Kronologi | Sumpah Pemuda

Kaum Muda di Pentas Dunia

Ikrar pemuda untuk bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjujung bahasa persatuan menjadi tonggak sejarah penting perjalanan bangsa dalam perjuangan kemerdekaan dan persatuan Indonesia.

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA

Pelajar berbusana adat membawa bendera Merah Putih sepanjang 2.000 meter dalam rangkaian Sumpah Merah Putih di area Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (26/10/2019). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober.

Merunut sejarah dalam melawan penjajahan, perjuangan rakyat Indonesia masih bersifat lokal kedaerahan. Setiap daerah berjuang sendiri-sendiri tanpa ada kesadaran untuk bersatu dan memiliki rasa kebangsaan yang utuh. Melihat hal ini, perhimpunan pemuda yang ada di masing-masing daerah merasa perlu untuk berkumpul, mengadakan suatu kongres untuk merumuskan perjuangan rakyat untuk mecapai kemerdekaan.

Pada tahun 1926 diadakan Kongres Pemuda I, dilanjutkan dengan Kongres Pemuda II di Batavia, 27–28 Oktober 1928 dengan Soegondo Djojopuspito sebagai pemimpin kongres. Muhammad Yamin berhasil merumuskan Rancangan Sumpah Pemuda yang untuk pertama kali diikrarkan dalam kongres tersebut. Selain itu, dilantunkan pula lagu “Indonesia Raya” ciptaan Wage Rudolf Supratman, seorang musisi dan juga pejuang kemerdekaan. Momen bersejarah itulah yang kemudian menjadi tonggak diperingati 28 Oktober sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Makna Sumpah Pemuda dari masa prakemerdekaan, kemerdekaan, hingga saat ini tentu akan memiliki arti yang berbeda-beda. Pada saat Kongres II, terlihat jelas makna Sumpah Pemuda bertujuan untuk mempersatukan perjuangan rakyat Indonesia, menegakkan rasa kebangsaan dan persatuan seluruh rakyat melawan penjajahan.

Setelah kemerdekaan hingga saat ini, makna Sumpah Pemuda tentu akan lebih luas karena tugas bangsa Indonesia akan semakin berat. Dengan adanya kebhinekaan, keberagaman dan pluralisme yang ada di negara ini, tentu menjaga persatuan, menumbuhkan rasa kebangsaan, dan kebanggan kepada Indonesia menjadi pekerjaan rumah setiap warga negara.

Seperti apa peran pemuda dalam berpartisipasi, memberi sumbangsih dalam pembangunan untuk negaranya, agar rasa kecintaan kepada Indonesia tidak akan pernah padam. Di sini pemuda mengambil peranan penting karena masa depan suatu negara ada di tangan pemuda.

Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2019, Ketua Umum Koalisi Kependudukan Indonesia Sonny HB Harmadi dan sejumlah kepala daerah mengatakan, “Sejumlah 52 juta pemuda berumur 16-30 tahun di Indonesia, menjadi modal sekaligus energi besar untuk meraih kemajuan bangsa. Tantangan terbesar adalah memberdayakan pemuda dalam penguasaan teknologi agar mereka menjadi lokomotif dalam persaingan era industri 4.0 di tingkat global.” (“Peringatan Sumpah Pemuda: 52 Juta Pemuda Jadi Modal di Era 4.0”, Kompas, 29 Oktober 2019).

Dewasa ini, pemuda dengan bakat, minat, keahlian, dan caranya masing-masing mempunyai panggung untuk menunjukkan eksistensinya sebagai warga negara Indonesia. Mereka bisa berprestasi sesuai dengan bidangnya baik di dalam negeri sebagai wujud partisipasinya dalam pembangunan dan kemajuan negerinya ataupun di luar negeri dengan cita-cita yang lebih mulia, mengharumkan dan membesarkan nama Indonesia di mata dunia.

Di bidang olahraga misalnya, kebanggaan akan Indonesia terlihat dari sejumlah atlet yang dengan khusyuk, bahkan sampai menitikkan air mata saat mendengarkan lagu “Indonesia Raya” berkumandang di arena pertandingan saat mereka mencapai prestasi tertinggi. Di bidang sains, istilah ‘tradisi juara’ melekat pada pelajar dan mahasiswa Indonesia karena hampir setiap tahun menorehkan prestasi yang sama.

