Tokoh

Ridwan Kamil

Ridwan Kamil yang berlatar belakang arsitek berhasil mengembangkan Kota Bandung menjadi kota kreatif dan inovatif. Prestasinya sebagai Wali Kota Bandung itu mengantarnya menjadi Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023.

Fakta Singkat

Nama Lengkap
H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D.

Lahir
Bandung, 4 Oktober 1971

Almamater
Institut Teknologi Bandung (ITB)
University of California, Berkeley

Jabatan Terkini
Gubernur Jawa Barat Periode 2018-2023

Mochamad Ridwan Kamil atau akrab disapa Kang Emil, sebelum terjun ke dunia politik berprofesi sebagai arsitek yang kerap mendapatkan penghargaan. Pengalamannya sebagai arsitek membawanya ke berbagai negara antara lain Amerika Serikat, Hongkong, dan Singapura.

Namanya mulai dikenal masyarakat saat ia terpilih sebagai Wali Kota Bandung tahun 2013. Berbekal keilmuannya, Ridwan Kamil membangun Kota Bandung menuju kota cerdas dengan berbagai inovasi dan kreativitas.

Ia juga menggagas beberapa taman kota tematik, dan menginisiasi komunitas berbasis lingkungan seperti Bandung Creative City Forum, dan Gerakan Indonesia Berkebun. Selain itu, ia juga mencetuskan ide untuk melakukan pertemuan kota cerdas se-Asia Afrika di Bandung dan kegiatan tradisi “Rebo Nyunda”. Di bidang teknologi, ia berhasil memajukan Jabar dengan penerapan aplikasi teknologi untuk mendukung kinerjanya, salah satunya Bandung Command Center.

Setahun menjelang masa jabatan sebagai Wali Kota Bandung berakhir, ia mencalonkan dirinya menjadi Gubernur Jabar. Berpasangan dengan Uu Ruzhanul Ulum dan mendapat dukungan dari Partai Nasdem, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Hanura, Ridwan Kamil berhasil memenangi Pilkada Jabar mengalahkan tiga pasangan lainnya.

Dengan sejumlah prestasi dan dukungan masyarakat di berbagai pelosok Jabar, Kang Emil dan Uu Ruzhanul Ulum bertekad membuat Jabar juara dan unggul dalam berbagai bidang. “Jabar Juara” menjadi slogannya dalam mewujudkan program kerjanya.

Keluarga Pengajar

Ridwan Kamil lahir di Bandung, 4 Oktober 1971. Ayahnya Atje Misbach Muhjiddin (alm) adalah seorang doktor yang juga dosen di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. Adapun ibunya Tjutju Sukaesih adalah seorang dosen di Universitas Islam Bandung dan juga staf ahli LPPOM MUI Jawa Barat.

Tak banyak yang tahu bahwa Kang Emil masih keturunan tokoh pesantren di Jawa Barat.  Adalah kakeknya KH Muhjiddin, seorang ulama kharismatik yang mendirikan beberapa pesantren di Subang dan Sumedang.

Berasal dari keluarga pengajar, tak membuat Kang Emil kecil hidup dalam kemewahan. Ia pernah menjadi penjual es mambo untuk memenuhi uang jajannya. Anak kedua dari lima bersaudara ini sejak kecil gemar membaca komik dan mempunyai cita-cita menjadi seorang arsitek berskala dunia.

Ketertarikan pada dunia arsitektur tak bisa lepas dari peran ayahnya yang sering mengikuti seminar di luar negeri. Setelah kembali ke tanah air, ayahnya sering menunjukkan potret keindahan gedung-gedung di negara yang dikunjunginya.

Masa kecil Emil dihabiskan di kota kelahirannya, Bandung. Pada umur 7 tahun orang tuanya memasukkan Emil ke SD Banjarsari III yang lokasinya tak jauh dari Balai Kota Bandung. Enam tahun kemudian Emil melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 2 Bandung dan lulus tahun 1987. Kemudian melanjutkan di SMA Negeri 3 Bandung di Jalan Belitung.

