Paparan Topik | Pemilu 2024

Pemilu Legislatif 2024: PKS Menggeser Dominasi PDIP di DKI Jakarta

Partai Keadilan Sejahtera menggeser dominasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di DKI Jakarta sebagai partai politik peraih suara terbanyak. Di pemilu legislatif DPR RI, PKS menguasai 18 persen suara sementara di tingkat DPRD menguasai 17 persen suara.

KOMPAS/AGUS SUSANTO

Putihkan Jakarta – Puluhan ribu simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam kampanye terbuka putaran terakhir memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (30/3/2004). Ketua Umum PKS Hidayat Nurwahid hadir dan memberikan orasi politiknya.

Fakta Singkat

Pemilu Legislatif 2024 DKI Jakarta

  • Pada Pemilu 2024, PKS mengulang kembali pencapaian yang diraihnya 20 tahun lalu yakni pada Pemilu 2004.
  • PKS menguasai 18 persen suara di DPR RI sementara di tingkat DPRD menguasai 17 persen suara.
  • Di pemilu legislatif DPRD di DKI Jakarta, PKS meraih 1.012.028 suara 
  • PKS menjadi parpol dengan perolehan kursi terbanyak di DKI Jakarta yakni 18 kursi.

Partai Keadilan Sejahtera mendominasi perolehan suara di DKI Jakarta, menggeser posisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebagai partai politik peraih suara terbanyak. PKS di Pemilu 2024 ini mengulang kembali pencapaian yang diraihnya 20 tahun lalu yakni pada Pemilu 2004.

Di pemilu legislatif tingkat DPRD di DKI Jakarta, PKS unggul dengan perolehan 1.012.028 suara atau 16,7 persen. Disusul PDIP dengan 850.174 suara atau 14 persen berada di posisi kedua dengan perolehan suara 15,7 persen dari total suara di provinsi tersebut. PDIP sebagai partai penguasa legislatif DKI Jakarta sejak Pemilu 2014, mencatatkan penurunan suara dan kehilangan basis suaranya.

Selanjutnya  Gerindra di posisi ketiga dengan perolehan 728.297 suara (12 persen). Di posisi keempat ada Partai NasDem dengan perolehan 545.235 suara (9 persen). Kemudian di urutan kelima ada Partai Golkar dengan 517.819 (8,5 persen) perolehan suara. Sedangkan di posisi keenam ada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 470.682 suara (7,7 persen).

Grafik:

 

INFOGRAFIK: ALBERTUS ERWIN SUSANTO

PKS menjadi parpol dengan perolehan kursi terbanyak di DKI Jakarta yakni 18 kursi, disusul oleh PDIP dengan 15 kursi, Partai Gerindra di peringkat ke-3 mendapat 14 kursi. Selanjutnya, NasDem di posisi keempat dengan 10 kursi, disusul Golkar yang mendapat 10 kursi, PKB meraih 10 kursi.

Berikutnya PAN dengan dukungan 455.906 suara mendapatkan 10 kursi, Demokrat 444.314 suara mendapat 9 kursi, dan PSI 465.936 suara mendapat 8 kursi. Sementara itu, Perindo (160.203 suara) dan PPP (153.240 suara)  menjadi parpol dengan perolehan kursi paling sedikit yakni 1 kursi.

Partai yang mendapat kursi di DPRD itu bisa mengusung pasangan calon dalam pemilihan gubernur di DKI Jakarta. Jika mengacu aturan sebelumnya, yakni partai bisa mengusung calon sendiri jika memiliki 20 persen kursi atau 25 persen suara sah, tak ada satu pun parpol di DKI Jakarta yang bisa mengusung calonnya sendiri dan harus berkoalisi degan partai lain dalam mengusung pasangan calon.

Meski demikian, sejak keluarnya aturan baru pencalonan kelapa daerah sesuai putusan Mahkamah Konstitusi, parpol yang memenuhi syarat itu dapat mendaftarkan pasangan calon atau paslon di Pilkada Jakarta 2024. Putusan MK disebutkan provinsi dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih tetap lebih dari 6 juta jiwa sampai dengan 12 juta jiwa, partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu harus memperoleh suara sah paling sedikit 7,5 persen di provinsi tersebut

Berdasarkan hasil perolehan suara, ada 8 partai yang bisa mengusung calonnya sendiri di Pilkada DKI Jakarta sesuai dengan putusan MK yakni PKS (16,68 persen), PDIP (14,01 persen), Geridra (12 persen), Nasdem (8,99 persen),  Golkar ( 8,53 persen), PKB (7,76 persen), PSI (7,68 persen), dan PAN (7,51 persen).