Itu semua wujud nyata sikap pemuda yang tak akan pernah berhenti mengharumkan nama Indonesia dengan berprestasi. Selamat Hari Sumpah Pemuda!

Berikut ini adalah sebagian kecil prestasi pemuda Indonesia di pentas dunia yang dirangkum berdasar Arsip Kompas.

Bidang Sains

  • Rezy Pradipta, anggota Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI)

Prestasi: Medali emas Olimpiade Fisika Asia, 22 April – 1 Mei 2001. Indonesia berada di peringkat  ke dua bersama Australia dan Vietnam.

Sumber: “Indonesia Rebut Emas di Olimpiade Fisika Asia” (KOMPAS, 4 Mei 2001 halaman 9)

  • Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI)

Prestasi: Tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu pada Olimpiade Fisika Internasional (OFI) XXXIII di Nusa Dua, Bali yang berakhir pada 29 Juli 2001.

Sumber: “Indonesia Raih Tiga Emas Olimpiade Fisika Internasional” (KOMPAS, 29 Juli 2002 halaman 1)

  • Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI)

Prestasi: Juara umum Olimpiade Fisika Asia (Asian Physics Olympiad/APhO) di Bangkok, Thailand, 20–29 April 2003. Gelar tersebut diraih TOFI berkat enam medali emas dan dua honorable mentions (juara harapan) yang dimenangkan oleh kedelapan delegasi TOFI.

Sumber: “Tim Olimpiade Fisika Indonesia Akhirnya Jadi Juara! *Iptek” (KOMPAS, 2 Mei 2003 halaman 39)

KOMPAS/ALIF ICHWAN

Pelajar Indonesia Raih Enam Medali Emas — Delapan pelajar sekolah menengah umum (SMU) Indonesia, yang tergabung dalam Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI), meraih enam medali emas dan dua honorable mention serta menyabet juara umum dalam lomba Olimpiade Fisika Asia ke-4 di Bangkok, Thailand, tanggal 20–29 April 2003. Kedelapan pelajar tersebut adalah dari kiri-kekanan, Yendi (SMUN 3, Jambi), Bernard Ricardo (SMU Regina Pacis, Bogor), Muhammad Abdurahman Atamimi (SMUN 6 Surabaya), Yudistira Virgus (SMU Xaverius I, Palembang), Rangga Perdana Budaya (SMU Taruna Nusantara, Magelang), Hani Nukbiantoro S (SMU Sedes Sapiantiae, Semarang), Tri Wiyono Darsowiyono (SMUN 3, Yogyakarta), dan Widagdo Setiawan (SMUN I Denpasar, Bali). Mereka diterima Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan Nasional Prof. Dr. Makmuri Muchlas di ruang VIP Bandara Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (29/4/2003) sore.

  • Diptarama

Prestasi: Medali emas dan gelar Absolute Winner dalam The First International Junior Science Olympiad, 13 Desember 2004 di Jakarta.  Indonesia meraih juara umum dalam kompetisi tersebut.

Sumber: “Indonesia Juara Umum Olimpiade Sains Internasional Yunior” (KOMPAS, 14 Desember 2004 halaman 1)

  • Annike Bowaire dan Dhina Paramita Susanti

Prestasi: Medali emas dalam kompetisi fisika internasional The First Step to Nobel 2005.

Sumber: “Indonesia Raih Emas di First Step to Nobel * Humaniora” (KOMPAS, 13 Juni 2005 halaman 10)

  • Yosua Michael Maranatha

Prestasi: Medali emas dan gelar The Best Theory dan Absolute Winner dalam ajang The 2nd International Junior Science Olympiad (IJSO) 2005 di Jogja Expo Center, Yogyakarta, 4–12 Desember 2005.

Sumber: “Indonesia Raih 6 Emas * Kreasi Anak Bangsa Diakui Dunia Internasional” (KOMPAS, 13 Desember 2005 halaman 15)

  • Jonathan Pradana Mailoa

Prestasi: Medali emas dan gelar The Absolute Winner serta mencatat nilai tertinggi dalam ujian teori (29,7) dan eksperimen (17,10) pada ajang Olimpiade Fisika Internasional di Singapura. Dengan perolehan tersebut, Jonathan meraih sekaligus memberikan peringkat juara dunia kepada tim Indonesia dengan total raihan empat medali emas dan satu medali perak.

