Tokoh

Tito Karnavian

Mantan Kapolri Jenderal Tito Karnavian adalah kombinasi polisi lapangan sekaligus intelektual. Ia berhasil mengungkap berbagai kasus kriminal dan terorisme selama memimpin kepolisian. Berkat prestasinya, Tito dipercaya Presiden Jokowi menjadi Menteri Dalam Negeri 2019 - 2024.

Fakta Singkat

Nama Lengkap
Drs. Jenderal Muhammad Tito Karnavian M.A., Ph.D.

Lahir
Pelembang, 26 Oktober 1964

Almamater

  • Akademi Kepolisian
  • University of Exeter, Inggris
  • Nanyang Technological University, Singapura

Jabatan 
Menteri Dalam Negeri 2019-2024

Tito Karnavian lahir di Palembang, Sumatera Selatan pada 26 Oktober 1964. Tito menghabiskan masa kecil hingga remaja di kota tersebut. Ayah Tito bernama Achmad Saleh, seorang wartawan RRI di Palembang, sedangkan ibunya yang bernama Kordiah adalah seorang bidan. Tito adalah anak kedua dari enam bersaudara.

Tito kecil mengenyam pendidikan SD Xaverius IV dan SMP Xaverius II Palembang. Kemudian melanjutkan ke SMA Negeri 2 Palembang. Selama menimba pendidikan dasar dan menengah itu, prestasinya terbilang cemerlang. Dia selalu mendapat peringkat satu atau pun dua di kelasnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, Tito melanjutkan pendidikan Akabri Kepolisian di Semarang, Jawa Tengah dan menyelesaikan pendidikan tarunanya tahun 1987. Sebelum memutuskan memilih Akabri, sebenarnya Tito diterima masuk Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang, Fakultas FISIP Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), dan Akabri. Namun, ia mantap memilih Akabri yang kemudian berubah menjadi Akademi Kepolisian (Akpol).

Berkat kecerdasannya, Tito meraih predikat lulusan terbaik Akpol 1987 dan penerima bintang Adhi Makayasa. Setelah lulus dari Akpol, ia berkiprah di kepolisian di bidang reserse di wilayah Polda Metro Jaya. Hampir sebagian besar kariernya didedikasikan di Polda ini.

Di sela-sela tugasnya sebagai polisi, Tito masih meluangkan waktu untuk belajar pendidikan formal. Ia menyelesaikan pendidikan di Universitas Exeter Inggris tahun 1993 dan meraih gelar M.A. dalam bidang Police Studies. Setelah itu, Tito menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Jakarta tahun 1996 dan mendapat penghargaan Wiyata Cendekia sebagai lulusan terbaik di angkatannya.

Tito juga menyelesaikan pendidikan di Massey University Auckland di Selandia Baru tahun 1998 dalam bidang Strategic Studies. Tahun 2000, Tito menyelesaikan pendidikan Sespim Polri di Lembang. Ia kemudian mengikuti kursus Lemhannas RI PPSA XVII tahun 2011 dan terpilih sebagai lulusan terbaik di angkatannya.

Pada Maret 2013, Tito menyelesaikan program doktoral bertopik Terrorism and Islamist Radicalization dengan nilai excellent dan predikat magna cum laude di Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura.

Cerdas sejak kecil

Tito Karnavian lahir di Palembang, Sumatera Selatan pada 26 Oktober 1964. Tito menghabiskan masa kecil hingga remaja di kota tersebut. Ayah Tito bernama Achmad Saleh, seorang wartawan RRI di Palembang, sedangkan ibunya yang bernama Kordiah adalah seorang bidan. Tito adalah anak kedua dari enam bersaudara.

Tito kecil mengenyam pendidikan SD Xaverius IV dan SMP Xaverius II Palembang. Kemudian melanjutkan ke SMA Negeri 2 Palembang. Selama menimba pendidikan dasar dan menengah itu, prestasinya terbilang cemerlang. Dia selalu mendapat peringkat satu atau pun dua di kelasnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, Tito melanjutkan pendidikan Akabri Kepolisian di Semarang, Jawa Tengah dan menyelesaikan pendidikan tarunanya tahun 1987. Sebelum memutuskan memilih Akabri, sebenarnya Tito diterima masuk Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang, Fakultas FISIP Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), dan Akabri. Namun, ia mantap memilih Akabri yang kemudian berubah menjadi Akademi Kepolisian (Akpol).

