Tokoh

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar

Abdullah Abu Bakar merupakan Wali Kota Kediri yang menjabat sejak 2014. Saat ini, Abu Bakar tengah menjalani periode kedua sebagai orang nomor satu di Pemerintahan Kota Kediri 2019-2024. Sebelumnya, Ketua DPD PAN Kota Kediri ini adalah Wakil Wali Kota Kediri periode 2009-2014.

PEMKOT KEDIRI

Fakta Singkat

Nama Lengkap
Abdullah Abu Bakar, S.E.

Lahir
Kediri, 12 April 1980

Almamaterr
STIE YKPN Yogyakarta

Jabatan Terkini
Wali Kota Kediri 2019–2024

Abdullah Abu Bakar mulai terjun ke gelanggang politik ketika mencalonkan diri sebagai wakil wali kota pada Pilkada Kota Kediri tahun 2008. Saat itu ia maju mendampingi Samsul Ashar yang mencalonkan diri sebagai Wali Kota Kediri periode 2009–2014. Pasangan calon yang diusung oleh PAN, PPP dan PDS ini unggul telak atas tujuh pasangan pesaingnya. Pasangan Samsul Ashar dan Abdullah Abu Bakar resmi menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri masa jabatan 2009–2014.

Pada Pilkada Kota Kediri 2013, Abdullah Abu Bakar kembali tampil ikut meramaikan ajang kontestasi. Kali ini dirinya maju sebagai calon wali kota berpasangan dengan Lilik Muhibbah sebagai calon wakil wali kota. Paslon ini diusung oleh PAN dan Gerindra, dan berhasil unggul dengan meraih 45 persen suara dan resmi menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri masa jabatan 2014–2019 usai Gubernur Jawa Timur melantik mereka pada 7 Januari 2014.

Lima tahun berselang, sang petahana kembali maju bersama-sama dengan wakilnya Lilik Muhibbah dalam Pilkada Kota Kediri 2018. Mereka diusung oleh PAN, Partai Nasdem dan didukung Partai Demokrat dan PKS. Pasangan petahana ini berhasil mengungguli dua pasangan lainnya dengan memperoleh suara mayoritas 85.528 suara. Pada 6 Juni 2019 mereka resmi dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri periode 2019–2024.

Pada 15 Februari 2021 Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo. Sejak saat itu hingga kini jabatan wakil wali kota masih kosong belum ada pengganti, dan roda pemerintahan pun dikendalikan seorang diri oleh Wali Kota Abdullah Abu Bakar.

Sales kartu kredit

Abdullah Abu Bakar lahir di Kediri pada 12 April 1980. Masa kecil Abu Bakar pernah dijalani di Kota Surakarta. Ia bersekolah di sekolah TK dan SD Al Irsyad Al Islamiyah Surakarta, kemudian sebelum tamat SD ia pindah ke Kediri dan melanjutkan di SD Pawyatan Daha Kediri. Pendidikan menengah pertama diselesaikan di SMP Negeri 3, dan melanjutkan ke SMA Negeri 1 Kediri.

Usai mengantongi ijazah SMA, Abu menuju Yogyakarta untuk melanjutkan studi di Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta. Ia kemudian melanjutkan pendidikan sarjananya ke STIE YKPN Yogyakarta dan meraih gelar sarjana ekonomi dari kampus tersebut.

Sejak masih duduk di bangku SMP, bakat kepemimpinan Abu Bakar sudah menonjol. Ia aktif di OSIS SMPN 3 sebagai Ketua Divisi Kepemimpinan dan Keorganisasian. Aktivitas berorganisasinya terus berlanjut ketika di SMAN 1, ia aktif di OSIS sebagai Sie Kepemimpinan dan Keorganisasian.

Abu Bakar yang gemar dan memiliki hobi fotografi ini saat kuliah di STIE YKPN didapuk untuk menjadi Ketua Divisi Hunting Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fotografi. Di kampus STIE YKPN ini pula Abu dipercaya sebagai Ketua Perkumpulan Sarasehan Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen.

