Tokoh

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko

Dewanti Rumpoko menjadi wali kota perempuan pertama di Kota Batu. Kader PDI-P ini menjadi Wali Kota Batu periode 2017-2022 menggantikan suaminya, Eddy Rumpoko yang menjadi Wali Kota Batu selama dua periode.

Pemkot Batu

Fakta Singkat

Nama Lengkap
Dra. Dewanti Ruparin Diah Rumpoko, M.Si.

Lahir
Ampenan, Mataram, 13 Desember 1962

Almamaterr
Universitas Negeri Jakarta
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Jabatan Terkini
Wali Kota Batu 2017–2022

Sosok Dewanti Rumpoko sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Kota Batu. Ia mendampingi sang suami, Eddy Rumpoko yang menjadi Wali Kota Batu selama dua periode (2007–2012 dan 2012–2017). Dewanti Rumpoko maju dalam Pilkada Kota Batu berpasangan dengan Punjul Santoso yang saat itu menjabat Wakil Wali Kota Batu. Keduanya diusung oleh PDI-P dan didukung Partai Gerindra, Partai Golkar, dan PKS. KPUD Kota Batu menetapkan paslon nomor urut 2 ini sebagai pemenang dengan memperoleh 51.754 suara atau 44,23 persen, menggungguli perolehan suara tiga paslon lainnya.

Sebelum bertarung di Pilkada Kota Batu, perempuan yang memiliki nama lengkap Dewanti Ruparin Diah Rumpoko ini pernah mengikuti pemilihan kepala daerah di Kabupaten Malang pada 2003. Namanya masuk dalam bursa calon Wakil Wali Kota Malang berpasangan dengan Ir Gandi Yogatama. Kala itu pemilihan kepala daerah dilakukan di DPRD, dan ia kalah.

Tahun 2015, istri Eddy Rumpoko ini kembali mengikuti ajang pemilihan kepala daerah. PDI-P mengusung Dewanti sebagai calon Bupati Malang berpasangan dengan Hj Masrifah Hadi. Namun, untuk kedua kalinya Dewanti harus menerima kekalahan, dan mengakui kemenangan petahana Bupati Malang Rendra Kresna.

Pilkada Kota Batu 2017 kembali memunculkan nama Dewanti Rumpoko. PDI-P kembali mengusung Dewanti untuk maju sebagai calon Wali Kota Batu berpasangan dengan Punjul Santoso yang saat itu menjadi Wakil Wali Kota Batu. Di ajang pemilihan kepala daerah yang untuk ketiga kalinya diikuti Dewanti Rumpoko ini, akhirnya dirinya berhasil meraih kemenangan.

Mendekati akhir tahun 2017, Dewanti Rumpoko dan Punjul Santoso resmi sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu usai Gubernur Jawa Timur Soekarwo melantik mereka pada 27 Desember 2017. Dewanti Rumpoko dilantik sebagai Wali Kota Batu menggantikan Eddy Rumpoko yang tidak lain adalah suaminya. Namun, Eddy Rumpoko tidak dapat menghadiri acara pelantikan tersebut. Pada akhir masa jabatan periode kedua, Eddy Rumpoko Wali Kota Batu periode 2007–2012 dan 2012–2017 terjaring operasi tangkap tangan KPK di rumah dinasnya.

Istri wali kota

Memiliki nama lengkap Dewanti Ruparin Diah, perempuan kelahiran Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat pada 13 Desember 1962 ini adalah putri dari pasangan Soekanto dan Sri Suharti. Dewanti kecil usai menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di Kota Manado, selanjutnya ia lebih banyak menghabiskan waktu dan aktivitasnya di Jakarta. Setelah menamatkan sekolah menengah di SMP LXV (65) Jakarta, Dewanti melanjutkan ke SMA Negeri 1 Jakarta. Selanjutnya, ia mengambil kuliah di IKIP Jakarta hingga menyandang gelar dokteranda pada 1981.

