Tokoh

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

Nama Perry Warjiyo diajukan Presiden Joko Widodo ke DPR untuk melanjutkan jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia untuk periode kedua, 2023-2028 pada Februari 2023. Komisi XI DPR sudah menyetujui secara aklamasi setelah Perry menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR pada 20 Maret 2023. Petahana tersebut bakal mencetak sejarah sebagai Gubernur BI yang menjabat selama dua periode.

KUM

Fakta Singkat

Nama Lengkap
Perry Warjiyo, S.E., M.Sc., Ph.D.

Lahir
Sukoharjo, Jawa Tengah, 25 Februari 1959

Almamater
Universitas Gadjah Mada
Iowa State University, Ames Amerika Serikat

Jabatan Terkini
Gubernur Bank Indonesia

Perry Warjiyo adalah pejabat karier di Bank Indonesia atau BI. Pada 2018, ia menahkodai Bank Indonesia periode 2018–2023 setelah namanya diajukan Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal untuk menggantikan Gubernur BI Agus DW Martowardojo, yang masa jabatannya berakhir pada Mei 2018.

Proses pemilihan Perry berjalan mulus. Komisi XI DPR secara aklamasi menyetujui Perry sebagai Gubernur BI dalam rapat tertutup pada 28 Maret 2018 setelah sebelumnya Komisi XI menggelar uji kelayakan dan kepatutan. Selanjutnya, Sidang Paripurna DPR mengesahkan Perry sebagai Gubernur BI periode 2018–2023 pada 3 April 2018 dan dilantik secara resmi sebagai Gubernur BI pada 24 Mei 2018.

Sebagai gubernur BI, Perry memiliki beberapa agenda untuk mendukung stabilisasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Salah satu agenda utama Perry adalah menstabilkan nilai tukar rupiah. Perry juga berkomitmen meningkatkan koordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, pelaku perbankan, dan pelaku dunia usaha.

Menjelang berakhirnya masa kepemimpinannya di BI, Presiden Jokowi kembali mengajukan namanya ke DPR untuk melanjutkan jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia untuk periode kedua, 2023–2028. Namanya diajukan ke DPR pada 22 Februari 2023 dan menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR RI pada 20 Maret 2023.

Usai menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) pada Senin (20/3/2023) di DPR RI, Komisi XI menyepakati secara aklamasi Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2023–2028. Jika rapat paripurna DPR menyetujui hasil Komisi XI, Perry Warjiyo akan tercatat sebagai orang pertama dalam sejarah yang menjabat Gubernur Bank Indonesia selama dua periode.

Anak petani

Perry Warjiyo yang lahir pada tahun 1959 menghabiskan masa kecilnya di tempat kelahirannya di Sukoharjo, Jawa Tengah. Ia merupakan anak ke-6 dari 9 bersaudara dari seorang petani padi dan tembakau di Gawok, Sukoharjo. Sang ayah juga pernah menjabat pamong desa yang membawahi dua desa di Sukoharjo.

Perry bersekolah di SD Negeri Gawok, Sukoharjo, tahun 1965–1970. Ia kemudian melanjutkan di SMP Negeri Gatak, Sukoharjo, dan SMA Negeri 3 Surakarta. Setelah tamat pendidikan SMA pada 1977, Perry menempuh pendidikan di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Ia lulus dan menyandang gelar sarjana ekonomi dari kampus tersebut pada pada tahun 1982.

Tahun 1986, Perry terbang ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikan di Department of Economics, Iowa State University. Ia meraih gelar Master dalam bidang ekonomi moneter dan internasional pada tahun 1989 dari kampus tersebut. Ia langsung melanjutkan pendidikan doktoralnya di universitas yang sama. Tahun 1991, Perry meraih gelar Ph.D. di Department of Economics, program Monetary and International Economics, di Iowa State University, AS.

Karier

Setelah menyandang gelar sarjana ekonomi dari UGM, Perry Warjiyo kemudian bekerja di Bank Indonesia. Ia mulai bergabung di bank sentral itu pada Januari 1984. Di lembaga bank sentral itu kariernya banyak dihabiskan di riset ekonomi, kebijakan moneter, isu-isu internasional, transformasi organisasi dan strategi kebijakan moneter, pendidikan dan riset kebanksentralan, pengelolaan devisa dan utang luar negeri.

Kariernya mulai meroket saat Perry menjadi staf di desk penyelamatan kredit, urusan pemeriksaan dan pengawasan kredit hingga pada tahun 1992 sampai 1995. Ia kemudian diangkat menjadi Staf Gubernur Bank Indonesia pada 1995–1998. Ia kerap mendampingi dan memberikan masukan pada Gubernur Bank Indonesia saat itu Sudradjat Jiwandono.

Kariernya terus meningkat hingga Perry Warjiyo diangkat sebagai kepala Biro Gubernur pada 1998, kemudian tahun 2001 memegang peran sebagai project leader Unit Khusus Program Transformasi (UKPT) hingga akhirnya tahun 2003 menempati posisi sebagai Direktur Pusat Pendidikan dan Studi Kebangsentralan.