Karier

Saat masih mahasiswa, Abu Bakar mencari tambahan uang saku dengan bekerja sebagai marketing produk kartu kredit atau Marketing Freelance Credit Card yang dijalaninya selama satu tahun pada 2002 hingga 2003.

Abu Bakar juga pernah menerima order pemotretan selama kuliah di Yogyakarta. Ini yang kemudian menjadi awal mula ia membangun usaha sendiri yang bergerak di bidang digital imaging. Usahanya ini bergerak di bidang fotografi yang melayani event resepsi pernikahan dan acara hajatan lainnya. Perusahaan itu berkolaborasi dengan rekannya dari Insitut Seni Indonesia (ISI).

Di perusahaannya itu, Abu Bakar bertindak sebagai Marketing Fresco Digital Photography (2003–2004) sekaligus General Manager Fresco Digital Photography sejak 2004. Abu Bakar juga berbisnis di perdagangan bahan baku produksi, khususnya kulit. Ia mengembangkan bisnis ekspor kulit. Keluarganya juga berbisnis di bidang kulit, namun masih berupa row material. Sementara, Abu Bakar mencoba membuat finish food, dan akhirnya dapat dikirim ke Korea

Berselang beberapa tahun kemudian, Abdullah Abu Bakar mulai serius menapaki karier politik ketika ia memutuskan ikut dalam Pilkada Kota Kediri tahun 2008. Saat itu Abu Bakar masih terbilang muda, berusia 29 tahun. Ia maju mencalonkan diri sebagai calon wakil wali kota mendampingi dr. H. Samsul Ashar, Sp.PD. sebagai calon Wali Kota Kediri.

Paslon ini diusung oleh tiga partai, yaitu PAN, PPP dan PDS. Mereka berhasil mengungguli tujuh paslon lainnya dengan meraih meraih 56.079 suara atau 41,15 persen suara. KPU Kota Kediri pada 23 Oktober 2008 menetapkan pasangan calon ini sebagai wali kota dan wakil wali kota terpilih hasil Pilkada Kota Kediri 2008. Keduanya resmi menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri untuk masa jabatan 2009–2014 setelah dilantik Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo pada 2 April 2009.

Saat gelaran Pilkada Kota Kediri tahun 2013, Abu Bakar kembali maju diusung oleh PAN dan Gerindra. Kali ini Abu Bakar mencalonkan diri sebagai calon wali kota, berpasangan dengan Lilik Muhibbah, Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama Kota Kediri sebagai calon Wakil Wali Kota Kediri. Pilkada diikuti oleh tujuh pasang calon. Salah satu paslon adalah petahana Samsul Ashar yang berpasangan dengan Sunardi.

Pemilihan Wali Kota Kediri ini digelar pada 29 Agustus 2013, dan Paslon Abu Bakar – Lilik Muhibbah keluar sebagai pemenang dengan meraih 67.915 suara atau 45 persen. KPU Kota Kediri menetapkan paslon Abdullah Abu Bakar – Lilik Muhibbah sebagai pasangan terpilih Wali Kota dan Wakil Wali Kota hasil Pilkada Kota Kediri 2013. Keduanya resmi sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri masa jabatan 2014–2019 usai dilantik Gubernur Jawa Timur Sukarwo pada 2 April 2014.

Abdullah Abu Bakar kembali maju mencalonkan diri pada gelaran Pilkada serentak tahun 2018. Tetap berpasangan dengan Lilik Muhibbah, pasangan petahana ini diusung oleh PAN, Nasdem, dan didukung oleh Partai Demokrat dan PKS. Pilkada Kota Kediri ini diikuti oleh tiga paslon.

