Tokoh

Prabowo Subianto

Nama Letnan Jenderal Purnawirawan Prabowo Subianto hampir dikenal oleh setiap orang di negeri ini. Menteri Pertahanan yang pernah mencalonkan diri selama tiga kali berturut-turut dalam Pilpres ini merupakan sosok yang kuat, tangguh, dan teguh dalam bersikap.

FAKTA SINGKAT

Nama Lengkap
Prabowo Subianto Djojohadikusumo

Lahir
Jakarta, 17 Oktober 1951

Almamater
Akademi Militer

Jabatan
Menteri Pertahanan 2019–2024

Menteri Pertahanan Letjen (Purn) Prabowo Subianto dikenal sebagai the rising star saat berkarier di dunia militer. Kariernya melejit dan meningkat pesat setelah lulus pendidikan militer dan bergabung dalam Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) yang kini menjadi Korp Pasukan Khusus (Kopassus). Di dunia militer, hampir tiap dua tahun Prabowo mendapatkan kenaikan pangkat, sesuatu yang sangat langka dalam dunia militer.

Selepas pensiun dari militer, Prabowo pergi ke Yordania dan mengembangkan bisnis di negeri tersebut. Setelah sukses mengembangkan bisnis di luar negeri, Prabowo kembali ke tanah air sebagai pengusaha. Ia juga aktif di sejumlah organisasi seperti Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Prabowo kemudian terjun ke dunia politik dengan mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Melalui partai tersebut, ia tiga kali secara berturut-turut mengikuti kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres). Yang pertama ia berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri sebagai calon wakil presiden, sementara pada keikutsertaannya kedua dan ketiga, Prabowo maju sebagai calon presiden.

Seusai Pilpres 2019, Prabowo dipercaya sebagai Menteri Pertahanan oleh Presiden Jokowi. Pengalaman di militer dan aktivitasnya di dunia politik membuat Jokowi percaya bahwa Prabowo dapat berkontribusi banyak di bidang pertahanan dan kedaulatan negara.

Keluarga intelektual

Prabowo Subianto yang lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951 merupakan anak ketiga dari pasangan Soemitro Djojohadikusumo yang berasal dari Kebumen, Jawa Tengah dan Dora Marie Sigar, dari Minahasa, Sulawesi Utara. Prabowo merupakan anak laki-laki pertama pasangan tersebut.

Sang ayah merupakan seorang teknokrat sekaligus akademisi tangguh dan Menteri Ekonomi Indonesia di masa Orde Lama dan Orde Baru. Sang ayah mendapat gelar begawan ekonomi Indonesia berkat pemikirannya mengembangkan ekonomi Indonesia. Sementara sang kakek, yakni Margono Djojohadikusumo merupakan pendiri Bank BNI dan Ketua Dewan Pertimbangan Agung pertama Indonesia.

Prabowo bersama dengan ketiga saudaranya banyak menghabiskan hidup di luar negeri mengikuti ayahnya yang mengasingkan diri ke luar negeri karena berseberangan dengan pemerintahan Presiden Soekarno. Prabowo menyelesaikan pendidikan menengahnya di Victoria Institution di Kuala Lumpur, Malaysia, kemudian di Zurich International School di Zurich, Swiss dan The American School di London, Inggris pada tahun 1969.

Setelah Orde Lama tumbang, Soemitro dan keluarganya kembali ke Indonesia dan Prabowo melanjutkan pendidikan ke Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) di Magelang, Jawa Tengah tahun 1970. Meskipun pada saat yang sama, dia diterima di Fakultas Ekonomi Colorado University dan George Washington University, Prabowo mantap melangkah ke akademi militer. Ia menyelesaikan pendidikan militernya pada tahun 1974 dan berpangkat letnan dua.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto

Karier

Setelah lulus dari Akabri tahun 1974, Prabowo bergabung dalam Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha), pasukan elit Angkatan Darat yang merupakan cikal bakal Kopassus. Tugas pertamanya adalah sebagai komandan pleton pada Grup I/Para Komando yang menjadi bagian dari pasukan operasi Tim Nanggala di Timor Timur.

Tahun 1983, Prabowo yang saat itu berpangkat Kapten kemudian bertugas sebagai Wakil Komandan Kesatuan Antiteror Detasemen 81 Kopassandha, sementara Luhut Binsar Panjaitan (kini menjabat Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi) menjadi komandannya. Setelah dibentuk Komando Pasukan Khusus (Kopassus), kesatuan antiteror itu kemudian dimasukkan ke dalam Kopassus menjadi Satuan-81 Penanggulangan Teror (Sat-81 Gultor) atau disebut Den 81/Antiteror kesatuan baret merah Kopassus.

