Tokoh

Sakti Wahyu Trenggono

Dunia usaha dan dunia politik tak asing dengan nama Sakti Wahyu Trenggono. Di pemerintahan Presiden Joko Widodo, Trenggono menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan mendampingi Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan, kemudian pada 22 Desember 2020, ia dipercaya menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), menggantikan Edhy Prabowo.

Fakta Singkat

Nama Lengkap
Ir. Sakti Wahyu Trenggono, M.M

Lahir
Semarang, 3 November 1962

Almamater
Institut Teknologi Bandung

Jabatan Terkini
Menteri Kelautan dan Perikanan 2020-2024

Lama berkecimpumg di dunia usaha dan bisnis, Trenggono mulanya lebih dikenal sebagai pengusaha. Memulai bisnis di bidang telekomunikasi, kemudian ia beralih fokus ke bisnis penyewaan menara base transceiver (BTS). Bisnis usahanya kian meluas hingga dia mendapat julukan “Raja Menara” atau sebutan lainnya “Lelaki Seribu Tower”.

Dalam dunia politik, Trenggono memulai karier politiknya di Partai Amanat Nasional (PAN). Di partai besutan Amien Rais ini, ia  menjadi bendahara partai sejak 2009 hingga 2013. Namun,  pada Pemilihan Presiden 2014 ia lebih memilih bergabung dengan tim pemenangan  Joko Widodo-Jusuf Kalla, dan tidak mendukung Ketua Umum PAN Hatta Rajasa yang saat itu menjadi calon wakil presiden untuk Prabowo Subianto.

Nama Sakti Wahyu Trenggono kemudian muncul lagi pada Pilpres 2019. Posisinya di Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin kala itu cukup strategis sebagai bendahara. Sosok ini dikenal cukup dekat dengan Joko Widodo.

Kala Joko Widodo kembali terpilih sebagai Presiden RI kedua kalinya, Trenggono diminta  menjadi Wakil Menteri Pertahanan mendampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Namun, baru setahun menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan, ketika terjadi reshuffle menteri Kabinet Indonesia Maju pada 22 Desember 2020  Trenggono mendapat kepercayaan menjadi menteri. Ia kini menjadi orang nomor satu di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Keluarga sederhana

Dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang telekomunikasi, bahkan mendapat julukan “Raja Menara”, tak dinyana Sakti Wahyu Trenggono berasal dari keluarga sederhana. Lelaki kelahiran Semarang, 3 November 1962 ini sejak kecil diasuh oleh neneknya hingga ia menyelesaikan sekolah dasar.  Dari neneknya, ia banyak mendapat pelajaran berharga menghadapi hidup dan berbagi pada sesama. Semangat yang tinggi putra pensiunan Kopral TNI Angkatan Darat ini juga diperoleh dari neneknya sehingga ia dapat menyelesaikan studinya.

Trenggono  melanjutkan studi ke Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia pernah merasakan betapa untuk menempuh pendidikan, keluarganya harus menjual tujuh ekor kambing demi membiayai kuliahnya. “Saya dulu bayar kuliah Rp 22.000 harus jual tujuh ekor kambing, dan dikirimi nenek saya Rp35.000,” kenangnya.

Saat masih berstatus mahasiswa semester akhir dan belum bergelar sarjana, pada 1988 Trenggono diterima program Astra Basic Training atau kini biasa disebut management trainee dan mengikuti pelatihan selama enam bulan sebelum dilepas ke unit bisnis Astra International Tbk.

Sambil bekerja ia menyelesaikan studinya di IT Tahun 1986. Ia juga menamatkan pendidikan sarjana (S1) dari School of Information System Universitas Bina Nusantara (Binus University). Selanjutnya pada 2006 diraihnya  gelar Magister Manajemen dari ITB. Bekal pendidikannya sekaligus menjadi batu loncatan baginya untuk mengepakkan sayap bisnis dan  berkiprah di dunia politik

Menteri KKP Saktu Wahyu Trenggono

Karier

Karier pertamanya banyak Trenggono habiskan di Astra. Selama bekerja di  Astra banyak hal yang dipelajarinya, mulai dari membangun insfrastruktur IT,  membangun budaya perusahaan, hingga mengembangkan pabrik. Ia memetik ilmu berharga selama berkarier di Astra yang banyak berelasi dengan lembaga konsultan dunia, seperti Boston Consulting Group (BCG) untuk pembenahan perusahan di lingkungan Astra.