Sumber: “RI Juara Dunia Olimpiade Fisika: Raih Empat Medali Emas dan Satu Medali Perak” (KOMPAS, 16 Juli 2006 halaman 1)

KOMPAS/NASRULLAH NARA

Tim Olimpiade Fisika Indonesia meraih empat medali emas dan satu perak dalam Olimpiade Fisika Internasional di Singapura 8–16 Juli 2006. Para peraih emas adalah (dari kiri) Irwan Ade Putra (SMA Negeri 1 Pekanbaru), Pangus Ho (SMA Kristen 3 Penabur Jakarta), Jonathan Pradana Mailoa (SMA Kristen 1 Penabur Jakarta), Andy O Latief (SMA Negeri 1 Pamekasan, Jawa Timur). Paling kanan adalah peraih perak, yakni M Firmansyah Kasim (SMP Islam Athirah Makassar). Mereka berfoto bersama ketika mengikuti Olimpiade Fisika Asia di Kazakhstan 29 April 2006.

  • Stephanie Senna

Prestasi: Medali emas Olimpiade Biologi Internasional (IBO) ke-18 di Saskatoon, Kanada, 15–22 Juli 2007.

Sumber: “Foto: Emas di IBO” (KOMPAS, 26 Juli 2007 halaman 15)

  • M Firmansyah Kasim

Prestasi: Medali emas Olimpiade Fisika Internasional atau IPhO ke-38 di Isfahan, Iran yang diselenggarakan pada 13–21 Juli 2007.

Sumber: “Olimpiade Fisika: Indonesia Bawa Pulang Satu Medali Emas” (KOMPAS, 23 Juli 2007 halaman 12)

  • Tim Antarmuka Institut Teknologi Bandung

Prestasi: Juara Imagine Cup 2008 untuk kategori Rural Innovation Award dengan sistem desain software Butterfly. Kemenangan tersebut diumumkan dalam acara yang dihadiri ribuan undangan di Louvre, Paris, Perancis.

Sumber: “Imagine Cup 2008: Tim Antarmuka ITB Juara” (KOMPAS, 9 Juli 2008 halaman 13)

KOMPAS/WISNU NUGROHO

Tim Antarmuka Institut Teknologi Bandung, Selasa (8/7/2008), seusai menerima penghargaan sebagai juara Imagine Cup 2008 untuk kategori Rural Innovation Award dengan sistem desain piranti lunak (software) Butterfly. Dari kiri ke kanan: Erga, Ella, Arief, dan Dimas. Final Imagine Cup berlangsung di Paris, Perancis, 3–8 Juli 2008.

  • Dr. Irwandi Jaswir

Prestasi: Best Innovation Award dalam forum ilmiah World Halal Research Summit (WHRS) 2010 di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia.

Sumber: “Penghargaan: Peneliti Indonesia Raih Best Innovation” (KOMPAS, 17 Juli 2010 halaman 12)

  • Muhammad Wildan Gifari

Prestasi: Medali emas untuk Observasi Terbaik dalam Asia Pacific Astronomy Olympiad (APAO) 2010 di Kabupaten Tolikara, Papua pada 3 Desember 2010.

Sumber: “Langkan: Medali Emas Olimpiade Astronomi Asia Pasifik” (KOMPAS, 4 Desember 2010 halaman 12)

  • Tim Institut Teknologi Telkom Bandung, Universitas Komputer Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung

Prestasi: Juara kompetisi robot tingkat internasional Trinity Fire Fighting Home Robot Contest and Robo Waiter 2012 di Amerika Serikat, 30 Maret – 1 April 2012.

Sumber: “Robot Indonesia Berjaya * Lulusan SMK Peternakan Terserap Industri” (KOMPAS, 3 April 2012 halaman 22)

  • Tim robotika Indonesia dari Universitas Komputer Indonesia dan Universitas Gadjah Mada

Prestasi: Lima medali emas dan satu medali perak dalam kompetisi internasional, Robogames 2012, yang berlangsung di San Mateo, California, Amerika Serikat, 20–22 April 2012.