Memasuki tahun 2005, Perry diangkat menjadi Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia hingga tahun 2007. Ia lantas ditugaskan sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF), mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group pada tahun 2007–2009.

Pada 2009, ia kembali ke Bank Indonesia dan menduduki sejumlah jabatan, antara lain, Asisten Gubernur untuk kebijakan moneter, makroprudensial dan internasional; serta Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia.

Nama Perry kemudian diajukan ke DPR untuk menjabat sebagai Deputi Gubernur BI periode 2013–2018. Karirnya semakin meningkat, pada 2018 usai menjalani fit and proper test di DPR, Perry Warjiyo kemudian ditetapkan sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2018–2023 menggantikan Agus Martowardojo melalui sidang paripurna DPR RI.

Perry lantas dilantik dan mengucapkan sumpah jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2018–2023 mengantikan Agus Martowijoyo berdasarkan Keputusan Presiden RI No.70/P Tahun 2018 pada tanggal 24 Mei 2018.

Menjelang berakhirnya masa tugasnya sebagai Gubernur BI, Presiden Jokowi kembali mengajukan namanya ke DPR sebagai calon tunggal Gubernur BI periode 2023–2028 pada 22 Februari 2023.

Usai menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) pada Senin (20/3/2023), Komisi XI DPR RI menyepakati secara aklamasi Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2023–2028. Jika rapat paripurna DPR menyetujui hasil Komisi XI itu, Perry Warjiyo akan tercatat sebagai orang pertama dalam sejarah yang menjabat Gubernur Bank Indonesia selama dua periode.

Selain sebagai birokrat di Bank Indonesia, Perry juga gemar menulis dan pernah menerbitkan sejumlah buku, jurnal, dan makalah di bidang ekonomi, moneter, dan isu-isu internasional. Beberapa buku yang pernah diterbitkannya, antara lain, Kebijakan Moneter di Indonesia, Kebijakan Bank Sentral: Teori dan Praktik, Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter di Indonesia, serta Bauran Kebijakan Bank Sentral: Konsepsi Pokok dan Pengalaman Bank Indonesia.

Perry juga pernah menjadi dosen pascasarjana di Universitas Indonesia di bidang Ekonomi Moneter dan Ekonomi Keuangan Internasional serta dosen tamu di sejumlah universitas di Indonesia .

KOMPAS/PRIYOMBODO

Gubernur Bank Indonesia periode 2018-2023 Perry Warjiyo mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018). Perry Warjiyo merupakan kandidat tunggal yang dipilih Presiden Joko Widodo untuk menggantikan Gubernur BI periode 2013-2018 Agus DW Martowardojo.

Daftar penghargaan

  • Anugerah Hamengku Buwono IX (2022)
  • Gatra Awards 2022
  • Central Bank Governor of the Year, Asia Pacific versi Global Capital (2019)
  • PR Indonesia Best Communicator 2018

Penghargaan

Gubernur Bank Indonesia, Perry menerima penghargaan Anugerah Hamengku Buwono IX dalam perayaan Dies Natalis ke-73 UGM yang diselenggarakan pada 19 Desember 2022. Penghargaan itu diberikan karena dedikasinya dalam pengembangan kebijakan dan strategi perekonomian nasional dalam menjaga stabilitas perekonomian di tengah ancaman krisis multi dimensi yang berlangsung sejak masa pandemi.

Anugerah Hamengku Buwono IX atau HB IX Award, merupakan sebuah penghargaan yang diberikan setiap tahun sebagai bagian peringatan Dies Natalis UGM. HB IX Award diberikan kepada tokoh nasional yang dianggap layak mendapatkan penghargaan atas dedikasi terhadap kemanusiaan dan bangsa.

Penghargaan dari almamaternya itu melengkapi penghargaan yang diterima Perry, antara lain, Gatra Awards 2022 karena berkontribusi dalam pemulihan Indonesia pasca-pandemi Covid-19, Central Bank Governor of the Year, Asia Pacific versi Global Capital (2019), dan komunikator terbaik untuk kategori Kepala Lembaga dalam penganugerahan PR Indonesia Best Communicator 2018.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua dari kiri) bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kanan), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Purbaya Yudhi Sadewa ( kiri) memasuki ruangan untuk memberikan keterangan kepada wartawan terkait dengan hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa (31/1/2023). KSSK menyatakan kondisi sistem keuangan dalam negeri pada triwulan IV-2022 terus membaik.

RAD

”Kombinasi moneter dan fiskal bisa menjaga stabilitas sekaligus mempercepat pertumbuhan di sektor riil. BI tidak akan mengabaikan potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo seusai dilantik sebagai Gubernur BI periode 2018-2023. (24/5/2018)

Kebijakan BI

Sebagai gubernur BI, Perry memiliki beberapa agenda untuk mendukung stabilisasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Salah satu agenda utama Perry adalah menstabilkan nilai tukar rupiah.

Perry juga berkomitmen, sebagai gubernur, ia akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, pelaku perbankan, dan pelaku dunia usaha. Komitmen itu ia buat untuk menjaga stabilitas ekonomi, tetapi pada saat yang bersamaan tetap meningkatkan pertumbuhan ekonomi bangsa.