Berkat kecerdasannya, Tito meraih predikat lulusan terbaik Akpol 1987 dan penerima bintang Adhi Makayasa. Setelah lulus dari Akpol, ia berkiprah di kepolisian di bidang reserse di wilayah Polda Metro Jaya. Hampir sebagian besar kariernya didedikasikan di Polda ini.

Di sela-sela tugasnya sebagai polisi, Tito masih meluangkan waktu untuk belajar pendidikan formal. Ia menyelesaikan pendidikan di Universitas Exeter Inggris tahun 1993 dan meraih gelar M.A. dalam bidang Police Studies. Setelah itu, Tito menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Jakarta tahun 1996  dan mendapat penghargaan Wiyata Cendekia sebagai lulusan terbaik di angkatannya.

Tito juga menyelesaikan pendidikan di Massey University Auckland di Selandia Baru tahun 1998 dalam bidang Strategic Studies. Tahun 2000, Tito menyelesaikan pendidikan Sespim Polri di Lembang, kemudian  mengikuti kursus Lemhannas RI PPSA XVII tahun 2011 dan terpilih sebagai lulusan terbaik di angkatannya.

Pada Maret 2013, Tito menyelesaikan program doktoral bertopik Terrorism and Islamist Radicalization dengan nilai excellent dan predikat magna cum laude di Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura.

KOMPAS/RHAMA PURNA JATI (RAM)

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menginstruksikan kepala daerah untuk membubarkan kegiatan kerumunan yang tidak memungkinkan terjadinya pembatasan sosial, Sabtu (21/3/2020). Hal ini dilakukan untuk meminimalkan penularan Covid-19.

Karier

Setelah lulus Akpol, ia langsung ditugaskan di Polres Jakarta Pusat. Jabatan yang melibatkan tugas teritorial pertama yang diembannya yakni sebagai Kanit Jatanras Reserse Polres Metro Jakarta Pusat. Kemudian ia beralih menjadi Wakapolsek dan Kapolsek di wilayah Polda Metro Jaya.

Kariernya mulai melesat pada 2001, ketika Tito yang saat itu Kepala Satuan Reserse Umum Polda Metro Jaya memimpin Tim Kobra menangkap Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto). Atas penangkapan tersebut, Tito menerima kenaikan pangkat satu tingkat. Ia mendapat promosi dari pangkat komisaris (mayor) ke Ajun Komisaris Besar (AKBP).

Tahun 2005, Tito menjabat Kapolres Serang di Banten. Setelah itu, ia lebih banyak berkecimpung dalam tugas-tugas antiteror sebagai Kasubden Bantuan Densus 88 Antiteror Polri (2005), Kasubden Penindak Densus 88 Antiteror Polri (2006), Kasubden Intelijen Densus 88 Antiteror Polri (2006-2009), Kadensus 88 Antiteror Polri (2009-2010),

Selama ia bertugas di Densus 88 Antiteror Polda Metro Jaya,  timnya berhasil melumpuhkan teroris Dr. Azahari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005. Atas prestasinya ini, ia kembali menerima kenaikan pangkat luar biasa dari AKBP menjadi Komisari Besar Polisi (Kombes).

Tak hanya itu, pencapaiannya kian cemerlang saat terlibat dalam penyergapan gembong teroris Noordin M. Top pada September 2009 di Surakarta, Jawa Tengah. Buronan teroris warga negara Malaysia itu tewas dalam penyergapan yang dilakukan timnya di Kampung Kepuhsari, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Surakarta, Jawa Tengah. Dinilai sukses dalam menangani teroris, ia ditarik ke Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Tak lama di BNPT, pada tahun 2012, Tito ditugaskan menjadi Kapolda Papua selama dua tahun, kemudian ia ditarik ke Mabes Polri manjadi asisten rencana anggaran (Asrena) Kapolri.

Pada tahun 2015, namanya makin terkenal saat ia ditunjuk menjadi Kapolda Metro Jaya. Kepemimpinannya makin cemerlang saat ia menangani bom di kompleks pertokoan sekitar Sarinah Thamrin, Jakarta.

