Tokoh

Bambang Soesatyo

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau biasa disapa Bamsoet merupakan politikus Partai Golkar yang berlatar belakang pengusaha dan jurnalis. Sebelumnya, Bamsoet adalah ketua Komisi III dan kemudian menjabat ketua DPR periode 2018-2019.

Fakta Singkat

Nama Lengkap
Bambang Soesatyo, SE, MBA

Lahir
Jakarta, 10 September 1962

Almamater
Sekolah Tinggi Ekonomi Indonesia (STEI)

Universitas Terbuka (UT)

Jabatan Terkini
Ketua MPR RI 2019-2024

Bambang Soesatyo yang karib disapa Bamsoet merupakan seorang tokoh yang multi talenta. Politikus Partai Golkar ini sebelum terjun ke dunia politik lebih dulu dikenal sebagai seorang jurnalis dan pengusaha.

Bamsoet mulai karier politiknya di tingkat nasional saat terpilih sebagai angota DPR pada 2009-2014. Kemudian periode berikutnya ia kembali terpilih sebagai anggota legislatif, bahkan menduduki jabatan Ketua DPR menggantikan Setya Novanto yang terjerat korupsi e-ktp oleh KPK pada 2018.

Setelah hampir dua tahun menjabat Ketua DPR, pada periode berikutnya Bambang pun didaulat menjadi Ketua MPR setelah sebelumnya berhasil menjadi anggota DPR untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Bambang Soesatyo memiliki tugas besar atas tanggung jawabnya sebagai Ketua MPR periode 2019-2024. Tugas itu adalah memasyarakatkan ketetapan MPR, memasyarakatkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika atau yang dikenal dengan Empat Pilar Kebangsaan. Kemudian tugas lainnya mengkaji sistem ketatanegaraan UUD 1945 serta pelaksanaannya dan menyerap aspirasi masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan UUD 1945.

Anak kolong

Pria kelahiran Jakarta pada 10 September 1962 ini berasal dari keluarga tentara dan besar di lingkungan asrama militer. Sang ayah yang bernama SE Prijono yang berasal dari Semarang merupakan seorang tentara. Didikan keras dari orang tuanya membuahkan tindakan disiplin, kerja keras, gigih hingga keuletan yang melekat pada dirinya sejak kecil hingga saat ini.

Kegigihan dan keuletan Bambang Soesatyo tercermin pada sederet pendidikan yang ia tempuh semasa mudanya. Bamsoet mengenyam pendidikan dasar  hingga menegah di kota kelahirannya Jakarta. Bambang kecil mengecap bangku sekaolah di SD Negeri VIII, Jakarta dan lulus pada tahun 1975.  Lalu melanjutkan pendidikan menengahnya di SMP Negeri 49 dan  lulus tahun 1978.

Kemudian menempuh pendidikan menengahnya di jurusan IPA di SMA Negeri 14, Jakarta, dan lulus pada tahun 1981. Setelah menyelesaikan sekolah menengah, ia mendaftarkan diri di Akademi Accounting Jayabaya, Jakarta, dan lulus pada tahun 1985. Lepas itu, ia kembali mengambil kursus pra-MBA di Institut Pendidikan dan Pengembangan Manajemen (IPPM) Jakarta.

Kegigihan dalam belajar terus berlanjut, Bamsoet kembali mengambil pendidikan ekonomi di bidang Manajemen Perusahaan dari Sekolah Tinggi Ekonomi Indonesia (STEI), Jakarta pada tahun 1985. Ia menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar sarjana ekonomi di kampus tersebut pada 1987. Tak berapa lama kemudian ia  mengambil program pendidikan MBA di Institut Manajemen Newport Indonesia (IMNI) dan menyelesaikan pendidikan masternya pada tahun 1990.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Karier

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana ekonominya, Bambang meniti karier pertamanya  dengan menjadi seorang wartawan. Pilihan itu dia ambil karena merasa berkompeten di bidang jurnalistik dan media.

Harian Prioritas menjadi lapangan kerja pertama tempatnya menggeluti profesi jurnalis tersebut pada tahun 1986. Tiga tahun kemudian ia pindah ke Majalah Vista. Kariernya di majalah tersebut di awali sebagai wartawan kemudian meningkat sebagai sekretaris redaksi dan kemudian di manager pemasaran majalah tersebut.