Dua tahun kemudian, Prabowo kemudian dipromosikan menjadi wakil komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad di usia 36 tahun 1985. Selanjutnya pada tahun 1987, Prabowo dipromosikan menjadi Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad dengan pangkat mayor. Setelah itu, dia menjabat Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17/Kujang I/Kostrad, kemudian menjadi Komandan Group-3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus dengan pangkat letnan kolonel.

Tahun 1994, Prabowo dipercaya menjabat Wakil Komandan Kopassus dengan pangkat  kolonel. Tak berapa lama kemudian, ia kembali dipromosikan menjadi Komandan Kopassus dengan pangkat Brigadir Jenderal pada Tahun 1995.

Prabowo tidak membutuhkan waktu lama untuk kemudian naik pangkat dengan menyandang dua bintang di pundaknya atau mayor jenderal. Pangkat itu disandangnya pada tahun 1996 seiring dengan pemekaran Kopassus menjadi  lima grup. Prabowo pun naik menjadi Komandan Jendral (Komjen) di Kopassus.

Pada Maret 1998, Prabowo kembali dipromosikan menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), setelah sebelumnya mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Letnan Jenderal.

Setelah kerusuhan Mei 1998 dan lengsernya Soeharto dari jabatan presiden, Prabowo kemudian dimutasi menjadi Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI di Bandung. Pada 24 Agustus 1998, Prabowo Subianto mengakhiri kariernya di dunia militer setelah diberhentikan/pensiun dini dari institusi tersebut.

Setelah pensiun dari militer, Prabowo pergi ke Yordania dan Eropa untuk mengembangkan bisnisnya di luar negeri. Kemudian ia kembali ke Indonesia membangun bisnisnya dengan membeli PT Kiani Kertas yang saat itu di ambang kebangkrutan. Nama Kiani Kertas kemudian diganti oleh Prabowo menjadi Kertas Nusantara dan perusahaan itu pun kemudian beroperasi normal. Selanjutnya Prabowo juga mengembangkan usaha-usaha yang bergerak di bidang perkebunan, tambang, kelapa sawit, dan batu bara.

Setelah mapan sebagai pengusaha, Prabowo pun mulai terjun ke politik. Langkah politik pertamanya melalui Partai Golkar dengan menjabat sebagai anggota Dewan Penasehat Partai Golkar. Namanya juga pernah masuk dalam bursa capres Golkar untuk Pilpres 2004, tetapi dia kalah bersaing dengan kandidat lainnya.

Setahun menjelang Pemilu 2008, Prabowo bersama kolega-koleganya mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang mengusung gagasan kebangsaan dan kerakyatan. Saat pertama kali mengikuti pemilu legislatif pada 2009, Partai Gerindra memperolah dukungan 4.646.406 suara atau 4,6 persen suara. Perolehan itu menempatkan Gerindra di posisi ke-8 dan meraih 26 kursi di DPR.

Menjelang pilpres 2009, bermodalkan 4,6 persen suara legislatif, Prabowo bersama Partai Gerindra kemudian berkoalisi dengan PDI Perjuangan yang dipimpin Megawati Soekarnoputri. Prabowo maju sebagai wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden. Namun, pasangan tersebut dalam Pilpres 2009 kalah dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

Pasangan Megawati–Prabowo hanya meraih 32.548.105 atau 26,79 persen, sementara pasangan SBY-Boediono unggul dengan 73.874.562 suara atau 60, 8 persen. Adapun pasangan lainnya yakni Jusuf Kalla-Wiranto hanya meraih 15.081.814 suara atau 12,41 persen.

Pada Pilpres berikutnya, Prabowo kembali maju sebagai calon presiden. Prabowo bersama Gerindra yang meraih 13 persen suara pada pemilu legislatif 2014 menggandeng Golkar, PKS, PAN, dan PPP. Koalisi itu mengajukan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa sebagai kandidat presiden dan wakil presiden menantang pasangan Jokowi-Jusuf Kalla yang diusung PDIP, PKB, Nasdem, dan Hanura. Pasangan Prabowo–Hatta meraih 62,57 juta suara (46,85 persen) dan kalah dari pasangan Jokowi–Jusuf Kalla yang meraih 71 juta suara (53,15 persen) di ajang Pilpres 2014.

