Tokoh

Gubernur Maluku Irjen Polisi (Purn) Murad Ismail

Irjen Polisi (Purn) Murad Ismail merupakan purnawirawan Polri yang menjabat sebagai Gubernur Maluku periode 2019-2024. Sebelum menjabat gubernur, Murad menduduki sejumlah jabatan penting di kepolisian seperti Kapolda Maluku dan Komandan Korps Brimob Polri.

KOMPAS/FRANSISKUS PATI HERIN

Fakta Singkat

Nama Lengkap
Irjen Polisi (Purn) Drs Murad Ismail

Lahir
Ambon, Maluku, 11 September 1961

Almamater
Akademi Kepolisian
PTIK

Jabatan Terkini
Gubernur Maluku 2019-2024

Irjen Pol (Purn) Murad Ismail merupakan sosok polisi yang  banyak menghabiskan kariernya di Korps Brimob Polri. Ia pernah menjabat sebagai komandan kompi, Kasat, Analis Kebijakan hingga menduduki sebagai pucuk pimpinan di korps kepolisian tersebut.

Ia kemudian mundur dari kepolisian karena mendaftarkan diri sebagai calon gubernur Maluku dalam Pilkada provinsi itu pada 2018. Saat maju Pilkada Maluku, Murad  yang berpasangan dengan Barnabas Orno diusung oleh koalisi PDIP, Nasdem, Gerindra, PKB, PPP, PAN dan PKPI.

Murad dan pasangannya berhasil memenangi pilkada dengan mendulang 40,8 persen suara dan mengalahkan petahana Gubernur Maluku Said Assagaff. Ia resmi menjabat sebagai gubernur Maluku setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada 24 April 2019.

Selama dua tahun memimpin Maluku, Murad Ismail sudah memcatatkan beberapa prestasi antara lain pembangunan Proyek Ambon New Port sebagai bagian dari lumbung ikan nasional. Kemudian di masa pandemi, angka kemiskinan di Maluku menurun 0,14 persen pada 2021,  dan Maluku sebagai salah satu  provinsi penyelenggara PPKM  terbaik di Indonesia.

Putra Ambon

Murad Ismail yang lahir di Waihaong Nusaniwe, Ambon, Maluku pada tanggal  11 September 1961 merupakan putra dari pasangan Ismail Bin Tahir dan Khuraisin Djuana. Kedua orang tuanya sudah meninggal dan dimakamkan di Ambon.

Murad kecil menghabiskan masa mudanya di kota kelahirannya Ambon. Ia menempuh jenjang pendidikan dari SD hingga SMA di kota tersebut. Enam tahun ia mengecap Pendidikan di SD Negeri 5 Ambon dan lulus 1974, kemudian di SMP Negeri 3 Ambon selama tiga tahun, dan melanjutkan Pendidikan menengahnya di SMA Negeri 2 Ambon hingga lulus pada 1981. Setelah lulus dari SMA, ia melanjutkan pendidikan di Akademi Kepolisian  Semarang di tahun yang sama.

Murad menyelesaikan pendidikan di Akpol pada 1985. Setelah lulus, ia bertugas sebagai polisi di Polda Sulawesi Tengah. Beberapa tahun kemudian Murad melanjutkan Pendidikan ke Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian dan berhasil menyelesaikan pendidikannya pada 1994. Ia juga mendapatkan Pendidikan khusus ke Sespim dan lulus pada 1999. Ia lantas menempuh Pendidikan khusus  di Sespimti dan berhasil lulus pada tahun 2010.

Bukan hanya di bidang kepolisian saja, Murad Ismail juga mendapatkan pendidikan kejuruan di PA Daspa Brimob, Assesment Pati Polri dan PA DAS Reserse.

Karier

Setelah lulus dari Akademi Kepolisian dan  menyandang pangkat letnan dua kepolisian  atau Inspektur Polisi Dua (Ipda), Murad Ismail ditugaskan di Polda Sulawesi Tengah selama enam tahun. Di wilayah Polda tersebut, beberapa jabatan pernah dia sandang yakni Danton KIE 5153 Polda Sulteng (1985), Kasubden Hartib Polda Sulteng (1988), Kasubden IDIK Prov Polda Sulteng (1988), dan Kasubag Binops Reserse Polda Sulteng (1989).

