Tokoh

Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury

Pahala Nugraha Mansury adalah tokoh yang ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Wakil Menteri BUMN I untuk menggantikan Budi Gunadi Sadikin yang menjabat Menteri Kesehatan RI. Sebelumnya, sosok yang cakap di bidang keuangan dan perbankan ini menjabat Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero).

wakil menteri BUMN Pahala

KEMENTERIAN BUMN

Fakta Singkat

Nama Lengkap
Pahala Nugraha Mansury

Lahir
Bogor, 8 April 1971

Almamaterr
Universitas Indonesia
New York University

Jabatan Terkini
Wakil Menteri BUMN I 2020–2024

Pahala Nugraha Mansury adalah seorang bankir yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN I. Pahala mulai menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN pada tanggal 23 Desember 2020, menggantikan Budi Gunadi Sadikin yang ditunjuk sebagai Menteri Kesehatan.

Pahala menjadi salah satu wakil menteri yang dilantik berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 76/M Tahun 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019–2024 yang ditetapkan oleh Presiden Jokowi di Jakarta pada tanggal 23 Desember 2020.

Kementerian BUMN sendiri merupakan satu-satunya kementerian yang memiliki lebih dari satu wakil menteri. Hal ini dikarenakan tanggung jawab dan cakupan kerja Kementerian BUMN yang sangat luas, yaitu harus membawahi dan mengawasi kinerja 142 perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang ada di Indonesia.

Sebagai wakil menteri, Pahala ditugaskan melakukan transformasi, melakukan penciptaan nilai pada BUMN sehingga bisa memberikan impact dan manfaat kepada masyarakat yang lebih luas. Selain itu, ia ditugaskan mendorong pertumbuhan ekonomi dan bagaimana BUMN bisa memberikan kontribusi yang tinggi dalam pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

Anak Bogor

Pahala dilahirkan di Kota Bogor pada tanggal 8 April 1971. Ia menempuh pendidikan sarjana di jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, pada tahun 1989 hingga tahun 1994.

Lulus dari Universitas Indonesia, Pahala melanjutkan studinya pada tahun 1994 Stern School of Business, New York University, dan lulus dengan gelar Master of Business Administration (MBA) pada tahun 1999.

Karier

Lulus dari Universitas Indonesia, Pahala memulai kariernya pada sektor bidang konsultan jasa manajemen di luar negeri. Ia bergabung bersama Andersen Consulting sebagai Change Management Consultant pada tahun 1994 hingga 1997. Pada tahun 1999, ia berpindah ke Booz Allen & Hamilton sebagai Senior Consultant.

Pada tahun 2003, Pahala kembali berpindah ke The Boston Consulting Group sebagai Project Leader untuk memimpin berbagai proyek konsultasi jasa perbankan. Pada tahun yang sama, Pahala juga mendapatkan sertifikasi Chartered Financial Analyst (CFA) Charterholder dari CFA Institute sebelum akhirnya mengakhiri karier di bidang konsultan jasa manajemen.

Setelah melepas karir di Boston Consulting Group, Pahala kembali ke Indonesia untuk memulai karier di BUMN, yaitu di Bank Mandiri selama 15 tahun dari tahun 2003 hingga tahun 2017.

Selama di Bank Mandiri, karier Pahala terus menanjak dengan menduduki berbagai posisi strategis. Ia memulai karier di Bank Mandiri sebagai Senior Vice President di Economic & Financial Research Group pada tahun 2003–2005. Pada tahun 2005–2005, ia kembali dipercaya untuk menduduki posisi Senior Vice President di bagian berbeda, yaitu Corporate Development Group Head. Pada tahun 2006–2010, ia menduduki posisi sebagai EVP Koordinator Finance and Strategy.

Pada tahun 2007, Pahala menjadi inisiator program Wirausaha Muda Mandiri (WMM), yaitu program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa kompetisi inovasi bagi wirausaha muda di seluruh Indonesia. Melalui program WMM, Bank Mandiri menjaring calon-calon nasabah mikro.