Karier di dunia jurnalistik terus meroket hingga Bamsoet menduduki jabatan sebagai pemimpin redaksi  Majalah Info Bisnis  (1991-2007) dan Harian Umum Suara Karya (2004-2006).

Lama berkecimpung dalam dunia pers membuat Bamsoet banyak bertemu tokoh-tokoh hebat sebagai narasumbernya.  Kepintarannya melobi serta membangun relasi dengan para tokoh tersebut menjadikan pria kelahiran Jakarta ini semakin dikenal dan terkoneksi baik dengan narasumbernya. Pengalaman sebagai wartawan inilah yang kelak mengantarkan Bambang meraih kesuksesannya sebagai pebisnis sekaligus politikus kondang seperti saat ini.

Setelah malang melintang di dunia jurnalistik, Bamsoet kemudian  menekuni bidang bisnis perusahaan. Ia pernah menjabat Komisaris Utama di PT Mapindo Mulathama, PT Infobec Pena Utama, dan PT Dasa Kharisma Promosindo. Selain itu, politikus Golkar ini sempat menjadi Direktur Utama di sejumlah perusahaan, seperti PT Gapura Utama Ekacipta, PT Kepindo Info Link, PT Info Jaya Abadi, dan PT Info Persada Laksana Citra (IPLC).

Di sela-sela kesibukkannya sebagai wartawan, Bambang juga sempat menjadi dosen di Sekolah Tinggi Ekonomi dan Keuangan Perbankan Indonesia (STEKPI) pada 1991 sampai 1992.

Selain sebagai wartawan dan pengusaha, Bambang juga dikenal aktif di berbagai organisasi bisnis maupun politik. Pada tahun 1995, Bamsoet mengawali karier politiknya di Partai Golkar dengan menjadi pengurus GM Kosgoro. Kemudian ia aktif di Partai Golkar dan pada tahun 2009 dipercaya menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar.  Pada kepengurusan DPP Golkar 2014-2019, Bamsoet dipercaya menjadi bendahara umum, dan pada periode 2019-2024 menjabat wakil ketua umum.

Berkat kiprahnya di partai tersebut, Bambang kemudian mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif DPR RI pada Pemilu 2009 di Daerah Pemilihan VII Jawa Tengah  yang wilayahnya meliputi Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, dan Kebumen. Berkat kerja keras dan popularitasnya di dapil tersebut, Bamsoet berhasil terpilih menjadi anggota DPR pada periode 2009-2014.

Setelah dilantik sebagai anggota DPR, ia ditugaskan partainya di Komisi III yang membidangi hukum, HAM dan keamanan. Kemudian, ia menjadi bagian dari panitia khusus yang menyelidiki dana talangan kontroversial senilai Rp 6,7 triliun untuk Bank Century.

Pada Pemilu 2014, Bambang mencalonkan diri kembali sebagai calon anggota DPR dari dapil VII Jawa Tengah. Dalam pemilu tersebut ia memperoleh 57.235 suara, dan menjadikannya satu-satunya calon petahana dari Golkar di dapil tersebut yang melenggang ke Senayan Jakarta untuk periode keduanya

Pada periode kedua tersebut, karier politiknya di DPR mulai meroket. Pada Januari 2016, perubahan internal di Golkar membuatnya diangkat sebagai Ketua Komisi III yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan.  Selain itu ia ditunjuk menjadi anggota Panitia Khusus (Pansus) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Terjeratnya Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK dalam kasus korupsi membawa berkah tersendiri bagi Bambang. Skandal korupsi e-ktp yang melibatkan Setya Novanto itu mengakibatkan ia mengundurkan diri sebagai Ketua Umum Golkar dan Ketua DPR pada akhir 2017.

Bambang yang sebelumnya ketua Komisi III didapuk sebagai ketua DPR yang baru menggantikan Setya Novanto sesame koleganya di Partai Golkar. Tugas sebagai ketua DPR itu dia emban selama hampir dua tahun dari Januari 2018 hingga berakhir masa tugas DPR RI periode 2014-2019 pada Oktober 2019.

Pada pemilu 2019, Bambang terpilih kembali sebagai anggota DPR untuk ketiga kalinya secara berturut-turut dari dapil yang sama. Keberhasilan Bambang terpilih kembali itu memutus trend ketua DPR gagal terpilih kembali Senayan. Sebelumnya, Ketua DPR Marzuki Ali (2009-2014), dan Agung Leksono (2004-2009), gagal kembali melenggang ke Senayan.