Sembilan bulan menjadi Kapolda, ia ditarik kembali ke BNPT untuk menjadi orang nomor satu di lembaga tersebut. Ia ditunjuk menjadi  BNPT. Pangkatnya pun naik dari Inspektur Jenderal Polisi (Irjen) jadi Komisaris Jenderal Polisi (Komjen).

Hanya tiga bulan di BNPT, ia kembali diminta Presiden Jokowi untuk menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Badrodin Haiti yang akan memasuki masa pensiun. Setelah menjalani uji kepatutan dan kelayakan dan disetujui mayoritas anggota DPR,  Presiden pun melantik Tito menjadi Kapolri pada Juli 2016. Pangkat bintang empat pun disematkan di pundaknya dan menjadi Jenderal (Pol) Tito Karnavian.

Dibandingkan dengan kapolri-kapolri sebelumnya, Tito Karnavian terbilang muda saat dipilih, yakni 52 tahun. Ia melompati empat angkatan di atasnya yakni 1983, 1984, 1985, dan 1986. Meski demikian, Tito berhasil menunjukkan prestasinya dengan membawa Polri sebagai institusi penegak hukum yang profesional dan mengayomi masyarakat.

Sukses memimpin Polri selama empat tahun, Tito selanjutnya dipercaya Presiden Jokowi menjadi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. Ia tercatat sebagai Mendagri ke-29 dan Mendagri pertama dari unsur kepolisian. Jokowi menugaskan Tito agar menghadirkan kepastian hukum di daerah terutama yang terkait dengan investasi. Selain itu, bersinergi dengan pemerintahan daerah mengenai data kependudukan.

Daftar Penghargaan

  • Bintang Adhi Makayasa (lulusan terbaik Akpol) (1987)
  • Bintang Wiyata Cendekia (lulusan terbaik Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Jakarta) (1996)
  • Bintang Seroja Lulusan Terbaik Lemhanas PPSA 17 (2011)
  • Bintang Bhayangkara Utama dari Presiden RI (2016)
  • Bintang Kartika Eka Paksi Utama (2018)
  • Bintang Jalasena Utama (2018)
  • Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama (2018)
  • Bintang Bhayangkara Pratama dari Kapolri
  • Bintang Bhayangkara Nararya
  • Satyalencana Kesetiaan 32 Tahun
  • Satyalencana Kesetiaan 24 Tahun

Penghargaan Luar Negeri

  • Darjah Paduka Keberanian Laila Terbilang Yang Amat Gemilang dari Negara Brunei Darussalam (2017)
  • Keberanian kepolisian kelas satu atau First Class Police Force Bravery Award dari Raja Malaysia (2017)
  • Medali 100 Years of International Police Cooperation dari Pemerintah Rusia (2019)
  • Darjah Utama Bakti Cemerlang (Distinguished Service Order) dari pemerintah Singapura (2020)

Penghargaan

Tito adalah seorang polisi yang mendapat banyak penghargaan dan tanda kehormatan berkat prestasinya. Ketika masih di pendidikan, ia meraih Bintang Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik Akpol 1987, Bintang Wiyata Cendekia sebagai lulusan terbaik Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Jakarta 1996, dan Bintang Seroja Lulusan Terbaik Lemhanas PPSA 17 tahun 2011.

Sejumlah tanda kehormatan juga didapatnya antara lain Bintang Bhayangkara Utama dari Presiden RI (2016), Bintang Kartika Eka Paksi Utama (2018), Bintang Jalasena Utama (2018), Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama (2018), Bintang Bhayangkara Pratama dari Kapolri, Bintang Bhayangkara Nararya, Satyalencana Kesetiaan 32 Tahun,  Satyalencana Kesetiaan 24 Tahun, dan Satyalencana Kesetiaan 16 Tahun.

Dari negara lain, Tito mendapat sejumlah penghargaan antara lain penghargaan Darjah Paduka Keberanian Laila Terbilang Yang Amat Gemilang dari Negara Brunei Darussalam 2017, penghargaan keberanian kepolisian kelas satu atau First Class Police Force Bravery Award dari Raja Malaysia 2017, Medali 100 Years of International Police Cooperation dari Pemerintah Rusia, dan Darjah Utama Bakti Cemerlang (Distinguished Service Order) dari pemerintah Singapura 2020.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian serta Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly menandatangani persetujuan RUU Pilkada Serentak 2020 dengan disaksikan para anggota Komisi II DPR di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2020). Komisi II DPR RI menyetujui Perppu Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi RUU. Selanjutnya draft RUU tersebut akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI untuk disahkan menjadi UU.