Dewanti tercatat sebagai dosen Fakultas Psikologi Universitas Merdeka Malang. Pekerjaannya ini selaras dengan gelar master Psikologi Pendidikan yang diraihnya dari Universitas 17 Agustus 1945 di Surabaya pada 2001. Beberapa tulisanya terkait bidang ilmu psikologi mengisi sejumlah jurnal ilmiah.

Selain aktif dalam bidang pendidikan, Dewanti dikenal pula sebagai aktivis sosial yang memiliki perhatian besar pada masalah kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini tampak dari sejumlah jabatan yang dipercayakan padanya. Tahun 1998 Dewanti menjadi Ketua SLB Putra Jaya, kemudian tahun 2001 dipercaya sebagai Ketua Yayasan Jantung Indonesia, juga menjadi Ketua PMI Kota Batu tahun 2003.

Menikah dengan Eddy Rumpoko yang kemudian menjadi Wali Kota Batu selama dua periode (2007–2012 dan 2012–2017) Dewanti  memiliki segudang aktivitas yang berkaitan dengan organisasi sosial. Ibu tiga anak, yaitu Dinasti Andi Rumpoko, Ganisa Pratiwi Rumpoko, dan Anindya Parasmay Putri, ini dipercaya memegang sejumlah jabatan organisasi sosial dan kemasyarakatan.

Sebagai isteri wali kota, “Bude” demikian sapaan akrabnya mendapat tanggungj awab sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batu yang dijalaninya selama dua periode kepemimpinan suaminya. Saat menjadi Ketua TIM Penggerak PKK Kota Batu, Dewanti mencanangkan beberapa gebrakan, di antaranya memberi asuransi kesehatan untuk kader PKK, mendirikan kampung batik, dan mengembangkan UKM. Ia juga mengantar PKK Kota Batu meraih beberapa penghargaan di tingkat provinsi dan nasional.

Dewanti juga dipercaya menjadi Ketua PRSI Cabang Malang, Ketua Dekranasda Kota Batu, Anggota Lions Club Indonesia, Ketua Forum PAUD Kota Batu, dan Wakil Ketua III Pengurus Harian KONI Jawa Timur. Ia juga duduk sebagai Dewan Kehormatan Insan Pariwisata Indonesia (IPI) Jawa Timur.

Karier

Dewanti Rumpoko telah membangun karier politik sejak bergabung dengan Partai Golkar dan duduk sebagai Anggota Fraksi Golkar DPRD Malang pada 1997–1998. Namanya termasuk dalam bursa calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang periode 2003–2008.

Saat itu, pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang ditentukan oleh 45 Anggota DPRD Kota Malang. Dewanti yang tercatat sebagai Anggota DPD Partai Golkar Kota Malang dimajukan oleh Partai Golkar sebagai calon Wakil Wali Kota mendampingi Gandi Yogatama yang digadang sebagai calon Wali Kota Malang. Dalam gelaran pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang di ruang rapat DPRD Kota Malang ini, Dewanti harus berlapang dada menerima kekalahan.

Dalam pemilihan Wali Kota Batu tahun 2007, sang suami Eddy Rumpoko yang dicalonkan oleh PDI-P sebagai calon Wali Kota Batu muncul sebagai pemenang. Kemenangannya itu tidak terlepas dari peran sang istri yang intens berkampanye ke pasar-pasar dan pusat keramaian. Posisinya sebagai ketua wanita Partai Golkar sangat membantu dalam melakukan sosialisasi secara all out bagi sang suami.

Pada tahun 2007 itu pula Partai Golkar harus merelakan kader potensialnya pindah ke lain hati, sebab Dewanti akhirnya memilih bergabung dengan PDI-P mengikuti jejak sang suami yang dikenal sebagai politisi PDI-P. Sebagai istri Wali Kota Batu, Dewanti memegang jabatan Ketua Tim Penggerak PKK.

Perannya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK dengan program kerja melakukan pembinaan kesejahteraan keluarga, gerakan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga, membuat dirinya banyak bersentuhan dengan masyarakat Kota Batu. Ini menjadi modal bagi dirinya untuk maju dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Malang pada 2015.

