Tokoh

Bahlil Lahadalia

Nama Bahlil Lahadalia tidak asing di kalangan pebisnis dan dunia usaha. Pengusaha dari Papua Barat ini mulai dikenal secara nasional ketika menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2015-2019. Presiden Joko Widodo mendapuknya sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Fakta Singkat

Nama Lengkap
Bahlil Lahadalia, SE

Lahir
Banda, Maluku Tengah, Maluku, 7 Agustus 1976

Almamater

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay, Jayapura, Papua

Universitas Cendrawasih, Jayapura, Papua

Jabatan Terkini

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal 2019-2024

Satu dari sekian nama baru yang muncul dalam Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden Joko Widodo adalah Bahlil Lahadalia. Pria dari Fakfak Papua Barat ini  berlatar belakang profesional. Dunia usaha mengenalnya selain sebagai pengusaha juga mantan Ketua HIPMI periode 2015-2019.

Sebagai pengusaha yang besar di daerah, ia terbiasa berkecimpung mengurusi perizinan di daerah, sehingga paham aturan yang perlu dibenahi agar dapat menarik investor maupun menanam modal di Indonesia. Ia mengetahui secara pasti hambatan investasi yang masuk ke Indonesia, seperti masalah regulasi di pemerintah daerah yang dianggap menghambat investasi.

Presiden Joko Widodo melihat Bahlil sosok yang pas untuk menyelesaikan permasalahan itu. Bahlil dan Jokowi, keduanya sama-sama berlatar belakang pengusaha. Keduanya juga sama-sama kader HIPMI. Jokowi adalah kader HIPMI di Solo tahun 1990-an.  Saat Pemilu Presiden 2019, Bahlil yang saat itu masih sebagai Ketua Umum HIPMI memilih mendukung Joko Widodo ketimbang Sandiaga Uno yang juga mantan Ketua Umum  HIPMI.

Bahlil bersama rekan-rekannya mendirikan kelompok relawan untuk mendukung duet Joko Widodo -KH Ma’ruf Amin. Namanya Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas). Pendirian Repnas oleh Bahlil yang juga Direktur Penggalangan anak Muda Milenial dan Kepemudaan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf bertujuan untuk menangkal hoaks sekaligus pertanyaan-pertanyaan soal ekonomi, terutama dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Bahlil  bukan orang asing bagi Jokowi. Sebagai Ketua HIPMI, Bahlil kerap bertemu Presiden Jokowi. Bahkan saat acara buka puasa HIPMI pada 26 Mei 2019, Jokowi meminta agar jajaran HIPMI tidak perlu kaget jika Bahlil nantinya terpilih menjadi seorang menteri. Jokowi menilai Bahlil mampu mengeksekusi program-program yang ada dan memiliki kemampuan manajerial yang baik. Akhirnya Bahlil Lahadalia betul-betul masuk dalam Kabinet Indonesia Maju. Presiden Joko Widodo mempercayainya untuk menduduki jabatan Kepala BKPM yang juga setingkat menteri.

Mutiara timur

Bahlil Lahadilia lahir di Banda, Maluku pada 7 Agustus 1976. Ia anak kedua dari delapan bersaudara pasangan Lahadalia dan Nurdjani. Leluhur ayah Lahadalia berasal dari Sulawesi Tenggara. Mereka merantau ke Kepulauan Banda, Maluku Tengah. Sedangkan ibunya, Nurdjani berasal dari Banda Neira, salah satu pulau di Kepulauan Banda, Maluku Tengah, Maluku.

Bahlil kecil menghabiskan masa sekolah dasar hingga pendidikan tinggi di wilayah timur. Ia menempuh sekolah dasar di SD Negeri 1 Seram Timur, kemudian melanjutkan ke jenjang sekolah pertama di SMP Negeri 1 Seram Timur, Maluku.

Kemudian keluarganya pindah ke Fak-Fak, Papua Barat. Bahlil kemudian  melanjutkan pendidikan di SMEA YAPIS Fakfak, Papua Barat. Lulus SMEA Bahlil berangkat ke Jayapura dan tinggal di asrama orang Fakfak.

Di Jayapura, Bahlil mendaftar di Akademi Keuangan dan Perbankan (Akubank) kini menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Port Numbay. Ia membiayai sendiri kuliahnya dengan menjadi sopir angkot. Ia juga menjadi kuli angkut dan kuli dorong di pasar.

Di kampus ia aktif berorganisasi, pada semester lima Bahlil terpilih sebagai Ketua Senat Mahasiswa di era reformasi. Ia pernah terjun menjadi aktivis gerakan reformasi 1997-1998. Ia juga aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang mengantarkannya ke posisi puncak sebagai Bendahara Umum PB HMI.