DI Astra pula ia memperoleh pelajaran berharga tentang perubahan manajemen. Bergabung di Astra membuka pintu kesuksesan bagi karier Trenggono selanjutnya. Kariernya  bertahan hingga 11 tahun di Astra. Ia kemudian memutuskan mundur dari Astra. Jabatan terakhir yang dipegangnya,  Senior Genenal Manager  atau setingkat direktur di anak usaha Astra.

Selepas dari Astra, Trenggono berkutat pada usaha koperasi, ia menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan INKUD (Induk Koperasi Unit Desa). Ia juga menjajal dunia bisnis bidang kayu, namun gagal  lantaran Indonesia dihantam krisis ekonomi pada 1998, usahanya pun gulung tikar. Di tahun itu pula Trenggono melihat banyak perusahaan milik konglomerat hancur diterpa krisis ekonomi. Di sisi lain, ia menangkap peluang yang potensial dan belum banyak dilirik orang.

Prediksinya, di tahun-tahun mendatang Indonesia akan memasuki era teknologi mobile telekomunikasi. Di masa itu akan banyak muncul operator seluler dan pengguna ponsel yang terus tumbuh. Kebutuhan telekomunikasi mobile sudah tentu akan makin besar. Trenggono menangkap peluang itu, ia pun membangun bisnis di bidang penyedia infrastruktur telekomunikasi, yaitu menara atau tower BTS. Ia melihat peluang menyewakan menara-menara itu untuk telekomunikasi.

Bersama dua rekannya, Abdul Satar dan Abdul Erwin mereka mendirikan PT Solusindo Kreasi Pratama. Melalui bendera PT Solusindo Kreasi Pratama dan PT Tower Bersama Infrastruktur, ia  mulai mengembangkan usaha bisnisnya hingga Trenggono dikenal sebagai salah satu pengusaha besar dalam bisnis telekomunikasi.  Usahanya terus melejit,  Direktur Utama PT Solusindo Kreasi Pratama-Indonesian Tower ini pun mendapat julukan “Lelaki Seribu Tower”, dan sebutan “Raja Menara”.

Bisnisnya sukses dan perusahaannya menjadi yang terbesar di bidangnya dengan kepemilikan lebih dari 14.000 menara telekomunikasi di seluruh Indonesia. Peraih gelar Magister Manajemen ITB ini pun dipercaya memegang jabatan Ketua Umum Asosiasi Pengembangan Infrastruktur Menara Komunikasi (2005-2016). Selain itu, Trenggono juga salah satu inisiator berdirinya Asosiasi Penyedia Menara Telekomuniasi Indonesia (ASPMITEL)

Tahun 2007, Trenggono  mendirikan  PT Teknologi Riset Global (TRG) Investama, dan ia duduk sebagai komisaris utama. Perusahaan ini bergerak di bidang telekomunikasi, teknologi, properti, media dan e-commerce. Ia dikenal pula sebagai pengusaha lokal pertama yang bermain cloud melalui Indonesian Cloud. Kariernya di dunia usaha terus melesat. Pada 2018 Trenggono menjabat komisaris di perusahaan tambang emas Grup Saratoga, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Sejalan dengan kariernya yang cemerlang  di dunia usaha, karier Trenggono di dunia politik pun terbilang mulus. Mengawali kiprah politiknya pada 2009 di Partai Amanat Nasional (PAN) ia dipercaya menjadi bendahara partai. Namun kala Pemilihan Presiden 2014, Sakti Wahyu Trenggono memutuskan berpindah haluan, ia beralih dan masuk dalam tim pemenangan Jokowi-JK. Padahal kala itu Ketua Umum PAN Hatta Rajasa juga maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.

Dukungan Sakti Wahyu Trenggono terhadap Joko Widodo sudah dimulai sejak Jokowi menjadi Wali Kota Surakarta. Dia tetap berada di gerbong pendukung Jokowi saat Jokowi maju ke Jakarta dan ke tingkat nasional menjadi presiden RI. Kemenangan Jokowi di Pilpres 2014 membawa Trenggono masuk dalam Tim Transisi yang dipimpin oleh Rini Soemarno. Ia bahkan diminta untuk memimpin Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Kantor Transisi Jokowi-JK. Satgasus bertugas menentukan titik-titik yang akan menjadi daerah blusukan Jokowi. Di Satgasus ini ia memimpin bersama Prananda Prabowo, putera Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Karier politiknya terus melesat ketika Presiden Joko Widodo menunjuknya menjadi Wakil Menteri Pertahanan mendampingi Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan.  Profesional dan sangat berpengalaman di korporasi membuat Trenggono diberi tugas khusus oleh Jokowi untuk bisa mengembangkan industri strategis pertahanan, khususnya industri pertahanan dalam negeri.