Saat Pilkada Kabupaten Malang 2015 digelar, PDI-P mencalonkan dosen Psikologi ini untuk maju sebagai calon Bupati Malang berpasangan dengan Hj Masrifah Hadi sebagai calon Wakil Bupati Malang. Dua srikandi yang diusung oleh PDI-P ini menghadapi petahana Rendra Kresna, Bupati Malang yang berpasangan dengan Sanusi. Namun, Dewanti harus mengakui keunggulan lawannya, sang petahana.

Kemenangan tipis paslon petahana Bupati Malang 2015–2020 itu harus tertunda karena rivalnya dalam pilkada, yaitu paslon Dewanti-Musrifah melayangkan gugatan perselisihan hasil Pilkada Kabupaten Malang ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, MK tidak dapat melanjutkan permohonan sengketa hasil Pilkada Kabupaten Malang. Sehingga KPU Kabupaten Malang menetapkan Rendra-Sanusi sebagai pemenang Pilkada Kabupaten Malang 2015. Untuk kedua kalinya Dewanti harus menerima kekalahan dalam pemilihan kepala daerah.

Nama Dewanti Rumpoko kembali muncul saat Pilkada Kota Batu 2017. DPP PDI-P secara resmi merkomendasikan nama Dewanti Rumpoko untuk maju sebagai calon Wali Kota Batu dan Punjul Santoso sebagai calon Wakil Wali Kota Batu. Saat itu, Punjul Santoso masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Batu, bersama sang suami Eddy Rumpoko yang memasuki periode kedua jabatannya sebagai Wali Kota Batu.

Pemilihan Wali Kota Batu 2017 diikuti oleh empat pasangan calon. Dewanti-Punjul diusung oleh PDI-P, Partai Gerindra, Partai Golkar, Hanura dan PKS. Ajang pemilihan kepala daerah ini menjadi taruhan bagi karier politik Dewanti yang didua pilkada sebelumnya selalu menderita kekalahan.

Rupanya kali ini dewi fortuna tengah berpihak kepadanya. Paslon nomor urut 2 Dewanti-Punjul akhirnya dapat meraih kemenangan. Mereka berhasil mengungguli 3 paslon lainnya dengan perolehan 51.754 suara atau 44,57 persen. Kemenangan ini sempat digugat oleh paslon Abdul Madjid – Kasmuri Idris, namun Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan perselisihan hasil Pilkada Kota Batu 2017. Selanjutnya KPU Daerah Kota Batu pada 5 April 2017 menetapkan pasangan Dewanti Rumpoko dan Punjul Santoso sebagai pemenang Pilkada Batu 2007 untuk periode 2017–2022.

Dewanti Rumpoko dan Punjul Santoso resmi menjabat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu periode 2017–2022 setelah Gubernur Jawa Timur Soekarwo melantik mereka pada 27 Desember 2017. Pelantikan Dewanti berlangsung di tengah kasus korupsi yang tengah dihadapi Eddy Rumpoko, suami yang sekaligus Wali Kota Batu periode sebelumnya.

KOMPAS.COM

Pasangan Dewanti Rumpoko – Punjul Santoso saat tiba di Kantor KPU Kota Batu, Jawa Timur untuk mendaftar dalam Pilkada Kota Batu, Rabu (21/9/2016).

Daftar penghargaan

  • Penghargaan Kirana Award (2009)
  •  Top Leader IT Leadership 2018
  • Penghargaan Utama atas komitmen dan kerja keras dalam mendorong percepatan pembangunan desa dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (2021)

Penghargaan

Sejumlah penghargaan pernah didapat Dewanti, antara lain, Penghargaan Kirana Award (2009), Top Leader IT Leadership 2018, dan Penghargaan Utama atas komitmen dan kerja keras dalam mendorong percepatan pembangunan desa dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (2021).

