya Negara diusung oleh PDIP Denpasar yang pada pemilu legistatif 2009 meraih 36 persen suara di kota tersebut. Pasangan itu bertarung dengan I Wayan Subawa-IB Udiyana dari koalisi 16 parpol yang dimotori Partai Demokrat dan Golkar.

Dalam pilkada 2010, masyarakat Denpasar menaruh kepercayaan besar pada duet pasangan Rai Mantra-Jaya Negara sehingga pada pemilihan kepala daerah itu mereka meraih 72,5 persen suara. Pasangan itu dilantik sebagai orang nomor 1 dan nomor 2 di Denpasar oleh Gubernur Bali Mangku Pastika pada Juli 2010.

Lima tahun berselang, pasangan itu kembali maju dalam Pilkada Kota Denpasar 2015.  Pasangan Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra–A.A. Jaya Negara yang diusung PDIP itu bertarung dengan pasangan Ketut Resmiayasa–Batu Agung (Gerindra-Hanura) dan Made Arjaya–A.A. Rai Sunasri (Demokrat-PKS).

Pilkada yang digelar pada 9 Desember 2015, Rai Mantra-Jaya Negara meraih suara terbanyak yakni 82,14 persen dari total suara sah.  Alhasil, pasangan petahana itu kembali menahkodai pemerintahan Kota Denpasar hingga tahun 2020.

Di ajang Pilkada 2020, Jaya Negara kali ini mencalonkan diri sebagai wali kota setelah dua periode menjabat wakil wali kota. Ia mengandeng I Kadek Agus Arya Wibawa sebagai wakilnya dan diusung oleh PDIP, Garindra, PSI, dan Hanura dalam pilkada tersebut yang digelar pada 9 Desember 2020.

Berdasarkan rekapitulasi KPU Denpasar, pasangan I Gusti Ngurah Jaya Negara-Kadek Agus Arya Wibawa, meraup 184.655 suara atau 81 persen, unggul dari pasangan Gede Ngurah Ambara Putra-Made Bagus Kertha Negara yang hanya meraih 42.730 suara atau 19 persen.

Pasangan pemenang pilkada itu dilantik pada 26 Februari 2021 oleh Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur bersamaan dengan kepala daerah terpilih lima kabupaten lainya di Bali.

Usai pelantikan, IGN Jaya Negara mengatakan akan melanjutkan program pembangunan dari pemimpin sebelumnya sehingga memberikan dampak positif terhadap pembangunan berkelanjutan di Kota Denpasar. ia juga akan bersinergi dengan suluruh masyrakat  dan stake holder untuk  mengatasi pandemi Covid-19 dan membangun Kota Denpasar maju menuju kota kreatif yang berbasis budaya ,makmur ,aman ,jujur dan unggul.

Pencapaian itu buah dari aktivitasnya berorganisasi sejak masih muda. Jaya Negara aktif dalam berorganisasi, di antaranya menjadi Ketua Umum Perseden Football Club tahun 2002 sampai 2014. Ia juga memegang jabatan sebagai Manager Perseden Fc, Sekretaris Umum Bali Fc, dan Assisten Manager Bali FC. Jaya Negara juga menjadi Ketua Umum Paiketan Arya Wang Bang Penatih.

Ia juga aktif sebagai kader di PDIP, mulai dari bawah sebagai ketua anak ranting di Kelurah Penatih, kemudian meningkat menjadi ketua PAC di Kecamatan Denpasar Timur, lantas terpilih menjadi Ketua DPC PDIP di Kota Denpasar. Kini ia menjabat sekretaris di DPD PDIP Provinsi Bali.

KOMPAS/COKORDA YUDISTIRA

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara (tengah) disambut Uskup Denpasar Mgr Silvester San (kedua, kanan) ketika Jaya Negara bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Denpasar mengunjungi Gereja Katolik Roh Kudus Katedral Denpasar, Sabtu (25/12/2021), serangkaian pelaksanaan Misa Natal 2021 di Gereja Katolik Roh Kudus Katedral Denpasar.

Daftar penghargaan

  • Karya Bhakti Peduli Satuan Polisi Pamong Praja Tahun 2021
  • Bakti Koperasi  sebagai Tokoh Koperasi dari Kementerian Koperasi dan UKM RI (2014)
  • Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) oleh Badan Narkotika Nasional (2021)

 

Penghargaan

Wali Kota Denpasar Jaya Negara mendapat penghargaan Karya Bhakti Peduli Satuan Polisi Pamong Praja Tahun 2021 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada April 2021. Penghargaan tersebut diberikan berkat komitmen dan integritasnya dalam meningkatkan peran Satpol PP upaya membantu kelancaran pemerintahan daerah.

Penghargaan itu melengkapi penghargaan yang pernah diraihnya antara lain Bakti Koperasi  sebagai Tokoh Koperasi dari Kementerian Koperasi dan UKM RI (2014), dan  Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) oleh Badan Narkotika Nasional (2021).

PEMKOT DENPASAR

Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara membuka lomba ogoh-ogoh mini ke 3  yang diselenggarakan Sekaa Teruna (ST) Yowana Dharma Kretih Banjar Kedaton, Kesiman ditandai dengan pemukulan gong, Minggu (20/3/2022).

“Kami menumbuhkan kembali semangat gotong royong melalui spirit  Vasudaiva Khutumbakam, kita adalah bersaudara,. Dengan spirit ini kami berharap tantangan yang berat sekalipun dapat diatasi dengan pola semangat gotong royong,” kata Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara.

Memulihkan ekonomi

Dalam Rakernas Apeksi 2021 yang mengusung tema  “Mewujudkan Ekosistem Smart City yang Berkelanjutan Dalam Menghadapi Pandemi” pada 13 Oktober 2021 di Yogyakarta, Walikota Jaya Negara memaparkan materi tentang strategi Pemerintah Kota Denpasar dalam menghadapi pandemi Covid -19.