Semasa SMA, Kang Emil dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi sekolah di antaranya OSIS, Paskibra, dan juga klub sepak bola. Di sekolah yang terbilang favorit di Bandung ini, Emil selalu masuk ranking lima besar di kelasnya.

Lulus dari SMA Negeri 3, Kang Emil meneruskan cita-cita masa kecilnya dengan mengambil Jurusan Teknik Arsitektur ITB tahun 1990.

Semasa kuliah, ia pun aktif dalam kegiatan mahasiswa dan seni. Di luar kegiatan kampus, ia juga membuat ilustrasi cat air atau maket untuk dosen guna membantu membiayai kuliahnya. Lulus dari ITB pada tahun 1995, Pada tahun 1999 dia mendapatkan beasiswa dari University of California, Berkeley, Amerika Serikat dan meraih gelar Master of Urban Design di tahun 2001.

Tahun 1996, Kang Emil memutuskan menikahi Atalia Praratya atau akrab dipanggil si “Cinta”.  Perkenalan mereka dimulai saat sama-sama menghadiri pameran di Bandung pada tahun 1994. Pasangan ini memilki dua anak.

Anak pertama pasangan Emil-Atalia bernama Emmiril Khan Mumtadz lahir tahun 1999 dan sedang menempuh pendidikan di Jurusan Teknik Mesin ITB. Anak keduanya lahir tahun 2004 dan diberi nama Camillia Laetitia Azzahra yang kini bersekolah di SMA Negeri 3 Bandung.

KOMPAS/TATANG MULYANA SINAGA (TAM)

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat meresmikan Bandung Planning Gallery (BPG), Selasa (1/8). BPG mempermudah akses masyarakat memantau sekaligus memberikan kritik dan saran terhadap kebijakan pembangunan di kota tersebut.

Karier

Setelah meraih gelar insinyur dari ITB di bidang arsitektur, Kang Emil mencoba peruntungannya dengan bekerja di Amerika Serikat. Sebelum mendapatkan beasiswa S2, ia bekerja di beberapa perusahaan arsitektur bertaraf internasional di AS. Selama kuliah di AS, Emil menjadi pekerja paruh waktu di Departemen Perencanaan Berkeley.

Setelah kembali ke tanah air ia pun mendirikan sebuah firma Urbane bersama beberapa sahabatnya tahun 2004. Selain itu, dia juga mengabdikan dirinya di dunia pendidikan dengan mengajar di Jurusan Teknik Arsitektur ITB hingga tahun 2013.

Pada tahun 2013, ia memulai karier politiknya saat terpilih menjadi Wali Kota Bandung. Ia bersama wakilnya Oded Muhammad Danial diusung Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra. Pasangan ini memenangi Pilkada Kota Bandung dengan perolehan suara 431.130 suara (45,24 persen).

Pengalaman sebagai Wali Kota Bandung membawanya kembali dalam bursa Pilkada Jabar 2018. Kali ini Emil mendapatkan dukungan dari Partai Nasdem, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Hanura. Berpasangan dengan Uu Ruzhanul, mereka berhasil terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2018-2023. Ridwan Kamil-UU Ruzhanul Ulum unggul dengan perolehan suara 7.226.254 (32,88 persen) mengalahkan tiga pasangan lainnya.

Daftar Penghargaan

  • Pemenang British Council’s Young Creative Entrepreneur Award (2006)
  • BCI Asia Top Ten Architecture Business Award (2008, 2009 & 2010)
  • Wali Kota Terbaik dari Kementerian Dalam Negeri (2017)
  • The World’s 50 Greatest Leaders versi Majalah Fortune (2018)
  • Gubernur/Kepala Daerah Provinsi Terbaik Wilayah Tengah pada Kadin Award (2019)

Penghargaan

Kecintaannya terhadap dunia arsitektur berhasil membawanya mendapatkan berbagai penghargaan. Selain gedung bertingkat, Emil juga merancang sejumlah bangunan seperti Museum Tsunami Aceh, Rumah Botol, dan sederet masjid. Masjid dan gedung yang ia desain tak hanya di Indonesia, juga terdapat di sejumlah negara.