Ia kemudian pindah ke Polda Sulawesi Utara dan diitugaskan menjadi Kasat Sabhara Polresta Gorontalo (1990), kemudian Kapuskodal Ops Polresta Gorontalo (1992). Empat tahun Murad menjalankan tugasnya di Provinsi Sulawesi Utara.

Ia kemudian ditempatkan di kampung halamannya di Polda Maluku. Ia menjabat Danki Brimob 5154 Polda Maluku (1994). Berselang dua tahun kemudian ia ditunjuk menjadi Wadan Satgas Brimob Operasi Tatoli TimTim (1996) dan ditempatkan di Deli, Timor Timur.

Setelah dari TImtim, karir sosok Murad semakin meroket.  Tahun 1998, Murad dipercaya menjabat sebagai Danden B Resimen II Gegana Polri hingga 2005. Setelah itu, ia kemudian ditugaskan di Baintelkam Polri.

Tahun berikutnya, ia dipromosikan sebagai Kasat Brimob kepolisian daerah Sumatra Utara dan 2 tahun kemudian menjadi Kasat Brimob Polda Metro Jaya hingga tahun 2010. Ia lantas ditugaskan menjadi Analis Kebijakan Madya bidang Korbrimob Polri (2010), dua tahun berselang dipercaya menjabat Kabag Jian­tek­pol BIDPPITK STIK Lem­dikpol (2012).

Setahun kemudian ia dipromosikan menjadi  Wakapolda Maluku (2013), dan berselang enam bulan kemudian atau tepatnya pada 14 Desember 2013 menjabat Kapolda Maluku dan pangkatnya menjadi Brigjen atau bintang satu.  Murad menjalankan tugas sebagai pimpinan Polri di kampung halamannya selama dua tahun.

Ia kemudian ditarik lagi ke Jakarta dan dipercaya menjabat sebagai Komandan Korp Brimob Polri dan pangkatnya kembali naik menjadi bintang dua alias Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol).

Setelah lebih dari dua tahun mengabdi di Brimob, ia mengundurkan diri sebagai anggota kepolisian pada 2018 karena manjadi calon gubernur Maluku dalam Pilkada Maluku 2018. di Pilgub tersebut, Murad diusung koalisi PDI-P, Gerindra, Nasdem, PKB, Hanura, PKPI, PAN, dan PPP.

Murad Ismail yang berpasangan dengan Barnabas Orno dalam Pilkada Maluku yang digelar pada 27 Juni 2018 meraih suara terbanyak dengan  mengantongi 328.982 suara atau 40,83 persen. Pasangan itu berhasil mengalahkan pasangan petahana Said Assagaff-Anderuas Rentanubun dan Herman Adrian Koedoeboen-Abdullah Vanath. Pasangan itu kemudian ditetapkan KPU Maluku sebagai sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku terpilih.

Murad Ismail dan Barnabas Ono resmi menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2018-2024 setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada 24 April 2019.

Tak hanya menjadi Gubernur Maluku, Murad Ismail lantas menjadi kader PDIP dan menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Maluku 2019-2024 . Murad resmi menjadi Ketua DPD PDIP Maluku setelah dilantik Ketua Bidang Kehormatan Partai DPP PDIP, Komarudin Watubun di Baileo Siwalima, Karang Panjang, Ambon pada 21 Juli 2019.

KOMPAS/FRANSISKUS PATI HERIN

Gubernur Maluku Murad Ismail (kanan) mendampingi Presiden Joko Widodo saat kunjungan ke Ambon, Maluku.

Daftar penghargaan

  • Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun
  • Satya Lencana kesetiaan 16 tahun
  • Satya Lencana kesetiaan 24 tahun
  • Satya Lencana Darma Nusa
  • Satya Lencana Seroja
  • Satya Lencana Dwidja Sistha
  • Bintang Narariya
  • Bintang Karya Pratama
  • Narariya Pratama
  • Nugraha Satya Bhakti Budaya dari Lembaga Kebudayaan Nasional Indonesia (LKNI) Tahun 2021

Penghargaan

Selama mengabdi di dunia kepolisian, sejumlah penghargaan dan tanda jasa sudah Murad Ismail terima antara lain tanda jasa SL Kesetiaan selama 16 tahun, Satya Lencana kesetiaan 24 tahun, Satya Lencana Darma Nusa, Satya Lencana Seroja, dan Satya Lencana Dwidja Sistha. Sejumlah tanda kehormatan juga Murad dapatkan antara lain Bintang Narariya, Bintang Karya Pratama, dan Narariya Pratama.