Hasil rekap perhitungan suara Pemilihan Wali Kota Kediri 2018 ini paslon nomor urut 2 Abdullah Abu Bakar – Lilik Muhibbah unggul dengan meraih 85.528 suara. Sementara paslon lainnya, yaitu paslon nomor urut 1 Aizzudin-Sudjono memperoleh 29.839 suara, dan paslon nomor urut 3 Samsul Azhar – Teguh Juniadi mendapat 32.749 suara.

Paslon nomor urut 2 ini ditetapkan KPU Kota Kediri sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri terpilih hasil Pilkada Kota Kediri 2018 pada 26 Juli 2018. Mereka dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 29 April 2019. Abdullah Abu Bakar dan Lilik Muhibbah resmi menjabat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri untuk periode kedua masa jabatan 2019–2024.

Namun, belum genap setahun keduanya menjalani masa jabatan periode kedua ini, sang Wakil Wali Kota Lilik Muhibbah meninggal dunia pada 15 Februari 2020. Sejak meninggalnya Lilik Muhibbah, roda pemerintahan dikendalikan seorang diri oleh Wali Kota Abdullah Abu Bakar.

KOMPAS.COM

Bakal Calon Wali Kota Abdullah Abu Bakar (tengah) mengendarai sepeda motor guna mendaftarkan diri di Kantor KPU Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (8/1/2018). Pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota petahana itu diusung koalisi PAN, Nasdem, Demokrat, PKS dan PDI Perjuangan.

 

Daftar penghargaan

  • Top Leader Annual Awards 2016 bidang pemerintahan (17 Desember 2016)
  • The Most Inspiring dari Karang Taruna Kecamatan Kota dalam Kecakot Award 2021 (26 Desember 2021)
  • Karmika Graha Abinaya dari DPD Real Estat Indonesia (REI) Jawa Timur (12 Oktober 2021)
  • Anugerah Diktiristek 2021 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) (13 Januari 2022)
  • A Leader with Unswering Policies atas konsistensinya dalam Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) (24 Februari 2022)
  • Happines Award katergori Mitra Kolaborasi Kebaikan Penggerak Zakat dari Rumah Zakat Indonesia (1 Maret 2022)
  • Karya Bhakti Peduli Satuan Polisi Pamong Praja tahun 2022 dari Kementerian Dalam Negeri (16 Maret 2022)

Penghargaan

Selama menjadi orang nomor satu di Kota Tahu ini Abdullah Abu Bakar telah banyak menorehkan prestasi atas kepiawaiannya memimpin Pemerintah Kota Kediri. Beberapa penghargan yang pernah diraih Abdullah Abu Bakar di antaranya, Top Leader Annual Awards 2016 bidang pemerintahan pada 17 Desember 2016, The Mosy Inspring yang diberikan oleh Karang Taruna Kecamatan Kota dalam Kecakot Award 2021, dan Penghargaan dari DPD Real Estat Indonesia (REI) Jawa Timur kategori “Karmika Graha Abinaya” atas jasa dan komitmenya terhadap pengembangan pembangunan perumahan (2021)

Abdullah Abu Bakar juga mendapat anugerah Diktiristek 2021 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kemudian penghargaan sebagai A Leader with Unswering Policies atas konsisteninya dalam Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) (2022), Happiness Award dari Rumah Zakat Indonesia (2022), dan Karya Bhakti Peduli Satuan Polisi Pamong Praja tahun 2022 dari Kementerian Dalam Negeri pada 16 Maret 2022.

KOMPAS/DEFRI WERDIONO

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tiga dari kanan) tengah menyaksikan penyuntikan vaksin AstraZaneca terhadap Kyai di Ponpes Lirboyo Kediri, Jawa Timur, Selasa (23/3/2021), disaksikan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (kiri).