Sumber: “Robotika: Indonesia Torehkan Prestasi di Robogames” (KOMPAS, 26 April 2012 halaman 12)

  • Moh Yasya Bahrul Ulum

Prestasi: Medali emas pada Kompetisi Matematika Internasional, di Blagoevgrad, Bulgaria, 29 Juli – 4 Agustus 2014.

Sumber: “Sosok: Moh Yasya Bahrul Ulum – Kehidupan Manusia dan Matematika” (KOMPAS, 21 Agustus 2014 halaman 16)

  • Luca Cada Lora dan Galih Ramadhan

Prestasi: Grand Award  bidang sains kompetisi Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) yang digelar di Pittsburgh, Amerika Serikat, 10–15 Mei 2015.

Sumber: “Ilmuwan Muda Indonesia: Dengan Sains, Berjaya di Amerika” (KOMPAS, 21 Mei 2015 halaman 12)

  • I Dewa Gede Ary Palguna dan I Kadek Sudiarsana

Prestasi: Grand Award  bidang matematika kompetisi Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) yang digelar di Pittsburgh, Amerika Serikat, 10–15 Mei 2015.

Sumber: “Ilmuwan Muda Indonesia: Dengan Sains, Berjaya di Amerika” (KOMPAS, 21 Mei 2015 halaman 12)

  • Hansen Hartono dan Shinta Dewi

Prestasi: Special Award kompetisi Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) yang digelar di Pittsburgh, Amerika Serikat, 10–15 Mei 2015.

Sumber: “Ilmuwan Muda Indonesia: Dengan Sains, Berjaya di Amerika” (KOMPAS, 21 Mei 2015 halaman 12)

  • Tim Tunggadewi Universitas Gadjah Mada

Prestasi: Best Winner 2019 UNESCO-UNITWIN ICT and Leadership Advanced Workshop and International Competition di Sookmyung Women’s University, Seoul, Korea Selatan, 2–6 Desember 2019.

Sumber: “Langkan: Mahasiswa UGM Menang di Korsel” (KOMPAS, 8 Januari 2020 halaman 8)

  • Adriana Viola Miranda (mahasiswa)

Prestasi: Bersama Tim Amigo menjadi juara kompetisi MIT Covid-19 Challenge: Latin America VS Covid-19, pada kategori track B New Ways to Deliver Care in a Covid-19 World yang berlangsung pada 19–21 Juni 2020.

ARSIP PRIBADI

Sumber: “Adriana Viola Miranda, mahasiswa FK UI tergabung dalam tim Amigo dan memenangi MIT Covid-19 Challenge.

Bidang Humaniora

  • Dian Sastrowardoyo

Prestasi: Pemeran utama wanita terbaik lewat film “Pasir Berbisik” dalam Festival Film Internasional Singapura (FFIS), 11–27 April 2002.

Sumber: “Nama dan Peristiwa: Dian Sastro (20)” (KOMPAS, 1 Mei 2002 halaman 12)

  • Paulus Regandi dan Putri Juri Anggriani

Prestasi: Paulus Regandi (pemain biola) dan Putri Juri Anggriani (pemain cello), terpilih untuk diikutkan dalam Orkes Remaja Dunia, Jeunesses Musicales World Orchestra (JMWO). Mereka akan tampil bersama anggota JMWO yang berasal dari sekitar 40 negara dalam tur konser ke beberapa negara.

Sumber: “Dua Remaja Indonesia di JMW Orchestra” (KOMPAS, 24 Juli 2002 halaman 9)

  • Nelly Tadjudin dari Lasalle College International

Prestasi: Penghargaan Excellence Award dalam kompetisi 12th Hempel International Young Fashion Designer Contest di Beijing tanggal 27 Maret 2004.

Sumber: “Sekilas Aksen: Indonesia Menang di Beijing” (KOMPAS, 2 Mei 2004 halaman 25)

  • SMA Plus Pembangunan Jaya

Prestasi: Juara 1 Tufag 25th International Folkdance Festival & Golden Carnation Folkdance Competition di Yalova, Turki, 1–6 Juli 2011.

Sumber: “Langkan: Indonesia Juara Lomba Tari Rakyat Internasional” (KOMPAS, 8 Juli 2011 halaman 12)

  • Satya Wacana Vocal Consort (Paduan suara Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga)

Prestasi: Medali emas Rimini International Choral Competition (RICC) di Italia, 6–9 Oktober 2011 untuk kategori folklore dan gospel serta perak untuk kategori musica sacra (klasik).