Jaya menjelaskan strategi yang dilakukan diantaranya akselerasi  peningkatan cakupan vaksinasi, penerapan protokol kesehatan, serta strategi yang berbasiskan pada potensi, kondisi dan budaya yang disinergikan dengan Smart City.

Selain itu, dalam rangka pemulihan ekonomi di masa pandemi Pemerintah Kota Denpasar juga merintis kerjasama  dengan Kota Darwin (Australia) dalam pengembangan kapasitas SDM, pelatihan Program Inkubator Pandemi, dan juga  melaksanakan event D’Youth Festival sebagai ruang kreatifitas bagi kaula muda untuk membentuk jiwa kewirausahaan yang bermaanfaat bagi pengembangan usaha kreatif.

Jaya Negara mengatakan dalam penanganan Covid -19 Kota Denpasar juga meluncurkan aplikasi  Desac (Denpasar Siaga Covid-19) yang merupakan layanan berbasis Chatbot  yang menghubungkan langsung antara fasilitas kesehatan dengan warga yang terkonfirmasi positif untuk mendapatkan pelayanan dalam bidang kesehatan. Sementara untuk memenuhi kebutuhan konsumsi bagi masyarakat yang sedang diisolasi dan masyarakat yang kurang mampu, Pemkot Denpasar membangun Dapur Umum Gotong Royong.

Di masa pandemi ini, Jaya Negara meminta dukungan dan kerjasama dari semua stakeholder pembangunan untuk mewujudkan Kota Kreatif berbasis budaya menuju Denpasar Maju (Denpasar Makmur, Aman, Jujur dan Unggul).

KOMPAS.ID

Harta kekayaan

Jaya Negara terakhir melaporkan hartanya dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 31 Desember 2020 saat ia menjabat sebagai Wakil Wali Kota Denpasar.  Total kekayaannya tahun 2020 sebesar Rp 3,1 miliar.  Dalam LHKPN itu hartanya terdiri dari harta satu tanah dan bangunan di Denpasar senilai Rp 250 juta yang merupakan hasil sendiri, kemudian alat transportasi dan mesin senilai Rp 329 juta yang terdiri dari dua mobil dan dua motor, harta bergerak lainnya Rp 285 juta, kas dan setara kas Rp 2,05 miliar.

Dalam LHKPN itu Jaya Negara tidak memiliki hutang sehingga total harta kekayaan tahun 2020 tercatat sebesar Rp 3,1 miliar.  Sebagai Wakil Wali Kota Denpasar, Jaya sudah beberapa kali melaporkan hartanya ke KPK yakni

  • Laporan 23 Februari 2010, harta kekayaan sebesar Rp 415.755.249,00
  • Laporan 22 Juli 2015, harta kekayaan sebesar Rp.1.637.500.000,00
  • Laporan 31 Desember 2017, harta kekayaan sebesar Rp.2.145.428.734,00
  • Laporan 31 Desember 2018, harta kekayaan sebesar Rp.2.314.084.554,00
  • Laporan 31 Desember 2019, harta kekayaan sebesar Rp Rp.2.788.409.149,00

Referensi

Situs web

https://www.denpasarkota.go.id/

https://apeksi.id/

https://infopemilu2.kpu.go.id/file/dok/syarat_calon/SYARAT_CALON_CAKADA_2_0539720101_I_Gusti_Ngurah_Jaya_Negara.pdf

https://regional.kompas.com/read/2020/12/16/18401171/pilkada-denpasar-jumlah-suara-golput-lebih-banyak-dari-paslon-yang-unggul?page=all

https://regional.kompas.com/read/2020/11/28/20123481/debat-pilkada-denpasar-ini-misi-kedua-paslon-soal-penanganan-covid-19?page=all

https://regional.kompas.com/read/2020/12/17/08250001/di-denpasar-suara-golput-lebih-banyak-dari-paslon-yang-unggul-kpu-sebut?page=all

https://regional.kompas.com/read/2020/12/16/17104791/rekapitulasi-kpu-denpasar-rampung-pasangan-jaya-wibawa-raup-81-persen-suara

Biodata

Nama

I Gusti Ngurah Jaya Negara, S.E

Lahir

Denpasar, 4 Juli 1966

Jabatan

Wali Kota Denpasar 2021-2024

Pendidikan

  • SDN 1 Penatih, Denpasar
  • SMP Dwijendra, Denpasar
  • SMA Negeri 1 Denpasar (1982-1985
  • Sarjana S1 dari Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Nasional (1985-1991)

Karier

  • Bankir bank swasta di Denpasar
  • Anggota DPRD Kota Denpasar (1998-2004)
  • Anggota DPRD Kota Denpasar (2004-2009)
  • Wakil Wali Kota Denpasar (2010-2015)
  • Wakil Wali Kota Denpasar (2016-2021)
  • Wali Kota Denpasar (2021-2024)

Organisasi

  • Ketua Umum Perseden FC
  • Manager Preseden FC
  • Sekretaris Umum Bali FC
  • Asisten Manager Bali FC
  • Ketua PAC PDI Perjuangan Denpasar Timur
  • Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar
  • Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali

Penghargaan

  • Bakti Koperasi  sebagai Tokoh Koperasi dari Kementerian Koperasi dan UKM RI (2014)
  • Karya Bhakti Peduli Satuan Polisi Pamong Praja Tahun 2021
  • Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) oleh Badan Narkotika Nasional (2021)

Karya

Buku

Keluarga

Istri

Ni Sagung Antari Agustini

Anak

  • 1 orang

Sumber
Litbang Kompas

error: Content is protected !!