Paparan Topik

Kiprah Tim Nasional Sepak Bola Indonesia di Ajang Piala Asia

Tim nasional sepak bola Indonesia di Piala Asia 2023 menorehkan sejarah baru, untuk pertama kalinya lolos dari fase grup sepanjang keikutsertaan Indonesia di Piala Asia.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN

Pemain Jepang, Reo Hatate (17), menguasai bola saat terjadi kemelut di depan gawang Indonesia pada pertandingan penyisihan terakhir grup D Piala Asia 2023 di stadion Al Thumama, Doha, Qatar, Rabu (24/1/2024).

Fakta Singkat

Piala Asia

  • Piala Asia 1996, Indonesia perdana lolos di putaran final dan menduduki peringkat ke-4 di Grup A
  • Piala Asia 2000 di peringkat ke-4 di Grup B dan prestasi terburuk tanpa satu pun berhasil mencetak gol
  • Piala Asia 2004 di peringkat ke-3 di Grup A dan untuk pertama kalinya bisa memenangi laga di penyisihan grup.
  • Piala Asia 2007 di peringkat ke-3 dan pertama kali sebagai tuan rumah
  • Piala Asia 2011-2019, Indonesia tidak lolos putaran final
  • Piala Asia 2023, mencatat sejarah dengan lolos ke babak gugur atau 16 besar

 

Dalam perjalanan Piala Asia sebelumnya, Timnas Indonesia tidak pernah bisa melangkah lebih jauh dari fase grup sepanjang empat kali berpartisipasi di turnamen sepak bola terakbar di benua Asia.

Indonesia untuk pertama kalinya melaju ke babak gugur setelah menduduki peringkat ketiga di klasemen akhir fase grup dari sekali menang dan dua kali kalah. Hasil tersebut membuat Indonesia berada di posisi keempat peringkat tiga terbaik dari keseluruhan grup. Empat peringkat ketiga terbaik berhak lolos ke babak 16 besar bersama juara dan runner-up grup.

Dalam sejarah Piala Asia, Indonesia baru pertama kali berpartisipasi Piala Asia pada 1996 di Uni Emirat Arab melalui jalur kualifikasi. Selanjutnya secara beruntun Indonesia selalu lolos pada ajang ini pada tahun 2000, 2004 dan 2007. Namun, Indonesia harus menunggu 15 tahun untuk dapat kembali pada turnamen ini karena selalu gagal di babak kualifikasi.

Piala Asia 2023 digelar pada 12 Januari hingga 10 Februari 2024 di Qatar. Timnas Indonesia lolos ke Piala Asia 2023 setelah melewati babak kualifikasi. Skuad Garuda jadi satu dari lima runner-up terbaik pada babak kualifikasi putaran ketiga. Indonesia meraih enam poin dari tiga laga.

Terhitung dengan tahun 2023 yang gelar pada Januari 2024, Indonesia telah mengikuti Piala Asia sebanyak lima kali yakni 4 kali lolos babak kualifikasi dan satu kali lolos karena menjadi tuan rumah. Indonesia menjadi tuan rumah Piala Asia pada 2007 bersama dengan Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Meski demikian, Timnas Indonesia belum berhasil menorehkan prestasi yang begitu mentereng.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN

Penonton bersiap masuk Stadion Lusail, Doha, Qatar, untuk menonton upacara pembukaan Piala Asia 2023, Jumat (12/1/2024).

Piala Asia 1996

Pada kesempatan pertama berpartisipasi di Piala Asia yang digelar pada 1996, Timnas Indonesia lolos ke putaran final setelah di babak kualifikasi menyingkirkan Malaysia dan India. Di babak penyisihan, Indonesia bergabung dalam grup A yang dihuni Indonesia, tim tuan rumah Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Korea Selatan. Korea Selatan saat itu diperkuat Shin Tae-yong, gelandang bernomor punggung 7 yang kini menjadi pelatih Tim Garuda.

Dalam debut perdana itu, Timnas Indonesia yang dibesut Danurwindo diperkuat pemain-pemain yang menjadi bintang di Liga Indonesia antara lain Kurnia Sandy sebagai penjaga gawang, Yeyen Tumena, Aples Tecuari, Sudirman, Marzuki Bardiawan, dan Agung Setyobudi di lini pertahanan. Kemudian Bima Sakti, Chris Yarangga dan Supriyono berada di lini tengah, dan duet lini depan diisi oleh Ronny Wabia dan Widodo Cahyono Putro.