Sumber: “Langkan: Paduan Suara UKSW Raih Emas di Italia” (KOMPAS, 17 Oktober 2011 halaman 12)

  • Kamila Andini

Prestasi: Sutradara Film layar lebar The Miror Never Lies, Kamila Andini, mendapat penghargaan berupa Bright Young Talent Award dalam Mumbai Film Festival di India, 20 Oktober 2011.

Sumber: “Nama & Peristiwa: Kamila Andini – Festival Mumbai” (KOMPAS, 26 Oktober 2011 halaman 32)

Penghargaan internasional Earth Grand Prix Award dan Special Mention Winds of Asia-Middle East atas film perdananya, “The Mirror Never Lies” di Tokyo International Film Festival, 30 Oktober 2011.

Sumber: “Film: Kamila Andini Dapat Penghargaan Lagi” (KOMPAS, 31 Oktober 2011 halaman 12)

KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Sutradara Kamila Andini

  • Paduan Suara Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Prestasi: Juara kompetisi paduan suara internasional 59th International Contest of Habanera and Polyphony (Habaneras 2013) pada 22–28 Juli 2013.

Sumber: “Perjuangan PSM Unpad Meraih Juara di Spanyol” (KOMPAS, 27 Agustus 2013 halaman 35)

Juara umum Bali International Choir Festival 2018 di Denpasar, Bali, 24–28 Juli 2018

Sumber: “Bali International Choir Festival: Raih Juara Umum, PSM Unpad Melaju ke Filipina” (KOMPAS, 30 Juli 2018 halaman 9)

  • dr. Gamal Albinsaid

Prestasi: Penghargaan HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur dari Pangeran Charles, 31 Januari 2014, di London, Inggris, atas karyanya berupa asuransi sampah untuk kesehatan.

Sumber: “Generasi Muda: Berkat Asuransi Sampah, Bertemu Pangeran Charles” (KOMPAS, 3 Februari 2014 halaman 1)

  • Tex Saverio

Prestasi: Menjadi satu-satunya desainer muda Indonesia yang berhasil masuk agenda Paris Fashion Week Summer/Spring 2015, 23 September – 1 Oktober 2014 di Palais de Tokyo, Paris, Perancis.

Sumber: “Drama Tex di Musim Gugur Paris” (KOMPAS, 12 Oktober 2014 halaman 19)

  • Wregas Bhanuteja (sutradara)

Prestasi: Sutradara dan tim film Prenjak menerima The Leica Cine Discovery, penghargaan tertinggi dalam kompetisi Semaine de la Critique, salah satu kategori dalam Festival Film Cannes. Penghargaan juri diberikan pada 19 Mei 2016 malam waktu Perancis di Espace Miramar.

Sumber: “Film ”Prenjak” Terbaik * Indonesia Terbukti Miliki Potensi Kreativitas yang Besar” (KOMPAS, 21 Mei 2016 halaman 11)

  • Ariska Putri Pertiwi

Prestasi: Juara ajang kontes ratu kecantikan internasional Miss Grand International yang digelar di Las Vegas, Amerika Serikat, 25 Oktober 2016.

Sumber: “Figur: Ariska, Konsistensi Sang Putri” (KOMPAS, 11 Desember 2016 halaman 17)

  • Dara Setyohadi (Arsitek dan desainer interior)

Prestasi: Penghargaan International Award The Best Design-Winners 2019 untuk kategori ”Best Restaurant & Bar Design Awards 2019” melalui karya pembangunan dan desain gerai Kopi Pono di Kemang Selatan, Jakarta. Penghargaan diserahkan di London, Inggris.

Sumber: “Nama & Peristiwa: Dara Setyohadi – Berkolaborasi” (KOMPAS, 6 Maret 2020 halaman 24)

KOMPAS/PUTU FAJAR ARCANA

Sutradara Wregas Bhanuteja

Bidang Olahraga

  • Emerald Margareth

Prestasi: Medali emas kelas menengah putri kejuaraan Taekwondo Asia Tenggara, South East Asia Taekwondo Union (SEATU) di Ho Chi Minh City, Vietnam, 15–17 Desember 2000.