Kariernya meroket dengan mengemban posisi sebagai Direktur di Bank Mandiri sejak 2010. Awalnya, ia menjabat sebagai Direktur Finance & Strategy hingga tahun 2015. Kemudian ia menjabat sebagai Direktur Treasury & Market (2015–2017). Selama menjadi direktur Treasury & Market, Pahala berhasil membantu memberikan kontribusi laba sebesar 30 persen terhadap Bank Mandiri.

Kemudian pada April 2017, Pahala Nugraha Mansury ditetapkan sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menggantikan Arif Wibowo. Ia ditugaskan melakukan transformasi bisnis dan operasional serta melakukan integrasi bisnis, khususnya integrasi antara Garuda Indonesia dan anak perusahaannya, PT Citilink Indonesia. Selama menjabat sebagai Direktur Utama Garuda, Pahala melakukan banyak kerja sama dengan perusahaan lain dan membuka rute-rute penerbangan domestik baru.

Tahun 2018, Pahala dipindahtugaskan untuk menjabat sebagai Direktur Keuangan Pertamina. Setahun kemudian, Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Pahala untuk menempati posisi Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) untuk menggantikan Suprajarto.

Pada 23 Desember 2020, Pahala diangkat menjadi Wakil Menteri BUMN. Ia menggantikan posisi sebelumnya yang diisi oleh Budi Gunadi Sadikin, yang ditunjuk Presiden Jokwoi menjadi Menteri Kesehatan.

KOMPAS/M CLARA WRESTI

Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group sepakat bersinergi memberikan pilihan rute yang lebih banyak kepada penumpang. Kesepakatan itu ditandatangani oleh Direktur Utama Nam Air Jefferson Jauwena, Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury, Direktur Utama Sriwijaya Air Chandra Lie, dan Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo, di Tangerang, Rabu (16/5/2018).

Daftar Penghargaan

  • Runner-up Finance Asia Indonesia CFO of The Year (2007 & 2009)
  • Indonesia’s Best CFO dari Southeast Asia Institutional Investor Corporate Awards (2013)

Penghargaan

Pada tahun 2007 dan 2009, Pahala meraih penghargaan sebagai Runner-up Finance Asia Indonesia CFO of The Year (2007 & 2009). Sementara itu, pada tahun 2013, ia memperoleh penghargaan Indonesia’s Best CFO dari Southeast Asia Institutional Investor Corporate Awards.

KOMPAS/Hendra A Setyawan

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Pahala N Mansury (tengah) dan Nicodemus P Lampe, Direktur Pelayanan Garuda Indonesia (kiri), ketika menerima penghargaan World’s Best Cabin Staff dari Skytrax (Selasa, 17/7/2018)

KOMPAS.COM

“Transisi energi yang berkelanjutan tak terelakkan. Hampir semua negara sudah memulai transisi energi hijau dengan bertahap mengurangi energi fosil. Oleh karena itu, langkah transisi energi harus dilakukan konkret, salah satunya melalui roadmap pengembangan energi baru terbarukan (EBT),” ujar Wakil Menteri BUMN Pahala N Mansury Jumat (14/1/2022).

Transformasi BUMN

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Pahala N Mansury bakal melanjutkan kerja Budi Gunadi Sadikin dalam membantu Menteri BUMN Erick Thohir melakukan transformasi di BUMN. Terdapat lima transformasi di BUMN yang menjadi fokus utama Kementerian BUMN, yaitu transformasi digitalisasi oleh Telkom dan Telkomsel, transformasi energi terbarukan oleh PLN, transformasi di industri pertambangan yang ramah lingkungan, transformasi pariwisata, dan transformasi pangan melalui holding BUMN pangan.

Terkait tranformasi di PLN, Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury mengapresiasi PLN karena sudah melakukan perbaikan dalam pola pikir dan kultur kerja yang menyesuaikan dengan AKHLAK, singkatan dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif yang menjadi core values bagi lingkungan Kementerian BUMN.

Pahala juga menyerukan transformasi tidak hanya dilakukan dalam jajaran human capital saja tetapi juga dalam bisnis model, melakukan berbagai inovasi dan juga menuju ke energi bersih dan pengurangan emisi global. Pahala juga berharap PLN terus melanjutkan efisiensi dengan melakukan inovasi dan investasi yang tepat guna.