Ia dilantik sebagai anggota DPR dan anggota MPR periode 2019-2024 pada 1 Oktober 2019.  Dua hari kemudian Bambang dilantik sebagai Ketua MPR periode 2019-2024 bersama 9 pimpinan MPR lainnya. Bamsoet menggantikan posisi Zulkifli Hasan politisi dari Patai Amanat Nasional (PAN) yang sebelumnya memegang posisi tersebut.

Terpilihnya politikus Golkar ini sebagai Ketua MPR bisa dibilang tidak melalui jalan mulus. Sebab, pada awalnya setiap partai mengajukan calon berbeda-beda. Ada yang ikut mengusung calon yang diusung koalisi, ada pula yang mengusung kader sendiri. Namun, ada dua poros yang menguat sebagai kandidat Ketua MPR, yakni dari Partai Golkar dan Partai Gerindra.

Kendati demikian, Bambang Soesatyo sudah mengantongi dukungan dari delapan fraksi di DPR dan unsur kelompok DPD sebelum pemilihan. Dalam Rapat Gabungan antar fraksi dan perwakilan DPD, Fraksi Partai Gerindra sebagai pesaing kuatnya yang sebelumnya mencalonkan Sekjen Partai, Ahmad Muzani akhirnya mengalah.  Bambang Soesatyo secara mufakat terpilih menjadi Ketua MPR periode 2019-2024.

Selain sebagai Ketua MPR RI, Bamsoet aktif dalam organisasi yang sesuai dengan kegemarannya yakni otomotif. Ia terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) periode 2021-2024 dalam Musyawarah Nasional yang digelar di Makassar pada 20 Desember 2020. Bambang menggantikan posisi Sadikin Aksa yang telah memimpin IMI selama periode sebelumnya.

Ia bertekad menjadikan IMI lebih kokoh, mandiri, berdaya guna, berkelanjutan, serta bermanfaat bagi bangsa dan negara. Ia juga bakal mendorong IMI mewujudkan legalitas olahraga dan industri modifikasi otomotif, yang saat ini sedang berkembang di berbagai penjuru daerah sehingga meningkatkan nilai tambah ekonomi UMKM di sektor otomotif

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Ketua MPR terpilih, Bambang Soesatyo (kelima dari kiri), berpidato untuk pertama kalinya didampingi sembilan wakilnya, yaitu (dari kiri ke kanan) Arsul Sani, Hidayat Nur Wahid, Jazilul Fawaid, Ahmad Muzani, Ahmad Basarah, Lestari Moerdijat, Syarief Hasan, Zulkifli Hasan, dan Fadel Muhammad. Mereka dipilih dan disumpah menjadi pimpinan MPR periode 2019-2024 dalam Rapat Paripurna MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Daftar Penghargaan

  • Adhi Karya Award (1995)
  • Penghargaan Top Eksekutif Indonesia (1996)
  • PWI News Maker Award (2010)
  • The Best & The Next Legislator Award (2014)
  • The Best & The Next Legislator Award (2019)
  • Indonesia Digital Initiative Awards (2019)
  • ‘Rising Star of Democracy’ dari Anugerah Teropong Democracy Award (2020)
  • Best Institution Leader dalam ajang Obsession Award (2020)
  • Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Award (2021)

Penghargaan

Dari awal berkarier hingga saat ini, Bambang Soesatyo sukses meraih empat penghargaan dari bidang yang berbeda. Di tahun 1995 dan 1996, Bamsoet mendapatkan penghargaan atas kiprahnya di bidang bisnis, ialah Adhi Karya Award dan Penghargaan Top Eksekutif Indonesia.

Empat tahun kemudian, pria berusia 58 tahun ini dianugerahi penghargaan News Maker Award 2010 oleh Persatuan Wartawan Indonesia Jakarta Jaya (PWI Jaya). Lantas, di tahun 2014 silam, politikus sekaligus pebisnis kondang ini berhasil dinobatkan sebagai The Best & The Next Legislator Award dan kembali mendapatkannya pada tahun 2019 versi Berlian Organizer.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) juga mendapat anugrah Penghargaan Bintang Tanda Jasa dari Presiden Joko Widodo. Penghargaan Bintang Tanda Jasa yang diberikan kepada Bamsoet sebagai wujud penghargaan negara terhadap jasa dan sumbangsih yang telah ia lakukan selama menjadi Ketua DPR RI pada periode 2017-2019. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keppres RI Nomor 52/TK/Tahun 2020, tanggal 22 Juni 2020.