KOMPAS.COM

“Prodamas ini adalah milik kita bersama. Ekspektasi warga terhadap Prodamas Plus ini baik sekali. Mari kita kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh sehingga banyak hasil baik yang bisa dituai oleh masyarakat. Jangan sampai kita memberikan hasil yang buruk untuk masyarakat,” ujar Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar  (23 November 2021)

Prodamas

Prodamas atau program fasilitas pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu program andalan Pemerintah Kota Kediri dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Sistem Prodamas ini memberikan bantuan dalam bentuk infrastruktur, sosial dan ekonomi awalnya senilai Rp50 juta per tahun yang diberikan ke setiap wilayah rukun tetangga (RT) di kawasan Kota Kediri.

Prodamas menjadi strategi membangun bersama antara pemerintah dan masyarakat. Gagasan dari setiap RT dapat diwadahi dalam Prodamas melalui rembug warga. Pembangunan di Kota Kediri menjadi lebih cepat dengan Prodamas. Saat ini Prodamas telah berjalan selama tujuh tahun. Dana Prodamas yang semula Rp50 juta per RT per tahun untuk bidang infrastruktur, ekonomi dan sosial kemudian meningkat menjadi Prodamas Plus dengan dana Rp100 juta per RT per tahun untuk infrastruktur, ekonomi, sosial, kesehatan, pendidikan, dan kepemudaan.

Untuk alokasi pendanaan infrastruktur bersama, hasil musyawarah kelurahan paling sedikit sebesar 30 persen. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan atau pemeliharaan gorong-gorong, drainase/saluran air bagi kelurahan yang masih memiliki masalah genangan; pembangunan taman kelurahan bagi kelurahan yang belum memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH); juga pemeliharaan prasarana umum lainnya yang menjadi prioritas permasalahan kelurahan; serta pengembangan prasarana umum pendukung potensi wilayah.

Pada awal November 2021 Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar meluncukan 10 Kampung Kreatif dan Independen (Keren) Prodamas. Ini merupakan salah satu dari 10 program unggulan Wali Kota Kediri. Program ini memicu tumbuhnya kreativitas dan kemandirian masyarakat di Kota Kediri untuk memunculkan karakteristik kawasan, keunikan, budaya, ketrampilan dan peningkatan potensi ekonomi di kelurahannya. Adanya Kampung Keren Prodamas ini dapat mendorong dan membangkitkan perekonomian di Kota Kediri terutama pada masa pandemi Covid-19 ini.

Kesepuluh Kampung Keren Prodamas adalah Kampung Tani Kelurahan Jamsaren, Kampung Winer (Wisata Kuliner) Kelurahan Kampung Dalem, Kampung Pecut Kelurahan Kemasan, Kampung Harmony Betta (Ikan Cupang) Kelurahan Ketami, Kampung Herbal Kelurahan Mojoroto, Kampung Herritage Kelurahan Pakelan, Kampung Seni Kelurahan Ringinanom, Kampung Tahu Kelurahan Tinalan, Kampung Wisaya Air Sumber Banteng Kelurahan Tempurejo, dan Kampung Tenun Ikat Kelurahan Bandar Kidul.

KOMPASTV

Harta kekayaan

Total kekayaan Abdullah Abu Bakar tahun 2021 sebesar Rp24,049 miliar. Jumlah kekayaan yang dilaporkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 29 Maret 2021 terdiri dari harta tanah dan bangunan senilai Rp11,71 miliar yang tersebar pada 10 bidang di Kota Kediri (7 bidang), Kabupaten Sleman (2 bidang), dan Kabupaten Lombok Timur (1 bidang).

Dalam laporan itu Abdullah Abu Bakar juga tercatat memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp108,50 juta yang terdiri dari satu mobil dan dua motor, harta bergerak lainnya Rp150 juta, surat berharga Rp436,40 juta, kas dan setara kas Rp10,54 miliar, serta harta lainnya sebesar Rp1,33 miliar. Dalam laporan itu Abdullah Abu Bakar juga mencatatkan hutang sebesar Rp230,03 juta, sehingga total harta kekayaan tahun 2021 tercatat sebesar Rp24,04 miliar.