Hasil Pemilu DPR RI

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah DKI Jakarta sudah menggelar rapat paripurna untuk merangkum dan menetapkan hasil penghitungan suara pemilu 2024 (12/3/2024). Dari rapat hasil rekapitulasi perhitungan itu, ada 21 calon anggota legislatif dari daerah pemilihan DKI Jakarta yang lolos ke Senayan menjadi anggota DPR RI periode 2024-2029.

Daerah pemilihan (dapil) wilayah DKI Jakarta terbagi menjadi 3 (tiga) wilayah. Dapil Jakarta I meliputi Jakarta Timur. Kemudian Dapil II, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Luar Negeri. Sedangkan untuk Dapil Jakarta III meliputi Kepulauan Seribu, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara.

Grafik:

 

INFOGRAFIK: ALBERTUS ERWIN SUSANTO

Kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta I menyediakan 6 kursi DPR RI. Berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat nasional oleh KPU RI,  PKS memperoleh 390.441 suara dan jatah dua kursi DPR pada dapil ini. Empat kursi lainnya didapat PDIP (288.461 suara), Partai Gerindra (196.708), PAN (149.427) dan PKB (145.309) yang masing-masing mendapat jatah satu kursi.

Enam caleg yang ditetapkan lolos ke Senayan dari dapil DKI Jakarta I yakni dua caleg dari PKS atas nama Mardani Ali Sera yang meraup 176.584 suara dan Anis Byarwati yang berhasil mengumpulkan 64.304 suara.

Kemudian Putra Nababan (PDIP) yang memperoleh 105.559 suara, Habiburokhman (Gerindra) yang memperoleh 96.914 suara,  Eko Hendro Purnomo atau akrab dipangkil Eko Patrio (PAN) mendapat dukungan 93.673 suara, dan  Hasbiallah Ilyas (PKB) yang memperoleh 80.895 suara.

Di dapil DKI Jakarta II yang wilayahnya Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Luar Negeri, ada sebanyak tujuh kursi anggota DPR yang diperebutkan. Berdasarkan rapat pleno KPU, PKS berada di urutan pertama dengan perolehan 483.058 suara. Posisi kedua PDIP dengan 368.762 suara. Selanjutnya, Partai Golkar berada di posisi ketiga dengan 259.126 suara dan Partai Gerindra dengan perolehan 329.827 suara di peringkat ke-4.

PKS yang kampiun di dapil DKI Jakarta II mendapat dua kursi DPR RI. Sementara lima kursi lainnya dibagi rata 5 partai  yang masing-masimg mendapat 1 kursi yakni  PKB, Gerindra, PDIP, Golkar, dan PAN. Dua kursi dari PKS didapat dua calegnya yakni Hidayat Nur Wahid yang memimpin dengan 205.545 suara dan Kurniasih Mufidayati yang mendapat 56.982 suara.

Lima kursi lainnya didapat Himmatul Aliyah dari Gerindra dengan 68.445 suara, Abraham Sridjaja dari Golkar menyusul di posisi ketiga dengan 60.906 suara. Dilanjutkan oleh Menteri Tenaga Kerja dari PKB Ida Fauziyah 60.180 suara, Once Mekel dari PDIP dengan 47.896 suara, dan Uya Kuya dari PAN yang memperoleh 46.326 suara.

Di dapil Jakarta III, PDI Perjuangan (PDIP) menjadi kampiun dengan memperoleh 386.980 suara. Partai Keadilan Sejahtera menduduki posisi kedua dengan perolehan 322.200 suara. Berikutnya, Partai Golkar berada di peringkat ketiga dengan perolehan 313.619 suara. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menempel di peringkat keempat dengan perolehan 305.291 suara.

Dapil 3 yang menyediakan 8 kursi DPR RI ini didapat oleh 7 partai yakni PDIP, PKS, Golkar, Nasdem, Gerindra, Demokrat, dan PAN. Hanya PDIP yang meraih dua kursi, enam partai lainnya mendapat 1 kursi.

Delapan caleg DPR RI Dapil DKI III yang berpotensi lolos adalah Charles Honoris (PDIP), Adang Daradjatun (PKS), Erwin Aksa (Golkar),  Ahmad Sahroni (NasDem), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Gerindra), Nurwayah (Demokrat), Sigit Purnomo (PAN), dan Darmadi Duriant (PDIP).

PSI yang menduduki peringkat keempat harusnya meraih satu kursi atas nama Grace Natalie yang meraup suara terbesar di dapil tersebut dengan 193.556 suara, namun karena PSI tidak memenuhi ambang batas parlemen 4 persen, kursi yang harusnya didapat partai itu beralih ke PDIP.

