Peta Tematik | Hari Kohanudnas

Profil Komando Pertahanan Udara Nasional

Kohanudnas merupakan mata dan telinga negara yang mengawasi ruang udara di wilayah kedaulatan Indonesia melalui jaringan radar yang tersebar di seluruh nusantara.

Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) merupakan komando utama terpenting yang dimiliki TNI Angkatan Udara. Sebagai komando pertahanan, Kohanudnas menjadi tumpuan utama sistem pengawasan pergerakan pesawat udara yang melintas di wilayah NKRI.

Kohanudnas bertugas untuk menyelenggarakan upaya pertahanan keamanan atas wilayah udara nasional secara mandiri ataupun bekerja sama dengan Komando Utama Operasional lainnya dalam rangka mewujudkan kedaulan dan keutuhan serta kepentingan lain dari NKRI.

Dalam menjalankan rantai komandonya, Kohanudnas didukung empat Komando Sektor (Kosek) dan 20 Satuan Radar (Satrad) TNI-AU yang tersebar di nusantara. Untuk mendapatkan data yang lebih komprehensif, Kohanudnas juga mengintegrasikannya dengan semua data radar sipil di seluruh Indonesia dan radar KRI TNI Angkatan Laut yang bersifat mobile.  

Sebaran wilayah operasional Kosek serta Satrad-satrad di bawahnya dapat dilihat pada peta di atas. Rinciannya adalah:

  • Kosek I Jakarta, yaitu komando sektor yang berada di wilayah Jakarta sebagai ibukota negara. Di wilayah kerja Kosek I terdapat beberapa satuan radar yaitu Satrad 211 (Tangerang), 212 (Natuna), 213 (Tanjung Pinang), 214 (Pemalang), 215 (Kulon Progo), dan 216 (Sukabumi).
  • Kosek II Makassar, bertugas untuk mempertahankan wilayah udara di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Terdapat beberapa satuan radar di wilayah operasi Kosek II, yaitu Satrad 221 (Malang), 222 (Jombang), 223 (Balikpapan), 224 (Gorontalo), 225 (Tarakan), dan 226 (Kupang).
  • Kosek III Medan, memiliki wilayah operasi di Indonesia bagian Barat mulai dari Jambi, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, dan sebagian wilayah Kepulauan Riau. Kosek III didukung empat satuan radar, yaitu Satrad 231 (Lhokseumawe), 232 (Dumai), 233 (Sabang) dan 234 (Sibolga).
  • Kosek IV Biak Numfor, bertugas untuk mempertahankan wilayah udara Indonesia bagian Timur mulai dari Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua, dan sebagian wilayah Nusa Tenggara Timur. Kosek III ini didukung empat satuan radar yaitu Satrad 242 (Biak), 243 (Timika), 244 (Merauke), dan 245 (Saumlaki).

Satrad diperkuat dengan jenis radar dengan teknologi yang mumpuni. Sebagian besar radar di Indonesia menggunakan Thales Raytheon System (TRS), yaitu sistem radar yang memiliki tiga dimensi (ketinggian, jarak dan azimuth). Dengan sistem demikian maka pendeteksian objek-objek yang ada di udara akan lebih akurat.

Secara umum jangkauan radar yang digunakan di masing-masing satrad dapat menjangkau sejauh kurang lebih 500 km. Diharapkan dengan daya jangkau dan sebaran yang merata, seluruh wilayah udara Indonesia dapat diawasi sebagai early warning system terhadap ancaman dan gangguan.

Sumber:

Kontributor
Muhammad Fiqi Fadillah

Editor
Slamet JP

Pahami Lebih Dalam dengan Infografik Peta Tematik

Pahami Lebih Dalam dengan Infografik Peta Tematik

Daftarkan email Anda dan dapatkan pemahaman mendalam dengan infografik peta tematik Kompaspedia

close