Foto

Pelabuhan Tanjung Priok: Sejarah dan Saksi Kerasnya Kehidupan

Pelabuhan Tanjung Priok memiliki sejarah panjang. Berawal dari menjadi pelabuhan pembantu pada masa kolonial Belanda, lalu menjelma menjadi salah satu pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia. Di tempat ini terjadi berbagai kegiatan. Mulai dari pengiriman barang hingga antrean penumpang yang bejubel naik ke kapal. Pemerintah terus mengembangkan berbagai fasilitas di pelabuhan ini. Namun sayang, di tengah berbagai pengembangan yang dilakukan, para penumpang masih menerima pelayanan yang memprihatinkan, seperti maraknya calo dan pungutan liar. Berikut foto dan cerita lama di Pelabuhan Tanjung Priok yang dihimpun dari Arsip Kompas.

KOMPAS/DJ Pamoedji Kapal bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok tahun 1973.
LayananPelanggan
Kompas Kring
Jam Kerja
06.00 - 16.00 WIB

Harian Kompas adalah surat kabar Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta. Kompas diterbitkan oleh PT Kompas Media Nusantara yang merupakan bagian dari kelompok usaha Kompas Gramedia (KG), yang didirikan oleh P.K. Ojong (almarhum) dan Jakob Oetama (almarhum) sejak 28 Juni 1965.

Mengusung semboyan "Amanat Hati Nurani Rakyat", Kompas dikenal sebagai sumber informasi tepercaya, akurat, dan mendalam.

Kantor Redaksi
Jalan Palmerah Selatan 26-28
Jakarta Pusat, DKI Jakarta,
Indonesia 10270
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2
Jalan Palmerah Selatan 21
Jakarta Pusat, DKI Jakarta,
Indonesia 10270