Sumber: “Indonesia Raih Dua Emas di Vietnam” (KOMPAS, 19 Desember 2000 halaman 4)

  • Derri Darmansyah

Prestasi: Medali emas kelas bulu putra kejuaraan Taekwondo Asia Tenggara, South East Asia Taekwondo Union (SEATU) di Ho Chi Minh City, Vietnam, 15–17 Desember 2000.

Sumber: “Indonesia Raih Dua Emas di Vietnam” (KOMPAS, 19 Desember 2000 halaman 4)

  • Taufik Hidayat

Prestasi: Piala Thomas 2000 di Stadion Putra, Kuala Lumpur, Malaysia.

Sumber: “Taufik Genapi Kemenangan Indonesia” (KOMPAS, 22 Mei 2000 halaman 1)

Medali emas Kejuaraan Dunia bulu tangkis IBF di Anaheim, California, Amerika Serikat, 15–21 Agustus 2005.

Sumber: “Bulu tangkis: Indonesia Raih Dua Gelar, Ukir Tiga Sejarah” (KOMPAS, 23 Agustus 2005 halaman 1)

Medali emas bulu tangkis pada Asian Games Doha 2006 di Stadion Aspire, Kompleks Sports City, Doha, 5–9 Desember 2006.

Sumber: “Asian Games: Bulu Tangkis Menambah Satu Emas” (KOMPAS, 10 Desember 2006 halaman 1)

  • Farida Yuni

Prestasi: Medali perak dalam Kejuaraan Dunia Taekwondo Mahasiswa di Kaohsiung, Taiwan, 30 Maret 2000.

Sumber: “Farida Yuni Rebut Perak di Taiwan” (KOMPAS, 31 Maret 2000 halaman 27)

  • Candra Wijaya dan Tony Gunawan

Prestasi: Medali emas ganda putra bulu tangkis dalam Olimpiade Sydney, 15 September – 1 Oktober 2000.

Sumber: “Emas Pertama di Tangan Candra dan Tony Perkasa” (KOMPAS, 22 September 2000 halaman 1)

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN

Pasangan bulu tangkis ganda putra Indonesia, Tony Gunawan dan Candra Wijaya terpilih sebagai atlet putra terbaik Indonesia tahun 2000. Sedangkan Lisa Rumbewas terpilih sebagai atlet putri terbaik. Acara pemilihan atlet terbaik ini diadakan di Studio 4 RCTI, Jakarta hari sabtu (17/3/2000), dan dihadiri sejumlah pengurus dan atlet olahraga nasional.

  • Nurhayati

Prestasi: Medali emas balap sepeda SEA Games XXI Malaysia, 8–17 September 2001.

Sumber: “Nurhayati Sumbang Satu Emas * Sea Games XXI” (KOMPAS, 10 September 2001 halaman 26)

  • Oka Sulaksana

Prestasi: Juara lomba Layar Cina Terbuka (Asia Windsurfing Circuit) 2001, 29 Juni – 2 Juli 2001.

Sumber: “Oka Sulaksana Juara di Cina Terbuka” (KOMPAS, 4 Juli 2001 halaman 26)

  • Alpha Edison dan Mulya Sitanggang

Prestasi: medali emas dalam ajang Kejuaraan Dunia Kempo yang berlangsung di Hall George Carpentier Paris, Perancis, 29 April – 1 Mei 2001.

Sumber: “Varia Olahraga: Kempo Indonesia “Runner-up” di Perancis” (KOMPAS, 5 Mei 2001 halaman 27)

  • Muhammad Hasan Basri

Prestasi: Medali emas karate di final komite kelas 65 kilogram dalam ajang Asian Games 2002, Busan, Korea Selatan, 29 September – 14 Oktober 2002.

Sumber: “Karate Penuhi Target Emas *Asian Games XIV” (KOMPAS, 13 Oktober 2002 halaman 1)

  • Angelique “Angie” Widjaja dan Wynne Prakusya

Prestasi: Medali emas tenis pada Asian Games 2002, di Stadion Tennis Geumjeong, 29 September – 14 Oktober 2002.