Di bawah kepemimpinan Dewanti Rumpoko, Pemerintah Kota Batu telah banyak mencatat prestasi dan meraih penghargaan di tingkat regional dan nasional. Baik di bidang pemerintahan, ekonomi, inovasi, dan pelayanan publik, antara lain, Smartbranding Smartcity Indonesia Smartnation Award 2018, Kota Layak Anak Tingkat Pratama (2018), Kota Peduli HAM dari Menteri Hukum dan HAM. (2018), Indonesia Attractiveness Award 2019, WTP enam tahun berturut-turut, Anugerah Parahita Ekapraya Kategori Utama 2020, serta “Harmony Award” dari Kementerian Agama RI (2020)

Pemkot Batu

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, mengajak delegasi W20 Indonesia berkeliling Kota Batu, Rabu (09/03/2022) pagi. Untuk destinasi pertama, rombongan mengunjugi Mall Bunga di Desa Sidomulyo. Kedatangan seluruh delegasi disambut tarian tradisional khas Kota Batu.

KOMPAS.ID

“Kalau Kota Batu sudah semua berhasil menggunakan sistem pertanian organik, ini luar biasa. Akan menjadi satu-satunya kota, bukan hanya di Indonesia tapi dunia,” ungkap Dewanti Rumpoko.

Membangun Batu

Melalui program “Dhining Batu” pemkot ingin mengubah Kota Batu menjadi daerah sentra pertanian organik, yang berbasis kepariwisataan. Sektor pariwisata dan pertanian menjadi fokus perhatian Pemerintah Kota Batu, tetapi tidak mengesampingkan sektor lainnya.

Pemkot Batu berhasil menciptakan berbagai inovasi di sektor pariwisata, salah satunya yang menjadi perhatian adalah pembangunan kereta gantung yang akan menjadi moda transportasi baru bagi masyarakat Kota Batu dan juga para wisatawan yang berkunjung. Pembangunan kereta gantung selain dapat memajukan sektor pariwisata, juga dapat memecah kemacetan yang terjadi di Kota Batu.

Setiap tahun kunjungan wisatawan ke Kota Batu meningkat. Tahun 2019 tercatat 5,6 juta wisatawan berkunjung ke Kota Batu sehingga pemkot harus melakukan inovasi, dan kereta gantung salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan. Selain sektor pariwisata, pemkot terus melakukan inovasi di berbagai bidang, seperti bidang investasi, pelayanan publik, dan bidang infrastruktur.

Dalam bidang investasi, pemkot fokus mengembangkan sektor wisata dengan penambahan berbagai wahana wisata di tempat wisata. Untuk pelayanan publik, pemkot tengah mempersiapkan pembangunan mal pelayanan publik. Sementaa pada bidang infrastruktur, akan dikembangkan pembangunan jalan dan moda transportasi sehingga dapat menggerakkan masyarakat sampai komponen bawah, dan akhirnya taraf ekonomi masyarakat dapat lebih maju.

Pemkot Batu juga mempunyai visi ingin menjadikan Kota Batu sebagai ikon pertanian yang menitikberatkan pada sistem organik. Hal ini dapat meningkatkan pendapatan petani lokal. Sebab hasil pertanian organik harganya jauh lebih tinggi dibandingkan hasil pertanian biasa.

Pengembangan pertanian organik salah satunya di Desa Bumiaji. Pertanian organik di Desa Bumiaji dikembangkan dengan standar pertanian organik negara Jepang yang disebut pertanian organik Furusato. Sistem pertanian organik Furusato ini dapat diekmbangkan di tempat lainnya di Kota Batu.  Sistem pertanian yang dikembangkan, yakni mengusung indsutri pertanian ramah lingkungan yang dapat bersaing dengan produk luar di pasar domestik.

WER

Harta kekayaan

Total kekayaan Dewanti Rumpoko tahun 2020 sebesar Rp6,02 miliar. Jumlah kekayaan yang dilaporkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 2 Februari 2021 terdiri dari harta tanah dan bangunan senilai Rp1,91 miliar yang tersebar pada dua bidang di Kota Malang.

Dalam laporan itu Dewanti Rumpoko juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya Rp3,44 miliar, serta kas dan setara kas sebesar Rp674,61 juta dan harta lainnya senilai Rp200 juta. Dewanti Rumpoko juga memilik utang sebesar Rp216,20 juta. Total harta kekayaan Dewanti Rumpoko tahun 2020 sebesar Rp6,02 miliar.

