Tokoh

I Gusti Ayu Bintang Darmawati

Presiden Joko Widodo menunjuk I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau juga dikenal sebagai Bintang Puspayoga sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019–2024. Istri mantan Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga ini tercatat sebagai perempuan Bali pertama yang menjadi menteri.

Fakta Singkat

Nama Lengkap
I Gusti Ayu Bintang Darmawati

Lahir
Denpasar, Bali, 24 November 1968

Almamater
Universitas Ngurah Rai Bali
Universitas Udayana Bali

Jabatan Terkini
Menteri Pembedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) 2019–2024

Bintang Puspayoga dipilih Presiden Jokowi sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada detik-detik terakhir penyusunan Kabinet Indonesia Maju. Penujukan Bintang sebagai menteri dipandang sebagai representasi Bali dan PDI-P.

Ia sebagai representasi PDIP di kabinet karena namanya muncul atas restu Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Pertimbangan munculnya restu itu adalah faktor Bali yang menjadi basis utama PDI-P dalam meraih dukungan suara secara nasional.

Pada Pemilu legislatif 2019 lalu, PDI-P meraup 54,36 persen suara sah di Bali. Bahkan, persentase kemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di p-rovinsi itu tertinggi dibandingkan daerah lainnya. Pasangan tersebut menang telak dalam Pilpres 2019 dengan meraup 92 persen suara.

Di luar faktor PDIP dan Bali, Bintang Puspayoga dinilai memiliki kapasitas yang berkaitan dengan bidang pemberdayaan perempuan dan anak, khususnya dalam memberdayakan kaum perempuan dalam kemandirian ekonomi. Saat suaminya menjabat menteri, Bintang menjabat Ketua Bidang Manajemen Usaha di Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Sebelum dilantik menjadi menteri, dia berstatus ASN yang membidangi ekonomi dan pembangunan. Dengan bekal pengalaman itulah Bintang dinilai mampu mengembangkan wirausaha perempuan.

Besar di Jantung Bali

Bintang Puspayoga, nama populer I Gusti Ayu Bintang Darmawati, dipilih Presiden Jokowi sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada detik-detik terakhir penyusunan Kabinet Indonesia Maju. Penujukan Bintang sebagai menteri  dipandang sebagai representasi Bali dan PDIP dalam kabinet.

Ia sebagai representasi PDIP karena namanya muncul atas restu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Pertimbangan munculnya restu itu adalah faktor asal daerah, yakni Provinsi Bali, yang menjadi basis utama PDIP dalam raihan suara dalam skala nasional.

Pada Pemilu legislatif 2019 lalu, PDIP meraup 54,36 persen suara sah di Bali. Bahkan, persentase kemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Provinsi itu tertinggi dibandingkan daerah lainnya. Pasangan tersebut menang telak dalam Pilpres 2019 dengan meraup 92 persen suara.

Di luar faktor PDIP dan Bali,  Bintang Puspayoga dinilai memiliki kapasitas yang berkaitan dengan bidang pemberdayaan perempuan dan anak, terutama dalam memberdayakan kaum perempuan dalam kemandirian ekonomi.  Saat suaminya menjabat menteri, Bintang menjabat Ketua Bidang Manajemen Usaha di Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Sebelum dilantik menjadi menteri, dia berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bergelut di seputar masalah ekonomi dan pembangunan. Dengan bekal pengalaman itulah Bintang dinilai mampu mengembangkan wirausaha perempuan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Puspayoga

Karier

Sebagian besar perjalanan karir Bintang dijalani sebagai Pegawai Negeri Sipil di sejumlah instansi di Bali. Dia diangkat menjadi PNS pada 1994 dengan tugas pertamanya di Dinas Pendidikan Kota Denpasar.

Selanjutnya Bintang mengabdikan diri di Pemerintah Kabupaten Badung dan banyak berkecimpung di Dinas Kebudayaan Badung. Jabatan yang pernah dia pegang adalah Kepala Seksi di Bidang Museum dan Purbakala, serta di Bidang Pengembangan Warisan Budaya.

Bintang kemudian pindah ke Pemerintah Kota Denpasar, mendampingi suaminya yang terpilih sebagai Wali Kota Denpasar selama dua periode yakni 2000–2005 dan 2005–2010. Selama mendampingi suaminya, Bintang menjadi staf di Badan Kepegawaian Daerah Denpasar.

Kariernya menanjak ketika menjabat sebagai Inspektur Pembantu Wilayah III di Inspektorat Denpasar pada tahun 2009. Pada tahun tersebut, Bintang juga kemudian menjadi Staf Ahli Bidang Kemasyarakat dan SDM Pemkot Denpasar. Empat tahun kemudian, ia menjadi Staf Ahli Badan Kepegawaian Daerah, Pendidikan dan Pelatihan Pemkot Denpasar. Pada tahun 2017, Bintang diamanahi tugas menjadi Staf Ahli Bidang Pengembangan SDM Pemkot Denpasar.

Jabatan terakhir Bintang sebelum ditunjuk sebagai menteri adalah Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) di Sekretariat Daerah Pemkot Denpasar pada pertengahan tahun 2019. Ia terpilih menjabat Asisten II di Pemkot Denpasar setelah menempati peringkat pertama dalam proses lelang jabatan yang digelar secara terbuka.

Selain aktif sebagai PNS, Bintang juga aktif berorganisasi di bidang keagamaan dan sosial. Di bidang keagamaan, ia pernah menjabat sebagai Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali. Sementara di bidang sosial, Bintang aktif mengerakkan ibu-ibu PKK di Denpasar dan Bali.