Sumber: “Tenis Putri Rebut Emas Pertama *Asian Games XIV” (KOMPAS, 6 Oktober 2002 halaman 1)

  • Sony Dwi Kuncoro

Prestasi: Medali emas di nomor tunggal putra bulu tangkis SEA Games XXII di Gelanggang Olahraga Tan Binh, Saigon, 6 – 12 Desember 2003.

Sumber: “Sony Raih Emas Tunggal Putra” (KOMPAS, 13 Desember 2003 halaman 1)

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN

Peselancar I Gusti Oka Sulaksana mengemasi peralatannya setelah race terakhir nomor mistral berat cabang selancar angin Asian Beach Games 2008 di Pulau Serangan, Bali, dibatalkan karena tak ada angin yang cukup untuk berlomba, Sabtu (25/10/2008). Meskipun race dibatalkan, Oka dinyatakan meraih emas setelah meraup nilai total tertinggi.

  • Harizal

Prestasi: Enam medali emas pada Kejuaraan Renang Kelompok Umur ASEAN di San Pablo, Filipina, 11–13 September.

Sumber: “Harizal Rebut Enam Emas di Kejuaraan Renang ASEAN” (KOMPAS, 14 September 2003 halaman 6)

  • Farid Firmansyah

Prestasi: Medali emas nomor catur klasik perorangan U-13 pada Asian School Chess Festival, di Singapura, 18–23 Desember 2006.

Sumber: “Varia Olahraga: Farid Firmansyah Rebut Emas di Singapura” (KOMPAS, 30 Desember 2006 halaman 28)

  • Ryan Leonard Lalisang

Prestasi: Medali emas boling untuk kontingen Indonesia dalam ajang Asian Games Doha 2006, pada 9–10 Desember 2006 di Qatar Bowling Center, Doha.

Sumber: “Asian Games 2006: Emas Pertama dari Ryan Lalisang” (KOMPAS, 5 Desember 2006 halaman 1)

  • Markis Kido dan Hendra Setiawan

Prestasi: Medali emas ganda putra bulu tangkis dalam Olimpiade Beijing 2008 yang berlangsung 8 Agustus 2008 – 24 Agustus 2008.

Sumber: “Emas dari Kido/Hendra * Ganda Campuran Korea Selatan Lebih Bagus” (KOMPAS, 18 Agustus 2008 halaman 28)

  • Eric Losardi

Prestasi: Medali emas nomor Nanquan A putra pada Kejuaraan Dunia Wushu Yunior di Nusa Dua, Bali, 11 Desember 2008.

Sumber: “Wushu: Indonesia Tambah 1 Emas dan 4 Perak” (KOMPAS, 12 Desember 2008 halaman 29)

KOMPAS/DANU KUSWORO

Atlet bulu tangkis peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008, Markis Kido dan Hendra Setiawan, memberikan sambutan dalam acara Apresiasi Prestasi Atlet Olimpiade Indonesia yang diadakan oleh Kompas Gramedia, di Bentara Budaya Jakarta, Selasa (26/8/2008).

  • Farid Firman Syah

Prestasi: Medali emas kelompok umur 17 tahun dalam Kejuaraan Dunia Catur Pelajar 2009 di Thessaloniki, Yunani, pada 3 Mei 2009.

Sumber: “Catur: Farid Pertahankan Tradisi Emas Indonesia” (KOMPAS, 4 Mei 2009 halaman 30)

  • Sumariyanto

Prestasi: Tiga medali perunggu kelas 56 kilogram dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi Remaja di Chiang Mai, Thailand, 24 Mei 2010.

Sumber: “Angkat Besi: Sumariyanto Raih Tiga Perunggu” (KOMPAS, 23 Mei 2009 halaman 29)

  • Suryo Agung Wibowo

Prestasi: Medali emas dengan catatan waktu 10,41 detik pada Seri III Grand Prix Atletik Asia di Chennai, India pada 9 September 2010.

Sumber: “Grand Prix India 2010: Pencapaian Medali di India Dinilai Baik” (KOMPAS, 11 Juni 2010 halaman 28)

  • Rio Haryanto

Prestasi: Juara ketiga di race 1 dan juara kedua di race 2 GP3 seri Italia, 11 September 2011, di Sirkuit Monza, Italia.