Karya

Indonesian Top Secret: Membongkar Konflik Poso, Gramedia, Jakarta, 2008

  • Regional Fraternity: Collaboration between Violent Groups in Indonesia and the Philippines, Bab dalam buku “Terrorism in South and Southeast Asia in the Coming Decade”, ISEAS, Singapura, 2009.
  • Bhayangkara di Bumi Cenderawasih, ISPI Strategic Series, Jakarta, 2013.
  • Explaining Islamist Insurgencies, Imperial College, London, 2014
  • Democratic Policing, Pena 324, Jakarta, 2017
  • Menuju Kekuatan Dunia Indonesia 2045, Jakarta, 2018.

Pilkada 2020

Pilkada 2020 bakal digelar pada 9 Desember 2020 di 270 wilayah di Indonesia, yang meliputi sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Meski penyelenggara kegiatan itu adalah KPU, namun peran pemerintah tetap penting terutama dalam membantu dan memfasilitasi penyelenggara pemilu.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebutkan empat peran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 ini. Pertama adalah menyediakan ketersediaan anggaran dalam pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu). Kedua, memberikan data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) kepada KPU. Ketiga, menjaga stabilitas politik dan keamanan. Terakhir, Kemendagri akan menjaga netralitas dari Aparatur Sipil Negara (ASN) (Kontan, 9/3/2020).

Meski pelaksanaan Pilkada 2020 terancam gara-gara pandemi Covid-19, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan Pilkada serentak 2020 tetap akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020. Justru Tito optimis bahkan menambahkan penyelenggaraan Pilkada di masa pandemi Covid-19 memiliki manfaat ganda. Tidak hanya manfaat politik, pelaksanaan Pilkada serentak di 270 daerah diyakini memberikan dampak positif bagi perekonomian.

Menurut Tito, anggaran pilkada sebesar Rp 15 Triliun dapat menjadi stimulus daerah. Pertama 60 persen anggaran akan digunakan sebagai insentif bagi penyelenggara pilkada seperti program padat karya yang memberi bantuan untuk bekerja selama enam bulan.

Sementara itu, 40 persen lainnya juga dapat dirasakan manfaatnya bagi daerah karena anggaran akan digunakan untuk belanja peralatan kebutuhan pilkada. Belanja tersebut dinilai dapat menjadi stimulus bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) termasuk ultramikro sehingga pilkada serentak itu bakal menggerakkan perekonomian di daerah (Kompas.com, 17/6/2020).

Referensi

Arsip Kompas
  • Tito Karnavian, Kombinasi Polisi Lapangan dan Polisi Intelektual (15/6/2016) link kompasdata.id/Search/NewsDetail/24009416
  • Reformasi Internal Menjadi Prioritas * Presiden Yakin Kemampuan Tito (17/6/2016) link kompasdata.id/Search/NewsDetail/24046031
  • WAWANCARA KAPOLRI Tito: Saya Akan Ajak Senior Membangun Polri (Kompas, 14/7/2016) link kompasdata.id/Search/NewsDetail/24599687

Biodata

Nama

Drs Jenderal Muhammad Tito Karnavian MA, PhD

Lahir

Pelembang, 26 Oktober 1964

Jabatan

Menteri Dalam Negeri 2019-2024

Pendidikan

Umum

  • SD Xaverius 4 di Palembang (1976)
  • SMP Xaverius 2 di Palembang (1980)
  • SMA Negeri 2 Palembang (1983)
  • Akademi Kepolisian (1987)
  • Master of Arts (M.A.) in Police Studies, University of Exeter, UK (1993)
  • Doktoral dalam Strategic Studies with interest on Terrorism and Islamist Radicalization at S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapore (magna cum laude) (2013)

Khusus

  • Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) (1996)
  • Royal New Zealand Air Force Command & Staff College, Auckland, New Zealand (Sesko) (1998)
  • Bachelor of Arts (B.A.) in Strategic Studies, Massey University, New Zealand (1998)
  • Sespim Pol, Lembang (2000)
  • Lemhannas RI PPSA XVII (2011) penerima Bintang Seroja sebagai peserta Lemhanas terbaik