Penyerang Indonesia Widodo C Putra mencetak gol spektakuler di ajang Piala Asia. Gol legendaris itu tercipta pada menit ke-20 setelah memanfaatkan umpan silang Ronny Wabia dari sisi kanan, Widodo yang berada di dalam kotak penalti bereaksi dengan melompat dan membalikkan badannya untuk melakukan tendangan salto dan bola dengan deras masuk ke dalam gawang Kuwait. Gol tersebut mengundang decak kagum sepanjang even Piala Asia 1996 di UEA.

Sayang, Indonesia gagal mengamankan kemenangan dalam pertandingan itu. Meski sempat unggul 2-0 lewat gol Ronny Wabia pada menit ke-40, Kuwait mampu bangkit di babak kedua dan mencetak gol lewat Hani Al Saqer dan penalti Badr Haji Al Halabeej.

Poin yang diraih dalam laga kontra Kuwait itu menjadi satu-satunya poin Tim Garuda di Piala Asia 1996. Timnas Indonesia kemudian kalah 2-4 dari Korea Selatan dan 0-2 dari Uni Emirat Arab dalam dua laga selanjutnya, sehingga tersingkir sebagai juru kunci Grup A.

Klasemen Akhir Grup A

Posisi

Tim

Main

Menang

Seri

Kalah

Selisih Goal

Poin

1

 Uni Emirat Arab (H)

3

2

1

0

6-3

7

2

 Kuwait

3

1

1

1

6-5

4

3

 Korea Selatan

3

1

1

1

5-5

4

4

 Indonesia

3

0

1

2

4-8

1

Sumber: AFC

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN

Pemain Indonesia, Yakob Sayuri (tengah), mencoba lepas dari kawalan dua pemain Irak, Ali Adnan Al Tameemi (kiri) dan Montader Madjed, pada pertandingan Grup D Piala Asia 2023 di Stadion Ahmad bin Ali, Al Rayyan, Qatar, Senin (15/1/2024).

Piala Asia 2000

Timnas Indonesia untuk kedua kalinya secara berturut-turut lolos ke Piala Asia pada 2000. Masuk ke putaran final sebagai juara Grup 7 fase kualifikasi, Tim Garuda tergabung dalam Grup B Piala Asia 2000, bersama China, Korea Selatan, dan Kuwait.

Di Piala Asia 1996 Timnas Indonesia bermain imbang 2-2 dengan Kuwait, pada edisi 2000 kedua tim kembali bermain imbang, tapi tanpa gol. Hasil imbang ini menjadi awal dari kiprah Tim Garuda di Piala Asia 2000.

Satu poin di laga awal itu menjadi satu-satunya poin bagi Bambang Pamungkas dan timnas Indonesia. Di pertandingan berikutnya, Timnas Indonesia kalah 0-4 saat menghadapi China di pertandingan kedua dan kalah 0-3 saat bertemu Korea Selatan.

Satu hal yang paling menyakitkan bagi Tim Garuda di edisi kali ini adalah tak ada satu pun gol tercipta untuk tim besutan Nandar Iskandar. Indonesia menjadi juru kunci setelah menjalani tiga pertandingan di penyisihan Grup B dengan sekali seri dan dua kali kalah.

 

Klasemen Akhir Grup B

Peringkat

Tim

Main

Menang

Seri

Kalah

Selisih Goal

Poin

1

 Tiongkok

3

1

2

0

6-2

5

2

 Kuwait

3

1

2

0

1-0

5

3

 Korea Selatan

3

1

1

1

5-3

4

4

 Indonesia

3

0

1

2

0-7

1

Sumber:AFC

Piala Asia 2004

Timnas Indonesia kembali lolos ke Piala Asia pada 2004 yang digelar di China. Tergabung di Grup A, Indonesia harus menghadapi China yang menjadi tuan rumah, kemudian Bahrain dan Qatar.

Timnas yang diasuh pelatih dari Bulgaria Ivan Kolev untuk pertama kalinya berhasil menoreh Sejarah dengan memenangi laga di putaran final Piala Asia. Kemenangan pertama Timnas Indonesia didapat setelah berhasil menang 2-1 atas Qatar berkat gol yang dicetak Budi Sudarsono dan Ponaryo Astaman.