Usai dilantik sebagai Gubernur BI di periode pertamanya, Perry menjanjikan penguatan kebijakan moneter melalui suku bunga acuan dan intervensi pasar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah setelah anjlok hingga 4 persen. Instrumen moneter diprioritaskan untuk menghadapi tekanan yang disebabkan normalisasi kebijakan moneter AS dan terus naiknya imbal hasil obligasi Pemerintah AS, yang membuat modal asing keluar dari Indonesia.

Selain instrumen kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas, Perry telah menyiapkan empat instrumen makroprudensial untuk mendorong pertumbuhan. Keempat instrumen itu ialah stimulus untuk pertumbuhan sektor perumahan, percepatan pendalaman pasar keuangan, kebijakan sistem pembayaran, serta akselerasi pengembangan industri syariah.

Sementara saat menjalani fit and proper test di Komisi XI DPR pada 20 Maret 2023, Perry mengatakan salah satu fokus yang akan dijalankan pada periode kedua kepemimpinannya, ia akan mengedepankan sistem meritokrasi di kantor dan pegawainya. Hal tersebut merupakan salah satu strategi BI untuk melakukan reformasi kelembagaan untuk penguatan profesionalitas, tata kelola yang baik, dan sekaligus sebagai implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK).

PRI

Harta kekayaan

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total kekayaan Perry tahun 2021 mencapai Rp 45,25 miliar. LHKPN itu dilaporkan Perry pada 11 Maret 2022.

Harta itu terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 14,9 miliar yang terletak di Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, Sukoharjo, dan Sleman. Harta lainnya berupa alat transportasi Rp 375 juta, harta bergerak lainnya Rp 1 miliar, surat berharga Rp 15  miliar,  kas dan setara kas Rp 6,76 miliar, serta harta lainnya Rp 7,08 miliar. Dalam laporan itu, Perry tidak memiliki catatan utang sama sekali.

Harta kekayaaannya itu meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan saat awal menjabat sebagai Gubernur BI. Saat awal menjabat Gubernur BI, Hartanya tercatat Rp 22,99 miliar pada Juli 2018.

Perkembangan LHKPN Perry Warjiyo

JabatanTanggal LaporHarta Kekayaan
Gubernur Bank Indonesia31 Desember 2021Rp.45.254.803.036
Gubernur Bank Indonesia31 Desember 2020Rp.35.779.457.478
Gubernur Bank Indonesia31 Desember 2019Rp.29.828.162.346
Gubernur Bank Indonesia31 Desember 2018Rp.24.217.980.528
Gubernur Bank Indonesia2 Juli 2018Rp.22.996.960.535
Deputi Gubernur31 Desember 2017Rp.15.452.596.865
Deputi Gubernur14-Apr-2015Rp.12.187.187.372
Deputi Gubernur18-Apr-2013Rp.7.219.557.887

Sumber: https://elhkpn.kpk.go.id/

Referensi

Biodata

Nama

Perry Warjiyo, S.E., M.Sc., Ph.D.

Lahir

Sukoharjo, Jawa Tengah,  25 Februari 1959

Jabatan

Gubernur Bank Indonesia

Pendidikan

  • SD Negeri Gawok, Sukoharjo (1970)
  • SMP Negeri Gatak, Sukoharjo (1973)
  • SMA Negeri 3 Surakarta (1978)
  • Sarjana Ekonomi Universitas Gadjah Mada (1982)
  • M.Sc. dalam bidang ekonomi moneter dan internasional dari Iowa State University, Ames USA (1989)
  • Ph.D. untuk bidang ekonomi moneter dan internasional di Iowa State University, Ames USA (1991)

Karier

  • Staf di Desk penyelamatan kredit, urusan pemeriksaan dan pengawasan kredit hingga pada tahun 1992 sampai 1995
  • Staf Gubernur Bank Indonesia
  • Kepala Biro Gubernur (1998)
  • Direktur Pusat Pendidikan dan Studi Kebangsentralan (2003)
  • Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia (2007)
  • Deputi Gubernur Bank Indonesia (2013–2018)
  • Gubernur Bank Indonesia (2018–2023)
  • Diajukan kembali sebagai Gubernur Bank Indonesia 2023–2027

Organisasi

  • Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) periode 2018–2021
  • Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) periode 2021–2024
  • Ketua Umum KAFEGAMA Periode 2021–2024

Penghargaan

  • Anugerah Hamengku Buwono IX (2022)
  • Gatra Awards 2022
  • Central Bank Governor of the Year, Asia Pacific versi Global Capital (2019)
  • PR Indonesia Best Communicator 2018

Karya

Buku 

  • Kebijakan Moneter di Indonesia,
  • Kebijakan Bank Sentral: Teori dan Praktik,
  • Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter di Indonesia,
  • Bauran Kebijakan Bank Sentral: Konsepsi Pokok dan Pengalaman Bank Indonesia

Keluarga

Istri

Pipin Perry Warjiyo

Anak

3 orang

Sumber
Litbang Kompas