Emil bersama Urbane, firma yang ia didirikan bersama teman-temannya, sering mengikuti beberapa kompetisi dan meraih kemenangan. Selama tiga tahun dari 2008-2010, Emil selalu meraih BCI Asia Top Ten Architecture Business Award.

Di bawah kepemimpinannya, segudang prestasi dan penghargaan telah diraih pemerintah Jawa Barat. Sumbangsihnya yang besar bagi pembangunan Jawa Barat, membuat ia dinobatkan sebagai Wali Kota Terbaik 2017 dan Gubernur Terbaik 2019. Pengakuan internasional pun diraihnya melalui Inovasi Pemerintahan & Leadership skala Asia Pasifik dari GovInsider di tahun 2019.

KOMPAS/TATANG MULYANA SINAGA

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya (kedua kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) mengamati lukisan berbahan sampah di pusat daur ulang sampah di Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jabar, Senin (15/4/2019). Untuk mengurangi pencemaran sampah di Sungai Citarum, Kementerian LHK memberikan tiga pusat daur ulang sampah dan enam bank sampah induk kepada sejumlah kabupaten/kota di Jabar.

Karya

Media Sosial

Aktif di Media Sosial

Walau berlatar belakang arsitek, Kang Emil sangat melek teknologi dan aktif di media sosial. Dia memanfaatkan media sosial sebagai wadah untuk memperkenalkan diri dan memperkuat citra dirinya.

Di kalangan masyarakat khususnya anak muda, popularitasnya cukup tinggi. Cara berkomunikasinya cukup unik, beberapa kali menyempatkan diri membalas pesan-pesan dengan komentar-komentar yang tak biasa. Namun, itulah yang menjadi keunggulannya.

Melalui media sosial pula Emil kerap memperlihatkan berbagai aktivitasnya dan berbagi informasi kepada masyarakat terutama warga Jawa Barat. Media sosial yang dia miliki juga digunakan sebagai salah satu cara untuk mendengarkan opini-opini publik sehingga bisa memahami permasalahan di lapangan.

Di akun Instagram-nya, Emil memiliki 12,4 juta pengikut, di Twitter memiliki lebih dari 4 juta pengikut, dan di jejaring facebooknya diikuti dan disukai 3,8 juta orang.

Tak heran bila analisis Drone Emprit yang bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) menyebut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil paling banyak mendapat sentimen positif dari masyarakat di media sosial dibanding Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Kompas.com 16/6/2020).

Biodata

Nama

H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D.

Lahir

Bandung, 4 Oktober 1971

Jabatan

Gubernur Jawa Barat (2018-2023)

Pendidikan

  • Sarjana Strata 1, Fakultas Teknik Arsitektur, ITB, Bandung (1995)
  • Sarjana Strata 2, Master of Urban Design, University of California, Berkeley, AS (2001)

Karir

Pemerintahan

  • Tim Penasihat Arsitektur Kota Provinsi DKI Jakarta (2008-2013)
  • Penasihat Ekonomi Kreatif Taiwan (2010)
  • Wali Kota Bandung (2013-2018)
  • Gubernur Jawa Barat (2018-2023)

Arsitek

  • Junior Architect/Urban Designer, Development Design Group (DDG), Baltimore, Maryland, AS (1997-1998)
  • Architect/Designer, Helmuth, Obata + Kassabaum (HOK), Manhattan, New York, AS (1998-1999)
  • Urban Designer/Planner, City of Berkeley Planning Department, Berkeley, California, AS (1999-2000)
  • Senior Urban Designer, Skidmore, Owings & Merrill, Int. Ltd. (SOM), Hongkong & San Francisco (2000-2003)
  • Senior Urban Design Consultant, SOM, EDAW (Hongkong & San Francisco), SAA (Singapura) (2003-2013)
  • Prinsipal PT Urbane Indonesia (2004-2013)