Dokumentasi pribadi Bamsoet

Ketua MPR Bambang Soesatyo bagi-bagi sepeda kuning dalam avara give away dalam akun Youtube miliknya Bamsoet Channel, Minggu (21/2/2021) di Jakarta. Bamsoet didampingi anggota DPR yang juga penyanyi Krisdayanti. Ini adalah give away putaran ke-19 yang dilakukan Bamsoet. Para follower atau subscriber yang mendapatkan hadiah undian wajib hapal Pancasila. Kegiatan ini bagian dari sosialisasi Empat Pilar MPR RI.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Empat pilar kebangsaan

Salah satu tugas utama MPR adalah membumikan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika,atau yang dikenal dengan Empat Pilar Kebangsaan itu dalam jiwa bangsa Indonesia. Sebagai Ketua MPR, Bamsoet menjadi salah satu motor utama dalam tugas tersebut.

Beberapa cara dilakukan politikus Partai Golkar ini dalam mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan agar penjabaran nilai-nilai empat pilar tersebut tidak monoton dan tidak sarat indoktrinasi.  Salah satu cara yang dilakukan MPR dalam menyosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan adalah dengan dengan melibatkan komunitas motor di ruang terbuka. Tujuannya agar pengenalan Empat Pilar Kebangsaan itu bisa lebih diterima, tak sarat indoktrinasi, serta menyenangkan dan dapat diterapkan oleh berbagai kalangan, terutama kelompok milenial.

Ketua MPR Bambang Soesatyo yang juga Ketua Ikatan Motor Indonesia menyampaikan, pelibatan komunitas motor untuk kali pertama ini merupakan salah satu pembaruan metode sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Dengan cara ini, sosialisasi diharapkan tidak secara dogmatis, doktrinasi, dan monoton. (Kompas, 23/2/2020)

Ketua MPR Bambang Soesatyo juga memanfaatkan medsos untuk sosialisasi empat pilar MPR dengan mengaktifkan Bamsoet Channel di Youtube dan berkolaborasi dengan sejumlah artis dan youtuber dengan pengikut (follower) jutaan akun. Tujuannya membuat empat pilar MPR lebih luas tersosialisasikan, terutama generasi muda.

”Kolaborasi dengan mereka dalam menyosialisasikan empat pilar MPR ditujukan untuk menyasar generasi muda dan kalangan masyarakat yang aktif bermedia sosial melalui Youtube. MPR tak boleh ketinggalan zaman, harus selalu kreatif agar penanaman empat pilar MPR semakin membumi, dan yang tak kalah penting, selalu up to date,” kata Bamsoet. (Kompas, 23/8/2020)

Cara lainnya yang ditempuh Bamsoet adalah menggelar give away sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bagi followers Instagram serta subscriber YouTube Bamsoet Channel dengan sejumlah hadiah seperti sepeda dan smartphone. Hampir setiap minggu, Bamsoet menggelar give away atau memberikan berbagai barang secara gratis kepada pengikut akunnya. Hingga Februari 2021, Bamsoet telah mengadakan 20 putaran pengundian give away yang tiap putaran selalu melibatkan artis-artis terkemuka. (kompas.id, 2/2/2021)

Harta kekayaan

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diunduh dari situs KPK (https://elhkpn.kpk.go.id/), Bamsoet memiliki akumulasi kekayaan tahun 2019 yanag dilaporkan pada 30 April 2020 sebesar Rp 127,2 miliar. Sebagian besar harta kekayaannya berupa tanah dan bangunan bernilai Rp 99,2 miliar yang tersebar  di 27 lokasi di Jakarta, Bogor, Banjarnegara, Purbalingga, Bandung, dan Klungkung, Bali.

Harta lainnya yakni berupa kendaraan bermotor bernilai Rp18,5 milyar yang terdiri dari 11 mobil dan 2 motor. Beberapa merek kendaraan yang ia miliki di antaranya motor Harley Davidson, Ferrari, Lamborghini, mobil Rollsroyce Phantom Sedan, Jeep Rubicon, Tesla, dan Toyota Fortuner.