Saat menjadi Gubernur Maluku, ia meraih sejumlah penghargaan antara lain Piagam Penghargaan dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) atas prestasinya sebagai Gubernur dalam menerapkan PPKM Mikro Terbaik Provinsi dan Kabupaten/Kota, dan Penghargaan Kebudayaan “Nugraha Satya Bhakti Budaya” dari Lembaga Kebudayaan Indonesia.

KOMPAS/FRANSISKUS PATI HERIN

Gubernur Maluku Murad Ismail menjadi orang pertama di Maluku yang menerima vaksin Covid-19. Pemberian vaksin berlangsung di Rumah Sakit Umum Pusat dr J Leimena, Ambon, Maluku, pada Jumat (15/1/2021).

KOMPAS/FRANSISKUS PATI HERIN

“Sebagian besar kasus korupsi yang menimpa dunia usaha, baik pengusaha swasta dan korporasi disebabkan karena berbelitnya perizinan, praktik suap dan gratifikasi yang melibatkan juga pejabat publik,” kata Gubernur Murad Ismail dalam Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Maluku (4/11/2021).

Ambon New Port

Murad Ismail menggalang dukungan untuk menyukseskan pembangunan Ambon New Port dan Lumbung Ikan Nasional (LIN) sebagai proyek strategis nasional. Untuk itu, dia meminta DPRD mendukung upaya pemerintah mewujudkan proyek tersebut. Murad juga berharap semua pihak di maluku bisa memberikan dukungan agar proses pembangunan proyek strategis nasional itu bisa berjalan lancer.

Pembangunan Ambon New Port itu dimulai dengan membebaskan tanah 200 hektare di Desa Waai, dan Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Maluku Tengah. Setelah itu pemerintah akan melakukan lelang KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha) yang investasinya mencapai Rp 5 triliun.

Selain itu, Gubernur Maluku Murad Ismail telah menyiapkan lokasi kawasan pusat perikanan terpadu untuk mendukung Maluku sebagai LIN seluas 700 hektare yang berlokasi di Pulau Ambon. Lokasinya berada di antara Desa Waai dan Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Lokasi pembangunan pusat perikanan terpadu ini disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Maluku dan Kabupaten Maluku Tengah, serta rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K).

Murad mengatakan kawasan itu diharapkan mampu menjadi pusat beberapa kegiatan, antara lain terminal peti kemas internasional dan domestik, terminal roro, pelabuhan perikanan, kawasan industri logistik, terminal Liquefied Natural Gas (LNG) dan pembangkit listrik. Ambon New Port akan menopang pengembangan industri perikanan di Maluku. Dengan berkembangnya industri perikanan, perekonomian Maluku akan semakin bertumbuh.

Gubernur Maluku Murad Ismail

Harta kekayaan

Murad Ismail mempunyai harta kekayaan senilai total Rp 11,4 miliar. Harta kekayaannya itu tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan Murad saat menjadi calon gubernur Maluku kepada KPK tanggal 2 Januari 2018.

Kekayaan mantan Kapolda Maluku itu terdiri dari 9 bidang tanah dan bangunan senilai Rp  4,3 miliar yang tersebar di Kota Depok, Ambon, Semarang, Jakarta, Bekasi, dan Kabupaten Buru, Maluku. Semua tanah dan bangunan itu tercatat atas nama hasil sendiri.

Selain itu, dalam LHKPN tersebut ia memiliki harta berupa tujuh kendaraan bermotor senilai Rp 1,9 miliar  yang terdiri dari enam mobil dan satu sepeda motor trail. Murad juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 47,5 juta,  kas dan harta setara kas sebesar Rp 5 miliar. Murad tercatat tidak memiliki surat berharga  dan tidak mempunyai utang sehingga total harta kekayaannya sebesar Rp 11,4 miliar.