Akademis

  • Dosen Jurusan Teknik Arsitektur ITB, Bandung (1995-2013)

Kiprah Organisasi

  • Ketua Persatuan Mahasiswa Indonesia (Permias) UC Berkeley (1999-2000)
  • Ketua Bandung Creative City Forum (2008-2012)
  • Penggagas gerakan Indonesia Berkebun (2010)
  • Juri Sayembara Sustainable Urban Development, Kerja sama Departemen Pekerjaan Umum dan Ikatan Arsitek Idnonesia (2010)
  • Juri Sayembara Desain Ibu Kota (2019)
  • Associate Member Berkeley Urban Forum
  • Associate Member American Planning Association (APA)
  • Associate Member American Institute of Architect (AIA)

Penghargaan

  • Winner First Prize: International Design Competition-Islamic Center, Beijing, China (2004)
  • Beijing Finance Street Superblock (2004)
  • Masjid Al Irsyad Kota Baru Parahyangan, Jawa Barat (2004)
  • Urban Design di Jedah Town, dan Al Noor Ecopolis di Syria (2004)
  • Winner First Prize: International Design Competition Water front Retail Masterplan, Suzhou, China (2005)
  • Winner First Prize: International Design Competition Kunming Tech Park, Kunming, China (2005)
  • Winner Best Commercial/Superblock Project for Rasuna Epicentrum by Property & Bank Magazine (2006)
  • Pemenang British Council’s Young Creative Entrepreneur Award (2006)
  • BCI Asia Top Ten Architecture Busniess Award (2008)
  • Winner First Prize: International Design Competition for Aceh Tsunami Museum (2008)
  • BCI Green Awards (2009)
  • Architect of The Year dari majalah Elle Décor (2009)
  • BCI Asia Top Ten Architecture Business Award (2009)
  • Winner First Prize: Design Competition University of Indonesia Cultural Center (2009)
  • BCI Asia Top Ten Architecture Business Award (2010)
  • Winner Third Prize: Design Competition Suramadu Mosque (2010)
  • Green Leadership Award for Al-Irsyad Mosque from BCI Asia Top 5 (2011)
  • Best Building of the Year 2010 from Arch Daily for Al-Irsyad Mosque (2011)
  • Winner International Young Design Entrepreneur of the year from British Council Indonesia (2012)
  • Google Chrome I Web Heroes for Indonesia Berkebun (2012)
  • Indonesia Green Awards “Penghargaan Penginspirasi Bumi”, Penggagas Indonesia Berkebun (2012)
  • Indonesia Green Awards “Penghargaan Penginspirasi Bumi”, Green Building Rasuna Epicentrum (2012)
  • Urban Leadership Award dari Universitas Pensylvania, Amerika Serikat (2013)
  • World Intelectual Property Organization (WIPO Medal for Creativity) (2016)
  • Wali Kota Terbaik dari Kementerian Dalam Negeri (2017)
  • 10 Kepala Daerah Teladan versi Tempo (2017)
  • The World’s 50 Greatest Leaders versi Majalah Fortune (2018)
  • Penghargaan atas upaya dan kontribusi dalam menata dan meningkatkan kualitas arsitektur, lingkungan, dan perkotaan dari Ikatan Arsitek Indonesia (2018)
  • Inovasi Pemerintahan & Leadership skala Asia Pasifik dari GovInsider (Government Innovation Across Asia Pacific) (2019)
  • Doctor Honoris Causa untuk Bidang Inovasi Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Dong-A University, Busan, Korea Selatan (2019)
  • Gubernur/Kepala Daerah Provinsi Terbaik Wilayah Tengah pada Kadin Award (2019)