Total kekayaannya ini meningkat signifikan dibandingkan sejak ia menjadi Wali Kota Kediri selama dua periode, dan awal mencalonkan diri sebagai Wakil Wali Kota Kediri pada 2009. Tahun 2008, Abdullah Abu Bakar melaporkan harta kekayaannya dalam LHKPN sebesar Rp4,42 miliar dan 160.824 dollar AS.

Abdullah Abu Bakar tercatat telah menyampaikan laporan kekayaannya sebanyak tujuh kali. Laporan tersebut adalah sebagai berikut:

Calon Wakil Wali Kota Kediri dan Wakil Wali Kota Kediri 2009–2014

  • Laporan 31 Juli 2008, harta kekayaan sebesar Rp426.912.002 dan USD 160.824
  • Laporan 1 Maret 2013, harta kekayaan sebesar Rp979.924.800 dan USD 9.307

Wali Kota Kediri periode 2014–2019

  • Laporan 21 Juli 2016, harta kekayaan sebesar Rp7.452.877.003 dan USD 9.307

Calon Wali Kota Kediri 2019–2024

  • Laporan 5 Januari 2018, harta kekayaan sebesar Rp14.100.065.374

Wali Kota Kediri 2019–2024

  • Laporan 27 Maret 2019, harta kekayaan sebesar Rp17.643.795.689
  • Laporan 29 April 2020, harta kekayaan sebesar Rp21.389.258.598
  • Laporan 29 Maret 2021, harta kekayaan sebesar Rp24.049.704.027

Referensi

Biodata

Nama

Abdullah Abu Bakar, S.E.

Lahir

Kediri, 12 April 1980

Jabatan

Wali Kota Kediri 2019–2024

Pendidikan

• TK Al-Irsyad Al Islamiyah Surakarta
• SD Al-Irsyad Al Islam Surakarta
• SD Pawyatan Daha Kediri
• SMP Negeri 3 Kediri
• SMA Negeri 1 Kediri
• Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta
• Sarjana (S1) STIE YKPN Yogyakarta

Karier

  • Marketing Freelance Credit Card (2002-2003)
  • Marketing Fresco Digital Photography (2003-2004)
  • General Manager Fresco Digital Photography (2004-…)
  • Perdagangan bahan baku produksi
  • Wakil Wali Kota Kediri (2009-2014)
  • Wali Kota Kediri (2014-2019)
  • Wali Kota Kediri (2019-2024)

Organisasi

  • Ketua Divisi Kepemimpinan dan Keorganisasian OSIS SMPN 3 Kediri
  • Sie Kepemimpinan dan Keorganisasian OSIS SMAN 1 Kediri
  • Ketua Divisi Hunting UKM Fotografi STIE YKPN
  • Ketua Perkumpulan Sarasehan Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen STIE YKPN
  • Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW PAN Jawa Timur
  • Ketua DPD PAN Kota Kediri periode 2020-2025

Penghargaan

  • Top Leader Annual Awards 2016 bidang pemerintahan (17 Desember 2016)
  • The Most Inspiring dari Karang Taruna Kecamatan Kota dalam Kecakot Award 2021 (26 Desember 2021)
  • Penghargaan Karmika Graha Abinaya dari DPD Real Estat Indonesia (REI) Jawa Timur (12 Oktober 2021)
  • Anugerah Diktiristek 2021 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) (13 Januari 2022)
  • A Leader with Unswering Policies atas konsistensinya dalam Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) (24 Februari 2022)
  • Penghargaan Happines Award katergori Mitra Kolaborasi Kebaikan Penggerak Zakat dari Rumah Zakat Indonesia (1 Maret 2022)
  • Karya Bhakti Peduli Satuan Polisi Pamong Praja tahun 2022 dari Kementerian Dalam Negeri (16 Maret 2022)

Karya

Buku

Keluarga

Istri

Feronica Silviana

Anak

  • 4 orang

Sumber
Litbang Kompas

error: Content is protected !!