Harta lainnya menurut laporan tersebut adalah Harta bergerak lainnya senilai Rp 1 miliar, Surat-surat berharga senilai Rp 120 juta, dan  Kas dan setara kas senilai Rp 8 miliar. Bamsoet tercatat tidak memiliki hutang, sehingga total kekayaaannya pada 2019 sebesar 127,1 miliar.

Jumlah harta kekayaan itu meningkat dibandingkan laporan kekayaaannya saat menjadi Ketua DPR pada 2018 sebesar Rp 98 Miliar dan saat menjadi anggota DPR pada 2016 sebesar Rp 64,8 miiar.

Referensi

Arsip Kompas

Bambang Jadi Ketua DPR, KOMPAS, 15 Jan 2018   Halaman: 02

Ketua DPR: Bambang: Tugas Saya Jaga Keseimbangan, KOMPAS, 16 Jan 2018   Halaman: 02

Posisi Ketua MPR Jadi Rebutan, KOMPAS, 03 Oct 2019   Halaman: 01

MPR Kaji Rekomendasi Amendemen Terbatas, KOMPAS, 04 Oct 2019   Halaman: 01

Saat Beringin Kembali Kokoh, KOMPAS, 05 Oct 2019 Halaman D

Kebangsaan: Cara Segar Sosialisasikan Empat Pilar, KOMPAS, 24 Feb 2020   Halaman: 02

Bu Tejo, Medsos, dan Empat Pilar MPR, KOMPAS, Minggu, 23 Aug 2020   Halaman: 02

Buku

Bambang Soesatyo: dari wartawan ke Senayan, Penerbit  Gramedia Pustaka Utama (2018)

Biodata

Nama

Bambang Soesatyo, S.E., M.B.A

Lahir

Jakarta, 10 September 1962

Jabatan

Ketua MPR RI 2019-2024

Pendidikan

Umum

  • SD Negeri VIII, Jakarta (1974)
  • SMP Negeri 49, Jakarta (1977)
  • SMA Negeri XIV, Jakarta (1981)
  • Akademi Accounting Jayabaya, Jakarta (1985)
  • IPPM Jakarta Program Pre-MBA, Jakarta (1987)
  • Jurusan Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Terbuka (UT), Jakarta (1988)
  • Jurusan Manajemen Perusahaan, Fakultas Ekonomi Sekolah Tinggi Ekonomi Indonesia (STEI), Jakarta (1992)
  • Master of Business Administration, Institut Manajemen Newport Indonesia (IMNI) (1990)

Khusus

  • Kewaspadaan Nasional dan Belanegara (1990)
  • Manggala BP-7 Tingkat Nasional (1996)
  • Diklat Kader Fungsional Pusat Golkar (1998)
  • Diklat Jurkam Nasional Partai Golkar (1999)
  • Lemhannas RI – KSA XIII (2005)
  • Orientasi Fungsionaris Pusat Partai Golkar (2007)

Karier

Lembaga swasta

  • Komisaris Utama PT Mapindo Mulathama
  • Direktur Utama PT Info Persada Laksana Citra (IPLC)
  • Komisaris Utama PT Infobec Pena Utama
  • Komisaris Utama PT Dasa Kharisma Promosindo
  • Direktur Utama PT Gapura Utama Ekacipta
  • Direktur Utama PT Kepindo Info Link
  • Direktur Utama PT Info Jaya Abadi
  • Direktur PT Delta Muda Utama
  • Komisaris Radio ONE 101.25 FM Jakarta
  • Direktur Videotron depan bunderan HI
  • Direktur Pengelola Cafe Taman Semanggi Jakarta
  • Direktur PT Info Buana Abadi (Holding Company)
  • Direktur Independen PT Sima, Tbk
  • Direktur PT Kodeco Timber
  • Direktur Harian Umum Suara Karya
  • Staf Auditor Kantor Akuntan Publik Drs. Imam Syafei & Co (1984)
  • Managing Editor Penerbit PT Batu Karang Emas Sejati (1985)
  • Wartawan Harian Pagi Prioritas (1986)
  • EDP Finance Departemen PT Sistemas Media Nusantara (1987)
  • Manager EDP PT Vista Yama (1988)
  • Wartawan & Sekretaris Redaksi Majalah Vista (1989-1992)
  • Manager Promosi Majalah Vista (1989- 1992)
  • Dosen Sekolah Tinggi Ekonomi & Keuangan Perbankan Indonesia (Stekpi) (1991-1992)
  • Pemimpin Redaksi Majalah Info Bisnis (1991-2007)
  • Pemimpin Redaksi Harian Umum Suara Karya (2004-2006)
  • Direktur Independen PT SIMA Tbk (2006-2013)
  • Direktur Kodeco Timber (2007-2013)