Karya

Publikasi

  • “Arsitektur Kota Nati Kota”, Majalah I-Arch (Oktober 2006)
  • “Menyelamatkan Perdaban dengan Desain, from IYDEY in London (Oktober 2006)
  • “Strategi Revitalisasi Kawasan Urban dalam Konteks Ekonomi Global di Kota-kota Besar Asia, Seminar Nasional Revitalisasi Kota, Universitas Gunadharma (Februari 2006)
  • “Designing Succesful Waterfront”, Seminar Nasional, Batam, Kepulauan Riau (September 2005)

Artikel Kompas

MASIH segar di ingatan kita, saat semua mata tertuju pada adegan beberapa mahasiswa mengibarkan bendera merah putih di atas kubah Gedung MPR/DPR, pada saat klimaks “revolusi” tahun 1998 lalu. Adegan langka tersebut ternyata cukup menggelitik banyak pihak. Selain rasa was was akan robohnya struktur kubah gedung rancangan Ir Suyudi almarhum ini, adegan…

AKHIR September tahun lalu, Jakarta dikagetkan peristiwa perusakan dan penjarahan Gedung Imigrasi – bekas gedung Nederlandsch-Indiesche Kunstkring (NIK) di Menteng. Wali Kota Jakarta Pusat dan Camat Menteng pun dibuat pusing, untuk mencari dan mengembalikan bagian bangunan historis yang hilang, tentunya setelah ditegur Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso…

MINGGU (5/6) lalu Presiden KH Abdurrahman Wahid mencanangkan Gerakan Aksesibilitas Umum Nasional (GAUN 2000). “Masyarakat belum menghargai penyandang cacat,” kata Abdurrahman Wahid di Stasiun Gambir. Gerakan nasional ini merupakan upaya untuk menyediakan sarana yang aksesibel bagi penderita…

SALMAN Rushdie, pengarang The Satanic Verses yang menghebohkan itu, suatu waktu pulang mudik ke kampung halamannya di India. Dari balik kaca mobilnya, ia sempat tertegun melihat pesatnya pembangunan fisik Kota Bombay yang telah lama ditinggalkannya. Deretan gedung-gedung jangkung yang begitu seragam dan gemerlap, terlihat berjajar berbaris seakan menyambut kepulangannya…

CITRA suatu kota lazimnya terpatri dari baik buruknya pengalaman psikologis manusia dalam menyelami ruang-ruang spasial atau fisik kota. Hal yang tak terbantahkan jika dikatakan bahwa Jakarta bukanlah lingkungan fisik yang nyaman untuk diselami ataupun dinikmati secara visual. Trotoar jalan yang…

KEHENINGAN subuh itu tiba-tiba pecah. Sunyi senyap pun tersergap oleh riuh rendah. Di awal April lalu, tidur nyenyak para penghuni kompleks perumahan Darmo Satelit di Surabaya itu terusik oleh teriakan dan letupan amarah warga setempat yang berunjuk rasa. Tanpa terduga, warga yang marah kemudian memblokade gerbang masuk dengan cara mengelas portal-portal besi di perumahan mewah ini…

SEORANG arsitek Amerika Serikat, Daniel Solomon memiliki pengalaman paling menyebalkan sebagai pejalan kaki di Jakarta. “Hal itu adalah ketika saya terpaksa harus menggunakan taksi untuk menyeberang di Jalan Sudirman yang jaraknya tidak lebih dari 30 meter-an,” keluh Daniel…

“SUGUHI kami dengan fantasi, dan bawalah kami ke dunia khayal yang terjauh,” ungkap Robert Thompson, Presiden International Pop Culture Association dalam satu kesempatan. Ungkapan Thompson tersebut adalah refleksi dari napas kehausan sebagian besar masyarakat Barat yang saat ini beramai-ramai mencari lorong dan ruang-ruang pelarian budaya. Fantasi, khayal, dan godaan budaya tontonan tampaknya menjadi norma budaya…

SELASA pagi itu dunia terhenyak secara beruntun. Di New York, menara kembar World Trade Center (WTC) runtuh. Di Virginia, gedung segi lima Pentagon babak belur dihajar pesawat terbang komersial. Di hari kesebelas bulan kesembilan lalu, Amerika Serikat pun berduka. “Ini kejahatan terbesar…