Meski latar belakangnya bukan di bidang pertahanan, namun Trenggono mengatakan siap menjalankan tugas itu.

Selama setahun sebagai Wakil Menteri Pertahanan, Trenggono mengaku telah mengupayakan sinergi dan pembangunan pertahanan untuk masa depan. Namun, memasuki tahun kedua keberadaannya di Kabinet Indonesia Maju ia kembali harus mengubah orientasi tugasnya.

Reshuffle Kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo pada 22 Desember 2020 mengharuskan ia meninggalkan jabatan Wakil Menteri Pertahanan. Kali ini Presiden Jokowi memintanya untuk mengelola potensi bahari. Kini, per 23 Desember 2020 Sakti Wahyu Trenggono telah resmi menempati posisi Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Edhy Prabowo.

Saat awal ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menteri KKP, ia mengaku dirinya kaget saat ditunjuk menggantikan posisi Edhy Prabowo. Menurutnya, tugas baru sebagai Menteri KKP merupakan amanat yang tidak mudah. Meski demikian, dirinya akan belajar dan melakukan evaluasi atas kebijakan kelautan dan perikanan. Sebab, menurutnya potensi bidang tersebut masih sangat dibutuhkan bangsa.

KOMPAS/DEFRI WERDIONO

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah (berkerudung tengah) dan Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono (mengenakan batik) tengah melihat bazar usaha mikro kecil dan menengah mantan pekerja migran pada acara Hari Migran Internasional (Migrant Day) di GOR Vira Yudha Markas Divisi Infanteri (Divif) 2/Kostrad Malang, Jawa Timur, Rabu (18/12/2019) sore

Daftar Penghargaan

  • Finalis E&Y Entrepreneur of the Year 2005

Penghargaan

Berbagai kiprah kesuksesannya di dunia bisnis membawa Trenggono menjadi salah satu dari 15 Finalis E&Y Entrepreneur of the Year 2005.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono

Budidaya perikanan

Sebagai kementerian yang menjaga laut, Trenggono telah menyiapkan terobosan kebijakan yang akan bermanfaat besar bagi nelayan. Fokus utama kebijakannya yakni memastikan keberlangsungan  ekosistem di kelautan dapat berjalan, tidak rusak, dan dapat memberi manfaat besar bagi perekonomian. Ia melihat potensi kelautan begitu melimpah, baik untuk pariwisata maupun budi daya.

Awal  2021, ia menyatakan slogan KKP pada 2021 adalah menggerakkan budidaya perikanan,  dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan mendorong perputaran ekonomi bagi masyarakat. KKP menjadikan perikanan budidaya sebagai leading sektor perekonomian nasional. Sebab, perikanan budidaya memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan menjadi salah satu sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat, penyediaan lapangan kerja, serta mendukung ketahanan pangan. Perikanan budidaya yang akan dikembangkan tidak hanya komiditas ikan tawar, tetapi juga air payau, seperti udang vaname, kerapu, dan bawal.

Trenggono menegaskan bahwa Indonesia harus bisa mengembangkan perikanan budidaya seperti perikanan di Australia, Jepang, Norwegia, dan Vietnam yang telah berkembang, karena Indonesia memiliki lahan dan komoditas yang sangat potensial.

Untuk meningkatkan budidaya perikanan berkelanjutan, menurut Trenggono yakni dengan cara membangun kampung-kampung budidaya, misal Kampung Nila, Kampung, Lele, Kampung Udang, yang penamaannya disesuaikan dengan komoditas  yang paling dominan di tempat itu.

Semua kebijakan KKP tetap memperhatikan kedaulatan, keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan, serta pendapatan negara. Untuk memacu semangat kebangkitan, pembenahan tata kelola dan peningkatan kinerja, KKP meluncurkan logo “KKP Rebound”.