Timnas Indonesia berhasil menang 2-1 atas Qatar dalam laga yang digelar di Workers Stadium pada 18 Juli 2004. Bahkan Tim Garuda berhasil unggul dua gol lebih dulu sebelum Qatar membalas satu gol pada akhir pertandingan.

Selain kemenangan pertama di Piala Asia, pertandingan Timnas Indonesia kontra Qatar juga menciptakan gol yang terbilang istimewa. Gelandang Ponaryo yang saat itu membela PSM Makassar itu mencetak gol kedua Indonesia lewat tendangan geledek dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke sudut atas kanan gawang Qatar. Gol yang tercipta itu menjadi salah satu gol terindah di ajang tersebut.

Meski demikian, di pertandingan grup selanjutnya, Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah China  dengan skor telak yakni 5-0 dan Bahrain 3-1. Hasil ini membuat Indonesia gagal lolos dari fase grup karena hanya bertengger di peringkat ketiga.

Klasemen Akhir Grup A

Peringkat

Tim

Main

M

S

K

Selisih Goal

Poin

1

 Tiongkok (H)

3

2

1

0

8-2

7

2

 Bahrain

3

1

2

0

6-4

5

3

 Indonesia

3

1

0

2

3-9

3

4

 Qatar

3

0

1

2

2-4

1

Sumber: AFC

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN

Pelatih Indonesia, Shin Tae-yong (kiri), mengatur mikrofon saat menghadiri konferensi pers di Main Media Center Piala Asia 2023 di Doha, Qatar, Selasa (23/1/2024). Indonesia akan bertemu Jepang di laga terakhir penyisihan grup D Piala Asia 2024 di Stadion Al Thumama, Doha, Rabu (24/1/2024).

Piala Asia 2007

Indonesia mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah Piala Asia berikutnya, yaitu pada 2007. Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Asia 2007 bersama Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Ini menjadi pertama dan satu-satunya edisi di mana Piala Asia digelar di lebih dari satu negara penyelenggara.

Pada edisi 2007, Indonesia yang dibesut Ivan Kolev lolos ke putaran final tanpa melalui babak kualifikasi karena sebagai tuan rumah. Timnas Indonesia yang berada di Grup D bersama Korea Selatan, Arab Saudi, dan Bahrain.

Timnas Indonesia  memulai pertandingan perdana dengan menang 2-1 atas Bahrain. Dua gol Indonesia dicetak oleh Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas. Kemenangan tersebut membuat penggemar Timnas Indonesia begitu bersemangat untuk memberikan dukungan yang lebih besar dalam dua laga tersisa di Grup D. Dalam dua laga berikutnya, SUGBK dipadati 88 ribu penonton.

Meski demikian, Timnas Indonesia dipertandingan berikutnya harus kalah 1-2 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Korea Selatan, sehingga gagal melaju ke fase selanjutnya. Indonesia menduduki peringkat ke-3 di klasemen akhir dengan mengumpulkan 3 poin dari sekali menang dan dua kali kalah. Total gol Indonesia adalah memasukkan tiga gol dan kemasukan empat gol.

Klasemen Akhir Grup D

Peringkat

Tim

Main

M

S

K

Selisih Goal

Poin

1

 Arab Saudi

3

2

1

0

7-2

7

2

 Korea Selatan

3

1

1

1

3-3

4

3

 Indonesia (H)

3

1

0

2

3-4

3

4

 Bahrain

3

1

0

2

3-7

3

Sumber: AFC

Piala Asia 2011-2019

Selanjutnya Indonesia tiga edisi gagal lolos putaran final. Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Asia 2011 di Qatar dan 2015 di Australia, kemudian Indonesia juga tidak bisa mengikuti kualifikasi untuk edisi 2019 di Uni Emirat Arab karena hukuman pembekuan dari FIFA pada 2015 saat kualifikasi dimulai.

Di Piala Asia 2011, Indonesia yang dibesut Benny Dollo tergabung salam babak kualifikasi Grup B yang dihuni oleh Indonesia, Australi, Oman, dan Kuwait. Dua tim yang duduk diperingkat teratas bakal lolos ke putaran final Piala Asia 2011 di Qatar.