Total kekayaannya ini menurun dibandingkan laporan tahun 2016 saat sebagai calon Bupati Malang. Pada laporan-laporan berikutnya, harta kekayaan Dewanti kondisinya fluktuatif dirunut sejak laporan tahun 2016 saat sebagai calon Bupati Malang, Calon Wali Kota Batu, hingga menjadi Wali Kota Batu (2017–2022).

Tahun 2016, laporan harta kekayaan Dewanti dalam LHKPN sebesar Rp17,43 miliar dan 181,43 ribu Dollar AS, yang terdiri atas tanah dan bangunan sebanyak 27 bidang di Kota Batu, Malang, Yogyakarta dan Jakarta Rp11,92 miliar, alat transportasi dan mesin senilai Rp3,89 miliar, harta bergerak lainnya Rp4,35 miliar, surat berharga senilai Rp989 juta, giro dan setara kas Rp2,11 miliar dan 181,43 ribu dollar AS. Dewanti memiliki piutang senilai Rp1,41 miliar, serta hutang sebesar Rp7,25 miliar.

Dewanti Rumpoko tercatat telah menyampaikan laporan kekayaannya sebanyak enam kali. Laporan berdasarkan jabatannya itu sejak menjadi calon Bupati Malang, Calon Wali Kota Batu periode 2017–2022, dan Wali Kota Batu (2017–2022), adalah sebagai berikut.

Calon Bupati Malang

  • Laporan 1 Juni 2015, harta kekayaan sebesar Rp17.438.676.628 dan USD181.437

Calon Wali Kota Batu (2017–2022)

  • Laporan 31 Agustus 2016, harta kekayaan sebesar Rp21.174.893.666 dan USD181.437

Wali Kota Batu (2017–2022)

  • Laporan 31 Maret 2018, harta kekayaan sebesar Rp22.626.263.666
  • Laporan 29 Maret 2019, harta kekayaan sebesar Rp4.982.734.836
  • Laporan 11 Februari 2020, harta kekayaan sebesar Rp4.732.743.106
  • Laporan 2 Februari 2021, harta kekayaan sebesar Rp6.021.657.473

Referensi

Biodata

Nama

Dra. Dewanti Ruparin Diah Rumpoko, M.Si.

Lahir

Ampenan, Mataram, 13 Desember 1962

Jabatan

Wali Kota Batu 2017–2022

Pendidikan

  • SD K. I Teresia Manado (1968–1974)
  • SMP LXV (65) Jakarta (1974–1977)
  • SMA Negeri 1, Jakarta (1978–1981)
  • Sarjana (S1) IKIP Jakarta (1982–1987)
  • Sarjana (S2) Psikologi Pendidikan, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (1999–2001)

Karier

  • Dosen Psikologi Universitas Merdeka Malang
  • Wali Kota Batu 2017–2022

Organisasi

  • Anggota FGolkar DPRD Malang (1997–1998)
  • Ketua Yayasan SLB Putra Jaya (1998)
  • Ketua Yayasan Jantung Indonesia Cabang Malang Raya (2001)
  • Bendahara Distrik 307 B Lions Club Indonesia (2002–2003)
  • Ketua PMI Kota Batu (2003)
  • Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batu (2007)
  • Ketua PRSI Cabang Malang (2007)
  • Ketua Dekranasda Kota Batu (2007)
  • Anggota Lions Club Indonesia (2007)
  • Ketua Forum PAUD Kota Batu (2009)
  • Wakil Ketua III Pengurus Harian KONI Jawa Timur (2009)
  • Wakil Ketua Bidang Ekonomi DPD PDI-P Jawa Timur

Penghargaan

  • Penghargaan Kirana Award (2009)
  • Top Leader IT Leadership 2018
  • Penghargaan Utama atas komitmen dan kerja keras dalam mendorong percepatan pembangunan desa dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (2021)

Karya

Buku

Keluarga

Suami

Eddy Rumpoko

Anak

  • Dinasti Andi Rumpoko
  • Ganisa Pratiwi Rumpoko
  • Anindya Parasmay Putri

Sumber
Litbang Kompas

error: Content is protected !!