Dengan modal pertumbuhan ekonomi tujuh persen yang stabil, kota- kota di Cina serempak membangun, mempercantik diri, dan berlomba- lomba mengundang investasi asing. Ini termasuk memanggil secara moral keturunan Cina di seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam kehidupan ekonomi di negeri berpenduduk 1,3 milyar ini. Tak heran jika dalam lawatan ke Cina, Presiden Megawati menyiratkan rasa kagetnya akan kemajuan…

Di bawah terik lapangan Ikada, di hadapan sekelompok pemuda antusias, ia berpidato tentang mengapa Jakarta harus menjadi ibu kota Indonesia. “Bukanlah Surabaya yang kotanya orang Madura dan Jawa.” Bukan pula Bandung, sebesar-besarnya Bandung, itu adalah kota Sunda.” Di mata Bung Karno, hanya Jakarta yang layak dikedepankan sebagai Ibu Kota dan etalase identitas bagi Indonesia baru. Lainnya hanyalah kota-kota daerah…

ASIA adalah wilayah dengan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan wilayah urban tercepat di dunia. Ketika setengah dari penduduk Bumi saat ini tinggal di area urban, sekitar 22 kota di dunia, sebagian besar di Asia, sudah naik status menjadi megalopolis dengan penduduk rata-rata delapan juta jiwa. Bahkan, diperkirakan akan lahir 267 kota di Asia yang berpenduduk minimal satu juta jiwa di tahun 2015…

Di suatu pagi yang cerah di kota Damaskus, Suriah, ketika sedang berjalan menuju Pasar Madhat Basha, penulis dikejutkan oleh papan reklame raksasa yang mengiklankan Indomie. Ternyata rasa Indomie ini berhasil memikat dan memenetrasi selera global. Sebuah fakta yang cukup positif di tengah-tengah pencitraan tentang Indonesia yang umumnya negatif…

Pada suatu hari Minggu di Babakan Asih, sebuah kampung kota di Bandung, terlihat sekelompok anak remaja sedang berfoto dengan latar grafiti raksasa berwarna-warni…

Arsitektur

  • Sekolah Al Azhar Syifa Budi Parahyangan, Jawa Barat
  • Museum Tsunami, Aceh
  • Universitas Tarumanegara, Jakarta
  • Masjid Agung Sumatera Barat, Mahligai Minang
  • Masjid Cibubur, Bogor
  • Bintaro X-change, Tangerang
  • Kampus UMN, Serpong
  • Masjid Baiturrahman Merapi, Yogyakarta
  • Bottle House (Rumah Botol), Bandung
  • Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan, Bandung Barat
  • The Magic Box, Fakultas Seni Budaya Universitas Indonesia
  • Medan Focal Point
  • Masjid Semarang
  • Masjid Al-Safar KM 88
  • Masjid Raya Asmaul Husna, Summarecon Serpong
  • Masjid Bandara Ngurah Rai
  • Masjid Antapani Bandung
  • Discovery World TMII
  • Masjid Al-Azhar, Summarecon, Bekasi
  • Marina Bay Waterfront Master Plan, Singapore
  • Ras Al Kaimah Waterfront Master Plan, Uni Emirat Arab
  • Suzhou Retail Waterfront Master Plan, China
  • Tech Park Kunming, Area industri teknologi di daerah Kunming, China
  • Grand Tourism Community Club House Calcutta
  • Masjid Bejing Islamic Centre

Keluarga

Istri

Hj. Atalia Praratya S.IP, M.I.Kom

Anak

  • Emmiril Khan Mumtadz
  • Camillia Laetitia Azzahra

Sumber
Litbang Kompas

Butuh Informasi Terkini tentang Tokoh Ternama?

Butuh Informasi Terkini tentang Tokoh Ternama?

Daftarkan email Anda sekarang untuk mendapatkan informasi terkini tentang tokoh ternama.

close