Saat suaminya menjabat sebagai Wali Kota Denpasar, bintang aktif dalam organisasi PKK dan  menjabat sebagai ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar. Begitu pun saat suaminya menjabat Wakil Gubernur Bali, Bintang juga dipercaya menjadi wakil ketua Tim Penggerak PKK provinsi Bali periode 2008–2013.

Dia juga masuk dalam penasihat Dharma Wanita Persatuan di Kementerian Koperasi dan UKM ketika suaminya menjabat sebagai Menteri Koperasi dan UKM periode 2015–2019. Dia juga tercatat sebagai ketua Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), serta ketua Bidang II Penggerak PKK tingkat nasional. Selain itu,  Bintang juga menjadi ketua Bidang Peningkatan Kualitas di Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE).

Tak hanya aktif di pemerintahan, Bintang Puspayoga juga punya kegemaran di bidang olahraga, khususnya tenis meja. Kecintaannya pada tenis meja membawanya pada berbagai pertandingan. Bintang pernah menjuarai Kejuaraan Tenis Meja PB Perwosi di GOR Sumantri Brojonegoro, Jakarta pada Oktober 2010. Bahkan, I Gusti Ayu Bintang Darmawati sempat menjabat sebagai Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMS) Bali pada 2015–2019.

Pemberdayaan perempuan

Setelah resmi dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menteri PPPA, Bintang Puspayoga memikul tanggung jawab mendorong maju pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di negeri ini. Secara khusus, Presiden Jokowi menugaskan Bintang memajukan perempuan Indonesia terutama di bidang kewirausahaan, serta bagaimana mengupayakan pencegahan kekerasan terhadap anak dan menghapus pekerja anak.

Untuk mewujudkan tugas tersebut, Bintang melalui Kementerian PPPA mengadakan program pemberdayaan kewirausahaan perempuan. Bintang Puspayoga menyebutkan, ada 6 juta perempuan yang sudah diberdayakan dalam program kewirausahaan dengan 37.000 pendamping dari SMA dan sarjana yang tersebar di pelosok tanah air. Pemberdayaan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan salah satu BUMN, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) (Kompas.com, 15/1/2020).

Di tengah pandemi Covid-19, Bintang sangat yakin perempuan Indonesia bisa bersatu membangun kekuatan melawan pandemi Covid-19. ”Saya yakin ibu-ibu dan para perempuan pantang menyerah dalam menghadapi Covid-19 ini. Kita tidak hanya sebagai penikmat pembangunan tapi kita juga ikut berperan di dalam pembangunan. Perjuangan yang kita lakukan adalah mengambil bagian di masa sulit ini, menjadi solusi dalam penanganan Covid-19, bergandengan tangan membentuk suatu kekuatan,” ujar Bintang seusai mendengarkan berbagai situasi dan kondisi yang dialami perempuan pada masa pandemi Covid-19. (Kompas.id, 22/4/2020)

Suasana Rapat Kerja Komisi VIII DPR dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Rabu (13/11/2019) di Ruang Rapat Komisi VIII DPR, kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Biodata

Nama

I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E. M.Si.

Lahir

Denpasar, Bali, 24 November 1968

Jabatan

Menteri Pembedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) 2019–2024

Pendidikan

  • SD 01 Panatih Denpasar
  • SMP Dwijendra 2 Denpasar
  • SMA Negeri 3 Denpasar
  • S1 Jurusan Studi Managemen Universitas Ngurah Rai Bali
  • S2 Program Studi Kajian Budaya Universitas Udayana Bali

Karier

Pemerintahan

  • Diangkat menjadi PNS pada 1 Maret 1994
  • Kepala Seksi Purbakala dan Museum pada Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung
  • Kepala Seksi Pengembangan Warisan Budaya pada Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung
  • Inspektur Pembantu Wilayah III pada Inspektorat Kota Denpasar (2008-2009)
  • Staf Ahli pada Bidang Kemasyarakatan (2009)
  • Staf Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kota Denpasar (2013-2014).
  • Staf Ahli BKD dan Pengembangan SDM Pemkot Denpasar (2017-2019)
  • Staf khusus di Lembaga Fungsional Umum pada Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UMKM Kota Denpasar
  • Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan di Sekda Kota Denpasar (2019)

Kiprah Organisasi

  • Ketua Gatriwara Denpasar (1999–2000)
  • Ketua Tim Pengerak PKK Kota Denpasar (2000–2008)
  • Wakil Ketua Tim Pengerak PKK Provinsi Bali ( 2008–2013)
  • Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali (2012–sekarang)
  • Ketua Umum Persatuan Tenis Meja Indonesia Provinsi Bali ( 2010–2019)
  • Penasehat DWP Kementerian Koperasi dan UMKM
  • Ketua Bidang Menajemen Usaha pada Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas)
  • Ketua Bidang Peningkatan Kualitas Keluarga Organisasi Aksi Solidaritas
  • Ketua Bidang II Tim Penggerak PKK Pusat

Keluarga

Suami

AA Gede Ngurah Puspayoga

Anak

Anak Agung Abiyoga

Sumber
Litbang Kompas

Butuh Informasi Terkini tentang Tokoh Ternama?

Butuh Informasi Terkini tentang Tokoh Ternama?

Daftarkan email Anda sekarang untuk mendapatkan informasi terkini tentang tokoh ternama.

close