Peta Tematik | Alutsista

Kekuatan Alutsista di Kawasan Asia Tenggara

Setiap negara memperkuat persenjataan militernya meski tidak dalam kondisi perang, sebagai wujud pertahanan negara.

Kekuatan militer suatu negara dapat mengacu pada nilai Global Firepower Index (GFI). Penentuan nilai indeks tersebut didasarkan pada sumberdaya manusia, kekuatan darat, kekuatan laut, kekuatan udara, sumberdaya alam, logistik, keuangan dan kondisi geografi dari suatu negara, termasuk Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang dimiliki oleh militernya dalam mempertahankan negara.

Berdasarkan kemampuannya serta fungsi dan penggunannya, Alutsista dikelompokkan menjadi:

  1. Alat Utama, berupa kendaraan khusus, senjata, amunisi, pesawat terbang, alat berat khusus, penjinak bahan peledak, perlengkapan tempur perorangan, radar, dan kapal.
  2. Alat Pendukung, berupa peralatan fasilitas pangkalan (statis dan berpindah), komunikasi dan navigasi, peralatan survei dan pemetaan, peralatan kesehatan militer, peralatan laboratorium, peralatan pendidikan, peralatan publikasi, dan kendaraan atas air.

Situs global firepower mencatat kepemilikan alutsista dan informasi pertahanan pada 140 negara, serta mengkategorikan alutsista tersebut berdasarkan matra darat, laut dan udara. Alutsista darat meliputi tank, kendaraan tempur lapis baja, artileri swagerak, artileri tarik dan peluncur roket. Alutsista laut meliputi kapal induk, helikopter pengangkut, kapal perusak, kapal fregat, kapal korvet, kapal selam, kapal patroli dan kapal penyapu ranjau. Sedangkan alutsista udara meliputi pesawat tempur, pesawat serangan khusus, pesawat angkut, pesawat latih, pesawat intai, helikopter dan helikopter tempur.

Berdasarkan pemeringkatan global firepower 2021, Indonesia (0,2684) menempati peringkat ke-16 dunia dan pertama di Kawasan Asia Tenggara dan mengungguli Australia (0,3378). Meski demikian Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah untuk memenuhi Kekuatan Pokok Minimum atau Minimum Essential Force (MEF) dengan mengoptimalkan pemberdayaan industri-industri pertahanan dalam negeri yang dimiliki. Berikut ini urutan negara berdasarkan GFI di kawasan Asia Tenggara, semakin mendekati 0 dapat diartikan semakin baik kekuatan militernya.

  1. Indonesia (0,2684)
  2. Australia (0,3378)
  3. Vietnam (0,4189)
  4. Thailand (0,4427)
  5. Myanmar (0,6521)
  6. Singapura (0,6931)
  7. Malaysia (0,7451)
  8. Filipina (0,8219)
  9. Kamboja (2,2751)
  10. Laos (3,3003)

Sedangkan untuk Brunei Darussalam, Papua Nugini, dan Timor Leste tidak termasuk dalam daftar 140 negara yang diukur global firepower. Beberapa sumber menyebutkan kekuatan militer di ketiga negara tersebut cenderung sangat lemah.

Peta di atas menggambarkan kekuatan alutsista negara-negara di kawasan Asia Tenggara bersama Australia, yang dilengkapi informasi anggaran pertahanan, jumlah kekuatan darat (land power), kekuatan laut (naval power) dan kekuatan udara (air power).

Sumber:

  • Laman globalfirepower.com
  • Peraturan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Pengadaan Alat Utama Sistem Senjata di Lingkungan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia, Lampiran 1 Pengkategorian Alutsista TNI.
  • Artikel “TNI Paling Kuat di Asia Tenggara”, Laman kemhan.go.id (17 September 2015)
  • Artikel “Profil Kekuatan TNI dalam Peta Militer Dunia”. Kompas.id (6 Oktober 2017)
  • Artikel “Alutsita dan Kekuatan Militer Indonesia”, Kompaspedia (6 Oktober 2020)

Kontributor
Muhammad Fiqi Fadillah

Editor
Slamet JP

Pahami Lebih Dalam dengan Infografik Peta Tematik

Pahami Lebih Dalam dengan Infografik Peta Tematik

Daftarkan email Anda dan dapatkan pemahaman mendalam dengan infografik peta tematik Kompaspedia

close