Dengan segala keterbatasan ekonomi, Bahlil dapat menyelesaikan pendidikan Srata 1 (S1) di Akubank Port Numbay. Sedangkan, gelar master (S2) diraihnya di Universitas Cendrawasih. Dengan segala keterbatasan ekonomi, selain Bahlil, tujuh saudara kandungnya juga dapat menyelesaikan gelar sarjana. Mereka menjalani profesi sebagai pegawai negeri dan guru.

Bahlil menikahi gadis Solo, Sri Suparni dan dikaruniai tiga putera yaitu Muhammad Rizky lahadalia, Muhammad Fadli, dan Emir Ramadhan.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

Karier

Usai menyandang gelar sarjana, Bahlil mulai memikirkan masa depannya, antara ingin menjadi politisi, pegawai atau pengusaha. Tahun 2001-2002 setelah berkonsultasi dengan seniornya di KNPI Dr.Drs. Jacobus Perviddya Solossa, MSi atau JP “Jaap” Solossa yang saat itu menjadi Gubernur Papua, akhirnya Bahlil memutuskan menjadi pengusaha.

Pria yang besar di Papua ini kemudian membentuk usaha bersama teman-teman jaringan HMI di Jakarta. Ia menjabat sebagai Direktur Wilayah PT Primatama Cipta Niaga, sebuah perusahaan konsultan keuangan berbasis teknologi informasi (IT).

Setahun berjalan perusahaannya meraih profit besar, ia digaji Rp35 juta per bulan dan mendapat fasilitas kendaraan dan rumah. Namun tahun 2003 Bahlil memutuskan mundur dari perusahaan itu, lalu mendirikan perusahaan sendiri yang bergerak di bidang pengolahan kayu. Di tahun itu pula namanya tercatat di HIPMI di tingkat kabupaten, provinsi, dan pusat.

Namun bisnis yang dijalankannya tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah jatuh bangun menjalankan roda usahanya. Tahun 2005 ia mulai terjun ke bisnis hak pengusahaan hutan (HPH). Usaha yang dijalankannya ini semakin maju. Ekspansi bisnis pun mulai dilakukannya.

Bahlil mendirikan sejumlah perusahaan, PT Rifa Finance (2010) memiliki holding dari 10 perusahaan, beberapa di antaranya ialah PT Ganda Nusantara, PT MAP Surveillance dan PT Pandu Selaras. Ada pula  PT Cendrawasih, dan PT Mapsource Mining (2011). Jumlah karyawannya mencapai 500 orang dan terus bertambah hingga lebih dari 2000 orang. Mereka bekerja di perusahaan-perusahaan yang tersebar di Maluku Utara, Papua, dan Sulawesi Tenggara. Ada pula yang bekerja di kantor pusat di Jayapura dan Jakarta.

Perusahaan Bahlil bergerak di sektor perkebunan, properti, logistik, pertambangan dan konstruksi. Perusahaannya sukses mengeksplorasi 39 ribu hektar lahan tambang batu bara di Fakfak, Papua Barat, dan 11 ribu hektar lahan nikel di Halmahera. Selain itu, PT Bersama Papua Unggul yang dikelolanya pernah memenangkan lelang proyek pembangunan jalan Bofuer-Windesi (MYC) dengan Kementerian PUPR. Perusahanya juga turut andil dalam membuka jalan Trans-Papua sepanjang 300 kilometer.

Bahlil telah menjadi salah satu pengusaha muda yang mempunyai sejumlah usaha. Dengan keberhasilan yang diraihnya Bahlil dapat mengangkat derajat orang tua serta kakak dan adik-adiknya. Ia membiayai kuliah kakak dan adik-adiknya, bahkan membiayai pernikahan adik-adiknya. Ia juga membangunkan rumah orang tuanya, dan memberangkatkan orang tuanya pergi haji ke Tanah Suci.

Di tahun 2015, kariernya sebagai wirausaha semakin lengkap, saat Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI ia terpilih menjadi Ketua Hipmi periode 2015-2019. Ia bahkan dikenal sebagai Ketua Hipmi pertama dari Papua yang memiliki latar belakang keluarga nonpengusaha maupun pejabat. Kiprah Bahlil Lahadalia di bidang kewirausahaan yang berangkat dari nol mempertegas etos kerjanya.

Berkat kiprahnya sebagai pengusaha, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui kemampuan Bahlil di bidang wirausaha. Jokowi kemudian mengundang Bahlil ke Istana Kepresidenan pada 22 Oktober 2019. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi meminta Bahlil membantu pemerintahan Jokowi dalam mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Keesokan harinya, Jokowi mengumumkan penunjukan Bahlil Lahadalia sebagai Kepala BKPM 2019-2024 di Istana Kepresidenan.