Di babak kualifikasi, Indonesia menempati juru kunci di Grup B dengan hanya mengantongi tiga poin dari 6 pertandingan di grup tersebut.  Kegagalan melaju di putaran final itu terjadi setelah timnas Indonesia sebelumnya empat kali berturut-turut lolos ke putaran final Piala Asia.

Sementara di Piala Asia 2015, Indonesia kembali gagal lolos ke putaran final di Australia setelah hanya menduduki peringakat empat di babak kualifikasi. Indonesia Berada di grup C bersama dengan negara-negara kuat di sepak bola Asia, seperti Arab Saudi, China, dan Irak.

Indonesia meraih hasil kurang menggembirakan dalam babak kualifikasi Piala Asia 2015 dengan hanya meraih satu poin dari enam laga. Satu-satunya poin didapat saat menahan imbang China 1-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada 15 Oktober 2013. Sementara, lima pertandingan sisanya berakhir kekalahan.

Adapun di Piala Asia 2019, Indonesia gagal melaju karena tidak bisa tampil di ajang internasional. Indonesia absen dalam ajang ini karena tidak diperbolehkan AFC tampil pada kualifikasi Piala Asia 2019. Indonesia sudah dicoret dari babak awal kualifikasi pada 2015 karena saat itu sedang menjalani hukuman pembekuan dari FIFA terkait intervensi pemerintah terhadap PSSI.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN 

Penjualan suvenir Piala Asia 2023 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, Jumat (19/1/2024). Pendukung Indonesia mengeluhkan sulitnya mendapatkan suvenir Tim Indonesia selama Piala Asia 2023.

Piala Asia 2023

Pada Piala Asia 2023 di Qatar, Timnas Indonesia kembali lolos ke putaran final setelah 15 tahun absen.  Perjalanan tim asuhan Shin Tae-yong lolos ke putaran final terbilang terjal. Timnas Indonesia harus melalui fase play-off kualifikasi karena menjadi juru kunci di Grup F putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 yang juga menjadi kualifikasi menuju Piala Asia.

Di putaran kedua, Timnas Indonesia pun berhasil lolos dan melaju putaran ketiga kualifikasi Piala Asia 2023 setelah menang agregat 5-1 atas Chinese Taipei dalam dua pertandingan yang digelar di Buriram, Thailand. Selanjutnya , Timnas Indoensia menjadi runner-up Grup A putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2023 dan berhak lolos ke putaran final Piala Asia 2023 sebagai salah satu dari lima tim runner-up terbaik.

Dalam pengundian grup, Indonesia berada di Grup D bersama tiga negara lainnya yakni Jepang, Vietnam, dan Irak.   Persaingan di Grup D terbilang berat bagi Indonesia.  Jepang jadi negara Asia dengan ranking FIFA paling tinggi dan rutin bermain di Piala Asia serta empat kali juara, sementara Irak meraih kejuaraan itu sekali pada 2007. Adapun Vietnam peringkatnya di atas Indonesia, yakni di peringkat ke-94, sementara Indonesia di urutan ke-146 dalam ranking FIFA.

Pada Piala Asia 2023, Irak menjadi lawan pertama Tim Garuda pada 15 Januari 2024. Timnas Indonesia memetik kekalahan di partai perdana grup D Piala Asia 2023 dengan skor 3-1. Gol kemenangan Irak dicetak Mohanad Ali, Osama Rashid, dan Aymen Hussein sementara Timnas Indonesia sempat memperkecil kedudukan berkat gol Marselino Ferdinan.

Klasemen Akhir Grup D

Peringkat

Negara

Main

Menang

Seri

Kalah

Selisih Goal

Poin

1

 Irak 

 3

 3

 0

 0

 8-4

 9

2

 Jepang 

 3

 2

 0

 1

 8-6 

 6 

3

 Indonesia

 3

 1

 0

 2

 3-6

 3

4

 Vietnam

 3

 0 

 0

 3

 4-9

 0

Sumber: AFC

Hasil babak 16 besar Indonesia vs Australia

  • Hasil Akhir: Indonesia 0-4 Australia
  • Penguasaan Bola: Indonesia 49-51 Australia
  • Shots on Target: Indonesia 1-5 Australia
  • Shots off Target: Indonesia 5-7 Australia
  • Tendangan Sudut: Indonesia 5-1 Australia
  • Kartu Kuning: Indonesia 4-2 Australia
  • Passing: Timnas Indonesia 347-350 Australia
  • Akurasi Passing: Timnas Indonesia 81 persen-80 persen Australia
  • Clearances: Timnas Indonesia 10-11 Australia
  • Pencetak gol : Pencetak Gol: Elkan Baggott 12′ b.d., Martin Boyle 45′, Craig Goodwin 89′, Harry Souttar 90+2′