Karier

Pemerintahan

  • Menteri Dalam Negeri Kabinet Indonesia Maju (23 Oktober 2019 – Sekarang)

Kepolisian

  • Pamapta Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1987)
  • Kanit Jatanras Reserse Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1987–1991)
  • Wakapolsek Metro Senen Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1991–1992)
  • Wakapolsek Metro Sawah Besar Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya
  • Sespri Kapolda Metro Jaya (1996)
  • Kapolsek Metro Cempaka Putih Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1996–1997)
  • Sespri Kapolri (1997–1999)
  • Kasat Serse Ekonomi Reserse Polda Metro Jaya (1999–2000)
  • Kasat Serse Umum Reserse Polda Metro Jaya (2000–2002)
  • Kasat Serse Tipiter Reserse Polda Sulsel (2002)
  • Koorsespri Kapolda Metro Jaya (2002–2003)
  • Kasat Serse Keamanan Negara Reserse Polda Metro Jaya (2003–2005)
  • Kaden 88 Anti Teror Polda Metro Jaya (2004–2005)
  • Kapolres Serang Polda Banten (2005)
  • Kasubden Bantuan Densus 88/AT Bareskrim Polri (2005)
  • Kasubden Penindak Densus 88/AT Bareskrim Polri (2006)
  • Kasubden Intelijen Densus 88/AT Bareskrim Polri (2006–2009)
  • Kadensus 88/AT Bareskrim Polri (2009–2010)
  • Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) (2011–21 Sept 2012)
  • Kapolda Papua (21 Sept 2012–16 Juli 2014)
  • Asrena Polri (16 Juli 2014–12 Juni 2015)
  • Kapolda Metro Jaya (12 Juni 2015–16 Maret 2016)
  • Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) (16 Maret 2016–13 Juli 2016)
  • Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (13 Juli 2016–22 Oktober 2019)

Penghargaan

  • Bintang Adhi Makayasa (lulusan terbaik Akpol) (1987)
  • Bintang Wiyata Cendekia (lulusan terbaik Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Jakarta) (1996)
  • Bintang Seroja Lulusan Terbaik Lemhanas PPSA 17 (2011)
  • Bintang Bhayangkara Utama dari Presiden RI (2016)
  • Bintang Kartika Eka Paksi Utama (2018)
  • Bintang Jalasena Utama (2018)
  • Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama (2018)
  • Bintang Bhayangkara Pratama dari Kapolri
  • Bintang Bhayangkara Nararya
  • Pingat Panglima Gagah Pasukan Polis (PGPP/Malaysia) (2017)[41]
  • Satyalencana Kesetiaan 32 Tahun
  • Satyalencana Kesetiaan 24 Tahun
  • Satyalencana Kesetiaan 16 Tahun
  • Satyalencana Kesetiaan 8 Tahun

Penghargaan Luar Negeri

  • Darjah Paduka Keberanian Laila Terbilang Yang Amat Gemilang dari Negara Brunei Darussalam (2017)
  • Keberanian kepolisian kelas satu atau First Class Police Force Bravery Award dari Raja Malaysia (2017)
  • Medali 100 Years of International Police Cooperation dari Pemerintah Rusia (2019)
  • Darjah Utama Bakti Cemerlang (Distinguished Service Order) dari pemerintah Singapura (2020)

Karya

Buku

  • Indonesian Top Secret: Membongkar Konflik Poso, Gramedia, Jakarta, 2008.
  • Regional Fraternity: Collaboration between Violent Groups in Indonesia and the Philippines, Bab dalam buku “Terrorism in South and Southeast Asia in the Coming Decade”, ISEAS, Singapura, 2009.
  • Bhayangkara di Bumi Cenderawasih, ISPI Strategic Series, Jakarta, 2013.
  • Explaining Islamist Insurgencies, Imperial College, London, 2014
  • Democratic Policing, Pena 324, Jakarta, 2017
  • Menuju Kekuatan Dunia Indonesia 2045, Jakarta, 2018.

Keluarga

Istri

Ir Tri Suswati, MS

Anak

Muhammad Garda Ramadhito

Laviyah Augusta

Muhammad Taufan

Sumber
Litbang Kompas

Butuh Informasi Terkini tentang Tokoh Ternama?

Butuh Informasi Terkini tentang Tokoh Ternama?

Daftarkan email Anda sekarang untuk mendapatkan informasi terkini tentang tokoh ternama.

close