Bahlil resmi dilantik  Presiden Joko Widodo untuk menduduki jabatan sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM menggantikan posisi Thomas Lembong pada 23 Oktober 2019. Pelantikan itu dilakukan berdasarkan Keppres 117/P/2019 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Kompas/Wawan H Prabowo

Presiden Joko Widodo didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia melayani permintaan foto bersama para peserta Rapat Koordinasi Nasional Investasi 2020 di The Ritz-Carlton, Jakarta, Kamis (20/2/2020). BKPM mencatat realisasi investasi yang masuk ke Indonesia mencapai Rp809,6 triliun sepanjang 2019. Realisasi itu meningkat Rp88,3 triliun atau 12,24 persen dari sebelumnya Rp721,3 triliun pada 2018..

Daftar Penghargaan

  • Tokoh Perubahan Republika 2018 (24 April 2019)

Penghargaan

Bahlil Lahadalia menerima penghargaan sebagai Tokoh Perubahan dari Harian Republika pada 24 April 2019. Anugerah Tokoh Perubahan menjadi bukti konkret Bahlil dalam usahanya menyemangati dan menginspirasi bebagai elemen bangsa agar berani tampil menjadi tokoh perubahan yang peduli pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

KOMPAS/C Anto Saptowalyono

Tangkapan layar dari akun YouTube Kementerian Koperasi dan UKM saat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia menunjukkan nota kesepahaman yang ditandatanganinya dengan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Kamis (17/9/2020).

“Investasi secara bertahap memang diarahkan ke luar Jawa untuk menciptakan sumber ekonomi baru dan pemerataan,” Bahlil Lahadalia (Kompas, 26 Januari 2021)

 

Mendorong investasi

Data BKPM menunjukkan realisasi investasi di Indonesia tahun 2020 sebesar Rp 826,3 triliun. Nilai itu melampaui target yang sebesar Rp 817,2 triliun. Tahun 2020 sebesar 59,5 persen atau sebesar Rp817,2 triliun realisasi investasi ada di luar Jawa. Sementara sisanya 49,5 persen atau Rp408,8 triliun dari realisasi investasi, ada di Jawa.

Porsi investasi di luar Jawa meningkat dari 43,7 persen pada 2017, menjadi 43,8 persen pada 2018. Investor mulai menyasar sejumlah wilayah di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Papua, kemudian Bali dan Nusa Tenggara.

Pergeseran minat investor selain infrastruktur yang memadai juga didukung pemberian berbaai insentif pajak dan relaksasi aturan pemerintah. Minat investor berinvestasi di luar Jawa diyakini semakin meningkat setelah UU No.11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja diimplementasikan.

Indonesia memerlukan investasi Rp5.800 triliun-Rp 5.900 triliun untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi. Tahun 2021 pemerintah menargetkan perekonomian nasional tumbuh 4,5-5,5 persen. Presiden Joko Widodo telah menargetkan investasi yang masuk ke Indonesia tahun 2021 sebesar Rp900 triliun. Meskipun Bappenas menyampaikan target investasi sekitar Rp856 triliun, tetapi seusai arahan Presiden harus Rp900 triliun.

Bahlil Lahadalia mengusulkan enam strategi pemulihan investasi untuk mengejar target realisasi investasi tahun 2021 yang dipatok Rp858,5 triliun.
Keenam strategi pemulihan investasi itu adalah:

  1. Strategi pertama yakni mengeksekusi investasi mangkrak dan investasi berskala besar di industri. Hal itu dilakukan dengan mendatangi para investor dan memastikan mereka dibantu hingga merealisasikan modalnya.
  2. Strategi kedua yakni menyusun peta potensi investasi daerah. BAPPENAS telah menyetujui pembuatan peta potensi investasi daerah yang disinergikan dengan kementerian/lembaga yang ada sehingga jadi satu data.
  3. Strategi ketiga yakni memfasilitasi investasi relokasi asing.
  4. Strategi keempat yakni melakukan debottlenecking dan aftercare investasi melalui pendampingan investor.
  5. Strategi kelima yakni melakukan perluasan daftar positif investasi, dikecualikan untuk sektor UMKM yang harus punya tempat khusus di dalam negeri.
  6. Strategi keenam yakni melakukan deregulasi dan integrasi perizinan dengan menyeragamkan semua aplikasi perizinan dan mengintegrasikannya dengan yang ada di pusat dan di daerah.

Bahlil Lahadalia juga memiliki perhatian pada peran pemuda. Perhatian tersebut ditunjukkan Bahlil dengan  mendorong para pengusaha muda yang tergabung di HIPMI untuk mengawal pembentukan berbagai regulasi. Tujuannya agar produk regulasi berpihak pada pengusaha nasional.