Untuk ketiga kalinya, Prabowo kembali mengikuti kontestasi menjadi orang nomor satu di republik ini. Pada Pilpres 2019, Prabowo menggandeng Sandiaga Uno untuk bertarung kembali dengan petahana Joko Widodo yang kali ini mengandeng Ketua MUI KH Ma’ruf Amin sebagai wakilnya. Pasangan Prabowo–Sandiaga meraih 45,50 persen suara, sementara Jokowi–Ma’ruf  mendulang 55,50 persen suara. Setelah melalui sidang di Mahkamah Konstitusi,  Pasangan Jokowi–Ma’ruf dinyatakan sebagai pemenang Pilpres 2019.

Gagal sebagai presiden tidak membuat Prabwo patah semangat dalam mengabdikan diri pada negeri. Ia kemudian menerima tawaran untuk terlibat dalam pemerintahan sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Presiden Jokowi. Prabowo yang berpengalaman di bidang militer dan politik diberi tanggung jawab mengelola bidang pertahanan dan kedaulatan negara.

Selain itu, Prabowo juga aktif di sejumlah organisasi. Pada Desember 2004, Prabowo terpilih sebagai ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia. Ia menjabat ketua umum HKTI hingga tahun 2009.

Prabowo juga aktif di Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Indonesia dan Ikatan Pencak Silat Indonesia. Pada tanggal 6 Agustus 2008, Prabowo terpilih secara aklamsi sebagai ketua umum APPSI untuk periode 2008–2013. Sementara di Pengurus Besar (PB) IPSI, Prabowo terpilih sebagai ketua umum pada tahun 2004. Pada tiga periode berikutnya, Mantan danjen Kopassus ini terpilih kembali dan memimpin induk organisasi pencak silat Indonesia hingga sekarang.

Penghargaan

  • Satya Lencana Kesetiaan XVI
  • Satya Lencana Seroja Ulangan-III
  • Satya Lencana Raksaka Dharma
  • Satya Lencana Dwija Sistha
  • Satya Lencana Wira Karya
  • The First Class The Padin Medal Ops Honor dari Pemerintah Kamboja
  • Bintang Yudha Dharma Naraya
  • Mendapat status warga negara Jordania melalui Dekrit Raja (Royal Decree) dari Pemerintah Jordania (1998)
  • Pembina olahraga terbaik dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Award di Jakarta, 2015
  • Penghargaan Militer dari Pemerintah Perancis pada tahun 1997

Penghargaan

Saat di militer, Prabowo mendapat Penghargaan Bintang Kartika Eka Paksi Nararya berkat kemampuan, kebijaksanaan dan jasa-jasa luar biasa melebihi panggilan kewajiban tanpa mengesampingkan tugas pokoknya sebagai tentara.

Selain itu, ia juga mendapat sejumlah penghargaan di bidang militer yakni Satya Lencana Kesetiaan XVI, Satya Lencana Seroja Ulangan-III, Satya Lencana Raksaka Dharma, Satya Lencana Dwija Sistha, Satya Lencana Wira Karya, dan The First Class The Padin Medal Ops Honor dari Pemerintah Kamboja, dan Medali Penghargaan Militer dari Pemerintah Perancis pada tahun 1997.

Sebagai Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia, Prabowo mendapat menghargaan dari KONI sebagai pembina olahraga terbaik. Penghargaan itu diberikan karena ia berhasil membawa pencak silat Indonesia bergengsi di dunia internasional.

Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berswafoto dengan wartawan seusai pertemuan keduanya di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Pertemuan tersebut membicarakan sejumlah isu aktual, seperti kondisi sosial, politik, ekonomi, dan keamanan.

Lumbung pangan

Presiden Joko Widodo menggagas proyek food estate atau lumbung pangan nasional di Kalimantan Tengah. Pembangunan food estate itu untuk meningkatkan ketahanan pangan Indonesia dan mengurangi ketergantungan impor pangan Indonesia. Tahun ini, ditargetkan mencakup penanaman di areal seluas 30.000 hektare dengan rincian 10.000 hektare di Kabupaten Pulang Pisau dan 20.000 hektare di Kabupaten Kapuas.

Presiden Jokowi memberikan mandat ke Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjadi leading sector lumbung pangan di provinsi tersebut. Untuk mendukung proyek food estate itu, Kementerian Pertahanan bertugas menangani komoditas singkong dan sebagai back up Kementerian Pertanian dalam menjamin cadangan pangan.