“Sektor Kelautan dan Perikanan adalah masa depan kita bersama, sekaligus masa depan pertumbuhan ekonomi Indonesia, sehingga diperlukan tekad yang kuat, semangat pantang menyerah untuk terus meningkatkan produktivitas.” Sakti Wahyu Trenggono (23 Desember 2020).

Harta kekayaan

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di situs resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wahyu Sakti Trenggono terakhir melapor pada 16 Januari 2020. Total kekayaan Trenggono mencapai Rp 1,95 triliun.

Harta terbesar Trenggono berbentuk surat berharga senilai Rp 1,66 triliun. Ia juga memiliki tanah dan bangunan dengan nilai total Rp 54,5 miliar. Dalam laporan itu, ia memiliki 42 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta, Bekasi, Cianjur, Sragen, Buleleng, Boyolali, dan Karanganyar.

Ia juga mempunyai lima mobil dan satu motor yang total harganya Rp6, 1 miliar. Kendaraan itu seperti Land Rover RR Jeep Tahun 2013, Audi RS 5 Sedan Tahun 2015, Toyota Vellfire 2.5 G Minibus Tahun 2015, Audi Q3 Jeep Tahun 2012, Mercedes Benz Gla 200 Minibus Tahun 2018, dan Honda Beat Tahun 2018.

Dalam laporan yang sama, harta Trenggono juga berbentuk kas dan setara kas dengan nilai total mencapai Rp 141,7 miliar, harta bergerak lainnya Rp 16,2 miliar, dan harta lainnya Rp 61,5 miliar. Ia tercatat tidak memiliki hutang, sehingga total kekayaaannya 2019 yang dilaporkan KPK pada 16 Januari 2020 tercatat Rp 1.947.253.281.442 atau jika dibulatkan mencapai Rp 1,95 triliun.

Referensi

Arsip Kompas

Pemerintahan: Perjelas Tugas Wakil Menteri, KOMPAS, 26 Oct 2019 Halaman: 01
Pertahanan: Wamenhan: Membeli Alutsista Ada Strateginya, KOMPAS, 24 Jul 2020 Halaman: 02
Tantangan Inovasi Enam Menteri Baru, KOMPAS, 23 Dec 2020 Halaman: 01
Perikanan: KKP Evaluasi Aturan soal Cantrang, KOMPAS, 29 Jan 2021 Halaman: 10

Biodata

Nama

Ir. Sakti Wahyu Trenggono, M.M

Lahir

Semarang, 3 November 1962

Jabatan

Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Indonesia Maju 2020-2024

Pendidikan

Pendidikan

  • S1 Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) (1986)
  • S2 Magister Management Institut Teknolog Bandung (2006)

Karier

  • Programmer di Federal Motor (1986)
  • System Analyst & Development Federal Motor (1986-1988)
  • Manager Management Information System (MIS) Federal Motor (1988-1992)
  • General Manager MIS and Business Development Federal Motor (1992-1995)
  • Direktur Perencanaan dan Pengembangan INKUD (1995-1997)
  • Direktur Utama PT Solusindo Kreasi Pratama (2000-2009)
  • Komisaris Utama PT Teknologi Riset Global Investama (2010-2016)
  • Komisaris PT Tower Bersama Tbk (2009-2019)
  • Komisaris PT Merdeka Copper Gold Tbk. (2018-2019)

Pemerintahan

  • Wakil Menteri Pertahanan RI, Kabinet Indonesia Maju (25 Oktober 2019-Desember 2020)
  • Menteri Kelautan dan Perikanan (23 Desember 2020-Oktober 2024)

Organisasi

 

  • Anggota Dewan Sekolah MBA School of Business Management ITB (2004-sekarang)
  • Ketua Umum Asosisasi Pengembang Infrastruktur Menara Telekomunikasi (2005-2016)
  • Bendahara Partai Amanat Nasional (PAN) (2009-2013)
  • Bendahara Tim pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam Pemilihan Presiden 2014
  • Ketua Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Kantor Transisi Jokowi-Jusuf Kalla
  • Bendahara Umum Tim Kampanye Nasional  Jokowi-Maruf pada Pemilihan Presiden

Penghargaan

Finalis E&Y Entrepreneur of the Year 2005

Keluarga

Istri

Anak

Sumber
Litbang Kompas

Butuh Informasi Terkini tentang Tokoh Ternama?

Butuh Informasi Terkini tentang Tokoh Ternama?

Daftarkan email Anda sekarang untuk mendapatkan informasi terkini tentang tokoh ternama.

close