Saat mengisi kuliah umum pada acara Dies Natalis ke-70 Universitas Indonesia, Bahlil mendorong para pemuda untuk mulai berinvestasi di berbagai sektor swasta. Investasi oleh masyarakat Indonesia tidak kalah penting dari investasi asing. Tujuannya untuk mendorong pertumbuhan perekonomian. Selama ini, masyarakat Indonesia cenderung menghabiskan uang untuk konsumsi, bukan investasi.

Bahlil juga menggarisbawahi bahwa investasi tidak terbatas pada usaha skala nasional dan internasional, namun juga usaha lokal. Dengan demikian, sirkulasi perekonomian dapat merata. Lapangan kerja meluas dan penghasilan daerah meningkat.

Pegolakan perekonomian negara maju membuka kesempatan bagi negara berkembang untuk meningkatkan perekonomian. Menurut Bahlil, kondisi tersebut merupakan peluang, terutama bagi para pemuda. Ia mengatakan, “Ini peluang bagi Indonesia, terutama bagi sektor swasta yang berasal dari generasi muda. Pertumbuhan ekonomi yang murni dari pembangunan dan perputaran modal, bukan konsumsi,” (Kompas.id, 3/2/2020).

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

Harta kekayaan

Menurut data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diuntuh dari situs Komisi Pemberantasan (https://elhkpn.kpk.go.id/), total kekayaan Bahlil Lahadalia senilai Rp 295,14 miliar pada 31 Desember 2019  yang dilaporkannya ke lembaga tersebut pada 14 April 2020.

Dalam laporan tersebut tercatat, harta kekayaan Bahlil Lahadalia terdiri dari beberapa jenis asset, yaitu tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, surat berharga, serta kas dan setara kas. Harta berupa bidang tanah dan bangunan milik Bahlil Lahadalia senilai Rp 276, 75 miliar yang tersebar di Jayapura (14 titik), Gianyar (1 titik), Jakarta Selatan (2 titik), dan Sragen (1 titik). Seluruh aset di 18 titik tersebut merupakan diperoleh dari hasil sendiri. Tanah dan bangunan terluas terletak di Gianyar, dengan luas 2000 m2/1500 m2 yang setara dengan Rp 45 miliar.

Bahlil Lahadalia juga memiliki aset transportasi dan mesin yang mencakup tiga mobil yaitu mobil Toyota Harier, mobil Honda Crv, dan mobil Mitsubishi Pick Up. Jika dijumlahkan bernilai Rp 190 juta. Sementara harta kekayaan berupa surat berharga senilai Rp 2,46 miliar, serta kas dan setara kas sebanding dengan Rp 15,74 miliar.

Referensi

Arsip Kompas

KOMPAS, 9 Maret 2020. Manfaatkan Peluang

KOMPAS, 5 Agustus 2020. RI Giat Berburu Investor.

KOMPAS, 26 Januari 2921. Infrastruktur Dibangun, Investor Mulai Bidik Luar Jawa

Buku

Bahlil Lahadalia Anak Papua Membuka Jalan Untuk Negeri, Neneng Herbawati, Jakarta: PT Kreasi Karya Igico. Agustus 2019

Biodata

Nama

Bahlil Lahadalia, SE

Lahir

Banda, Maluku Tengah, Maluku, 7 Agustus 1976

Jabatan

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal 2019-2024

Pendidikan

  • SD Negeri 1 Seram Timur, Maluku
  • SMP Negeri 1 Seram Timur, Maluku
  • SMEA YAPIS Fakfak, Papua
  • Sarjana (S1) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay, Jayapura, Papua
  • Sarjana (S2) Universitas Cendrawasih, Jayapura, Papua

Karier

Pekerjaan:

  • Pemilik PT Bersama Papua Unggul
  • Pemilik PT Dwijati Sukses
  • Pemiilik PT Rifa Capital

Pemerintahan

  • Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) (23 Oktober 2019-2024)

Organisasi

  • Angkatan Muda Partai Golkar (2001-2009)
  • Bendahara Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI)
  • Wakil Bendahara BPD Hipmi Papua (2006)
  • Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) (2015-2019)

Penghargaan

  • Tokoh Perubahan Republika 2018 (24 April 2019)

Karya

Keluarga

Istri

  • Sri Suparni

Anak

  • Muhammad Rizky Lahadalia
  • Muhammad Fadli Lahadalia
  • Emir Ramadhan Lahadalia

Sumber
Litbang Kompas

Butuh Informasi Terkini tentang Tokoh Ternama?

Butuh Informasi Terkini tentang Tokoh Ternama?

Daftarkan email Anda sekarang untuk mendapatkan informasi terkini tentang tokoh ternama.

close