Sumber: AFC

Kemudian Timnas Indonesia menghadapi rival utamanya di wilayah Asia Tenggara, Vietnam, yang menjadi lawan kedua di Piala Asia 2023 pada 19 Januari 2024.  Di pertandingan yang berlangsung di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, Timnas Indonesia meraih kemenangan 1-0 atas Vietnam dalam matchday kedua babak penyisihan Grup D Piala Asia 2023.

Gol semata wayang timnas Indonesia ke gawang Vietnam hadir berkat sepakan penalti Asnawi Mangkualam pada menit ke-42. Indonesia mendapat tendangan pinalti setelah pemain Indonesia Rafael Struick dijatuhkan oleh pemain Vietnam, Nguyen Thanh Binh, di kotak terlarang pada menit ke-40. Hasil menghadapi Vietnam membuat timnas Indonesia memetik kemenangan perdana di Piala Asia 2023.

Selain kemenangan perdana, pencapaian itu menaikkan peringkat Indonesia dalam Ranking FIFA. Sebelum pertandingan, Indonesia masih di peringkat 145 dunia, kemudian naik menjadi peringkat 142 setelah mengalahkan Vietnam.

Lawan terakhir Timnas Indonesia di babak penyisihan Grup D yakni  Jepang pada 24 Januari 2024. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Al Thumama, Qatar, Timnas Indonesia kalah 1-3 dari Jepang dalam laga pamugkas di Grup D.

Timnas Indonesia sudah kebobolan 0 – 1 di babak pertama lewat tendangan pinalti di menit ke-11. Di babak kedua, Timnas Indonesia kembali kebobolan dua gol yakni di menit ke-52 dan menit ke-88. Indonesia baru bisa memperkecil ketinggal dengan mencetak gol di masa injury time yang dicetak oleh Sandy Walsh.

Di klasemen akhir Grup D, Indonesia menduduki oeringkat ketiga dari sekali menang dan dua kali kalah.  Hasil tersebut membuat Indonesia berada di posisi keempat peringkat tiga terbaik dari keseluruhan grup. Empat peringkat ketiga terbaik berhak lolos ke babak 16 besar bersama juara dan runner-up grup. Indonesia menjadi satu dari empat Negara yang lolos ke babak 16 besar melalui jalur peringkat tiga terbaik di turnamen tersebut. Tiga Negara lainnya yakni Yordania, Palestina, dan Suriah.

Indonesia pun mencetak sejarah, untuk kali pertama lolos dari fase grup dan berlaga di babak gugur dalam lima kali partisipasi di Piala Asia. Empat partisipasi lainnya selalu kandas di penyisihan grup.

Di babak 16 besar, Indonesia bertemu tim kuat Australia yang pernah menjuarai ajang itu pada Piala Asia 2015. Pertandingan yang berlangsung di Jassim bin Hamad Stadium, Minggu (28/1/2024), Indonesia kalah dari Australia dengan skor 0 – 4.

Australia memimpin lebih dulu lewat gol bunuh diri Elkan Baggott di menit ke-11. Socceroos menggandakan keunggulan jelang turun minum. Hingga babak pertama usai, Indonesia tertinggal 0 -2. Timnas Indonesia gagal mengejar ketertinggalan di babak kedua. Alih-alih mencetak gol, timnas Indonesia kembali kebobolan dua gol.  Hingga babak kedua usai Australia menang 4-0.

Hasil ini memastikan Indonesia jadi tim pertama yang gugur di Piala Asia 2023. Meski gagal melaju, Timnas Indonesia setidaknya sudah menorehkan rekor, untuk pertama kalinya lolos dari fase grup sepanjang keikutsertaan di Piala Asia. (LITBANG KOMPAS)

Artikel terkait