Sumber: “Rio Haryanto Dahsyat * Vettel Kian Mendekati Gelar Juara Dunia” (KOMPAS, 12 September 2011 halaman 30)

  • Chris John

Prestasi: Juara dunia kelas bulu versi WBA dan memegang gelar Super Champion di Challenge Stadium, Mt Claremont, Perth, Australia Barat, 30 November 2011)

Sumber: “Chris John Tetap Juara * Daud Jordan Menang TKO pada Ronde Keempat” (KOMPAS, 1 Desember 2011 halaman 29)

KOMPAS/AGUS SUSANTO

Sprinter Indonesia, Suryo Agung Wibowo, merayakan kemenangan dalam final lari 100 meter putra SEA Games XXV di Kompleks Stadion Nasional, Vientiane, Laos, Minggu (13/12/2009). Suryo memecahkan rekor SEA Games atas namanya sendiri di Nakhon Ratchasima tahun 2007 dari catatan waktu 10,25 detik menjadi 10,17 detik.

  • Daud Yordan

Prestasi: Juara dunia kelas bulu versi IBO setelah memukul jatuh lawannya, Lorenzo Villanueva (Filipina) pada pertandingan tinju di Marina Bay Sands, Singapura, 5 Mei 2012.

Sumber: “Tinju Pro: Daud: Persembahan buat Negara” (KOMPAS, 7 Mei 2012 halaman 30)

  • Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir

Prestasi: Medali emas bulu tangkis ganda campuran Olimpiade Rio de Janeiro di Paviliun 4 Riocentro, Brasil, 17 Agustus 2016.

Sumber: “Emas Kado Kemerdekaan * Tontowi/Liliyana Tampil Gemilang Tundukkan Chan/Goh di Final” (KOMPAS, 18 Agustus 2016 halaman 1)

  • Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon

Prestasi: Juara turnamen All England ganda putra bulu tangkis di Barclaycard Arena, Birmingham, Inggris, 12 Maret 2017.

Sumber: “All England: Kevin/Marcus Wujudkan Impian” (KOMPAS, 13 Maret 2017 halaman 1)

  • Lalu Muhammad Zohri

Prestasi: Juara lari 100 meter di Kejuaraan Dunia Atletik U20 IAAF 2018 di Tampere, Finlandia, 12 Juli 2018 dan menjadi sprinter pertama Indonesia yang meraih medali emas.

Sumber: “Oase Saat Kering Prestasi” (KOMPAS, 13 Juli 2018 halaman 1)

  • Eko Yuli Irawan

Prestasi: Juara dan mencetak dua rekor dunia di kelas 61 kilogram putra pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 di Ashgabat, Turkmenistan, 4 November 2018.

Sumber: “Angkat Besi: Perjuangan Meraih Emas Olimpiade” (KOMPAS, 5 November 2018 halaman 1)

Lifter dengan tiga medali emas di Kejuaraan Fajr Cup di Rasht, Iran, 2 Februari 2020.

Sumber: “Angkat Besi: Eko Yuli Pastikan Tiket Olimpiade” (KOMPAS, 6 Februari 2020 halaman 10)

  • Aries Susanti Rahayu

Prestasi: Rekor dunia panjat tebing nomor kecepatan saat meraih medali emas Piala Dunia Panjat Tebing seri Xiamen, China, 19 Oktober 2019.

Sumber: “Panjat Tebing: Rekor Dunia, Amunisi Aries ke Tokyo 2020” (KOMPAS, 21 Oktober 2019 halaman 20)

KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN

Atlet panjat tebing Indonesia, Aries Susanti Rahayu (kiri), berhasil menyumbangkan medali emas setelah di final mengalahkan rekannya, Puji Lestari, dalam final kecepatan putri cabang panjat tebing Asian Games 2018 di Arena Panjat Tebing, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (23/8/2018). Medali perunggu diraih atlet China, He Cuilian.

Sumber: Arsip Kompas

Penulis: Khusniani/Azalia Anindy/Muhammad Rofiq

Riset foto: AAN/Rofiq

Editor: Dwi Rustiono

Ikuti Kronologi Peristiwa dari Awal hingga Akhir

Ikuti Kronologi Peristiwa dari Awal hingga Akhir

Daftarkan email Anda dan ikuti kronologi peristiwa terkini secara lengkap di Kompaspedia.

close