INFOGRAFIK: ALBERTUS ERWIN SUSANTO

Hasil Pileg DPRD DKI Jakarta

Sebanyak 106 calon anggota legislatif (caleg) terpilih DPRD Jakarta hasil Pileg 2024 sudah ditetapkan KPU DKI Jakarta. PKS menjadi parpol dengan perolehan kursi terbanyak di DKI Jakarta dengan perolehan suara terbanyak 1.012.023 suara dan kursi sejumlah 18 kursi, disusul oleh PDIP dengan 850.174 suara yang dikonversi kursi sebanyak 15 kursi.

Partai Gerindra di peringkat ke-3 dengan mendapat dukungan 728.297 suara untuk DPRD dan meraih 14 kursi. Selanjutnya, NasDem di posisi keempat dengan 545.235 suara atau 10 kursi, disusul Golkar dengan 517.819 suara yang mendapat 10 kursi, PKB meraih 470.682 suara dengan 10 kursi.

Grafik:

 

INFOGRAFIK: ALBERTUS ERWIN SUSANTO

Berikutnya PAN dengan dukungan 455.906 suara mendapatkan 10 kursi, Demokrat 444.314 suara mendapat 9 kursi, dan PSI 465.936 suara mendapat 8 kursi. Sementara itu, Perindo (160.203 suara) dan PPP (153.240 suara) menjadi parpol dengan perolehan kursi paling sedikit yakni 1 kursi.

Tujuh partai lainnya, yakni Partai Buruh (69.969 suara), Gelora (62.850 suara), PKN (19.204 suara), Hanura (26.537 suara), Garuda (12.826 suara), PBB (15.750 suara), dan Partai Ummat (56.271 suara) tidak mendapat kursi di DPRD DKI Jakarta.

Grafik:

 

INFOGRAFIK: ALBERTUS ERWIN SUSANTO

Perolehan suara dan kursi itu terbagi dalam 10 dapil di DKI Jakarta.  Dapil DKI Jakarta 1 memperebutkan 12 kursi yang wilayahnya di semua kecamatan di Jakarta Pusat, kemudian Dapil 2 (9 kursi) wilayahnya di Jakarta Utara A (Koja, Cilincing, Kelapa Gading), dan Dapil 3 (9 kursi) wilayahnya di Jakarta Utara B (Penjaringan, Pademangan, Tanjung Priok).

Selanjutnya Dapil 4 (10 kursi) wilayahnya di Jakarta Timur A (Cakung, Pulo Gadung, Matraman), Dapil 5 (10 kursi) wilayahnya di Jakarta Timur B (Duren Sawit, Jatinegara, Kramat Jati), Dapil 6 (10 kursi) wilayahnya di Jakarta Timur C (Makasar, Cipayung, Ciracas, Pasar Rebo), dan Dapil 7 (10 kursi) wilayahnya di Jakarta Selatan A (Setiabudi, Kebayoran Baru, Cilandak, Kebayoran Lama, Pesanggrahan).

Grafik:

 

INFOGRAFIK: ALBERTUS ERWIN SUSANTO

Berikutnya tiga dapil dengan alokasi kursi terbanyak untuk DPRD DKI Jakarta yakni di Dapil 8 (12 kursi) wilayahnya di Jakarta Selatan B (Tebet, Pancoran, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, Jagakarsa),  Dapil 9 (12 kursi) Jakarta Barat A (Tambora, Cengkareng, Kalideres), dan Dapil 10 (12 kursi) wilayahnya di Jakarta Barat B (Taman Sari, Grogol Petamburan, Palmerah, Kebon Jeruk, Kembangan).

Dari 10 dapil di DKI Jakarta, PKS sebagai peraih suara terbanyak unggul di enam dapil yakni di DKI Jakarta 1, DKI Jakarta 4, DKI Jakarta 5, DKI Jakarta 6, DKI Jakarta 7, dan DKI Jakarta 8. Sementara PDIP sebagai runner unggul di 3 dapil yakni di Dapil DKI 3, Dapil DKI 9 dan DKI Jakarta 10. Adapun Golkar unggul di satu dapil yakni di dapil DKI Jakarta 2.

INFOGRAFIK: ALBERTUS ERWIN SUSANTO

Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta juga mengumumkan 10 calon anggota legislatif (caleg) DPRD terpilih dengan perolehan suara terbanyak.

Caleg terpilih yang paling banyak meraih suara adalah William Aditya Sarana dari PSI yang memperoleh 37.720 suara untuk dapil 9 DKI Jakarta. Kemudian suara terbanyak kedua diraih oleh Muhammad Thamrin dari PKS dengan meraih 36.274 suara di dapil 6 DKI Jakarta.

Adapun ketiga tertinggi didapat oleh mantan artis cilik Agustina H alias Tina Toon dari PDIP yang mendapat 36.156 suara untuk dapil 2 DKI. (LITBANG KOMPAS)

Referensi

Artikel terkait