Pemerintahan

  • Manggala BP7 Pusat (1996-1998)

Legislatif

  • DPR dari Partai Golkar (2009-2014)
  • DPR dari Partai Golkar (2014-2019)
  • Ketua DPR RI (2018-2019)
  • Ketua MPR RI (2019-2024)

Organisasi

  • Pengurus Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI)
  • Anggota PWI Jaya
  • Anggota ISEI, Jakarta
  • Anggota Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI)
  • Ketua Senat Mahasiswa Universitas Jayabaya (1982)
  • Ketua Umum Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Universitas Jayabaya (1983-1984)
  • Pemimpin Redaksi Majalah Mahasiswa Universitas Jayabaya (1984-1985)
  • Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta se-Indonesia (1985-1986)
  • Pemimpin Umum Majalah Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) (1986)
  • Wakil Sekretaris Jenderal PB-HMI (1988-1990)
  • Ketua Umum DPP Organisasi Mahasiswa Mapussy Indonesia (1989-1992)
  • Wakil Ketua Departemen Penerbitan dan Grafika HIPMI Jaya (1992-1995)
  • Ketua Departemen Tataguna Tanah dan Bangunan Kadin Jaya (1993-1998)
  • Public Realtion Director Indonesia Junior Chamber (Member of Junior Chamber International) (1994)
  • Pengurus Kadin Pusat
  • Departemen SDM (1994-1999)
  • Ketua Departemen Hubungan Antar Anggota Seluruh Indonesia BPP HIPMI (1995-1998)
  • Pengurus Pusat GM Kosgoro (1995-2000)
  • Pengurus Pusat Kadin Indonesia (1998-2003)
  • Ketua Bidang MPN Pemuda Pancasila (2001-2005)
  • Ketua BPP HIPMI (2001-2005)
  • Ketua DPP KNPI (2002-2005)
  • Ketua Bidang Ekonomi DPP AMPI (2003-2008)
  • Ketua KT Fiskal & Moneter Kadin Indonesia (2004-2009)
  • Waka Dept. Hubtelinfo DPP Partai Golkar (2004-2009)
  • Korwil Jawa Tengah DPP Partai Golkar (2004-2009)
  • Bappilu Pusat Partai Golkar (2004)
  • Pengurus Pusat Ikatan Alumni Lemhannas (Ikal) (2005-2009)
  • Bendahara PPK Kosgoro 1957 (2008-2013)
  • Ketua Umum Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distribusi Indonesia (2008-2013)
  • Bappilu Pusat Partai Golkar (2009)
  • Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar (2009-2015)
  • Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (2012-2015)
  • Bendahara Umum DPP Partai Golkar (2014-2019)
  • Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar (2019-2024)
  • Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (2021-2024)

Publikasi

  • Rahasia Sukses & Biografi Pengusaha Indonesia (1988)
  • Mahasiswa & Lingkaran Politik (1989)
  • Kelompok Cipayung, Gerakan & Pemikiran (1990)
  • Mahasiswa & Budaya Kemiskinan di Indonesia (1990)
  • Masa Depan Bisnis Indonesia 2020 (1998)

Penghargaan

  • Adhi Karya Award (1995)
  • Penghargaan Top Eksekutif Indonesia (1996)
  • PWI News Maker Award (2010)
  • The Best & The Next Legislator Award (2014)
  • The Best & The Next Legislator Award (2019)
  • Indonesia Digital Initiative Awards (2019)
  • ‘Rising Star of Democracy’ dari Anugerah Teropong Democracy Award (2020)
  • Best Institution Leader dalam ajang Obsession Award (2020)
  • Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Award (2021)

Keluarga

Istri

Anak

Sumber
Litbang Kompas

Butuh Informasi Terkini tentang Tokoh Ternama?

Butuh Informasi Terkini tentang Tokoh Ternama?

Daftarkan email Anda sekarang untuk mendapatkan informasi terkini tentang tokoh ternama.

close