Sementara terkait transformasi pangan, Pahala N Mansury mengatakan terbentuknya holding BUMN pangan dapat mengoptimalkan aset yang potensial, mengandalkan rantai pasok, serta penerapan teknologi dan digitalisasi bisnis.

Pahala juga menyebut, selain memiliki peran untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional, kehadiran holding pangan juga memberikan fokus lebih pada ekosistem pangan dan untuk meningkatkan inklusivitas petani, peternak, dan nelayan.

Sebelumnya, Holding BUMN pangan itu terbentuk setelah Kementerian BUMN mengalihkan saham lima BUMN pangan, yakni PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT Sang Hyang Seri, PT Perikanan Indonesia, PT Berdikari, dan PT Garam kepada PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI sebagai induk holding BUMN pangan.

KOMPAS.COM

Harta kekayaan

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara Pahala Nugraha Mansury tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp94,19 miliar. Angka tersebut berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan Pahala pada September 2018 saat menjabat sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia.

Berdasarkan LHKPN tersebut, Pahala memiliki empat bidang tanah dan bangunan di Jakarta Selatan senilai Rp32,075 miliar. Tiga bidang tanah disebut merupakan hasil sendiri sedangkan satu bidang tanah lainnya merupakan warisan.

Selanjutnya, Pahala tercatat memiliki empat unit mobil senilai total Rp2,2 miliar yang terdiri dari Toyota Alphard, Mercedes Benz E 400, Mercedes Benz B 200, dan Mercedes Benz SLE 400. Mantan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara itu juga memiliki harta bergerak lain senilai Rp1,252 miliar dan surat berharga senilai Rp47,75 miliar. Pahala juga memiliki kas sebesar Rp9,9 miliar dan harta lainnya senilai Rp1 miliar.

Referensi

Arsip Kompas

“Garuda Genjot Pendapatan, Kerja Sama dengan “Kompas” untuk Tambah Manfaat”. Kompas, 9 September 2017, Halaman: 13.

“Jadikan Energi Baru Pemacu Kinerja Kabinet”. Kompas, 24 Desember 2020, Halaman: 01, 15

“Garuda Optimalkan Rute Internasional”. Kompas (Nasional), Kamis, 22 Juni 2017, Halaman: 18

“Garuda Gandeng Japan Airlines Bidik Pasar Amerika Serikat”. Kompas, Jumat, 7 September 2018, Halaman: 20

“Akses ke Banyuwangi Semakin Terbuka”. Kompas, 9 September 2017, Halaman: 19

Biodata

Nama

Pahala Nugraha Mansury

Lahir

Bogor, 8 April 1971

Jabatan

Wakil Menteri I BUMN 2020–2024

Pendidikan

  • Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1989–1994)
  • Stern School of Business, New York University (1996–1996)

Karier

  • Andersen Consulting – Change Management Consultant (1994–1997)
  • Booz Allen & Hamilton – Senior Consultant (1999–2000)
  • The Boston Consulting Group: Project Leader (2000–2003)
  • Bank Mandiri: Senior Vice President Economic & Financial Research Group (2003–2005)
  • Bank Mandiri: Senior Vice President Corporate Development Group Head (2005–2006)
  • EVP Koordinator Finance & Strategy (2006–2010)
  • Bank Mandiri: Direktur Finance & Strategy (2010–2015)
  • Direktur Treasury & Market (2015–2017)
  • Direktur Utama Garuda Indonesia (2017–2018)
  • Direktur Keuangan Pertamina (2018–2019)
  • Direktur Utama Bank Tabungan Negara (2019–2020)
  • Wakil Menteri BUMN (2020–2024)

Organisasi

Penghargaan

  • Runner-up Finance Asia Indonesia CFO of The Year (2007 & 2009)
  • Indonesia’s Best CFO dari Southeast Asia Institutional Investor Corporate Awards (2013)

Karya

Buku

Keluarga

Istri

Anak

Sumber
Litbang Kompas

error: Content is protected !!