Harta itu meningkat sekitar  10 miliar dibandingkan  laporan harta kekayaaannya pada tahun 2015. Saat ia menjabat Kapolda Maluku harta yang dilaporkan pada KPK dalam LHKPN tertanggal 10 September 2015 senilai Rp 1,08 miliar.

Referensi

Situs web

Gubernur

https://www.kompas.id/baca/nusantara/2021/07/19/polemik-penghargaan-kapolri-untuk-gubernur-maluku

https://regional.kompas.com/read/2021/09/09/071200178/profil-murad-ismail?page=all

https://nasional.kompas.com/read/2019/04/24/14302891/dilantik-presiden-murad-barnabas-resmi-jabat-gubernur-dan-wagub-maluku?page=all

https://www.kompas.com/tren/read/2019/09/03/120203565/nyatakan-perang-ke-menteri-susi-siapakah-murad-ismail?page=all

https://regional.kompas.com/read/2019/03/26/09510151/gubernur-maluku-terpilih-tolak-permintaan-pendukungnya-untuk-tak-lagi

https://www.kompas.tv/article/46044/presiden-jokowi-lantik-gubernur-wakil-gubernur-maluku

Biodata

Nama

Irjen Polisi (Purn) Murad Ismail

Lahir

Ambon, Maluku, 11 September 1961

Jabatan

Gubernur Provinsi Maluku 2019-2024

Pendidikan

Umum

  • SD Negeri 5 Ambon Tahun 1974
  • SMP Negeri 3 Ambon Tahun 1977
  • SMA Negeri 2 Ambon Tahun 1981
  • Akpol Tahun 1985
  • PTIK Tahun 1994

Pendidikan khusus

  • PA Daspa Brimob Polri Tahun 1985
  • PA Das Reserse Polri Tahun 1988
  • Sespim Tahun 1999
  • Sespimti Tahun 2010
  • Asesmen Patti Polri Tahun 2015

Karier

  • Danton KIE 5153 Polda Sulteng (1985)
  • Kasubden Hartib Polda Sulteng (1988)
  • Kasubden IDIK Prov Polda Sulteng (1988)
  • Kasubag Binops Reserse Polda Sulteng (1989)
  • Kasat Sabhara Polresta Gorontalo (1990)
  • Kapuskodal Ops Polresta Gorontalo (1992)
  • Danki Brimob 5154 Polda Maluku (1994)
  • Wadan Satgas Brimob Operasi Tatoli Tim-Tim (1996)
  • Danyon B Resimen I Pelopor (1997)
  • Danden B Resimen II Gegana Polri (1998)
  • Kabag Latsat Ditlat Lemdiklat Polri (1999)
  • Kanit PD Dit C Baintelkam Polri (2005)
  • Kasat Brimob Polda Sumut (2006)
  • Kasat Brimob Polda Metro Jaya (2008)
  • Analis Kebijakan Madya bidang Korbrimob Polri (2010)
  • Kabag Jian­tek­pol BIDPPITK STIK Lem­dikpol (2012)
  • Wakapolda Maluku (2013)
  • Kapolda Maluku (2013-2015)
  • Dankor brimob Polri (2015-2018)
  • Gubernur Maluku (2019-2024)

Organisasi

  • Kader PDIP (2018)
  • Ketua DPD PDIP Maluku (2019-2024)

Penghargaan

  • Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun
  • Satya Lencana kesetiaan 16 tahun
  • Satya Lencana kesetiaan 24 tahun
  • Satya Lencana Darma Nusa
  • Satya Lencana Seroja
  • Satya Lencana Dwidja Sistha
  • Bintang Narariya
  • Bintang Karya Pratama
  • Narariya Pratama
  • Nugraha Satya Bhakti Budaya dari Lembaga Kebudayaan Nasional Indonesia (LKNI) Tahun 2021

Karya

Publikasi

Keluarga

Istri

Widya Pratiwi Ismail

Anak

  • Reza Ananta Pribadi
  • Nabila Athaya Ismail
  • Murad JR Ismail
  • Mega Natasya

Sumber
Litbang Kompas

error: Content is protected !!