Untuk komoditas singkong, Prabowo menjelaskan, proyek pengembangan akan dimulai pada 2021 untuk target areal seluas 30.000 hektare. Pada tahun-tahun berikutnya, pengembangan akan terus dilakukan hingga mencapai target 1,4 juta hektare pada akhir 2025.

Prabowo menyebut ketersediaan singkong sangat dibutuhkan di dalam negeri. Selain bisa dikonsumsi langsung, singkong juga bisa diolah menjadi tepung tapioka atau bisa menjadi bahan roti dan mi. “Indonesia konsumen mi kedua terbesar di dunia dan kita ingin menjamin bahwa kita tidak tergantung dari persediaan luar negeri,” kata Prabowo.

Prabowo optimistis target ini akan tercapai sebab rencana proyek pengembangan lumbung pangan itu didukung oleh Menteri PUPR, Menteri Pertanian dan Gubernur Kalimantan Tengah (Kompas.id 23/9/2020).

Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Maju Prabowo Subianto (kanan) dan Menteri Pertahanan periode 2014-2019 Ryamizard Ryacudu saat acara serah terima jabatan Menteri Pertahanan di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat negara, antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, serta Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Referensi

Arsip Kompas

“Prabowo Subianto : Prajurit Cijantung yang Menapak Jalur Politik”, Kompas, 29 Jun 2009, Halaman: 036, link kompasdata.id/Search/NewsDetail/16461570

“Prabowo Diberhentikan * Muchdi dan Chairawan Bebas Tugas”, Kompas, 25 Aug 1998, Halaman: 001, link kompasdata.id/Search/NewsDetail/18508851

Biodata

Nama

Prabowo Subianto Djojohadikusumo

Lahir

Jakarta, 17 Oktober 1951

Pendidikan

Umum :

  • The American School di London, Inggris  (1969)
  •  Akabri (1974)

Khusus :

  • Pendidikan Perang Khusus, AS
  • Latihan Khusus Anti Teroris, Jerman

Karier

Militer

  • Anggota Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha)
  • Wadan Detasemen 81/Kopassus
  • Dan Detasemen 81/Kopassus
  • Danyon 328 Kujang II/Kostrad
  • Kepala Staf Brigif Linud 17/Kostrad
  • Dan Grup III/Pusdik Pasukan Khusus, Batujajar Jawa Barat (1993–1994)
  • Wadan Kopassus (1994–1995)
  • Dan Kopassus (1995–1996)
  • Danjen Kopassus (1996–1998)
  • Pangkostrad (1998–1998)
  • Dansesko ABRI (1998–1998)
  • Diperiksa Dewan Kehormatan Perwira (DKP) berkaitan dengan kasus penculikan dan penyekapan (1998)
  • Diberhentikan/pensiun dini dari dinas militer (1998)

Swasta :

  • President & CEO PT Tidar Kerinci Agung
  • President & CEO PT Nusantara Energy
  • President & CEO PT Jaladri Nusantara
  • Presiden Direktur PT Kiani Kertas

Pemerintahan :

  • Menteri Pertahanan 2019–2024

Kiprah Organisasi

  • Anggota Dewan Penasihat Partai Golkar (2004–2008)
  • Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia/HKTI (2004–2009)
  • Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) (2008)
  • Ketua Umum Himpunan Keluarga Tani Indonesia (HKTI) (2010–2015)
  • Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Periode 2004–sekarang

Penghargaan

  • Satya Lencana Kesetiaan XVI
  • Satya Lencana Seroja Ulangan-III
  • Satya Lencana Raksaka Dharma
  • Satya Lencana Dwija Sistha
  • Satya Lencana Wira Karya
  • The First Class The Padin Medal Ops Honor dari Pemerintah Kamboja
  • Bintang Yudha Dharma Naraya
  • Mendapat status warga negara Jordania melalui Dekrit Raja (Royal Decree) dari Pemerintah Jordania (1998)
  • Pembina olahraga terbaik dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Award di Jakarta, 2015
  • Penghargaan Militer dari Pemerintah Perancis pada tahun 1997

Keluarga

Istri

Dra. Siti Hediyati Hariyadi Soeharto (Cerai)

Anak

Ragowo Hedi Prasetyo

Sumber
Litbang Kompas

Butuh Informasi Terkini tentang Tokoh Ternama?

Butuh Informasi Terkini tentang Tokoh Ternama?

Daftarkan email Anda sekarang untuk mendapatkan informasi terkini tentang tokoh ternama.

close